Aishala Serena Winata seorang wanita cantik berusia 23 tahun yang merupakan seorang pewaris tunggal tahta keluarga winata.kehidupan yang awalnya tenang dan damai harus terganggu dengan desakan orang tuanya yang terus meminta untuk memberi mereka cucu.
trauma cinta di masa lalu membuatnya tidak lagi percaya dengan yang namannya cinta dan ikatan pernikahan.
hingga ketika sang sekretaris menyarankan sebuah ide gila untuk membayar seorang pria untuk menanamkan benih di rahimnya
tanpa pikir panjang aishala pun langsung menyetujuinya
orang tuanya hanya ingin cucu bukan?
baiklah maka aku akan mengabulkan keinginan mereka!
cucu kalian akan segera datang walaupun aku tidak percaya dengan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mari berhalu ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HM 24
"udah cukup sha lo jangan balik keluar negri lagi kasian nyokap sama bokap loo. kalau ada masalah itu di hadepin,gak usah menghindar terus" dina mengutarakan pendapatnya
"tapi gue takut din"jawab aishala resah
"Gue tau,gue juga takut cowo itu ngambil ponakan kembar gue. Tapi gue minta sekali ini aja tolong coba buat diri loo percaya sama cowo itu. kasih dia kesempatan, lagi pula secara hukum dia juga berhak karna dia daddy kandungnya twins" dina kembali menasihati, lari dari masalah nyatanya hanya mempersulit keadaan.
"iya enak buat loo ngomong kayak gitu karna loo gak tau siapa daddy kandungnya twins,dia itu DEVANO SARIUS MAHADIRGA,gak mungkin buat loo gak tau siapa dia.gue bisa pastiin koneksi sama relasinya pasti luas banget din, sangat mudah buat dia ngambil anak anak dari gue"ucap aishala parau, matanya mengembun siap meluncurkan tetesan air mata.
kedua tangan dina refleks membekap mulutnya sangking terkejut. oh Tuhan kenyataan apalagi ini.
"tunggu.. tunggu jadi daddy kandungnya twins itu DEVANO SARIUS MAHADIRGA orang terkaya no 1 di Asia" mendadak dina lemas di buatnya.
siapa manusia yang tidak mengenal seorang devano sarius mahadirga, pria yang namanya sering wara wiri di kaca televisi. kekayaannya yang mencapai triliunan dari berbagai aset membuat namanya menduduki orang terkaya no 1 di Asia.
"lu bener din, dia bukan cowo biasa. Bahkan harta gue aja gak cukup buat ngelawan dia. sebanyak apapun harta gue, gue tetep semiskin itu, gue pasti kalah"
Tes
tetesan air mata mulai berjatuhan di antara dua kelopak mata bulat aishala, dia akan berubah cengeng ketika sudah menyangkut kedua buah hatinya. Hati ibu mana yang tidak resah ketika keselamatan anaknya terancam, meski itu adalah daddy kandungnya.
Dina merogoh ponsel miliknya, tangannya berkutat mengetik sesuatu di keyboard ponsel,setelah beberapa detik
"ini orangnya? " menunjukkan sebuah poto di layar ponsel miliknya
"iya benar din, dia orangnya"lemas sudah dina di buatnya
sialan dina kira aishala salah mengenali orang, bukan devano yang itu. Tapi emang dasar nasib tidak ada yang tahu akhirnya apa yang ditakutkan dina pun benar terjadi, yang menjadi daddy kandung twins benar bener seorang devano sarius mahadirga
"Sialan,kalau kayak gini mah lu kabur ke luar negri juga percuma.bahkan kalau lu kabur ke lubang semut pun dia pasti bisa nemuin kalian. gue gak bisa bantu apa apa sha, kita gak bakalan bisa menang kalau ngelawan dia" dina yang biasanya memiliki seribu satu cara di buat pasrah oleh kenyataan yang ada di hadapan matanya.
orang biasa seperti dirinya jangankan untuk melawan devano menyinggungnya saja seperti mencari mati.di dalam lubuk hatinya yang paling dalam rasa bersalah dina pada aishala kian merajalela,andai saja pada malam itu dirinya memutuskan untuk tidak pulang dan mencoba mengejar aishala masuk ke dalam hotel mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi,aishala mungkin akan berakhir dengan pria sewaan seperti rencana mereka dan tidak akan terlihat dengan seorang devano. Namun nasi sudah menjadi bubur, waktu tidak dapat di ulang.
