Aluna Wistania gadis yang berumur 16 tahun jatuh dari atap gedung sekolah akibat temanmya Tasya Putri. Aluna tidak mati melainkan jiwa Aluna pindah kedalam tubuh seorang wanita yang bernama Xing Xing Calistia Hutomo.
Jiwa gadis 16 tahun pindah kedalam tubuh wanita cantik yang berusia 25 tahun dan putri bungsu dari keluarga Hutomo. Aluna tidak tau kalau tubuh yang ditempatinya itu memiliki tunangan.
__
"Xing Xing aku mohon bicaralah, katakan sesuatu. Kamu boleh memukulku, Aku tidak mau kamu seperti ini. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini." Dylen mencengkram bahu Xing Xing, bingung dengan gadis didepannya itu.
"Biarkan aku pergi dari tempat terkutuk ini. Kita hanya partiner, jadi biarkan aku pergi." Lirih Xing Xing, tatapan matanya kosong.
"Aku akan melakukan apapun kecuali hal itu. Xing Xing apa kamu tidak lelah terus mendiamkan aku terus seperti ini." Kata Dylen lembut, menatap maniak mata hazel Xing Xing.
..
___
Bagaimana Xing Xing akan menghadapi masalah besar yang akan menimpanya..
ikuti terus..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
Jam baru menunjukkan pukul 05.30 WIB, Xing Xing sudah bangun dari tidur nyenyakknya. Merapikan tempat tidur dan membuka jendela lalu menghirup udara merupakan kebiasaan Xing Xing saat bangun dari tidurnya.
Xing Xing memulai ritual mandinya, beberapa menit keluar menggunakan celana jens dan baju kaos. Xing Xing tidak lupa mengikat rambutnya, berjalan menuruni tanga membuat sarapan pagi.
"Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini?" Tanya Calistia memperhatikan gerak-gerik Xing Xing.
Xing Xing yang sedang memotong wortel terkejut dengan kehadiran Momynya. "Aku sedang membuat sarapan." Kata Xing Xing.
"Kamu mau buat sarapan apa sini Momy bantu." Kata Calistia mencoba membantu putrinya.
"Aku mau membuat omlet, nasi goreng sama pancake." Kata Xing Xing tersenyum manis.
Selesai memasak Xing Xing menata meja makan, berjalan naik kelantai atas membangunkan Kakaknya sarapan bersama.
...****************...
Tok tok
Xing Xing mengetuk pintu, "Pak Cris 5 menit lagi kita akan memulai rapat." Kata Xing Xing, masuk kedalam ruangan Cris.
Xing Xing sudah bekerja selama satu minggu diperusahaan, dirinya sudah mulai paham apa yang harus dilakukan sebagai sekertaris.
Cris hanya menganggukkan kepalanya, Cris sudah melarang Xing Xing untuk memanggilnya dengan sebutan Pak. Hal itu membuat Cris merasa aneh mendengar panggilan itu keluar dari mulut adikknya itu.
"Baiklah." Jawab Cris, bangkit dari kursi kebanggannya.
Xing Xing dan Cris berjalan menuju ruang rapat, Xing Xing membuka pintu ruang rapat. Didalam sana sudah hadir para kepala divisi dari segala macam.
"Tampilkan hasil data penghasilan bulan ini." Perintah Cris.
Didepan proyektor menyala menampilkan diagram garis. Xing Xing mengkerutkan keningnya penghasilan bulan ini sangat sedikit.
Perusahaan Hutomo adalah perusahaan perusahaan arsitektur yang terkenal, ADX adalah nama perusahaan itu. Xing Xing tidak tau apa arti kepanjangan dari nama perusahaannya itu.
Rapat selesai saat jam makan siang tiba, para ketua divisi keluar dengan muka senang karena rapat yang menegangkan sudah selesai.
Xing Xing berjalan kemeja, duduk dikursinya ingin mengistirahatkan tubuhnya, tapi tidak bisa karena suara ponselnya sangat menggangu dirinya.
"Hallo. Ada apa?" Tanya Xing Xing memejamkan matanya.
"Momyku ingin bertemu denganmu." Kata Dylen.
"Terus kenapa?" Tanya Xing Xing lagi.
