Indonesia
NovelToon NovelToon
I Am Nerd Who Change The World

I Am Nerd Who Change The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Barat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: ShinAkuto

Nama ku Ardha Varesta, hanya seorang anak sekolahan biasa yang selalu ingin menjalani kehidupan tenang dan damai.

Aku tidak tampan ataupun kuat secara fisik, tinggi ku sekitar 168 cm, hanya lelaki normal dengan hobby membaca buku, dan lagi aku suka menyendiri, bisa dibilang aku adalah seorang introvert.

Mungkin terdengar membosankan, tapi aku jamin!! ini akan lebih menarik dari yang kalian duga, seperti di kebanyakan cerita novel lainnya, aku di pindahkan ke dunia di mana raja iblis hidup disana.

Bukan hanya itu, disana ada berbagai ras, seperti elf, dwarf, begitupun dengan ras lainnya, mereka hidup berdampingan dengan manusia. Kabar buruknya adalah peperangan, rasisme, perbudakan, dan pembunuhan sudah menjadi hal biasa di dunia itu.

Apakah jika aku hidup di dunia itu aku akan hidup tenang??? Tentu tidak!! selama dewa itu hidup! tidak ketenangan dan kedamaian di dunia itu. Maka dari itu, aku akan merubahnya!!! Percaya atau tidak aku akan menjadi Raja iblis yang baru!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinAkuto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Jadi apa aku benar-benar mati!?" Ucap merenung menatap lantai berwarna putih.

"Jika ku biarkan, kamu memang akan benar-benar mati! tapi kamu masih hidup! sayangnya aku tidak bisa membiarkanmu mati!" Ucapnya dengan senyuman tipis di bibirnya.

"hah..., terus apa yang kamu inginkan? " Tanya ku dengan lesu, matanya tidak tau harus melihat kemana, ia hanya merasa jika Zazkiel menginginkan sesuatu.

"Alasan! aku tidak butuh semacam itu! aku hanya ingin hiburan." Ujar Zazkiel.

"Hiburan?! Kau melakukan ini hanya untuk hiburan! Kau yang mengirim kami! untuk menyelamatkan dunia sebagai pahlawan! Dan kau anggap ini hiburan! " Teriak ku emosi, wajah ku mengerut dan tidak bisa menerima pernyataan itu.

"Memang, aku yang mengirim kalian! Tapi aku tidak pernah bilang jika kalian adalah pahlawan yang akan menyelamatkan dunia. yang kubilang kalian akan di perlakukan seperti pahlawan." Ucapnya menjelaskan dengan muka datar.

Aku mulai mengingat awal perkataannya saat pertama kali kami akan mau di pindahkan. Dan jika kuingat lagi memang benar ia mengatakan itu.

"Jadi untuk apa kamu mengirim kami?! " Tanya ku karena aku merasa, jika ini sama sekali tidak masuk akal.

Zazkiel menjelaskan jika kami para orang dunia lain, hanya sebagai penyeimbang, karena ras manusia akan kalah dan musnah jika mereka membiarkannya seperti itu.

"Lantas kenapa tidak kau saja yang membantu manusia! Kenapa harus kami yang berperang, dan datang ke dunia kejam itu! " Ucap ku mengeluh dan mencoba menyalahkan Zazkiel karena ia yang telah memindahkan kami.

"Egois sekali! bukan kah kalian yang setuju untuk di pindahkan? Lagi pula kami para dewa tidak berhak membantu suatu ras secara langsung. Tapi kami bisa melakukan pencegahan untuk menyeimbangkan dunia dengan cara mengirim orang kuat dari dunia lain. Tapi tak kusangka jika mereka akan berkhianat, dan melakukan kudeta ke kerajaan manusia hahaha....! " Tertawa lepas senang dengan apa yang terjadi.

"Jangan tertawa! teman ku menjadi korban karena menjadi hiburanmu sialan!" Ucap ku marah, tidak menerima pernyataan itu.

Tapi Zazkiel tertawa lebih terbahak-bahak setelah mendengar ucapannya, ia mengusap matanya yang tidak bisa berhenti mengeluarkan air mata kesenangannya. Tetapi seketika wajahnya memerah dengan otot yang di wajahnya membesar, lalu ia mengatakan dengan kesal.

