Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Sang Mafia

Kembar Genius Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Ahh!"

"Kamu harus melahirkan pewarisku, Amoera ... untuk menebus dosa ayahmu!"

Perang berdarah antar-organisasi memaksa Amoera, putri tunggal mafia Blood Dominion, jatuh ke tangan Leon D'Alterio. Pemimpin kejam Cosa Nero itu menuntut balas dendam atas kematian orang tuanya, dan Amoera harus melahirkan pewarisnya.

Namun takdir berjalan brutal. Amoera melahirkan bayi kembar laki-laki, tetapi Leon merebut bayi yang hidup dan mengusir Amoera bersama bayinya yang dianggap telah mati.

Empat setengah tahun berlalu. Amoera kembali sebagai pembunuh bayaran dingin dengan misi mutlak. menghabisi pewaris Cosa Nero, yang tak lain adalah putranya sendiri.

Saat laras pistol telah membidik target, kebenaran fatal terkuak. Leon tertegun melihat bocah di samping Amoera yang sangat mirip dengan putranya.

"Kamu mau membunuh putramu sendiri, Amoera?"

Ketika rahasia masa lalu terbongkar, siapakah yang akan hancur dalam lingkaran balas dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Leon D'Alterio menatap kosong ke arah luar jendela mobil antipeluru yang membawanya membelah jalanan kota. Di luar sana, kegelapan malam tampak begitu pekat, namun lampu-lampu jalanan dan sorot lampu dari beberapa kendaraan yang masih melintas seolah menjadi bukti bahwa langit malam yang hitam tidak pernah menjadi penghalang bagi denyut nadi kota. Leon mengalihkan pandangannya, menatap ke arah layar ponsel pintar di genggamannya, lalu menyalakan dayanya hingga binar cahayanya menerangi sepasang matanya yang dingin.

​"Tuan, sebentar lagi kita akan tiba di lokasi tujuan," ucap Black dari kursi depan, memecah kesunyian malam yang langsung dijawab dengan anggukan kepala pendek dari Leon.

​"Aku akan menghubungi mansion terlebih dahulu, Black. Entah mengapa ... sejak tadi perasaanku benar-benar tidak enak. Bocah nakal itu pasti sedang membuat ulah lagi di sana," gumam Leon rendah.

​Tangannya bergerak lincah di atas layar ponsel, mencoba menghubungi sambungan telepon rumah utamanya. Tidak membutuhkan waktu lama, panggilan tersebut langsung diangkat di seberang sana, dan suara Lula, sang pengasuh setia putranya terdengar menyapa telinganya.

​"Lula, masuk dan cek kamar tidur putraku sekarang juga. Pastikan apakah dia benar-benar sudah tidur dengan nyenyak atau belum," perintah Leon mutlak sembari melemparkan pandangan matanya kembali lurus ke depan menembus kaca mobil.

​Dari seberang telepon, suara Lula terdengar ragu-ragu. "Tuan ... Tuan Kecil sama sekali tidak mau membuka pintu kamarnya sejak siang tadi. Beliau mengunci pintunya dari dalam rapat-rapat."

​Jawaban itu seketika membuat kening Leon mengkerut dalam-dalam, guratan kecurigaan langsung tercetak jelas di wajah matangnya. "Itu tidak mungkin, Lula. Anak itu tidak akan pernah kuat menahan rasa lapar dalam waktu yang lama jika terus mengurung diri, dan kamu tahu betul tabiatnya, bukan?" ucap Leon dengan nada suara yang kian serius. Firasat buruk yang membayanginya sejak meninggalkan rumah kini terasa semakin nyata dan tidak keruan.

​"Iya, Tuan, saya paham. Tapi mungkin saja Tuan Kecil sengaja membawa beberapa camilan masuk ke dalam kamarnya sejak siang tadi secara diam-diam. Sebentar, Tuan, coba saya cek kembali ke kamarnya sekarang," ucap Lula di seberang sana.

​Leon menghela napas kasar, dipenuhi rasa dongkol yang membuncah. Ia menarik ponselnya menjauh dari telinga, meletakkannya di atas pangkuan sembari menatap lurus ke depan. Mobil mewah yang ditungganginya perlahan mulai memasuki area pelataran parkir sebuah hotel megah dan berhenti dengan sempurna. Mereka telah sampai di tempat penginapan yang akan Leon gunakan selama beberapa hari ke depan selama berada di pusat kota. Hotel bintang lima ini merupakan salah satu dari sekian banyak aset legal miliknya yang beroperasi di sektor pariwisata.

