Indonesia
NovelToon NovelToon
Sebelum Jadi Istrimu, Aku Sudah Bernoda

Sebelum Jadi Istrimu, Aku Sudah Bernoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: bunda Qamariah

"Dia sudah kembali, ayo kita bercerai."

Menjadi istri pengganti untuk Dokter Zidan, bukanlah keinginan Humaira. Namun saat pernikahan tantenya berlangsung, wanita itu tidak datang. Demi mempertahankan harga diri keluarga, dia ditunjuk untuk menggantikan tantenya menjadi mempelai wanita.

Tak ada yang tahu: sebenarnya Humaira adalah wanita bernoda, karena pernah ditiduri oleh Dokter Zidan. Namun miris, Zidan tak tahu bahwa wanita itu adalah Humaira.

Dan takdir justru berpihak padanya. Dimana, Humaira malah berakhir menjadi istri pengganti bagi pria itu.

Selang beberapa minggu pernikahan mereka, kekasih Zidan akhirnya kembali. Dan Humaira memutuskan untuk bercerai. Tanpa ada yang tahu, dia sudah mengandung anak Dokter Zidan.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Zidan akan setuju bercerai agar bisa kembali pada kekasihnya? Atau dia memilih tetap mempertahankan Humaira—yang baginya hanyalah istri pengganti sementara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Jebakan!

Kata-kata pria tadi membuat Zidan semakin terhimpit dalam dilema. Ia tidak ingin melepaskan Humaira, namun hatinya tak bisa memungkiri bahwa ia masih sangat mencintai Melodi.

Hubungan yang telah terjalin selama lebih 7 tahun bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan begitu saja.

Dengan pikiran yang kacau, Zidan menyambar botol alkohol yang ditinggalkan pria asing tadi.

Tanpa ragu, ia menenggaknya hingga tuntas. Untuk pertama kalinya dalam hidup, seorang dokter yang selalu terkontrol itu terlihat sangat rapuh, tidak berdaya, dan gagal menentukan arah jalan hidupnya.

Saat Davin kembali ke meja, ia terkejut melihat kondisi Zidan yang sudah amat berantakan. Davin menyapu pandangan dengan cemas lalu memegang kepalanya.

"Aduh, bagaimana ini?" gumam Davin frustrasi.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. "Ah, lebih baik aku telepon istrinya saja."

Davin langsung merogoh ponsel dan mencari kontak Melodi. Davin pikir, Melodi adalah wanita yang dinikahi Zidan.

Karena sebelumnya Davin tahu Zidan berencana menikah dengan Melodi kekasihnya, namun di hari pernikahan itu Davin tak bisa hadir karena ada urusan mendesak.

Ia sama sekali tidak tahu bahwa pernikahan itu batal dan Zidan justru berakhir menikah dengan Humaira.

Yakin bahwa Melodi adalah istri sah sahabatnya, Davin memanggil nomor tersebut agar wanita itu datang menjemput suaminya yang terkulai tak berdaya.

Tut... tut... tut...

Suara nada dering terdengar beberapa kali sebelum akhirnya panggilan itu terhubung.

"Halo, Davin? Ada apa?" tanya Melodi dari seberang telepon.

"Kau di mana, Mel?" tanya Davin cepat.

"Di apartemen. Ada apa, sih?"

"Ini, suamimu lagi mabuk berat di bar. Gak tahu dia lagi ada masalah apa, tiba-tiba saja dia ngajak minum. Kamu bisa datang ke bar sekarang, nggk?" ujar Davin panik.

"Suami? Maksud kamu Zidan?" Melodi tertegun sejenak.

"Ya iyalah! Siapa lagi kalau bukan Zidan? Kan kalian yang nikah. Udah deh, gak usah banyak tanya. Dia minum banyak banget dan sekarang mabuk berat, kayaknya udah gak bisa jalan. Kamu jemput dia di sini sekarang ya, aku juga bingung ini."

"Ya udah, kamu kirim lokasinya ke aku sekarang," jawab Melodi.

"Oke."

Davin langsung menutup telepon dan mengirimkan lokasi bar tersebut.

Di tempatnya, Melodi yang baru saja menutup ponsel langsung menyunggingkan senyum licik. Keberuntungan seolah sedang berpihak padanya. Tanpa buang waktu, ia segera berganti pakaian dengan rapi dan bergegas pergi menuju lokasi bar untuk menjemput Zidan.

