Indonesia
NovelToon NovelToon
DERANA PRAMESWARI

DERANA PRAMESWARI

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Pameswari

Derana adalah seorang perempuan yang tidak pernah jatuh cinta pada lelaki pertama, ayahnya. Namun sosok itu digantikan lelaki kedua bernama Restu. Bahu Restu selalu siap menjadi tempat keluh kesahnya, namun ternyata semesta berkata lain, lelaki itu hanya mencintai Dera sementara.

Perceraian ibu dan ayah memaksa Dera pergi menjauh. Hidup dengan suasana baru, tanpa lelaki satupun. Kedua perempuan itu selalu membawa lukanya kemanapun.

Namun semesta punya caranya tersendiri untuk menghibur kedua perempuan yang ditinggalkan lelakinya itu. Arghi lelaki sempurna yang mencintai Dera dengan sepenuh hatipun datang dan menghiburnya meski hanya melalui pesan. Benua yang memisahkan raga tapi tidak memisahkan cinta mereka.

Kepergian ayah untuk selamanya membuat Dera dan ibu kembali ke kota kenangan, di sana Dera bertemu Restu yang kembali menyatakan perasaannya. Apakah Dera sudah benar-benar melupakan Restu? atau hanya menjadikan Arghi sebagai pelampiasan saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pameswari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu

Angkutan umum pagi ini terasa begitu nyaman, tidak banyak orang yang berhimpitan di dalamnya, udara yang terhiruppun terasa sangat segar, hari yang cukup indah untuk dinikmati.

Lima belas menit perjalanan ditempuh Dera untuk sampai di kampusnya.

"Buk nasi uduknya satu ya, " ucap Dera pada ibu langganananya.

Semenjak ibu bekerja, Dera sudah mulai jarang menikmati masakan beliau, ia tidak mau menyusahkan ibunya yang sekarang sudah menjadi tulang punggung keluarga. Meskipun dalam kartu keluarganya hanya ada dia dan ibunya.

Makanan apapun terasa sangat nikmat jika disantap saat perut sedang kosong, Dera menghabiskan makanannya dengan begitu lahap sampai lupa untuk memesan minuman.

Uhuk uhuk. Sepertinya ada yang masuk dengan jalur yang salah di dalam tenggorokan Dera.

"Teh hangat satu buk, " ucap seorang pria yang entah dari mana datangnya.

"Makan itu pelan-pelan gadis," ucapnya pada Dera, Dera hanya menatapnya sinis.

"Sok perhatian banget deh ni cowok," batin Dera.

"Jangan lihatin aku kayak gitu, ntar naksir," ucap lelaki itu dengan sangat percaya dirinya.

Tidak ingin menanggapi lawan bicaranya itu, Dera yang belum selesai menghabiskan makanannya itu berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan lelaki yang duduk di sebelahnya itu.

Saat lelaki itu ingin menyusulnya, ia dihadangi oleh ibu yang menjual nasi uduk yang dimakan Dera.

"Mau kemana mas? pacarnya belum bayar tadi," ucap ibu penjual tersebut.

"Lah giliran bayar dibilang pacar, saya aja dari tadi duduk gak diajak bicara buk," balasnya.

"Loh kalau lagi ada masalah ya silahkan diselesaikan baik-baik mas, tapi yo makanannya dibayar dulu, kan masnya juga tadi yang pesen minumannya,"

"Iyo buk, tak bayar ini loh. "

Dera yang tanpa bersalah meninggalkan makanan yang belum dibayarnya itu tetap berjalan dengan santai menuju kelasnya.

"Woy, Dera," Panggil seorang lelaki dari belakang, Derapun menoleh untuk melihat siapa yang memanggil namanya itu.

"Bisa-bisanya ya, cuek tapi makanan minta dibayar," ucap lelaki itu.

"Lagian, ngapain juga duduk di sebelahku, sok akrab lagi."

"Sok akrab?" Sambil membesarkan matanya kebingungan.

"Eh Ra, kita udah kenalan kemaren di rumah kamu, kan aku yang mecahin pot ibumu, masa lupa sih? Aku Hanif Ra."

"Iya aku tau."

"Terus kalau tau? kenapa bilang sok akrab?"