"gue cuma bisa berharap sha semoga dia beneran nepatin janjinya buat gak ngambil keponakan gue.seandainya dia beneran gunain kekuasaan dia buat ngambil si kembar gue siap ngebantuin loo" ucap dina bersungguh sungguh
sebelah tangannya merangkul tubuh aishala,keduanya berpelukan satu sama lain menguatkan sebagai sosok sahabat.wajah kecewa aishala membuat dina sedih,dia merasa tak berguna sebagai sahabat disaat aishala dan kedua keponakannya memerlukan perlindungan darinya.
"Gue gak takut, sama sekali gak takut kalau seandainya dia beneran gunain kekuasaannya buat ngambil si kembar dari gue,gue pastiin gue bakalan ngelawan sekalipun dia orang yang kaya raya,seorang aishala tidak pernah takut"tekad aishala membara
"gue selalu ada buat dukung loo dan si kembar, gue selalu setia berada di belakang loo. Maaf gue gak berguna banget sebagai sahabat loo" ucap dina tersenyum matanya tak dapat menyembunyikan kesedihan, dia mengakui dia gagal sebagai sahabat aishala.
dia gagal berperan sebagaimana aishala yang selalu ada di saat dirinya membutuhkan bantuan.
"makasih din, gue beruntung banget punya sahabat kayak loo"aishala tersenyum, setidaknya dia masih memiliki dina di belakangnya
"lo gak perlu bilang makasih sama gue sha,seharusnya gue yang berterima kasih sama loo karna loo udah mau sahabatan sama orang miskin kaya gue"
senyum manis terbit di sudut bibir kedua wanita dewasa itu, mencoba memberi semangat satu sama lain, yakin bahwa setiap masalah itu ada jalan keluarnya
(sumpah kesel banget author sama si aishala belum apa apa aja udah nangis duluan)
****
besok paginya aishala memilih untuk kembali ke kantor, tak enak rasanya bila terus menerus harus mengandalkan dina. Queenza dan Devan pun sudah stay anteng duduk di jok belakang, mulai saat ini aishala memutuskan untuk membawa kedua anaknya ke kantor. Ntah kenapa sejak pertemuan kembali dengan devano aishala menjadi wanita yang parnoan, dia merasa takut bila berjauhan dengan anak-anaknya meski mereka bersama oma opanya. hatinya akan tenang jika mereka ada bersamanya.
mami sukma dan papi dimas sempat mengajukan protes, namun aishala tetap lah aishala, dia tetap kekeh untuk membawa si kembar. Bukan tak percaya aishala hanya takut bila devano tiba tiba datang ke mansion dan membawa si kembar
waktu pun berjalan dengan cepat tak terasa mobil yang mereka naiki sudah tiba di parkiran perusahaan. aishala membawa kedua anaknya ke ruangan miliknya, di susul oleh kedatangan dina di belakang mereka.
tumpukan dokumen menjadi hal pertama yang memanjakan aishala ketika sampai di ruangan miliknya. satu persatu berkas mulai diperiksa oleh aishala, sedang dua anaknya asik sendiri dengan mainan dan buku bukunya. dina juga sering keluar masuk, menyerahkan berkas untuk di tandatangani aishala, saat ini perusahaannya tengah mempersiapkan untuk sebuah proyek besar
sangking fokusnya tak terasa jam istirahat pun telah tiba waktunya aishala membawa si kembar untuk makan siang. Dan restoran di sebrang kantor menjadi pilihan aishala untuk menghilangkan rasa laparnya.restoran dengan gaya khas negri gingseng itu sangat memanjakan mata terlebih khusus untuk pecinta Korea seperti aishala,lengkap dengan menu makanan khas Korea .
dengan posisi aishala yang menggandeng Devan dan Dina yang menggandeng Queenza mereka pun dengan berhati-hati menyebrang jalan,memastikan bahwa lampu sudah benar benar merah.
ting
ramai sekali keadaan di dalam restoran,maklum saja karna sekarang sudah masuk jam istirahat banyak dari pegawai di perusahaannya yang memilih makan siang di sini, walaupun perusahaan sudah menyiapkan makan siang gratis di kantin. aishala lebih memilih meja yang berada samping kiri dekat kaca, dimana langsung menghubungkan dengan pohon pohon yang di tanam di dekat trotoar.
makanan yang di pesan pun sudah siap, tak lupa dengan jus lemon cocok sekali dengan cuaca siang yang sangat panas. tapi sebelum itu semua kedatangan seseorang yang tiba tiba membuat nafsu makan aishala menghilang..
ada yang bisa nebak siapa yang dateng?
bacanya pelan pelan ya