"Ra tunggu dong kamu belum jelasin sama aku," ucap Aldian menarik tangan gadis itu.
"Apa sih Al?" tanya gadis itu menoleh.
"Maksud nya apa tadi bilang kita cuma tetanggaan?" tanya Aldian karna selama ini Ia merasa sudah sangat dekat dengan gadis itu.
Gadis itu nampak diam namun setelah itu Ia tersenyum hambar.
"Ya aku harus bilang apa dia bilang pacar kamu," jawab gadis itu melangkah pergi.
Mereka memang cuma berteman tapi Aldian tidak terima kalo Tiara berkata seperti itu.
Persahabatan mereka berujung saling jatuh cinta, namun karna banyak masalah yang di hadapi mereka pun tidak bisa bersama
Bagaimana kelanjutan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih mengingat di apartement
Al terus saja mencumbu gadis itu, meski kesal Tiara tidak bisa berbuat apa apa dan itu malah membuat nya semakin yakin untuk mencari tempat tinggal baru.
"All udah dong nanti kamu malah gak bisa nahan lagi," ucap nya dan Al pun melepaskan pelukan nya Ia membalikan tubuh gadis itu agar menatap nya.
Tiara sudah sangat kesal sekali dengan Aldian kenapa dia jadi mesum gini sih.
"Maaf aku janji gak akan ulangi tanpa persetujuan dari kamu," ucap nya sambil mengelus pipi mulus nya.
"Janji?"
"Iya janji ayo istirahat udah malam kamu pasti cape," ucap nya langsung menggendong nya dan membawa nya ke tempat tidur.
"Kita tidur bersama di sini?" tanya Tiara.
"Aku tidur di sofa kalo kamu takut," ucap Aldian menunjuk sofa yang ada tak jauh dari sana.
Namun Tiara merasa kasian kalo Al harus tidur di sofa yang kecil dan pasti itu gak akan cukup untuk tubuh nya yang tinggi besar.
Aldian ternyata sudah sangat tinggi selama bebetapa tahun ini ternyata tinggi nya bertambah menjadi 181 cm sedangkan Tiara sendiri hanya naik beberap cm saja gadis itu memiliki tinggi 164 cm dan tinggi nya lumayan jauh jika berdiri berhadapan dengan Aldian tinggi nya sebatas dagu Al saja.
"Tidur di sini aja kalo gitu aku gak mau besok kamu ngeluh sakit karna tidur nya gak nyaman." Mana tega Tiara melihat nya.
"Kamu yakin sayang?" Al mengedipkan sebalah matanya genit.
"Gak ada pilihan lain,tapi dengan syarat gak boleh macem macem kalo kamu melanggar aku marah sama kamu," ancam Tiara, Ia harus bisa menjaga diri agar tidak tergoda lagu oleh pemuda itu.
"Baiklah baik lah. Ayo tidur jangan takut," Al merebahkan tubuhnya di samping Tiara yang tidur membelakangi nya.Karna lelah Aldian pun akhirnya terlelap.
Di rumah Aldian nampak bunda Icha masih belum tidur wanita paruh baya itu sedang menyisir rambut nya yang indah dan panjang.
Bunda Icha memang hanya memperlihatkan mahkota nya itu pada suami dan anak nya saja karna keseharian nya memakai kerudung.
"Yah tadi bunda ketemu Al di Mall dia sama pacar nya," ucap Bunda Icha.
Ayah Zaenal pun meletakan membuka kacamata nya dan menyimpan nya di atas meja, Ia juga menutup leptop nya dan meletakan nya di meja lalu berjalan mendekati sang istri.
"Terus gimana? apa dia mengenalkan gadis itu pada bunda?" tanya Ayah Zaenal penasaran karna selama ini anak bungsu nya itu selalu saja menyembunyikan kekasih nya itu padahal mereka sudah sering menyuruh nya membawa kerumah dan mengenalkan nya pada mereka.
"Gadis itu nama nya Tiara dia sangat sopan sekali namun entah mengapa wajah nya mirip sekali dengan kak Viona," ucap Icha mengingat ngingat wajah Tiara.
"Masa sih bun apa jangan jangan dia emang anak nya Mba Viona lagi," jawab Ayah Zaenal.
"Entah lah bunda dah lama gak tahu kabarnya setelah cerai dari Desta Kak Viona seperti menghilang," jelas nya.
(Buat kalian yang gak tahu cerita nya tentang bunda Icha ada di novel Cinta dalam Dilema.
