Berawal dari keegoisan.....
Berlanjut dengan nafsu.....
Berakhir pada kesedihan.....
.....Kisah Mafia Group akan selalu membuat HAL baru.....
Dan.....
.....Berlanjut dengan GENERASI baru.....
●○●○
WARNING!!!
cerita berisi kata kata kasar
Tolong tinggalkan jejak vote dan koment ya pembaca yang baik
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5.4 Yayasan Ganesh Shati
Yayasan Ganesh Shati atau YGS adalah sekolah go internasional yang terdiri dari Elementary School, Junior High School, Senior High School, dan University yang langsung terbentuk dalam 1 wilayah yang seluas lebih dari 5 km, YGS membebaskan anak muridnya untuk memilih bidang study yang mereka sukai dan mementingkan kesopanan, kedisplinan, kebijaksanaan, dan kemuliaan hati ketimbang prestasi dan kepintaran.
Sekolah yang dibangun SangHyangGroup ini mempunyai sub di berbagai negara seperti Amerika, Inggris, Korea, Jepang, dan lain lain. YGS berisi anak anak orang kaya, anak bangsawan, dan anak penjabat, YGS juga memberikan kesempatan bagi orang kecil untuk anaknya bisa sekolah di YGS dari 1 SD sampai sarjana S1 yang berarti belajar selama 24 tahun, YGS juga menjadi sumber belajar bagi setiap sekolah lainnya.
.
Pada pagi hari, di parkiran mobil YGS, sebuah mobil mahal berjenis ferrari baru saja terparkir disana, dan keluarlah 2 pemuda tampan berjas biru dan seorang gadis berdress biru muda selutut,
"Wahhh YGS sangat indah," ujar gadis itu yang tak lain adalah Geisha
"Kamu suka?" Rey
"Iya," Geisha
Lalu Roni Joni datang,
"Morning Ketosque," Roni
"Hai Geisha," Joni
"Hai Kak Joni,"
"Wahhh kalian kenapa bawa gula ke sekolah, nanti dicari semut," goda Roni
"Kasih racun semut aja, bereskan. Ona, ayo kita ke kantin," Bisma
Bisma menarik pergi Geisha,
"Posessive devil bingo dia," sindir Roni
"Lo kayak gak tau sifat Bisma aja Ron. Oh ya Jon, lo udah dapet berkas yang gue minta," Rey
"Tentu Brother,"
Joni memberikan sebuah map,
"Lo lebih tua dari gue Jon, jangan manggil gue kayak tadi," Rey
"Up to me dong," Joni
Rey menatap tajam Joni bentar lalu membaca berkas,
"Nyonya besar Mei lagi dan lagi yang mendominasi, lo tau film Porus, dia seperti Darius, tanpa perang tapi mendapat kekuasaan," Joni
"Ssttt Jon, lu bisa di makan sama harimau SangHyang kalo ngomong sembarangan tentang Nyonya Mei, apalagi disini ada bagian dari SHG," Roni
"Gue seorang pelajar dan pengusaha, bukan mafia, lagipula Kaka memang salah disini, gue akan bicara dengan KaMei tentang hal ini nanti," Rey
"Ya sudah kita ke kantin beli cilok yuck, gue laper nih," Roni
Roni menatap melas ke Rey, dan Rey mengerti,
"Traktir aja yang lo tau Ron," Rey
"Hehehe gue kan paling younger disini lah bro," Roni
"Mual gue jadinya," Joni
"Joni mah gitu orangnya, ayuck dong para kakak," Roni
"Ya ya, belanja sana cilok sepuas lo, lo jadi bumbu ciloknya juga gak apa," Rey
"Horeeeee thanks Rejerk," girang Roni
Roni langsung berlari pergi,
"Dasar konyol," Joni
"Ya sudah ayo kita ke kantin, nanti gula gue dikerebuti sama semut," Rey
"Aisss sejak kapan lo bisa ngelawak Rey," Joni
"Sejak kapan aja boleh, udah ayo kita ke kantin," Rey
Rey ngerangkul Joni lalu pergi dengan sedikit bercanda.
.
