Indonesia
NovelToon NovelToon
Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Kian & Elora (Sahabat, Tapi Dijodohin?)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikahmuda / Idola sekolah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mina

Dijodohin sama Kian, sahabat dari kecil yang pernah nempelin permen karet di rambut gue itu sebuah bencana.

Gue tahu betul bobroknya Kian dari A sampai Z, tahu cara mikirnya yang ajaib sampai rekor kencannya yang melebihi jumlah anggota DPR. Kalau dipikir secara logika, harusnya tanpa pikir panjang gue langsung nolak.

Tapi masalah utamanya satu, Gue suka sama Kian.

Sialan emang.

Kini, demi gengsi Kian yang terluka gara-gara ditolak di meja makan, gue jadi terjebak masa percobaan 6 bulan jadi pasangan PDKT resmi. Masa di mana gue harus bertahan di antara dada yang deg-degan parah, dan dorongan kuat buat ngeplak kepala Kian saban hari.

Sanggupkah gue bertahan tanpa kehilangan akal sehat ini?😭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Racun Keraguan

Angin sore di taman kampus terasa lebih dingin dari biasanya. Kata-kata Farra terus terngiang-ngiang di dalam kepala gue, berputar bak kaset rusak yang diputar tanpa henti.

‘Apakah itu murni karena dia cinta sama kamu, atau karena dia merasa bertanggung jawab atas tumbuh kembang kamu dari kecil?’

‘Aku cuma gak mau kamu bernasib sama kayak aku, menjadi seseorang yang dicintai cuma karena rasa kasihan.’

Gue memeluk tas ransel gue erat-erat. Rasa sesak yang membakar dada membuat napas gue agak berat. Selama bertahun-tahun bersahabat, Kian emang selalu jadi orang pertama yang pasang badan kalau gue kena masalah. Dia yang membelikan makanan saat gue sakit, dia yang mengantar-jemput gue kalau kemalaman, dan dia yang selalu mengalah tiap kami berantem.

Bagaimana kalau Farra benar? Bagaimana kalau semua perhatian manisnya belakangan ini hanyalah bentuk naluri 'pengayom' yang kebablasan? Bagaimana kalau Kian cuma kasihan melihat gue yang sudah lama memendam rasa ke dia?

"Woi, melamun aja! Nanti kesambet demit kampus baru tahu rasa."

Suara familiar itu mengejutkan gue. Kian sudah berdiri di depan gue dengan jaket kulit hitam kesayangannya, memegang dua botol minuman susu rasa cokelat. Dia menyeringai santai, lalu duduk di sebelah gue tanpa permisi.

"Nih," Kian menyodorkan botol susu dingin ke pipi gue, membuat gue sedikit terlonjak. "Muka lu melipat gitu lagi. Kenapa? Dosen lu minta revisi Bab 4 padahal Bab 3 baru ditandatangani?"

Gue menatap botol susu itu, lalu beralih menatap Kian. Wajahnya jernih, matanya penuh perhatian, perhatian yang sama persis seperti yang dia berikan sejak kami masih memakai seragam putih-merah.

Dan rasa ragu itu mendadak menghantam gue jauh lebih keras.

"Gak," jawab gue pelan, memalingkan wajah. "Lagi pengen duduk di sini aja."

Kian mengerutkan dahi, menangkap gelagat aneh dari perubahan sikap gue. Dia menaruh botol minumnya di meja batu, lalu memutar tubuhnya menghadap gue sepenuhnya.

"Ra, lu kenapa?" tanya Kian dengan nada suara yang berubah serius. Tangannya terangkat mau menyentuh dahi gue, tapi refleks gue sedikit menarik kepala ke belakang.

Tangan Kian menggantung di udara selama dua detik. Matanya menyempit, memancarkan rasa terkejut dan terluka yang tersamar.

"Lu jauhin gue begini biasanya cuma kalau lu lagi marah," kata Kian pelan, suaranya terdengar makin dalam. "Gue ada salah apa lagi hari ini? Perasaan tadi siang pas makan mi ayam kita oke-oke aja."