Dalam cerita itu Desta adalah mantan pacar bunda Icha)
"Apa Al tidak berkata apa apa? kapan dia akan pulang?"
Aldian sudah lama tidak pulang ke rumah pemuda itu lebih sering pulang ke apartement nya karna lebih dekat dari kampus,Aldian tidak suka kemacetan karna jarak yang Ia lalui akan selalu macet jika pulang ke rumah.
"Dia tidak bilang apa apa cuma mengenalkan gadis itu saja, tapi Ia bilang akan membawa gadis itu kesini bertemu kita," ujar nya dan suami nya pun mengangguk.
"Bagaimana dengan Ameera apa dia masih menggangu Al?"
Ayah Zaenal memang tidak terlalu suka dengan Ameera karna gadis itu sangat manja dan juga selalu menilai orang dengan penampilan.
"Kaya nya masih soal nya tadi aja dia jelekin Tiara di depan bunda. Bunda sih cuma berharap kalo apa yang di katakan Ameera tidak lah benar karna yang bunda liat Tiara seperti nya anak yang baik," ucap Bunda Icha, entah mengapa Ia yakin kalo Tiara anak baik baik.
"Nanti Ayah cari tahu asal usul nya, Ayah gak mau Al salah pilih dan menyesal nanti nya."
"Ayah gak percaya sama anak kita?"
"Bukan begitu sayang Ayah gak akan melarang dia pacaran atau pun menikah dengan siapa pun yang penting dia baik dan bisa nerima anak kita apa adanya tapi kita juga harus tau asal usul nya kan."
Bunda Icha pun hanya diam namun Ia yakin dengan pilihan anak bungsu nya itu.
🍀🍀🍀
Keesokan harinya Tiara bangun lebih dulu Ia merasakan tangan kekar memeluk perut nya Ia pun langsung kaget dan menjauh kan tangan itu.
Setelah itu Ia memastikan kalo baju nya masih utuh dan benar saja baju nya lengkap yang di pakai semalam Ia pun bernafas lega lalu beranjak ke kamar mandi.
Hari ini Ia memutuskan untuk mencari kosan yang dekat dengan kampus sebelum Ia kembali ke Bandung.
Ia memutuskan mencari kerja di Bandung saja setelah lulus kuliah nanti, namun Ia bingung bagaimana memberi tahu Al tentang rencana nya.
Aldian sendiri meraba sebelah nya tidak ada Tiara di sebelah nya padahal Ia semalam memang sengaja memeluk gadis itu.
"Kemana dia?" gumannya sambil mengucek mata nya yang masih mengantuk.
Sedangkan Tiara sudah berdiri di depan kompor Ia akan menyiapkan sarapan pagi untuk kekasih nya itu.
"Sayang kamu dimana sih?" Aldian segera mencari Tiara Ia mengetuk kamar mandi namun kamar tidak terdengar apa apa di sana.
Al pun memberanikan diri membuka pintu yang ternyata tidak di kunci, dan ternyata kamar mandi terlihat kosong.
"Apa udah berangkat ke kampus?" gumannya.
Namun tidak mungkin Tiara sudah berangkat karna ini masih terlalu pagi, akhirnya Al pun mengambil ponsel nya dan menghubungi gadis itu.
Ponsel Tiara ternyata berdering di atas nakas ternyata gadis itu meletakan nya di sana.
"Tuh kan ada berarti dia belum berangkat," gumannya.
Al pun mengambil ponsel Tiara namun Ia bingung saat melihat beberapa panggilan tidak terjawab dari nomer baru.
"Nomor siapa ini?" gumannya Ia sangat penasaran namun Ia tidak berani menghubungi balik biar nanti Ia bertanya dulu pada Tiara.
Saat sedang melamun tiba tiba Tiara masuk membuat Al sedikit kaget.
"Kamu udah bangun? baru aku mau bangunin," ucap Tiara meletakan segelas air hangat di atas nakas.
"Aku kebangun karna nyariin kamu, kamu dari mana sih?" tanya Al manja Ia langsung memeluk Tiara dari belakang.
"Minum dulu terus sarapan aku udah masak," ucap nya mengelus kepala Al yang bersandar di bahu nya.
"Makasih ya calon istriku," ucap Al membuat Tiara berbunga bunga dengan sebutan itu.
aQ tunggu up selanjutnya 😊
penasaran banget akunya,,, 🤔
up lagi donk semakin seru nich ceritanya
aku penasaran gimana yach perasa,an tiara ke Al nantinya,,,