​Black dengan sigap turun dari pintu kemudi terlebih dahulu, melangkah cepat menuju pintu belakang untuk membukakan pintu bagi Leon. Sementara itu, dari dua mobil pengawal yang terparkir di garis depan dan belakang, belasan pria berjas hitam langsung turun dan dengan cekatan menyebar, menjaga ketat seluruh situasi sekitar demi memastikan tidak ada ancaman yang mendekat. Leon membenarkan letak kerah jas hitamnya sejenak sebelum bersiap melangkahkan kaki keluar dari kabin. Namun, tepat sebelum sepatunya menginjak lantai, ponsel di genggamannya kembali berdering keras. Layarnya menampilkan nama Lula. Leon segera mengangkatnya tanpa membuang waktu.

​"Lula, cepat berikan—"

​"TUAN KECIL HILANG, TUAN!"

​Teriakan histeris Lula dari seberang telepon seketika membuat ekspresi wajah Leon berubah drastis dalam sekejap mata. Seluruh otot wajahnya menegang kaku, rahangnya mengeras hebat, dan sepasang manik matanya menajam, memancarkan kilat amarah yang teramat mengerikan.

​"Hilang?" desis Leon, suaranya mendadak berubah menjadi serendah dan sedingin es yang membekukan atmosfer sekitar.

​"Iya, Tuan! Tadi saat saya mencoba masuk ke dalam kamarnya dengan menggunakan kunci cadangan yang saya ambil, kondisi kamarnya ternyata sudah kosong! Tuan Kecil tidak ada di dalam sana, saya sudah meminta seluruh pengawal yang tersisa di mansion untuk membantu mencari ke seluruh sudut area!" ucap Lula dengan nada suara yang dipenuhi kepanikan luar biasa hingga terdengar gemetar.

​Tangan kiri Leon mengepal kuat hingga kuku-kuku jarinya memutih, menahan gejolak amarah yang siap meledak menghancurkan apa saja. "Benar-benar tidak berguna!" desis Leon tajam sebelum langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

​"Black, batalkan semua agendaku! Kita kembali ke mansion sekarang juga!" titah Leon keras, memutar tubuhnya dengan kasar dan berniat untuk kembali masuk ke dalam kabin mobil.

​"Tuan! Mohon tunggu sebentar, Tuan!"

​Seruan tertahan dari Black seketika membuat Leon mengurungkan niatnya untuk melangkah masuk. Pria itu menolehkan kepalanya dengan dahi mengkerut dalam, menatap ke arah bagian belakang mobil di mana Black baru saja membuka pintu bagasi. Tatapan mata tangan kanannya itu tampak terpaku menatap ke dalam ruang bagasi dengan ekspresi wajah yang sarat akan keterkejutan yang luar biasa, seolah-olah baru saja melihat hantu.

​Leon melangkah lebar mendekati Black, berniat melihat apa yang sebenarnya sedang disaksikan oleh bawahannya tersebut. Dan tepat saat matanya menjangkau isi dalam bagasi, seluruh kata-kata Leon mendadak tertahan di tenggorokan.

​"Bocah nakal ini ...," desis Leon dengan suara yang bergetar menahan amarah yang mendadak bercampur dengan rasa tak percaya.

​Bagaimana tidak? Jauh di dalam ruang bagasi yang sempit dan dikelilingi oleh udara pengap, ia melihat putra kandungnya sendiri, Enzo, sedang tertidur dengan sangat lelap. Bocah mungil itu meringkuk pasrah di antara sela-sela koper besar miliknya, dengan sebuah ransel kecil yang masih terpasang erat di punggung kecilnya. Anak itu rupanya telah menghabiskan waktu berjam-jam berada di dalam bagasi mobil yang melaju tanpa diketahui oleh siapa pun.

​Leon menatap wajah damai tanpa dosa putranya dengan sepasang mata yang menyipit tajam. Aura di sekeliling tubuh sang pemimpin tertinggi Cosa Nero seketika menggelap secara ekstrem, memancarkan hawa dingin yang mengintimidasi hingga membuat Black yang berdiri di sampingnya refleks menundukkan kepala sedalam-dalamnya.

