Indonesia
NovelToon NovelToon
Diantara Kita

Diantara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:309
Nilai: 5
Nama Author: MonAmour19

Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menjadi topeng untuk siapapun (25}

"ga ada yang lebih kejam di dunia ini selain ibu"

"kenapa ibu aku jahat ya tuhan? Aku ga suka, aku ga mau dan aku..."

"malu"

Naya menghela nafas panjang saat melihat orang berlalu lalang di hadapannya, dia kini sedang berada di sebuah danau, menunggu Tasya yang katanya akan datang kesini.

"aku cape" lanjutnya, dia menatap sekeliling matanya hanya jatuh pada anak seumuran nya yang sedang berjalan dengan ibunya, mereka sederhana, hanya memegang jajanan dan bercanda ria.

Namun Naya yang melihat itu langsung terkekeh kecil sambil menghapus air matanya yang sedari tadi sudah mengalir, dia tidak tahu kenapa akhir-akhir ini selalu merasa sendiri.

"Lo nunggu lama?" tanya Tasya tiba-tiba membuat Naya sedikit terkejut, lalu menoleh ke arah Tasya.

Tasya ikutan duduk di bawah bersama Naya."Lo nangis?" tanya Tasya membuat Naya tersenyum lalu menghapus air matanya

"gapapa sya" Tasya menatap Naya lama begitu pun juga dengan Naya, mereka kini saling bertatapan

"maaf" hanya itu yang keluar dari bibir mungil Naya, tidak ada tanggapan dari Tasya selama beberapa detik dia hanya menatap Naya dengan nanar.

"gue tau nay, ga usah minta maaf" Naya mengusap pipinya yang tiba-tiba air matanya mengalir.

"maafin aku Tasya, aku gatau harus apa, maaf" ucap Naya berulang kali membuat Tasya lalu memeluk Naya dengan erat.

"gue udah maafin Lo nay, Lo ga salah ternyata gue yang salah karena terlalu batu buat berdebat sama lo" Naya mendongak menatap Tasya dengan tangisannya.

"lagi nay?" tanya Tasya namun Naya hanya mengangguk tanpa menjawab apapun.

"dimana?" tanya Tasya lagi, Naya kini memperlihatkan kakinya yang membiru atas kegaduhan tadi pagi yang ia ciptakan bersama Maheswari.

"sakit ya? Gue beliin dulu obat" Naya memegang tangan Tasya yang ingin berjalan ke warung membeli obat nya

"aku gapapa ko, udah di obatin juga" ucap Naya dengan lembut, Tasya yang mendengar itu mengangguk, ini sudah biasa untuk Tasya mengobati Naya sedari kecil, namun sepertinya kali ini Naya ingin ditemani sebentar.

"Lo kenapa? Mau cerita?" tanya Tasya, namun Naya hanya menatap kosong ke depan selama beberapa detik lalu menunjuk ke arah depan membuat Tasya menatapnya juga.

"aku pengen jadi air" tiba-tiba Naya berucap seperti itu membuat Tasya mengernyitkan dahinya

"air tenang sya, ga kaya aku yang berisik setiap hari, walaupun dunia lagi sepi tapi kepala aku berisik, aku selalu susah tidur sya, aku ga suka.." Naya menjeda ucapannya beberapa saat

"topeng ibu terlalu tebal sya di hadapan orang lain, tapi di hadapan aku dia buka dengan begitu mudahnya." Naya menatap Tasya, yang sedari tadi menatap nya dengan nanar

"aku takut, takut kalo lama lama harus gini. Takut kalo tiba tiba aku ga ada. Takut kalo tiba tiba semua yang aku takutkan itu terjadi, dan takut kalo harus ga liat sahabat aku di dunia ini" Tasya menghela nafas panjang lalu memeluk Naya dengan erat.

"kemungkinan kemungkinan itu bisa terjadi, tapi Lo harus yakin sama diri Lo kalo itu semua ga bakal terjadi, okey?" ucap Tasya membuat Naya hanya diam sambil menatap kosong kedepan.

"aku selalu bohong Tasya. Bohong ke dunia. Bohong ke ayah. Bohong ke kamu. Bohong ke ka Arga. Aku selalu bohong, dan aku takut kebohongan aku akan menjadi bencana yang lebih besar" ucap Naya sambil terisak di pelukan Tasya.

"bohong soal apa?" tanya Tasya begitu tidak mengerti atas ucapan Naya.