"Orang datang itu datang duduk menyapa, enggak tiba-tiba mesenin teh hangat," ucap Dera.

"Lah kan kamu tersedak tadi, makannya aku bantuin pesen minuman, apanya yang salah sih?"

"Yaa salah aja pokoknya, seharusnya gak perlu kayak gitu."

"Apaan sih cewek gak jelas," ucap hanif sambil berjalan meninggalkan Dera sendirian.

"Yaa habisnya kenapa gak pesenin air putih hangat, kan aku jadi ingat Restu," ucap Dera pelan.

Perkara mantan kehidupan pun jadi runyam, raga memang sudah menjauh, karena sadar bahwa ternyata cintanya tidak benar-benar ada di dalam jiwanya. Tapi apalah daya jika memang sudah mencintai, jauh di mata, di raga bahkan beda pulau pun rasanya akan tetap sama saja. Dera sangat merindukan lelakinya itu.

Lelaki yang memeluk nya kala itu masih menyisakan hangatnya hingga saat ini.

Dera memang berjalan menuju kelasnya, namun ia berhenti dibawah pohon rindang yang teduh. Diambilnya satu buah buku berwarna maroon, buku puisi hitamnya sudah berganti warna dan cerita.

Wanita ini memang tidak bisa berhenti menulis tentang perasaannya, baginya menulis bukan hanya sebagai bentuk katarsis atau meluapkan emosi negatifnya, tetapi juga sebagai teman cerita yang selalu mendengarkan perasaannya tanpa banyak memberikan saran, masukan bahkan kritikan yang akan melukai hatinya.

Cerita kita memang sudah punah, rasamu pun juga sama

aku membawa jauh hatiku berharap rasakupun menghilang seperti yang kau rasakan

tapi entah mengapa rasa itu seperti tidak tahu malu, sudah di buang tetap membuntuti di belakang.

Andai aku bisa seperti yang kau lakukan

membuat semuanya lebih sederhana

membuat rasa untuk tumbuh dan jika sudah tidak perlu langsung membuangnya,

andai saja aku bisa sepertimu.

Entah apa yang terus membuntutiku hingga saat ini

apakah ini cinta, rasa penyesalan atau dendam

aku tidak pernah benar-benar bahagia saat aku bilang aku baik-baik saja.

Kata terakhir yang kau ucap untukku selalu terkenang dalam memoriku

Selamat tinggal, dua kata yang memperjelas akhir cerita kita.

Barangkali kamu bisa bahagia di sana, tolong jangan kabarkan aku ya, kalaupun kamu merasakan sebaliknya kuharap tetap sama, jangan kabari aku seperti saat kamu menyusul ku ke Bandara.

Aku mengingat semua tentang kita, tentang luka yang tercipta dan tentang hatimu yang sebenarnya entah pernah kumiliki atau tidak.

Tapi aku sedang berjuang untuk memahami takdir dan permintaan terakhir.

Tetap bahagia meski ada atau tidaknya dirimu dalam lembaran hidupku selanjutnya.

Restu, sejujurnya aku sangat enggan menulis namamu dalam buku baruku ini, tapi hatiku rasanya benar-benar penuh dan aku harus melupakannya di sini.

Entah kau Terima atau tidak, Semoga bahagiamu lekas menular padaku.

"Nih minum, kayaknya pura-pura bahagia itu butuh tenaga." Tiba-tiba Hanif datang entah dari mana.

Dera dengan tergesa-gesa menghapus air matanya yang entah sejak kapan terlepas dari kurungannya.

"Apaan sih, selalu muncul di mana aja. Kamu dari tadi ngintipin aku nulis ya?" Dera menatap Hanif dengan tatapan serius.

"Gak usah melotot sipit, gak takut aku," sambil menyentuh mata Dera dengan kedua jarinya.

"Lagian aku juga gak tertarik baca tulisan anak alay yang lagi kangen sama pacarnya yang beda pulau itu," ejek Hanif.

"Pacar siapa Hanif? gak punya pacar."

"Terus itu apaan? gebetan?"

"Kepo banget sih jadi orang." Derapun langsung beranjak pergi ingin meninggalkan laki-laki yang menyebalkan itu sendiri.

"Mau ke mana sih Ra?" tanya Hanif.

Dera tidak berselera berbicara pada lelaki di sampingnya itu.

