Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Ceo Dingin

Istri Rahasia Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / CEO / Rumah Tangga / Cinta Murni
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Armelia Melmel

Seorang Ceo yang merahasiakan pernikahannya dengan wanita yang di cintainya. Semua itu di lakukan karena keinginan sang istri. Sang istri ingin membuktikan diri ke keluarganya jika ia mampu berdiri sendiri. Bukan tanpa alasan, semua itu terjadi karena selama ini. Sang istri selalu mendapatkan perlakuan tidak adil dari keluarganya sendiri.Sang istri juga tahu jika pernikahan mereka berdua tidak akan di restui oleh keluarga suaminya karena latar belakangnya sangat berbeda jauh. Bagaimana kisah cinta mereka jika tahta dan sosial menjadi penghalang utama hubungan mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Armelia Melmel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.9 Kedatangan Alex ke kantor kakaknya

 Perusahaan Morley.

Alex menghentikan mobilnya. Netranya melihat ke arah gedung yang menjulang tinggi di hadapannya.

Baru saja hendak turun dari mobil. Alex melihat neneknya baru saja keluar dari kantor. Dari raut wajahnya. Alex melihat ada sesuatu yang tidak beres.

 Alex tidak terlalu memikirkannya. Dia turun dari mobilnya setelah kepergian neneknya.

 Pria 23 tahun itu melangkah masuk ke dalam. Kedatangannya tidak terlalu di perhatikan. Alex tidak begitu di kenal. Berbeda dengan Eldrick.

 "Di mana ruangan Ceo?"Alex bertanya kepada resepsionis.

Sejenak resepsionis itu tampak ragu. Tapi setelah Alex memohon. Akhirnya mereka juga luluh.

"Thank you." Alex melenggang pergi setelah mendapatkan jawabannya.

 Alex melangkah masuk ke dalam lift.

 "Aku harus mengunjungi kakak iparku terlebih dahulu. Entah wanita apa yang membuat kakak ku tidak bisa berpaling."Gumamnya tersenyum kecil.

 Ting..

Pintu lift terbuka.

 Alex melangkah keluar dari lift. Dia berjalan menuju ke kantin.

 Saat ini adalah jam istirahat. Dia yakin jika karyawan sedang berada di kantin.

 Setibanya di kantin. Alex melihat sekeliling. Dia mengamati para karyawan satu persatu.

"Di mana dia? Sebaiknya aku mengisi perutku terlebih dahulu."

 Alex memesan beberapa menu. Tentu saja penjaga kantin terheran-heran melihatnya. Siapa pun melihatnya akan tahu jika dia bukan bagian dari perusahaan Morley.

 Alex menatap penjaga kantin.

"Jangan menatap ku seperti itu bibi. Aku juga pelanggan."Bisik Alex tersenyum kecil.

 Bibi kantin hanya menggelengkan kepalanya.

"Bibi, aku pesan makanan seperti biasa?"Ujar seseorang yang baru saja datang.

 Alex menoleh.

 Pria itu menyunggingkan bibirnya. Tampaknya dia menemukan seseorang yang dia cari.

 "Bibi, aku juga pesan makanan seperti Lily."Ujar seseorang yang baru saja datang.

Alex terpaku sejenak.

"Baik nona-nona."

 Alex masih menatap Lily dan Grace.

"Pantas saja kakak ku tidak bisa berpaling. Bahkan aku sendiri pun akan tergoda."Gumam Alex.

 "Ini makanan mu. Mereka cantik bukan?"Tanya bibi kantin.

Alex hanya tersenyum kecil.

 Dia menatap makanan di hadapannya yang terlihat begitu lezat.

Melihat sikap Alex. Bibi kantin hanya menggelengkan kepalanya.

 Alex meraih makanannya dan mencari tempat duduk.

Alex kembali tersenyum kecil.

"Permisi, boleh bergabung?"

 Alex duduk di hadapan Lily dan Grace.

Lily dan Grace saling memandang.

"Maaf tuan. Masih banyak kursi yang kosong."Ujar Grace.

 Alex tersenyum kecil.

"Aku tahu tapi aku tertarik duduk bersama dengan kalian.''

"Ya ampun."Grace terlihat kesal.

 Alex hanya tersenyum kecil melihat Grace menolaknya. Selama dia hidup, baru kali ada seseorang yang tertarik dengan ketampanannya dan bahkan menolak kehadirannya.

"Tidak apa-apa Grace. Kita bisa pindah."

"Kamu benar sekali Lily."

''Plis nona-nona. Aku hanya ingin punya teman makan."Alex memasang wajah menyedihkan.

Lily dan Grace kembali saling memandang.

"Baiklah."Lily setuju.

Grace sendiri tidak bisa menolak.

 Alex sendiri tersenyum ketika mereka setuju dengan kehadirannya.

"Aku Alex."Ujar Alex kembali.

 Dia kembali membuka percakapan.

"Aku lily."Jawab Lily sedikit ramah.

Alex menoleh kepada Grace. Entah mengapa Alex sedikit tertarik dengan Grace karena sikap cueknya.

"Aku tidak percaya ini. Aku Grace."Ujar Grace memutar bola matanya setelah melihat tatapan Alex.