"JANGAN BERCANDA! MANUSIA SAMPAH SEPERTI MU! TAK BERHAK MENGATAKAN ITU KEPADA KU! " Teriak Zazkiel melotot.

"Acck..! "

Tubuh ku tiba- tiba sangat berat, lutut ku tidak bisa menopang tubuh ku, rasanya seperti menganggkat batu yang sangat besar, alhasil aku tersungkur menapakan kedua telapak tangan ku ke lantai.

"Ku akui kau pintar Ardha, kau bisa tenang dalam segala situasi, tapi kau lengah, penakut, lemah dan menyedihkan, itu lah kenapa kau selalu kalah oleh Ryan! " menatap sinis kearah ku yang tersungkur di tanah.

"Apa yang kau tau tentang ku?! " Teriak ku mencoba untuk menganggkat tubuh.

"Sayangnya aku tau semua tentang mu, sifatmu dan pola berfikirmu. Asal kamu tau, aku mengharapkan sesuatu yang lebih dari mu Ardha, jika saja kamu bertindak lebih awal, kamu tidak akan di jebak oleh mereka. Terlebih kau sudah tau semuanya, bahkan sebelum kau pergi ke desa! "

"Itu..!" Ragu untuk membalas.

"Itu semua salahmu Ardha! Kau teralu Naif JIka saja kau lebih kuat, Carmila, dia tidak akan mengalami kesengsaraannya bersama Ryan saat ini. Bertold dan Marla juga tidak akan mati, Hah..., Sejujurnya saat ini kau sangat mengecewakan. " Ucap Zazkiel melanjutkan.

Tekananan nya berhenti, tapi Zazkiel menutupi matanya dengan tangannya, ia tampak kecewa akan diri ku yang ada di hadapannya.

"Ini semua salah ku! "

Aku masih terdiam menatap lantai menyadari ucapannya tadi. Aku meneteskan air mata yang terjatuh ke lantai. Melihat pantulan diri ku yang terlihat di lantai. Sangat berantakan, lemah, dan tak berdaya..

Apa yang teman! aku bahkan tidak bisa menolong teman ku, aku tidak berubah, aku masihlah orang egois, yang senang akan kematian teman sekelas ku. Sampai sekarang pun sama, bertindak layaknya seorang korban tapi aku tidak bisa berbuat apapun!!

"Kamu mengecewakan ku Ardha! Tapi, aku akan tetap menunggu janji yang kita buat, atau mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita, aku akan tetap menghidupkan mu kembali! tapi Aku akan mengirim mu ke tempat di dungeon bawah! dimana para dewa yang lain tidak akan mengetahuinya. " Ia menggerakan tangannya dengan wajah penuh kekecewaan.

Sebuah lingkaran sihir muncul di bawah ku, lingkaraan berwarna emas, dengan banyak sekali tulisan di lingkarannya, tanpa menunggu, cahaya itu memakan ku, dan aku di pindahkan untuk kesekian kalinya.

...***...

Aku tersadar di sebuah tempat gelap dengan sedikit penerangan dari sebuah mana-mana kecil yang mengambang di udara.

"Di mana aku?" dengan mata lesu, melihat sekitar di mana hanya sebuah batu- batu yang besar, saat aku menyadari aku ada di goa yang begitu besar.

Aku mulai berjalan menelusuri goa, suara-suara gema menyeramkan datang dari berbagai arah. Aku tidak tahu harus kemana yang jelas entah kenapa aku tidak punya keinginan untuk hidup dan bertahan, mengingat apa yang di katakan Zazkiel benar apa adanya.

Aku selalu berfikir tentang suatu kemungkinan, dari apa yang terjadi. Ryan, dia adalah orang yang sangat berbakat dalam negosiasi, aku tahu karena aku sering mendengar transaksi yang ia lakukan dengan orang lain.

