Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

Keanu buru-buru menutup kembali koper itu dengan rapat, lalu memijat pangkal hidungnya yang terasa pusing. Pria itu menghela napas panjang, berusaha keras menetralkan detak jantungnya yang bergemuruh liar di dalam dada.

"Papah benar-benar sudah kelewatan..." gumam Keanu serak.

Ia membalikkan badan dan mendapati Bunga masih berdiri membisu di samping lemari. Wanita itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, bahunya naik turun menahan rasa malu yang amat sangat. Pipinya Bunga merona merah padam hingga membasahi jemarinya dengan hawa panas.

Keanu melangkah mendekat, lalu dengan lembut menarik perlahan kedua tangannya Bunga dari wajahnya. Bunga menundukkan pandangannya, enggan menatap mata Keanu karena terlalu canggung.

"Bunga, dengarkan aku," tutur Keanu dengan nada suara melunak dan tenang. "Jangan malu... Aku tahu ini bukan ulahmu. Ini pasti perbuatan Papah yang sengaja menyuruh pelayan menukar isi kopermu sebelum kita berangkat tadi pagi."

Bunga perlahan mendongak, menatap Keanu dengan binar mata yang masih menyisakan rasa terkejut dan panik. Ia menggerakkan tangannya perlahan, membuat bahasa isyarat:

"Lalu... bagaimana sekarang, Kak Keanu? Aku tidak punya baju ganti sama sekali..."

Keanu menyunggingkan senyum tipis, berusaha mengikis kekokohan canggung di antara mereka. "Tenang saja. Kau pakai saja kemejaku dulu untuk sementara. Setelah ini, kita keluar sebentar untuk membeli pakaian baru di butik terdekat, ya?"

Mendengar solusi itu, raut panik di wajah Bunga seketika sirna, berganti dengan binar lega. Ia mengangguk pelan seraya menatap suaminya penuh rasa terima kasih.

Keanu berjalan menuju kopernya sendiri, mengambil sebuah kemeja putih polos berukuran longgar lalu menyerahkannya kepada Bunga.

"Kamar mandi ada di sebelah sana. Bergantilah dulu, aku akan menunggu di luar," ujar Keanu seraya menunjuk pintu kamar mandi mandi luxury di sudut ruangan.

Bunga menerima kemeja tersebut, jemarinya sempat bersentuhan tak sengaja dengan jemari Keanu, membuat aliran hangat mendadak menyengat dada mereka berdua. Bunga buru-buru berbalik dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi dengan langkah tergesa.

Setelah pintu kamar mandi tertutup rapat, Keanu menghembuskan napas kasar. Ia merogoh ponsel dari saku celananya dan menghubungi nomor ayahnya.

"Halo, Keanu! Bagaimana? Kalian sudah sampai di resor? Bagaimana kejutan dari Papah?" suara Tuan Alexander terdengar sangat puas dan gembira dari seberang telepon.

"Pah!" bentak Keanu seraya berbisik menahan amarah agar tidak terdengar oleh Bunga. "Apa-apaan Papah ini?! Kenapa isi koper Bunga diganti dengan pakaian seperti itu?!"

Tuan Alexander malah tertawa terkekeh-kekeh di ujung telepon. "Hahaha! Papah cuma membantu kalian, Keanu. Kalian itu pasangan suami istri sah, untuk apa malu-malu? Papah ingin dalam seminggu ini ada kemajuan besar dalam hubungan kalian. Ingat janji Papah soal cucu!"

"Pah, Bunga itu masih trauma dengan kejadian kemarin! Jangan dipaksa seperti ini!" seru Keanu frustrasi.

"Papah tahu Bunga trauma, makanya Papah ciptakan suasana yang mendukung supaya dia merasa nyaman dan dilindungi oleh suaminya sendiri. Sudah ya, Papah sibuk. Selamat menikmati honeymoon kalian!"

Tut... tut... tut...

Sambungan telepon dimatikan secara sepihak oleh Tuan Alexander. Keanu menggeram pelan, meremas ponselnya gemas. Namun di dalam hatinya yang paling dalam, Keanu tak bisa menampik bahwa bayangan Bunga mengenakan pakaian s3ksi tadi sempat membuat pertahanannya goyah.

Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi perlahan terbuka.

Keanu memutar tubuhnya, dan seketika itu pula langkah dan napasnya terhenti.

Bunga keluar dari kamar mandi dengan kemeja putih milik Keanu yang tampak kebesaran di tubuh mungilnya. Ujung kemeja itu jatuh tepat di pertengahan paha mulusnya, sementara lengan kemeja yang tergulung asal memperlihatkan jemari tangannya yang halus. Rambutnya yang sedikit basah terurai bebas tanpa balutan hijab, membingkai wajah cantiknya yang masih tersisa sedikit rona kemerahan.

Bunga berdiri canggung di dekat pintu, memainkan jemarinya seraya menunduk malu karena pertama kalinya memakai kemeja milik suaminya.