Sampai dikantin, Rey dan Joni duduk satu meja dengan Geisha dan Bisma, lalu Roni datang membawa 7 gelas cilok,
"Tadaaa, ini gue bawain cilok buat kalian semua," Roni
Rey mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan kartu kredit,
"Sana bayar, sekalian minuman, gue yang teraktir," Rey
"Horeee, kalian mau minum apa nih? Lumayan nih ditraktir," Roni
"Gue mau es kopi aja," Joni
"Gue teh hijau," Rey
"Gue cola. Kamu mau apa Ona?" Bisma
"Hmm, susu aja," Geisha
"Lo dengerkan Roni," Bisma
"Oke, gue otw mesen dulu ya, wait for me," Roni
Roni pergi,
"Kekanakan sekali dia," Joni
Lalu seorang pria berbaju hitam hitam datang,
"Tuan Muda pesanan anda," Pria itu
"Terima kasih," Rey
Pria itu pergi setelah memberi Rey sebuah bungkusan besar,
"Apa tuh Rey?" Joni
"Laptop," Rey
"Gak bosen lo beli laptop," Joni
"Bukan buat gue, tapi buat Geisha. Nih Sha, aku belikan kamu laptop, di YGS jarang gunain buku, semua disini komputer," Rey
"Tapi-" Geisha
"Dan aku juga beliin kamu ponsel, tapi aku gak tau kamu suka yang mana, kamu pilih, vivo v11 atau v9 atau xiaomi," ujar Rey sambil menunjukkan beberapa ponsel
"Wah Rey, gue i-pod nya dong," ujar Roni yang baru datang
"Lu kan udah punya banyak," Rey
"Ihhh ReJerk," Roni
"Kamu mau pilih yang mana Na," Bisma
"Aku takut rusakin," Geisha
"Kalo rusak ya lembiru, lempar beli baru," Bisma
"Hp Bisma rusak waktu itu makanya aku sekalian beliin buat dia juga Sha, ayo pilih saja yang kamu mau," Rey
"Oi Rey, gue udah beli hp baru," ujar Bisma sambil menunjukkan ponsel mahalnya
"Wah hp itu kan yang asli hanya ada 100 didunia, dimana lo dapet Bis," Roni
"Di hidung lo, ya jelas saja di toko hp," Bisma
"Hmmm, aku pilih ini aja," Geisha mengambil ponsel vivo v11
"2 lagi," Rey
"Apa?" Geisha
"Pilih lagi dua Ona, seperti aku, di rumah 2, di sekolah 1, dikantor 3, dan yang kubawa 4, biar jika satu habis, yang lain masih ada dan gak usah khawatir jika kita lupa bawa hp ke mana mana," Bisma
"Bisma benar, ambillah minimal dua lagi," Rey
"Baiklah, aku pilih ini dan ini," Geisha mengambil ponsel vivo v9 dan oppo f9
"Lalu sisanya?" Joni
"Sisa 3, buat Geisha aja semua," Rey
"Ah tapi Kak-" Geisha
"Kamu sudah menjadi bagian keluarga Dewa Sha, kamu harus bisa sejalan dengan jalan Keluarga Dewa," Rey
"I-podnya?" Roni
"Itu buat Bisma," Rey
"Gak selevel gue ama i-pod," Bisma
"Kebiasaan," Rey
"Rey, lo tau kan adkel cowok yang pinter tapi beasiswa, lo kasih aja ke dia, bilang aja hadia karena dia udah menangin lomba cerdas cermat antar Senior High School," Joni
"Oi diakan udah dapet sepeda, maza gak cukup sik, lagian hanya antar daerah di kota," Roni
"Gue setuju sama Joni, biar dia tambah semangat, jadi tugas gue jadi ringan, nih Jon, lu kasih ke dia," Rey
Rey memberikan i-pod itu ke Joni,
"Okey," Joni
"Oh ya Rey, nanti ada latihan karate, lu ikut?" Roni
"Entahlah, gue usahain, gue masih ada rapat direktur nanti," Rey
"Are you sure? Jam berapa?" Roni
"Mungkin jam 9 nanti gue permisi bentar," Rey
"Horeeeee gak ada Rejerk bisa free class, guru sejarah kan ngak masuk sekarang," Roni
"Oi inget lo InOs Ron," Joni
"Hehehe corry," Roni sambil nyengir kuda
"Jadi lo permisi nanti," Bisma
"Iya, lo jaga Geisha ya," Rey
"Tanpa lo suruh," Bisma
Teng... Teng... Teng...