"bohong soal aku yang di bawa ke psikolog dan bohong soal aku yang kemoterapi setiap bulan, aku bohong soal semuanya, maaf." Tasya hanya menghela nafas panjang, dirinya ingin marah namun tidak mungkin di situasi seperti ini dirinya memarahi Naya.

Orang yang berada di balik pohon hanya mendengarkan lalu Naya yang berbicara di akhir kalimatnya, membuat dia mengepalkan tangannya

'bajingan'

"karna ibu aku Tasya semuanya karna dia" ucap Naya membuat orang yang berada di balik pohon itu seketika menegang, benar dugaan nya bahwa Naya akan mengatakan itu.

Tasya mengusap belakang kepala Naya dengan lembut."ga akan ada ketakutan dan bencana besar kalo itu kebohongan nya demi kebaikan ya?" Naya menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"TAPI KENAPA NAYA HARUS HIDUP KAYA GINI TASYA"

......

"SELAMAT PAGI, TUAN ARGA" teriak Naya dari kejauhan membuat Arga tersenyum ceria

"SELAMAT PAGI, NYONYA NAYA" naya yang mendengar itu terkekeh kecil.

"ternyata bukan cuman ibu Lo yang punya topeng tebal nay, Lo juga punya sendiri." ucap Tasya di balik jendela saat melihat interaksi dua orang yang sedang tertawa itu.

"tuan Arga agendanya hari ini apa aja nih" ucap Naya dengan berjalan berbalik menghadap Arga, namun Arga hanya mengikuti Naya yang berada di depannya.

"tuan Arga cuman ada agenda rapat osis nanti pulang sekolah" Naya yang mendengar itu sambil mengangguk dan tidak ada hentinya tersenyum.

"okey, kalo gitu aku mau ke rumah kakak" Arga mengernyitkan dahinya bingung, tumben gadis ini baru memberitahunya sekarang biasa nya dia memberitahu nya malam tadi.

"ya karna mamah baru bilang tadi pagi kakak" ucap Naya seperti sudah tau apa yang Arga pertanyakan di dalam kepalanya, Arga mengangguk-anggukkan kepalanya

"oke, jadi bareng?" tanya Arga membuat Naya cemberut, Arga hanya terkekeh kecil lalu mencubit hidung Naya gemas.

"iya iya bareng" ucap Arga

"ishhh, sakit tau" Arga terkekeh, lalu dengan sigap dia menangkap Naya yang akan menabrak orang yang berada di depan mereka lebih tepatnya di belakang Naya.

"hati hati" ucap Arga dengan mata tajamnya, seketika Naya tersadar dengan tatapan itu.

'mata itu'

Naya langsung menyadarkan dirinya sendiri lalu berdiri dengan tegak, kini keduanya berhenti di depan kelas Naya.

"makasih ya udah anterin aku yang cantik ini, iya sama sama cantik nya Arga" Arga terkekeh mendengar ucapan Naya yang dibuat buat, Arga mengacak rambut panjang Naya sebentar.

"ishh ka ga boleh gitu ini udah nyatok" arga tersenyum lalu mengangguk sekali.

"sama sama cantik nya Arga" Arga menirukan suara naya yang seperti sedang menggodanya, Naya yang mendengar itu tersenyum lebar, lalu melambaikan tangannya dan masuk kedalam kelas, sementara Arga hanya melihat sampai Naya duduk dan dirinya langsung berjalan ke arah ruangan kelasnya.

Siapapun yang belum kenal mereka, pasti memikirkan hal yang sama bahwa mereka sedang berpacaran, padahal aslinya tidak sama sekali.

Arga hanya terkekeh kecil saat mengingat senyum Naya yang begitu manis, dia tahu dan dia tidak ingin memberi tahu pada siapapun.

"simpanlah rahasianya lalu buka ketika mereka sudah siap"

"biarkan mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat"

"ketidakmampuan, ketidakpastian, ketidakadilan, dan ketidaksempurnaan ini, biarkan mereka menetap di dalam diriku ini" ucap Arga sangat pelan, membuat siapapun tidak akan mendengar nya, karena disana terlalu bising untuk mendengar suara kecil Arga.

......................

Soon to bee

WAY WOY WAY WOY ada apa ini brayyy hahayyy....

seneng banget dehhh dapet ideee tiap hari gini anjayyyy.....

Doain, semoga salah satu buku aku segera terbit ya.....

,

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!