"Kenapa tadi gak masuk kelas? malah melamun di bawah pohon?"

Tidak ada jawaban, Dera tetap diam membisu.

"Ra, aku tu ngomong sama kamu, kok diem aja sih?"

Dera tetap tidak membalasnya dan terus berjalan dengan cepat, ia keluar dari halaman kampus dan menunggu angkutan umum lewat.

"Ngapain ke kampus cuma buat nangis dan curhat dibuku? di rumah juga bisa Ra, ngabisin ongkos aja."

"Kamu bisa diam atau kubunuh sekarang?" Ucap Dera yang terlihat emosi.

Tanpa disadari semua mata tertuju pada mereka berdua, memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi.

"Berhenti ngikutin aku dan ikut campur masalahku!" Bentar Dera yang mengagetkan Hanif hingga membuatnya terdiam dan tidak bisa berkutik lagi.

Angkutanpun berhenti dan Dera meninggalkan lelaki cerewet itu di sana.

Dera merasa bahwa lelaki itu benar-benar membuatnya semakin pusing dengan semesta.

"Kenapa bermilyaran orang yang ada di dunia ini, harus orang seperti dia yang diminta Tuhan untuk berbicara kepadaku?" Ucap Dera pelan.

1
DavidTheDancer
Yok bisa crazy up yok!!
Lily: yook yok yok
total 1 replies
Rini Haryati
bagus
semangat........mksh
Lily: terimakasih kembali 🤗
total 1 replies
blush.and.ochre
lanjuttt thorrr semangat ,jangan lupa jaga kesehatan ,dan jangan lama lama upnya ok會汨交汳ェ
Lily: jangan lupa like ya
total 1 replies
zuluandzephyr
Lanjutannya yang banyak yang thor hahaha *banyak nawarnya
Lily: kasih like dulu dong. hihi
total 1 replies
Diambil Oleh Anggur
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
Lily: terimakasih
total 1 replies
WillofWashington
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
Lily: aa terimakasih dukungannya
total 1 replies
SugarGenius
rate bintang 箝絶ュ絶ュ絶ュ絶ュ biar semangat  saling mendukung ya Thor 
Lily: terimakasih dukungannya
total 1 replies
Winda Utami
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
Lily: makasih. makin semangat deh
total 1 replies
SugaryHeaven
Baru kali ini baca karya yang bikin lupa waktu. Sumpah! Sampe enggak nyadar udah jam berapa!
Lily: terimakasih banyak pembacaku 🤗
total 1 replies
CutieBun
cepat up tor di tunggu tiap hari nie
Lily: sama, saya juga menunggu pembaca tiap hari 🤗
total 1 replies
infintesoul
ditiunggu kelanjutannya thor
Lily: staytune yaa🤗
total 1 replies
zuluandzephyr
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Lily: stay tune yaa🤗
total 1 replies
Cakrabirawa Tarihoran
lanjut thor dan semangat thor bikin novelnya
Lily: terimakasih atas dukungannya 🤗
total 1 replies
Criss Cross
Kalau kata nak jaman sekarang sih karya thor-nim damage-nya ga nahaaaan! Alias ah duh aku kebawa suasana banget
Lily: Terimakasih sudah berkenan membaca🤗
total 1 replies
salt sand and smoothies
Katanya galau itu obatnya cuma satu thor. Tungguin aja lanjutan cerita author. Kamu segalanya untukku, Thor *uhui
Lily: peluk online
total 1 replies
Widya Pertiwi
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
Lily: aduuh perhatian banget pembaca aku, terharu 😢. kalau pembaca ngerasa ada yang ganjel bisa di kritik yaa
total 1 replies
booksand peonies
Baca cerita ini rasanya asekkk banget! Pengen ikut masuk ke dalam ceritanya muehehehe
Lily: sini sini masuk cerita
total 1 replies
Drone Ground
Sesenang itu sih bacanya, bikin nagih banget huhuh
Lily: terimakasih 🥰
total 1 replies
virshere ads
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
Lily: Dimohon kepada pembaca supaya tetap bertahan hingga cerita ini selesai. semangaat. hehe
total 1 replies
girl gang goodies
Mantap ceritanya thor総 Like&5 検 mendarat untukmu... Semangat terus潮
Lily: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!