 Lily kembali melanjutkan makannya. Wanita itu tampaknya benar-benar tidak mengenali adik iparnya.

 Hal itu terjadi karena Lily tidak pernah mencari tahu anggota keluarga suaminya. Berbeda dengan nyonya Morley. Wanita tua itu sering muncul di tv. Lily terkadang tanpa sengaja melihatnya.

 Alex menghabiskan makanannya dengan cepat.

"Apa kalian sudah lama bekerja di sini?"

 "Permisi tuan. Kami sama sekali tidak mengenal mu."

Lily tersenyum kecil.

"Kamu bisa mengenalku mulai dari sekarang."

Alex meraih ponsel Grace dan menelpon nomornya.

"Aku sudah punya nomor mu."

Grace menatap Alex dengan tatapan tidak percaya.

Lily hanya tersenyum kecil.

 "Apa yang kamu lakukan? Ini sangat tidak sopan."Kesal Grace.

"Aku tidak peduli. Tapi aku yakin pandangan mu akan berubah suatu saat ini."

Grace berdecak kesal.

Alex menoleh kepada Lily.

 "Kamu juga harus menyimpan nomor ku kakak ipar."

Lily mengerutkan keningnya.

Bahkan dia tidak sempat mencegah Alex mengambil ponselnya.

"Sekarang aku juga punya nomor mu."Alex tersenyum tanpa rasa bersalah.

Lily menatap Alex.

"Kakak ipar."

Lily tersenyum kecil dan menganggap ucapan Alex hanya sebagi lelucon.

 "Mungkin kita juga harus mengambil potret."

Lagi-lagi Alex melakukan sesuatu yang membuat Lily dan Grace tidak habis pikir.

"Sebaiknya kita pergi."

Grace menarik tangan Lily pergi dari tempat itu.

"Aku rasa dia sudah gila. Dia bahkan memanggilmu kakak ipar. Dia mengambil nomor kita tanpa persetujuan. Sekarang dia juga mengambil potret kita tanpa persetujuan." Kesal Grace.

 Sementara Lily sedikit terganggu dengan kehadiran Alex.

Sementara Alex kini sudah berada di dalam ruangan kakaknya. Kedatangannya jelas tidak di sambut.

"Apa tidak ada kopi?"Tanya Alex setelah dia duduk di sofa.

"Jika mau minum kopi pergi ke cafe bukan datang ke sini." Ketus Eldrick.

 Alex menatap kakaknya sambil tersenyum. Senyumannya itu jelas mengganggu Eldrick.

"Katakan apa tujuan mu?"

Eldrick mulai menatap adiknya.

"Tidak begitu penting.Mamah hanya khawatir karena nenek datang berkunjung."

Eldrick tidak berekspresi.

"Apa yang di katakan nenek?"

"Kamu tahulah."

"Perjodohan lagi."

 Alex tersenyum kecil.

"Kamu sudah menebaknya."

"Kenapa tidak jujur jika kalian sudah menikah? Ngomong-ngomong kakak ipar memang sangat menggoda. Jika di bandingkan dengan wanita itu. Kalah jauh dari kakak ipar."

Eldrick menatap adiknya. Ucapan sang adik seakan mengandung makna.

Alex mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto mereka. Dia tahu jika kakaknya tidak akan percaya jika tanpa bukti.

 "Kamu."

Eldrick menatap kesal.

"Jangan coba-coba kamu Alex. Aku akan mematahkan kakimu jika kamu macam-macam dengan ku."

Alex tersenyum kecil. Dia sedikit menikmati wajah kesal sang kakak.

"Pergilah, kamu hanya menganggu pekerjaan ku."Ujar Eldrick.

Alex terkekeh kecil.

"Baiklah, aku kabulkan keinginan mu."

Alex beranjak dari tempat duduknya. Pria 23 tahun itu benar-benar meninggalkan ruangan kakaknya. Melihat sang adik pergi. Eldrick kembali melanjutkan pekerjaannya.

 Beberapa menit kemudian. Marco baru saja masuk ke dalam ruangan Eldrick.

"Saya melihat tuan Alex."

"Anak itu tidak ada pekerjaan."

Marco terkekeh kecil.

"Mana kopiku?"

"Maaf tuan. Ini kopinya."

 Sementara Alex kini sudah tiba di lobi. Langkahnya terhenti ketika seseorang menegurnya.

 Alex menoleh

 Ana sedang tersenyum ke arahnya.

"Oh, calon kakak ipar."Ujar Alex.

 Alex adalah orang yang ramah kepada siapa pun. Meski dia tidak suka, dia tetap tidak akan menunjukkannya.

 Seperti sekarang, Alex tetap saja bersikap ramah kepada Ana.

"Apa yang kamu lakukan di sini?"Ana bertanya dengan ramah.

 Ana berpikir jika dia bisa mengambil hati Alex maka dia juga bisa mendapatkan dukungannya.

"Nothing."Jawab Alex santai.

"Mau minum kopi. Ada kafe di depan."

Alex terdiam sejenak.

"Baiklah."

Ana dan Alex berjalan beriringan menuju ke cafe.

1
Armelia Melmel
terimah kasih kak.
Nabila
bagus
Armelia Melmel: terimah kasih kak.
total 1 replies
Nabila
lanjut thor.. ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!