"Oi bel udah bunyi, ayo otw ke kelas," Roni
"Geisha gimana?" Joni
"Gue bolos," Bisma
"Ngak, Geisha akan di ruang ketos, staff yang akan menjaganya," Rey
"Gue gak percaya staff, setiap 10 menit gue akan ke ruang ketos," Bisma
Bisma menarik pergi Geisha,
"Dasar bocah tengik," Rey
"Sudah sudah ayo kita masuk kelas," Joni
"Oke P'Joni," ujar Roni dengan logat bahasa Thailand
"Orang Indonesia inget Ron, jangan swadikap melulu," Rey
"Yes Hyung," Roni dengan logat bahasa Korea
"Stress lama lama kalo sama si Roni, ayo ke kelas," Joni
Joni dan Rey pergi,
"Kalian mah jahat atuh, ninggalin cogan sendiri," Roni
Roni mengejar Rey dan Joni.
●○●○
Di Bali, Mei sedang sarapan bersama Bulkrish dan keluarga yang lain,
"Hm aku mau jus tomat lagi," Mei
"Tapi udah 2 gelas kamu habisin Mei," Bulkrish
"Aku kan lagi ngidam," Mei
"Oi baka, bikinin aja sik, anakmu juga yang minta, ileran nanti sepupuku," Dinar
"Ya ya, aku bikinin, tunggu bentar ya," Bulkrish
"Eits, sama roti selai coklat ya," Mei
"Oke my queen," Bulkrish
Bulkrish pergi,
"Kaka, anakmu nanti cewek atau cowok?" Dinar
"Entahlah, cewek cowok gak ada bedanya untukku," Mei
"Dinar, kau menanyakan keturunan Mei, apa kau tidak sadar jika kau belum menikah," ujar nenek Dinar bernama Padmi
"Tante, Dinar punya hidupnya sendiri, mau dia nikah atau apalah, terserah dia, kau juga bentar lagi mati, jadi gak ada untungnya kau mengurus kehidupan orang lain," Mei
"Semakin lama kau semakin kurang ajar Mei," Padmi
"Aku hanya jujur, dulu kau kaya dan aku miskin, tapi liat, sekarang keluargamu bahkan tak punya tempat berpijak tanpa aku," Mei
Semuanya diam, saat Bulkrish datang setelah mendengar perkataan Mei,
"Mei, kamu tidak boleh bicara seperti itu, Nenek Padmi kan lebih tua darimu," Bulkrish
"Kau berani membelanya maka aku pastikan kau tak akan bertemu dengan anakmu dalam kandunganku ini," ancam Mei
Bulkrish terdiam,
"Setelah bertahun tahun, aku berhasil menguasai keadaan lagi, aku sudah kenyang dan aku mau tidur," Mei
"Mei, jangan lupa kamu ada pemeriksaan," Bulkrish
Mei hanya ber"hn" lalu pergi,
"Eka, kau dan Mei benar benar buat malu keluarga, apa kata ayah dan ibumu jika tau kau menikahi bibimu sendiri," Padmi
"Tanya sendiri pada cucu laki lakimu, dia dulu juga sepertiku. Nenek, liat dulu keluargamu, komentari keluargamu, baru kau boleh mengomentari orang lain, menilai dirimu sendiri saja belum kau lakukan," Bulkrish
Bulkrish pergi,
"Nenek membuat malu aku saja ih," Dinar
Dinar pergi.
.
Di kamar Mei, Mei sedang menonton televisi, lalu Bulkrish datang,
"Mei," panggil Bulkrish
"Jika kau ingin membela Tua Bangka itu, pintu tepat dibelakangmu, kau boleh keluar," Mei
Bulkrish mendekat ke Mei,
"Aku hanya ingin dekat dengan istri dan anakku saja," Bulkrish
"Aku kira kau akan berubah," Mei
"Aku tak ingin kehilanganmu lagi Mei, aku akan mengurus surat pengunduran diri ke markas besar SHG, aku tak akan menerima misi lagi, aku akan menjadi pengusaha swasta biasa," ujar Bulkrish setelah duduk di samping Mei
"Aku sekarang hanya ingin kehidupan berkeluarga saja," Bulkrish
"Aku harap kau tidak lagi berubah seperti dulu, jika kau berubah dan melukai bayiku-"
"Aku akan menghabisi diriku sendiri, aku tak akan berjanji karena aku akan melakukannya," Bulkrish
Mei tersenyum,
"Aku mencintaimu Mei," Bulkrish
Bulkrish memangut lembut bibir peach Mei.
saling bantu ya thor...
semangat...
jangan lupa mampir di karyaku
disandera mafia cinta 1&2
aku tunggu
apa sii mei itu gak tulus yaa sma bulkris???
cuma sekedar manfaatin aja ato gmna sii thor....
masih penasaran dan belum paham ak ceritanyaa
tapi lanjut baca dlu dehh ....