​"Sepulang dari kota nanti ... Daddy benar-benar akan memberikanmu sebuah pelajaran yang tidak akan pernah bisa kamu lupakan seumur hidupmu, Enzo. Mulai detik ini ... tidak akan ada lagi kelonggaran untukmu," desis Leon dengan nada suara yang teramat mutlak, mengunci takdir sang penerus di dalam kegelapan malam.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bodel mah giliran daddynya bangun malah ngibrit.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bener² ini si Enzo selain bermulut cabe setan tapi juga usil.. .. kalau mau daddymu bangun coba bisikin " KALAU DADDY GA MAU BANGUN TAR MOMMY MAU CARI DADDY BARU" di jamin pasti ampuh tuh kata keramat./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau mau nangis, nangis saja Enzo ga apa²... ga bakal Aku ledek kok paling cuma ngetawain doang karna kamu lucu Bodel./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ya ampuuunn, mafianya bego juga ternyata.... perlu sekolah dulu deh kayaknya malah terang²an ngasih alasan mereka butuh Eren padahal harusnya itu kan rahasia mereka_ iya kalau Eren di kasihkan sudah pasti harta karun di dapetin tapi kalau ngga oromatis gatot dong tapi secara ga langsung bisa saja Leon yang gerak buat tuh harta dApetin kalau niat dia serakah mah ... lucu sekali tapi yang jelas tuh harta pasti di balikin sama Leon Amoera ke pemiliknya atau keluarganya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kan yernyata bener, kalau anak kecil yang si Davidson cari kornea matanya ada sama Eren... malah salah culik lagi si Bodel yang hobby makan dan omongannya pedas, bukan si kalem Eren yang di dapet.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Leon buka puasa juga akhirnya.🤭🤭🤭
Lula Lula ada² saja kamu kalau ngomong untung ga di denger Leon./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bukannya nama sahabatnya Amoera itu AGNES ya kok di sini namanya jadi ANGEL.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan Lexi, padahal baik tapi mau gimana lagi Lex... Amoera bukan jodohmu jadi jangan lama² patah hatinya dan cepet dapet ganti.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga usah drama Leon langsung DORR saja tuh nenek sihir... kamu kan mudah kleyengan sama omongannya dia tar ujung²nya mabok jadi ragu dan lengah bebasin dia lagi./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Leon katanya ketua mafia tapi bukannya cari atau punya bukti kongkrit buat si nenek ga berkut8k malah dianya sendiri yang ragu dan gampang terpengaruh musuh gimana ceritanya Leon... bisa ga teliti dan ga sradaknsruduk gitu.😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngatain Amoera murahan padahal dia ngatain diri sendiri, apa amnesia ya nenek sihir sampe ga sadar kalau kelakuan menjijikannya di masa lalu sampe sekarang bisa jadi neneknya Leon dengan cara apa kalau bukan dengan cara diskon... kakek sama ayahnya Leon di embat demi ambisi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Basreng sudah ada, terus cari cilor, cilor, cilung, bilung sama tahu bulat sekalian Eren, Enzo. ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
lWater melon ya Leon bukan lagi apel.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Anak kecilyang mana nih, jangan sampe Anak kecil yang di maksud itu Yang kornea matanya di donasikan sama Eren.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mending nikahnya ga usah di rayakan dulu sebelum tuh si nenek sihir masih hidup karna pasti bakal ngacauin semuanya Leon... kalau sudah beres barubadain pesta biar Amoera dan Twis juga aman
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bodel yang di inget sempolan mulu, ga ada gitu sekalian campur baso gorwngnya pake bumbu, kecap sama saosnya terus di makan anget² rasanya pasti nampooll 👍/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Thor lagi serius²nya baca sampe tegang malah jadi absurd pas denger kata ONDE ONDE./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wuooww... ternyata nenek sihir bukan cuma ingin mengendalikan Leon dan mempertahankan kedudukannya tdan menyembunyikan dirinya sebagai dalang kematian ibunya Leon tapi ternyata lebih menjijikan.🤮
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Busyet, Anaknya mah khawatir sampe di jadikan senjata balas dendam sampe ngelahirin cucu²nya sedangkan yang di khawatirinnya malah asyik dengan dunianya Berjudi... ampuunn deh pak .🤦‍♀️

Bawa pulang Leon jangan sampe benjol tar Amoera fa mau nikah sama kamu..
🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus darah bercucuran apa namanya Amoera kalau kepala mu bukan bocor namanya.. hadeuuhh, Amoera jangan sok kuat mending cepet di obatin dulu sebisanya sebelum dokter datang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!