"Turunlah kelantai bawah." Kata Dylen dengan dingin, mematikan ponselnya secara sepihak dirinya tidak suka penolakan.
"Dasar manusia lalat apa dia tidak tau ini jam makan siang." Maki Xing Xing, dirinya paling tidak suka diatur atur.
Xing Xing mengambil tasnya, dirinya tidal lupa minta izin dengan Cris lalu turun kelantai bawah. Dylen yang bersandar pada mobil terlihat sangat keren perempuan yang melewati parkiran selalu melirik Dylen dan berbisik.
"Apa mau?" Tanya Xing Xing dengan muka datar menatap Dylen dengan tajam.
Dylen tidak menjawab pertanyaan Xing Xing, langsung membukakan pintu mobil, matanya menatap Xing Xing memberikan kode masuk kedalam mobil.
Xing Xing memutar bola matanya malas, dirinya berjalan pergi tapi keburu ditarik Dylen dan didorong masuk kedalam mobil. Dylen berjalan kearah kanan mobil dan masuk kedalam sana.
Mobil itu berjalan meninggalkan parkiran, Sedangkan ada mobil sedan hitam sedang mengawasi pergerakan mobil Dylen.
"Perempuan itu targetnya." Kata Laki-laki bersetelen baju hitam dengan goresan dipipi kirinya.
"Kita harus segera menangkap perempuan itu dan menghancurkannya." Kata Laki-laki yang satunya dengan baju berwarna hitam .
"Jangan bertindak gegabah, kalian tidak liat tatapan mata perempuan itu. Dirinya seperti terpaksa mengikutinya dan aku rasa ini hanya perangkap yang digunakan untuk memancing kita keluar dari persembunyian." Kata Laki-laki dengan Setelen baju hitam ditelinga kirinya terpasang anting berbentuk salib tersenyum jahat.
...****************...
Mobil Dylen memasuki perkarangan mansion, Xing Xing hanya mengkerutkan dahinya. Kemana Dylen membawanya kali ini, ini bukan mansion keluarga Dylen. Dylen keluar dari mobil menatap Xing Xing.
"Tidak mau keluar?" Tanya Dylen dingin.
Xing Xing menggeleng kepalanya, menggegam erat sabuk pengaman mobil. "Aku tidak mau krluar bisa saja dia menjual diriku." Pikir Xing Xing menatap Dylen tajam.
Dylen kesal dengan sikap Xing Xing berjalan menghampiri Xing Xing membuka sabuk pengaman Xing Xing, menarik perempuan itu keluar dari mobil.
"Astaga apa yang kalian lakukan siang-siang begini?" Tanya Shana menutup matanya mengira kalau Dylen sedang mencuri kesempataan.
Dylen menaikan sebelah alis matanya, memanatap Momynya aneh, dirinya sedang menarik Xing Xing keluar dari mobil. Xing Xing yang melihat ada Shana segera keluar dari mobil.
Shana menghampiri kedua pasangan itu, "Kamu udah sarapan sayang?" Tanya Shana mengelus pipi Xing Xing.
Dylen berjalan duluan dirinya membiarkan Momy dekat dengan Xing Xing apalagi kalau Shana yang sangat menginginkan seorang putri tapi tidak bisa karena Mike tidak mau Shana melahirkan lagi.
"Tante ini rumah tante?" Tanya Xing Xing memperhatikan dekorasi ruangan itu.
"Momy sayang." Kata Shana sedangkan Xing Xing tersenyum kaku, "Ini rumah Dylen jangan bilang kalau Dylen tidak pernah mengajak kamu kemari?" Sambung Shana menatap Xing Xing.
"Gimana mau tau Tante ini aku ajah gak kenal anakmu itu. Tiba-tiba ajah datang bawak surat kontrak pakai ancam lagi tuh." Gumam Xing Xing.
Shana yang tidak mendapat respon dari Xing Xing mengengam tangan Xing Xing menatap maniak mata Xing Xing. Xing Xing terkejut dengan tatapan Shana seperti terisi kata-kata yang ditujukan untuk Xing Xing tapi tidak dikatakan oleh Shana.
Coba baca novelku, judulnya 'Secret Marriage'. Tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. baca sinopsisnya dulu, siapa tahu suka. klik profilku buat baca...