Gue menelan ludah, menatap jemari tangan gue sendiri di atas pangkuan. "Ki... gue mau tanya satu hal. Dan gue mau lu jawab dengan jujur. Tanpa ada yang ditutup-tutupi, tanpa ada candaan."

Kian membisu sejenak, lalu mengangguk tipis. "Tanya apa? Tanya aja."

Gue mendongak, menatap lurus ke dalam manik mata cokelat gelapnya. "Lu terima perjodohan ini... dan lu ngelakuin semua hal manis selama tiga minggu ini... beneran karena lu mulai punya rasa sama gue? Atau cuma karena lu ngerasa punya tanggung jawab buat jaga gue?"

Atmosfer di sekitar kami mendadak membeku.

Kian tertegun. Ekspresinya yang tadinya dipenuhi kekhawatiran berubah menjadi sangat kaku. Rahangnya mengeras perlahan, dan untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, pendar hangat di matanya berubah jadi tatapan dingin yang tak tersentuh.

"Siapa yang ngomong gitu sama lu?" tanya Kian, suaranya sangat rendah dan penuh tekanan.

"Jawab aja, Kian!" potong gue, suara gue mulai bergetar menahan luapan emosi. "Lu gak pernah nolak kemauan keluarga lu dari dulu. Lu selalu nemenin gue karena lu merasa berkewajiban kan? Farra bilang—"

"Farra?" potong Kian cepat. Dia terkekeh pelan, sebuah tawa dingin tanpa rasa humor sedikit pun. "Jadi lu lebih percaya sama provokasi mantan gue yang baru ketemu lima menit, dibanding sama semua hal yang udah gue perbuat buat lu bertahun-tahun ini?"

Gue membisu, kaget melihat reaksi Kian yang di luar dugaan.

Kian berdiri dari bangku batu. Dia menatap gue dari atas, matanya memancarkan rasa kecewa yang luar biasa mendalam.

"Gue kira," suara Kian bergetar tipis, penuh luka yang tertahan, "setelah apa yang terjadi di Puncak... setelah pengakuan gue di bawah selimut malam itu... lu udah bisa ngerasain mana tulusnya perasaan gue dan mana yang cuma sekadar 'tanggung jawab'."

Gue menengadah menatapnya, bibir gue gemetar tapi gak ada kata-kata yang sanggup keluar dari tenggorokan gue.

"Ternyata benteng lu bukan cuma tinggi, Elora," sambung Kian, tersenyum pahit. "Lu emang gak pernah bener-bener percaya sama gue dari awal."

Kian menyambar kunci mobilnya di meja, lalu berbalik dan melangkah pergi dengan langkah lebar, meninggalkan gue sendirian di taman kampus yang makin diselimuti kegelapan sore.

Gue menyembunyikan wajah di balik kedua telapak tangan, dan air mata yang sejak tadi gue tahan akhirnya menetes juga. Untuk pertama kalinya sejak masa perjodohan ini dimulai, kami benar-benar asing.

1
ms. S
lanjut... novelnya menarik buat dibaca hingga bisa inget jaman pdkt sama gebetan. bikin deg2an juga Krena serasa jatuh cinta
ms. S
up lagi kak. novelnya kocak abis . aku sng novel yg kyk gini, lucu, sedih tapi ga mewek2 bgt, dan masih sesuai realita lha . sgra nikah yuk mereka berdua penasaran
Mina: makasih kak, seneng deh baca komennya🫰
total 1 replies
paijo londo
asli fix nih yg bloon kyaknya elora Ter la lu polos g tau kalo si kian itu udah suka elora dari lama🤭🤭🤭
paijo londo
mampir' thor🤦🤦aduh kyaknya hidup elora bakal kiamat kena serangan mental menghadapi kelakuan si kian q yg baca kok ikut2an jadi stress ya🤔🤔🤔
ms. S
ya ampun aku jadi deg2an ini kayak akunsama kian🤭🤣
Nurwana
asik asik.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!