Sebuah kisah anak sekolah yang berujung tragis...saat Reo memasuki sebuah sekolah yang menuntunnya ke jalan yang akan dia sesali selama hidupnya...dengan teman mereka yang dapat melihat hal yang tak bisa Reo lihat....
Bagaimana cerita yaa...kita lihat saja nanti....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mikaa chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam hari ini
Disaat suasana mereka yabg dengan serius mereka tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan teman mereka
Kaoru dan Sotaru yang terkejut sontak langsung berpelukan karna merah takut sesuatu terjadi kepada mereka
Azura yang membuka pintu ya terlebih dahulu menaikan halisnya saat melihat posisi kaoru dan sotaru yang sedang berpelukan itu
"Apa yang kalian berdua lakukan??"
Ucap Azura keheranan
Bukan hanya azura namun kedua temannya yang lain juga ikut merasa keheranan dengan tingkah laku mereka
"Tidak, kami tidak sedang melakukan apa-apa kok"
Ucap Kaoru dengan tenang
"Lalu kenapa kalian berpelukan seperti itu, romantis sekali"
Rayu Azura meledek kedua temannya itu
Namun pandangan kaoru teralihkan saat melihat kondisi wajah Akio yang terluka dengan hidung yang masih terlihat mengeluarkan darah
"Ada apa dengan wajahmu"
Tanya Kaoru
"Apa yang terjadi"
Ucap Sotaru yang ikut penasaran
Orang yang di tanya malah hanya terdiam, sotaru dan kaoru yang tidak mendapatkan jawaban langsung melirik haiko
"Dia tidak apa-apa kok hanya saja tadi ada kecelakaan sedikit"
Jelas haiko
"Kau berbohong pada kami yaa"
Ucap sotaru yang merasa ada keganjilan di antara mereka
"Aku tidak berbohong"
Tepis haiko menyakinkan mereka
"Apa kalian mendapatkan sesuatu yang bersangkutan dengan Reo tadi??"
Tanya Sotaru dengan tatapan mata yang tajam ke arah Haiko
Haiko yang sudah tak bisa lagi berbohong pada mereka hanya bisa menundukan kepalanya
"Tidak ada, tapi saat di lorong tadi kami melihat noda darah berceceran di sana penjaga sekolah mengatakan bahwa itu hanya darah hewan yang terbunuh"
Jelas haiko
"Terus??"
"Lalu Akio sempat bertanya padanya apakah semalam ia melihat seseorang di sekolah, lalu ia menjawabnya semalam ia melihat seorang siswa laki-laki yang berlari ke arah lorong itu, lalu tak lama ia melihat seseorang lagi yang sedang menarik sesuatu di tangannya ia membawa kantong plastik besar yang entah isinya apa"
Jelas haiko dengan panjang lebar
"Apakah itu Reo yang berlari ke arah lorong??"
Tanya kaoru yang penasaran
"Entahlah kami juga tidak tahu"
"Jika benar mungkin darah yang kalian lihat itu darah milik Reo"
Jelas Sotaru setelah mendengarkan cerita itu
"Namun jika benar begitu seperti yang kau ucapkan, apakah Reo baik" Saja sekarang"
".......
Mereka semua merasa kebingungan harus mencari informasi lagi kepada siapa, semua yang mereka dapatkan hanya membuat mereka kebingungan yang membuat mereka tambah khwatir dengan suasana hati yang tidak karuan
" Mau bagaimana pun, malam ini kita harus menyelidiki tentang sekolah ini dan mencari keberadaan Reo"
Semuaa mata langsung tertuju kepada Akio yang sedang di obati oleh Azura, Akio mengangkat kepalanya lalu menatap semua teman"nya
"Aku yakin Reo pasti akan baik" Saja, malam ini kita hancurkan seseorang yang sudah membuat teror di sekolah ini, malam ini"
Jelas Akio yang menatap mereka dengan tatapan tajam
Meskipun pada awalnya mereka tidak yakin namun pada akhirnya mereka mengiyakan pertanyaan Akio dan menyetujuinya dengan yakin, membuat Akio merasa senang meskipun pasti ada seseorang yang terluka di antara mereka
".........
Di dalam sebuah Ruangan yang gelap Perlahan Reo kembali sadarkan diri setelah terakhir kali ia terjatuh dan terluka
Pandangannya yang masih kabur Reo dapat melihat seseorang yang sedang berdiri di hadapannya
" Dimana aku, sial kepalaku terasa sangat sakit"
Gumam Reo di dalam hatinya
"Kau sudah sadarkan dirinya, ya ampun ku pikir kau sudah mati"
"Apa yang sebenarnya kau mau, sialan"
Geram Reo, saat melihat sosok yang berdiri di hadapan ya dengan jelas
Orang tersebut hanya terseyum menyeringai ke arah Reo, ia terlihat bahagia saat melihat Reo kesakitan seperti itu, ia menurunkan penutup kepalanya
"Apa salah ku kepada mu??"
