Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAHI PERAWAN TUA

MENIKAHI PERAWAN TUA

Status: tamat
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Obsesi / Wanita Karir / Dijodohkan Orang Tua / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:218.5k
Nilai: 5
Nama Author: vhia azaira

Kepergian Ratna setelah melahirkan membuat kebahagiaan Ifal hancur, dia kehilangan wanita yang dicintainya dan dipaksa menikahi saudara perempuan dari istrinya yang jauh lebih tua darinya.

Relin perawan tua yang gila bekerja, dia tidak tertarik dengan cinta paling penting dia punya usaha.

Keputusan dua keluarga menikahkan Ifal dan Relin tidak dapat dibantah, Ifal terpaksa menikahi Kakak iparnya yang hidupnya mapan jauh diatasnya. Relin juga terpaksa menerima demi keponakannya.

Akankah keduanya saling mencintai dengan banyaknya perbedaan. Relin yang mengutamakan pekerjaan, sedangkan Ifal jauh dibawahnya. Baik usia, maupun pendapatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYAKIT

Di ruang kerja, tumpukkan kertas cukup tinggi, Relin sibuk menyelidiki soal catatan medis Adiknya.

Wajah Relin kusut melihat ada banyak sekali pemeriksaan, dokter memang tidak mengumumkan apapun, Ratna yang memutuskan sendiri.

"Ini tidak mungkin," gumamnya menatap hasil pemeriksaan.

Kepala Relin menoleh ke arah Rania, dia cukup sedih melihat si kecil yang hidup tanpa ibu, sebaik apapun Relin tidak bisa menggantikan Ratna.

"Bu, pulang saja," pinta Relin.

"Tidak apa Bu, selesaikan dulu pekerjaan. Saya pulang telat juga tidak masalah." Pengasuh kasihan melihat Relin tidak sempat makan minum karena bekerja.

Tumpukkan kertas dirapikan, ada fakta yang sangat menghancurkan hati Relin, tapi dia tidak bisa mengatakan kepada Ifal.

"Bu, jangan terlalu menyiksa diri, ingat ada anak jangan lupa makan," tegur pengasuh Rania.

Kepala Relin mengangguk, dia membakar kertas yang beberapa hari ini dikumpulkan, ada lima daftar rumah sakit yang Relin ketahui sering dikunjungi Ratna.

Sempat beberapa kali Relin yang menemani, selama ini Lin tidak banyak tanya ternyata adiknya sekarat.

"Maafkan aku Na, seandainya Kakak tidak cuek mungkin nyawa kamu bisa diselamatkan." Air mata Relin menetes, tanpa disadarinya ada yang memperhatikan dari lantai bawah.

Ifal tidak tahu apa yang membuat Relin menangis, kertas yang dibakar juga cukup banyak, semakin ditambah kertas yang dibakar, semakin banyak juga air matanya jatuh.

"Kamu kenapa Lin, apa ada masalah?" Ifal bergegas mengambil ponselnya.

"Kenapa tidak dijawab, menangis begitu membuat khawatir." Ifal mengusap wajahnya.

"Fal, sudah pergantian shift, ayo pulang," ajak teman lain.

"Kalian duluan saja, nanti aku menyusul." Senyuman Ifal terlihat.

Lama Ifal menunggu Relin keluar, hampir dua jam waktunya pulang kerja belum ada tanda-tanda Relin keluar ruangan.

"Kenapa kamu belum pulang, Fal?" Tawa salah satu satpam terdengar menyebut Ifal penjilat.

Tidak perlu dijelaskan, manusia seperti Ifal sudah ketebak keburukannya. Dia pasti mengharapkan cintanya Bu Relin.

"Fal, jadi orang miskin itu setidaknya tahu diri, kamu duda tidak mungkin Relin menyukai kamu, mimpi," ejek Ojan yang kesal melihat Ifal begitu beruntung kerjanya shift pagi, sedangkan dirinya ditukar malam.

"Alhamdulillah, Relin sudah keluar," batin Ifal menatap Lin membawa putri mereka.

"Anak siapa itu, aku pikir hanya gosip Bu Relin punya anak angkat, ternyata benar." Ojan terlihat kecewa.