Keanu menelan ludahnya kasar. Matanya terpaku menatap keindahan alami istrinya yang selama ini tersembunyi. Jantung di dadanya berdegup kencang tanpa terkendali, membakar seluruh logika dan kesadarannya.

*

*

Keanu menggaruk kepalanya yang tidak gatal demi menutupi rasa gugup yang luar biasa saat menatap penampilan Bunga dengan kemejanya. Pria itu berdehem beberapa kali untuk menguasai suaranya.

"Oh iya, setelah ini kita makan siang bersama. Sebentar lagi pihak resor akan mengantarkan pesanan, kau tunggu di dalam kamar!" ujar Keanu cepat seraya memalingkan pandangannya.

Bunga pun mengangguk patuh. Tak lama kemudian, ketukan lembut terdengar di pintu depan vila. Pelayan resor masuk dan menyajikan aneka hidangan khas Belitung serta bermacam makanan mewah lainnya di atas piring keramik yang tertata rapi.

Setelah pelayan selesai dan berpamitan, Keanu menutup pintu vila kembali. Ia melangkah menuju ambang pintu kamar tempat Bunga sedang duduk di sisi ranjang dengan rasa gugup yang masih membendung.

"Bunga, ayo kita makan dulu. Nanti sore kita akan ke butik untuk mencari pakaian untukmu," panggil Keanu pelan.

Lagi-lagi Bunga hanya mengangguk pelan, tak berani berbuat atau bertindak banyak. Mereka berdua kemudian duduk berhadapan untuk menikmati makan siang. Di tengah kecanggungan yang begitu pekat, suasana di antara mereka menjadi hening. Hanya denting sendok dan piring yang terdengar, diselingi lirikan mata yang sesekali saling bertaut sebelum keduanya terburu-buru mengalihkan pandangan kembali.

Selesai makan siang, rasa lelah akibat perjalanan jauh mulai menggelayuti tubuhnya Bunga. Matanya terasa berat dan ia mulai mengantuk, hingga akhirnya memutuskan untuk tidur sejenak di atas ranjang empuk kamar utama. Sementara itu, Keanu memilih melangkah ke luar kamar, duduk di kursi sofa ruang tengah sambil menikmati pemandangan lepas pantai laut Belitung dari balik jendela kaca besar. Hembusan angin dan ketenangan suasana membuat Keanu tanpa sadar ikut tertidur lelap di atas sofa.

Beberapa jam berlalu. Langit cerah di Pulau Belitung perlahan berubah gelap gulita. Angin bertiup semakin kencang hingga akhirnya hujan deras turun menumpahkan bulir-bulirnya dengan lebat. Suara gemuruh dan kilat petir yang menyambar dahsyat seketika membangkitkan Keanu dari lelapnya.

Di dalam kamar, Bunga kembali terjerat dalam mimpi buruk yang mencekam. Suara gemuruh petir memicu ingatan traumatisnya. Tubuhnya dipenuhi keringat dingin, rintihan pelan keluar dari tenggorokannya yang tercekat.

Mendengar suara rintihan samar dari dalam kamar, Keanu yang membelalak kaget langsung bergegas bangkit dari sofa dan berlari masuk. Rasa khawatir membuncah di dadanya.

Benar saja, apa yang dikhawatirkannya terjadi. Bunga terlihat gelisah luar biasa di atas tempat tidur, menatap sekeliling dengan mata panik dan tubuh gemetar hebat. Udara kamar terasa hangat berpeluh karena sebelum tidur tadi Bunga sengaja mematikan AC dan membuka sedikit jendela kamar agar hembusan udara laut bisa masuk.

Melihat kilat yang menyambar di luar, Keanu buru-buru menghampiri jendela dan menutupnya rapat-rapat, lalu mematikan tirai. Setelah itu, ia bergegas mendekati ranjang tempat tidur untuk menenangkan Bunga.

Namun, saat Keanu melangkah mendekat, pandangannya tak sengaja terkunci pada tubuh Bunga. Keringat dingin yang membasahi tubuh wanita itu membuat kain kemeja putih tipis milik Keanu melekat erat di kulitnya. Akibatnya, balutan pakaian dalam berwarna hitam di balik kemeja itu mencetak sangat jelas di mata Keanu.

Deg!

Keanu menelan ludahnya kasar. Sensasi panas langsung menjalar cepat menembus dadanya. Pria itu menggelengkan kepalanya dengan cepat, memejamkan matanya sejenak untuk menetralkan dorongan liar di benaknya.

Tidak, Keanu! Kau jangan berpikir yang macam-macam! Ingat perjanjian pernikahan, tidak ada sentuhan fisik... dan aku tidak boleh sampai menyentuhnya lagi seperti malam-malam kemarin... Tapi bibirnya yang manis itu benar-benar membuatku ingin kembali mencicipinya!" batin Keanu bergejolak hebat, bertarung sengit antara kesadaran diri dan gair4h yang semakin sulit ia kendalikan.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!