"Salah?? Salah mu, salahmu ohhh kau mau tahu apa salah mu, Reo"
Ia berjalan menghampiri Reo lalu menarik rambutnya dengan sangat kasar agar membuat Reo menatapnya
"Kau sudah menghancurkan apa yang aku rencana kan bodoh, bahkan kau sudah tahu tentang tempat ini bukan"
Ucapnya dengan tatapan yang tajam
Benar Ia baru menyadarinya bahwa keberadaan yaa sekarang ia sedang berada di sebuah Ruangan yang berada di belakang sekolah mereka
"Apa yang kau rencana sekarang, kau berniat untuk membunuh ku lalu kau menjadikan ku tumbal untuk membuatmu tetap hidup, hahaha bahkan kau tak pantas untuk hidup"
Ucap Reo meledek sosok Yukio
Yukio yang merasa geram dengan omongan yang di lontarkan Reo kepada-Nya membuat Yukio mengeratkan genggaman ya di rambut Reo hingga Reo kembali merasa kesakitan
"Tutup mulut mu, apakah kau tak merasa takut jika nyawa mu adalah taruhannya"
"Untuk apa aku takut kepada mu jika kau menginginkan yaa, bunuh saja aku jika kau berani"
Ucap Reo menantang yaa
Yukio yang sudah merasa muak langsung mengeluarkan sebuah pisau dari dalam Sakunya lalu mengarahkan ya tepat ke arah Leher Reo, namun dari tatapannya Reo benar-benar tidak merasa takut dia sudah pasrah jika dia benar-benar harus mati di tangannya
"Tidak usah bersikap seolah kau tidak takut, aku tahu sebenarnya kau takut bukan..."
Jleb....
Yukio menusuk Kaki Reo, Reo menutup matanya menahan rasa sakit di kakinya, tak sampai disitu Yukio menekan pisau tersebut agar ia menusuk kaki Reo lebih dalam lagi
Darah mulai mengalir dari kakinya yang terluka, Yukio mencabutnya lalu memperlihatkan Pisau yang penuh darah ke hadapan Reo
"Lihatlah aku sudah melukaimu sekarang, berteriak lah aku suka saat melihat korban ku merasa kesakitan seperti ini, kenapa kau harus menahanya Reo"
Wajah Reo yang kembali memucat mengangkat kepalanya kembali agar melihat Sosok Yukio di hadapan ya
"Kau tak pantas untuk di sebut manusia"
"Ya ya, dari awal aku memang bukan manusia aku hanya arwah yang menyamar sebagai manusia mengunakan tubuh ini"
"Apa yang sebenarnya kau inginkan kenapa kau mengambil Akio dari ku"
"Ahh Akio yaa, kenapa yaa, karna aku tahu dia mempunyai kemampuan untuk membunuh arwah" Yang ku kurung, akan merepotkan jika itu terjadi makannya aku kendalikan dia"
"Apa kau tahu, sekarang dia hanya akan menjadi boneka mainan ku akan ku suruh dia untuk membunuh mu, jadi itu tidak akan seru jika aku membunuhmu sekarang, bukan begitu Reo, Hahahaha!!!!"
Reo yang mendengar penjelasan dari Yukio langsung memberontak dari kursinya untuk melepaskan diri, yukio yang melihat Reo yang berusaha melepaskan diri yaa dengan susah payah hanya menertawakan yaaa
Ia merasa sangat puas saat melihat Reo benar-benar kesakitan seperti itu, namun mau bagaimana pun Reo berjuang ia tidak akan bisa melepaskan dirinya, dengan luka yang ia dapatkan membuat Reo sedikit kehilangan tenaganya
"Jadi sekarang aku hanya akan melukaimu saja sebelum kau mati di tangan teman mu yang sangat kau sayangin, kau sudah merasa takut sekarang"
Reo hanya bisa menundukan kepalanya yang kembali merasakan pusing sebab benturan keras di kepalanya
"Sial bagaimana ini jadi aku benar-benar akan mati sekarang, syukur lah aku bisa menyusul kalian nanti, ibu ayah sekali lagi maafkan Reo"
"Jangan menundukkan kepala mu seperti itu dong"
Yukio kembali mengangkat pisaunya bersiap" Untuk melancarkan aksinya lagi
"Kita bersenang-senang malam ini, hahahaha!!!"
Ucapnya sambil tertawa
Jleb....Jleb....Jleb....
Reo hanya bisa menutup matanya saat Yukio menusuknya sambil terus menahan rasa sakit yang ia dapatkan
jangan lupa mampir juga ya kak /Smile/