Setibanya di bar, Melodi langsung mendapati Zidan yang sudah tak berdaya dan benar-benar berantakan.

"Ini gimana nih?" tanya Davin pada Melodi.

"Udah, bantu aja aku angkat dia ke mobilku," jawab Melodi.

Davin yang sama sekali tidak menaruh curiga langsung membantu mengangkat tubuh besar Zidan dan membawanya keluar hingga ke dalam mobil Melodi.

"Makasih ya, Davin," ucap Melodi.

"Ya, sama-sama. Kamu hati-hati di jalan ya," balas Davin.

Melodi langsung melajukan mobilnya membawa Zidan menuju apartemennya.

Sesampainya di lantai bawah apartemen, karena merasa tidak akan sanggup memapah tubuh Zidan sendirian, ia meminta bantuan satpam gedung untuk membantunya membawakan Zidan masuk ke dalam lift hingga ke unit apartemennya.

Sesampainya di dalam unit apartemen, pintu tertutup rapat. Melodi menyunggingkan senyum jahat penuh kemenangan.

Di atas ranjang, Zidan perlahan membuka matanya. Di tengah kesadarannya yang sudah menipis dan separuh mabuk, pandangannya mengabur. Ia melihat wajah wanita di hadapannya berubah menjadi wajah Humaira.

"Humaira..." panggil Zidan parau saat Melodi merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

Seketika itu juga, senyum di wajah Melodi lenyap. Wajahnya berubah menjadi bengis dan kesal ketika Zidan justru menyebut nama wanita lain dalam keadaan tidak sadar, bukan namanya.

Kebencian Melodi terhadap keponakannya itu semakin membuncah di dalam dada.

Aku tidak akan membiarkanmu terus-menerus memikirkannya! batin Melodi penuh amarah.

Ia mulai melancarkan niat liciknya. Melodi merangkak naik ke atas tubuh Zidan, berusaha merapat dan menggodanya.

Dengan sedikit kesadarannya, Zidan masih melihat bayangan Humaira. Melodi menunduk, bersiap menautkan bibirnya pada bibir pria itu.

Namun, tepat sebelum bibir mereka bersentuhan, pria itu tiba-tiba tertidur. Dia benar-benar kehilangan kesadarannya sepenuhnya dan tak ingat apa-apa lagi.

Melihat Zidan yang terlelap, Melodi mendengus keras dan berteriak karena geram.

"Argh!"

Kemarahannya meledak. Melodi akhirnya mulai sadar bahwa kekasihnya itu sebenarnya sudah mulai beralih mencintai keponakannya sendiri—hanya saja, Zidan masih terlalu bodoh dan belum menyadari perasaan hatinya yang sesungguhnya.

Melodi turun dari tubuh Zidan dengan dada naik turun menahan amarah. Ia menjambak rambutnya frustrasi lalu melempar barang-barang yang ada di atas meja rias hingga berhamburan ke lantai. Matanya memerah, napasnya memburu dikuasai kegilaan.

"Tidak... aku tidak akan membiarkanmu jatuh hati padanya! Kau hanya milikku! Kau milikku, Zidan! Dan aku tidak akan pernah membiarkanmu dimiliki oleh wanita lain... apalagi anak haram itu!" Seru Melodi penuh dendam.

Ia melangkah mendekat, berdiri di samping ranjang sembari menatap Zidan yang sudah tertidur lelap.

"Jika aku tidak bisa mendapatkanmu dengan cara yang baik, maka aku akan mendapatkanmu dengan cara yang licik," gumamnya nekat.

Tanpa rasa malu sedikit pun, Melodi menarik kemeja Zidan dan membuka kancingnya satu per satu. Ia menanggalkan semua pakaian yang melekat di tubuh pria itu hingga tak tersisa, lalu melemparnya ke sembarang arah sebelum menarik selimut untuk menutupi tubuh Zidan.

Setelah itu, Melodi melangkah nekat mengambil sebuah pisau kecil. Demi melancarkan skenario gilanya, ia sengaja menggores pahanya sendiri hingga darah segar menetes di atas sprei putih ranjang tersebut—merekayasa seolah-olah baru saja terjadi hubungan badan dan menampakkan darah itu sebagai bukti keperawanannya.