Cara ia ada dua, satu dengan kekerasan, kedua dengan mengorbankan sesuatu yang bukan miliknya. Untuk yang sekarang ia mengobarkan Britannia itu sendiri, ia melakukan kontrak dengan Eisheth, ia sengaja menggunakan obat itu lalu bermain dengan Carmila dan Mila hanya untuk memusuhi ku, agar ia bisa melupakan kontrak itu sementara, dan menghindari Alicia yang bisa membaca hati dan niatnya.

Aku juga tau, jika desa itu adalah jebakan, bahkan sebelum aku mengalahkan Ryan, yaitu ketika aku melihat sebuah kertas sampah yang sudah di remas di perpustakaan, dimana di dalamnya ada tulisan, yang memberi tahu jika pahlawan akan pergi ke desa Eastarce untuk membasmi goblin di sana. Dengan adanya sebuah urek-urekan tinta menutupi sebagian kertas itu.

Yang padahal kami para pahlawan pun belum di beri tahu oleh Bertold, ataupun Marla. Walaupun aku masih belum tahu untuk siapa dia menulis surat itu. Awalnya aku tidak terlalu curiga, maka dari itu aku tidak menggubrisnya, hingga kami benar-benar melakukan misi itu di desa Eastarce. Aku sadar jika Sebas adalah informan yang membocorkan misi tersebut.

Semuanya tehubung, Aku tau semua itu, tapi berat rasanya untuk bertindak, dalam hati saat menyerang desa, aku yakin tidak akan terjadi sesuatu yang celaka. Tapi nyatanya aku salah, aku terlalu menyepelekannya. Dan saat aku mengetahui itu semua, aku sadar jika itu sudah terlambat.

Aku terus menyalahkan diriku sendiri, karena mungkin aku bisa mencegah dengan tangan ku sendiri, setidaknya tidak sampai membuat Bertold, Marla, dan Carmila menjadi korban.

1
Ftm
gak guna bgt MC ya
Ftm
wkwkw novel macam apa yg MC ya slalu merendah dah macam budak aja mending mati aja dah MC ya
Ayano
Pernyataan cintanya ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Irpan Sihombing
lanjut thor.semangat truusss
Irpan Sihombing
kapan mereka ketemunya..kok sudah ada cewknya??
Irpan Sihombing
mantap lanjut thor
Tuti Natalina
Semangat Thor
Irpan Sihombing
botulllll...
Manusia Biasa
loli
Manusia Biasa
tanda (!) dari pengalaman menulis. Yang kutahu tanda baca seperti itu hanya boleh sekali. Tapi bisa digabung seperti ini (!?) atau (?!) gabungan ini hanya berlaku untuk kalimat tanya yang menandakan emos.

Hanya sedikit materi 🙏
Sakuragiアクト: Siap Abang Ren, belum saya perbaiki, makasih komennya🙏
total 1 replies
Manusia Biasa
untuk tanda tanya seperti ini mending cukup satu sih, kalau kebanyakan jadi kurang nyaman.
Manusia Biasa
Semangat bang, gak usah dengerin komen yang suruh hiatus. ceritanya sampai sekarang masih bagus kok, cuma kurang rapi aja penulisnya. Semangat kep strong👍
Sakuragiアクト: Makasih bang Ren 🙏🙏
total 1 replies
Kaisar surgawi
mendingan lu buat hiatus Aja deh , belajar lgi buat novel yg bikin org tertarik , dengan Cara buat novel Kaya gini, lu berasa buat diary
Sakuragiアクト: makasih bro komentarnya 🥲🥲, memang lagi belajar bro
total 1 replies
Kaisar surgawi
cuman segini doang ? dasar tolol author idiot
Kaisar surgawi
bad
hakuto: kasihan euy, dia udah rajin lohh, sampe 23 chap
total 1 replies
Kaisar surgawi
apa jangan2 authornya memang org aneh ? pantesan idiot sih buat novel , novel ampas Kaya gini jdi hiatus aja, mending ga Usah di lanjut bro
Kaisar surgawi
MCnya jadi ampas ? cih gblk ga usah buat novel idiot
Ayano
Nah... itu dia maksudku. Coba berpositif thinking
Ayano
Jangan merendah deh
Author mu udah bikin judul buat dirimu lah wak 😅😅
Ayano
Ngeblush ya 😏😏😏
Ehem ehem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!