Wanita cantik dan mandiri, rapi punya beban anak kecil, tidak adil sekali nasib Relin. Dia tidak butuh anak, hanya ingin lelaki yang memuaskannya.

"Bu Relin, aku bisa membuat kamu teriak keenakan, tapi tidak bisa menerima anak itu," ucap Ojan begitu bangganya.

"Jaga mulut kamu Jan, itu nama saja pelecehan." Ifal menabrak pundak mengemudi motornya untuk segera pulang.

Ojan memberikan jari tengah kepada Ifal, tapi tidak mendapatkan balasan apapun. Manusia seperti Ojan tidak bisa diajak mengobrol dengan bahasa manusia.

Dari belakang Ifal terus memantau laju mobil, dia masih mencemaskan Relin yang mendadak pulang telat, biasanya dia selalu tepat waktu.

"Ifal, apa dia sedari tadi menungguku?" Lin melihat dari kaca spion, dia lupa jika memiliki suami, terlalu menyalahkan diri sendiri atas penyakit Ratna lupa dengan Nia dan Ifal.

"Na, kamu pasti sakit sekali menanggung beban sendiri, Kakak gagal jaga kamu. Tetapi, kenapa tidak cerita, aku selalu ada waktu selama kamu memintanya." Lin meremas satu kertas yang masih dipegangnya.

Laju motor Ifal mendahului Relin, berhenti tepat di depannya. Ifal mengetuk kaca mobil dengan tatapan khawatir.

"Ada masalah apa Lin?"

"Tidak ada, aku hanya banyak kerjaan," balasnya.

Senyuman kecil Ifal terlihat, tidak mungkin baik-baik saja sampai menangis membakar kertas.

"Bisa bawa mobil sampai rumah, atau mau aku?"

Lin keluar dari mobil, membiarkan Ifal mengemudi. Motor dititipkan di rumah orang yang tidak dikenal.

Sepanjang jalan Ifal diam, Relin meliriknya beberapa kali. Sikap Ifal mendadak dingin membuatnya tidak nyaman.

"Kamu kenapa?" tanya Relin.

"Aku tidak punya apapun yang bisa membantu, tapi sakit menjadi orang terakhir yang tahu. Jika ada sesuatu, segala cara aku lakukan untuk membantu, segitunya aku tidak dibutuhkan," ucapnya membuat Relin tertunduk.

"Bukan begitu Fal, apa aku menyinggung?"

"Tidak, aku hanya merasa begitu." Mobil berhenti di depan rumah, terdengar suara ibu sedang bergosip dengan tetangga.

Teriakkan Ibu diabaikan oleh Ifal, Relin menggendong Nia masuk, lengan ditarik membuat bibir monyong.

"Ifal kenapa, kamu membuatnya marah?"

"Tanya sendiri Bu," balas Relin.

Sampai malam Relin menunggu Ifal makan bersama tidak muncul juga, Ibu meremas perutnya merasa lapar. Bisa mati kelaparan ulah Ifal belum keluar kamar.

Kesabaran Relin habis, dia langsung masuk kamar Ifal tanpa permisi. Terlihat Ifal sedang bongkar barang, membersihkan beberapa kotak dari lemari atas.

"Mau makan malam tidak?"

"Duluan saja, aku belum lapar," balasnya.

"Sekarang, nanti habis dimakan Ibu."

"Tidak apa," balasnya masih dingin.

Hentakan kaki Relin kuat, langsung keluar. Ibu sudah makan lebih dulu, dia tidak sanggup harus menunggu Ifal yang sibuk sendiri.

"Kenapa dia yang marah, jika aku memberitahunya apa bisa menerimanya?" piring dibanting kuat, tanpa Relin sadari membuat pecah beberapa piring lain.

Ibu yang sedang makan menelan ludah, Ifal juga berlari keluar melihat meja makan, Relin berdiri di dekat rak piring memunguti pecahan beling.

"Stop Lin, nanti tangan kamu luka." Ifal menarik menjauh, tidak mengizinkan Relin mendekat.

Pecahan piring diri sapu, Ifal memunguti yang ukuran besar. Memasukan ke dalam tempat sampah.

"Kenapa dipecahkan, itu piring kesayangan Ratna," tegur Ibu ke arah Relin.

"Maaf Bu, aku tidak sengaja."