Melodi sengaja tidak melukai bagian lengan, karena tahu Zidan seorang dokter; pria itu pasti akan dengan mudah menyadari luka tersebut dan mengetahui kebohongannya.

Setelah aksi nekatnya selesai, Melodi kembali melepas seluruh pakaiannya sendiri, lalu merangkak masuk ke balik selimut yang sama dengan Zidan.

Ia menyandarkan tubuhnya di samping pria yang masih hilang kesadaran itu dengan senyum licik.

Melodi tak peduli seberapa jauh ia harus melangkah. Baginya, Zidan harus menjadi miliknya, dan tidak akan ada satu orang pun—termasuk Humaira—yang boleh merebutnya.

Melodi memegang rahang Zidan, menatap wajah pria itu dengan pandangan obsesi.

"Setelah ini, kau tidak punya alasan lagi untuk tidak menceraikan Humaira..."

"Tujuh tahun... tujuh tahun kita membina hubungan ini! Aku tidak akan pernah membiarkan waktu tujuh tahun itu terbuang sia-sia hanya menjadi wanita yang menjaga suami orang!"

Bagi Melodi, jebakan itu adalah jalan buntu yang tidak akan pernah bisa ditolak lagi oleh Zidan.

1
bunda n3
kamu salah pilih lawan zidan
Miranti Husna💥
pokoknya, mereka harus segera bercerai. aku nggk mau tahu. alva ama humaira harus nikah
Miranti Husna💥
arkhhhhhhhhb sumpah, satu cowok ini bener² bukin kesal baget zidannnnnnn alva rebut aja tu isterinya 😡
Miranti Husna💥
kak, kenapa ini barusan pendk banget updt bab nya kak.
Miranti Husna💥
🤣ngaku qja va, bilang kalau itu ankmu, biat dia bggk dpt apa² dasar pak direktor bikin Gemas....!!!
bunda n3
semoga aja Alva mengakui kalau itu anaknya😄
Miranti Husna💥
waduh. bakal ketahuan ni humaira sama zidan kalo lagi berbadan 2
Miranti Husna💥
Kayaknya alva itu serius suka sama humaira.
bunda n3
alamat Zidan tahu nih
Syakirah Dzaky
Alva kayakx emang mencintai Humairah dgn tulus , ayolah Humairah terima pak Alva , aku suka keluarga nya
bunda n3
Humaira terlalu overthinking
Miranti Husna💥
🤣 kocak! ternyata keluarga alva itu nggk semenyeramkan yg di luar 🤣 mereka itu sangat humoris, udah lengkap. astaga... tidak sabar menanti moment pernikahan mrka. semoga cepat bersatu ya🤭
Miranti Husna💥
cemburu, marah dan kecewa. hanya sebatas itu sj kemampuan mu zidan. tk punya perjuangan sm sekali 🤦
bunda n3
Mungkin dimata kamu Humaira itu ga berarti Zidan, tapi dimata orang lain dia sangat istimewa
bunda Qamariah: bener banget say
total 1 replies
partini
pacar setingan lah,
dulu th 2018 aku pernah baca si cowok gay awal aku rada" pas baca TK kira BL story 🤦😂
bunda Qamariah: iya, emg. sekarang kebanyakan author2 baru say
total 5 replies
Syakirah Dzaky
Aduh tdk sabar liat Humairah cerai dan zidan trus nikah dgn pak Alva , pasti Humairah akan di ratukan dan sangat di syg di keluarga nya Alva . Tp ngomong2 apa judul novel org tua nya Alva Thor?
bunda Qamariah: aku tidak ada buat kak🤭 tapi kalo banyak yang mau, bisa kok dibuatkan
total 1 replies
Miranti Husna💥
noh, liat zidan, kamu sendiri kan yg kenak batunya. awalnya kamu membiarkan melodi untuk ngaku² hubungan kalian..sekgg alva gunakan itu sebagai umpan untuk membungkam mu
Miranti Husna💥
Dasar para manusia munafik dan toxic 😤 enak aja mau manfaatin humaira setelah berpikr humaira dkat sama org kaya😡 emang ibu sama anak sama saja! gila harta
bunda Qamariah: bener kak🤧
total 1 replies
bunda n3
Zidan secara tidak langsung menghina ibunya Humaira
bunda n3
nah Zidan, orang yang akan merebut istrimu ada di depanmu, blak-blakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!