"Kerjaan kamu tidak becus Lin, apa karena ibu makan di sini kamu marah, dulu Ratna tidak pernah marah apalagi banting barang."

"Ibu cukup, Relin dan Ratna itu beda," bentak Ifal.

"Iya kamu benar, mereka berdua memang beda. Satunya penyabar, dan satunya emosian." Ibu membanting sendok membawa Rania ke kamar.

Air mata Relin menetes, Ifal menoleh melihat Relin tertunduk sambil menangis. Kedua tangannya saling remas.

"Sudah jangan menangis, jangan diambil hati ucapan Ibu." Ifal memeluk Relin lembut, mengusap kepalanya.

"Maaf, aku tidak bermaksud merusak barang-barang Ratna, aku sadar hanya menumpang di sini, lain kali lebih hati-hati." Tanpa bisa tertahan tangisannya pecah, selain masalah penyakit Ratna yang baru diketahui, juga sikap Ifal yang mendadak dingin, perasaan Relin lebih sensitif.

Pelukan Ifal erat, tidak ada milik Ratna, barang apapun boleh Relin pecahkan bahkan dia buang, Ratna hanya masalalu, mereka hanya menghormati keberadaannya.

"Kamu tidak pernah menumpang di sini, memang sini tempat pulang, jangan berkata begitu seakan-akan suatu hari kamu ingin pergi," ucap Ifal.

Kedua tangan Relin digenggam, Ifal mengecek tidak ingin ada luka karena Relin menggunakan tangannya untuk menggambar, menjahit pakaian.

"Sudah jangan menangis, air mata lebih berharga."

"Ifal, kamu pasti tidak tahu soal ...."

"Aku baru saja tahu, Ratna memiliki penyakit jantung, dokter melarangnya untuk hamil, tapi masih dipertahankan bahkan dia menutupi dariku demi keselamatan Rania. Aku baru tahu," ucap Ifal membalik badannya membersihkan pecahan kaca sambil mengusap air matanya.

***

Follow Ig vhiaazaira

1
new07
cepet gede ya rania biar heboh sekantor😄
new07
go public.. nah biar gak ada yg ngeremehin ifal ya bund🤣
new07
wkwkwk ngotot validasi🤣
new07
sebenarnya bingung juga sih yg gak peka sapa yg gak jujur siapa.. sama sama salah ifal sibuk kerja ratna sibuk menyembunyikan rahasia
new07
udah ada perasaan kah si ifal ke istrinya😄
new07
emaknyaa ifal aduuuh ngakak aku endingnya nih🤣
new07
fal ifal selama ini kemana aja sampe kamu gak tau modelan keluargamu kayak gitu... sampe sigitunya kamu gak peka walau ratna gak pernah cerita😌
new07
astaga. emangnya selama kerja mereka gak pernah ketemu apa ya si relin ma ifal😄🤣
new07
weeeh the reaaal nih kak vhia persis didunia nyata bukan dongeng masalah perbedaan ortu perempuan dan mertuanya.. 🤣
new07
kebiasaan emak emak konoha suka julid astaqfirrulohaladzim
new07
😢😢😢 episod pertama kok dah menyedih gini
Ika Yanti Unyil
ceritamya bagus thor
alurnya juga
meski bahasanya agak berantakan tapi limayan masih bisa dipahami.mungki.n ke depannya tata bahasanya yang lebih tertata lagi.
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Sri surya
bagus ceritanya aku ga lompat lompat bacanya thor💪
Eka Yuliana
Ceritanya sangat bagus,hanya saja pemilihan kalimat dan kosakatanya banyak yang tidak pas.typo juga tolong di perhatikan thor.
Misaza Sumiati
pindah rumah saja
Endang Sulistia
ifal kayak mau di lecehkan aja Ama si relin 🤣🤣🤣
Dewi Habibah
Bagus sekali ceritanya
RUTH RUTH
pindah dr lingkungan t4 tinggalnya,jgn dekat Ama org2 parasit yg mau menang sendiri,ih..kesel aku 😡😡😡
Yati Nah
ALHAMDULILLAH TABAAROKALLOH Kakak author hebat ,,keren semoga kakak author sehat dan sukses selalu AAMIIN
Galuh Setya
ceritanya bagus dan gak kebanyakan drama gak penting.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!