Indonesia
NovelToon NovelToon
HANYA INSAN BIASA

HANYA INSAN BIASA

Status: tamat
Genre:Suami Tak Berguna / CEO / PSK / Tamat
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ajenga

Anjani Kharisma seorang ibu muda yang memiliki anak berusia empat tahun, terpaksa bekerja sebagai wanita malam melayani tidur pria kaya, karena desakan biaya untuk berobat anaknya yang sakit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ajenga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Bibir Anjani tersenyum dengan jantung berdebar tak karuan mendengar ucapan Reza barusan.

Anjani memandang lekat wajah tampan Reza yang saat ini tengah tersenyum juga padanya.

"Mas, mau tahu jawaban-ku?" Anjani mengusap lembut pipi Reza dan bersamaan itu Reza menganggukkan kepalanya.

"Terimakasih, sudah sabar menghadapi-ku. Dan Maaf, karena malam itu aku memutuskan hubungan kita."

Deg!

Senyum yang sedari tadi terukir di bibir Reza, kini lenyap seketika setelah mendengar ucapan Anjani barusan.

Reza memicingkan matanya dan belum sempat berucap karena Anjani telah berkata lebih dulu.

"Satu Minggu yang lalu aku mulai mengingat semuanya." Anjani menatap dalam bola mata Reza, dan kemudian meraih tangan Reza untuk ia kecup punggung tangan itu.

Reza menyentuh kepala Anjani untuk membalas tatapannya. "Serius, Anjani?" suara Reza terdengar menggebu. "Kamu tidak bohong, kan. Kalau saat ini sudah ingat aku siapa?" Reza tak sabaran ingin mendengar jawaban Anjani.

Anjani tersenyum sembari tangannya mengusap rambut di kepala Reza, karena saat ini posisinya Reza sedikit membungkuk untuk mensejajarkan tingginya dengan Anjani. "Reza Adipati Pratama ... Adalah pria yang tengah memperlakukan aku bak ratu di bumi ini."

"Ah, Anjani aku mencintaimu ..." teriak Reza girang sembari mengangkat tubuh Anjani dalam pelukannya dan ia bawa berputar-putar.

Dan bersamaan itu terdengar suara musik biola yang dimainkan dengan indah.

Reza menurunkan Anjani, kemudian mengulurkan tangannya untuk Anjani sambut, mau Reza ajak berdansa bersama.

Dengan hati bahagia Anjani menerima uluran tangan Reza dan mulai berdansa dengan Reza.

Berdansa dengan mesra diiringi lantunan musik biola yang indah suaranya.

Mereka berdua berdansa bergerak ke kiri dan ke kanan dengan saling memandang, tatapan penuh cinta.

Reza merubah gaya dansa dengan meraih tangan Anjani kemudian ia kalungkan di lehernya, dan Reza memeluk pinggang Anjani.

Tanpa harus dijabarkan dengan kata-kata indah, dari senyum di bibir keduanya sudah mengartikan mereka sangat bahagia.

"Aku sangat mencintaimu, Anjani." Reza memeluk Anjani dan saat itu juga dansa pun selesai.

Musik biola yang dimainkan pun berganti, kini menjadi lebih romantis nadanya.

"Aku juga sangat mencintaimu, Mas Reza," balas Anjani yang juga erat memeluk Reza.

Setelah itu mereka barulah menikmati makan malam yang romantis.

Anjani dan Reza makan masih sambil saling melempar senyum seperti orang yang baru jatuh cinta.

Namun tiba-tiba di tengah-tengah Anjani yang sedang menikmati makan malam, ia teringat dengan putrinya.

Dan itu seketika membuat wajah Anjani nampak jelas terlihat sedih.

"Ada apa?" tanya Reza, hatinya cemas melihat wajah Anjani yang mendadak sedih.

Anjani menatap Reza. "Aku teringat Lucia, Mas." Ucapnya sendu.

Reza menggenggam tangan Anjani yang ada di atas meja itu lalu mengusapnya punggung tangan itu lembut. "Besok kita ke makam, apa kamu setuju?"

Anjani menganggukkan kepalanya dengan cepat.

"Baiklah, sekarang lanjutkan makannya," pinta Reza selanjutnya.

Makan romantis pun berlanjut, dan setelah menginjak pukul sebelas malam, barulah mereka meninggalkan tempat itu. Reza mengantar Anjani pulang ke apartemen tempat Anjani tinggal selama ini.

Tentu Anjani tinggal seorang diri tanpa Reza di sana. Reza yang sekarang bukanlah lagi Reza yang dahulu yang suka meniduri Anjani.

Semenjak Anjani amnesia, Reza merubah diri untuk menjadi yang terbaik untuk Anjani, lebih tepatnya memantaskan diri, karena tidak mau kehilangan Anjani.

Sehingga selama enam bulan ini Reza benar-benar tidak menyentuh Anjani lagi.

*

*

*

Keesokan harinya di sore hari setelah Reza pulang dari kantor, ia tidak langsung pulang ke rumah yang sudah ia bangun untuk keluarga kecilnya nanti tempati.

Melainkan Reza berkunjung ke rumah ibunya.

"Tumben kamu datang ke rumah, pasti ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan kepada kami," ucap sambutan Nenek Julia begitu melihat Reza datang.

Tapi meski ucapannya sedikit menyindir, Nenek Julia mengucapkan dengan tersenyum dan di detik berikutnya memeluk Reza cucu tersayangnya.

"Nenek, kangen sama kamu." Mengusap punggung Reza yang tegap itu.

"Reza juga, Nek." Reza membalas pelukan Nenek Julia yang tingginya hanya sebahunya.

"Ayo duduk, kamu mau minum apa? Biar bibi buatkan," ucapnya kemudian setelah melerai pelukannya.

"Teh tawar saja, Nek. Kalau ada," jawab Reza sembari membawa tubuhnya duduk di sofa.

"Ok, Nenek. Tinggal ke dapur dahulu ya." Nenek Julia kemudian berjalan menjauh dari sana.

Tidak lama setelah Nenek Julia pergi ke dapur, datanglah wanita yang menjadi tujuan pertama Reza datang kemari untuk meminta restunya.

"Sudah lama, Za?"

Wanita itu duduk di kursi sofa tepat depan Reza, duduk dengan gayanya yang elegan dengan salah satu kakinya bertumpu dengan kaki satunya. Kemudian kedua telapak tangannya bertumpuk di atas lutut. Bibirnya tersenyum kecil, nyaris tak terlihat.

"Baru saja sampai, Mami."

Reza menjawab sembari menatap wanita yang sudah melahirkannya itu dengan intens.

Hari ini Reza melihat maminya tampak beda, maminya tampak kurusan. Apa mungkin Mami banyak pikiran? Pikir Reza.

Tapi belum sempat Reza bertanya ke maminya, Nenek Julia kembali datang dengan membawa segelas teh tawar yang Reza pinta.

"Ini teh nya, dihabiskan ya." Nenek Julia meletakkan gelas teh itu ke atas meja tepat depan Reza.

"Pasti, Nek."

Nenek Julia ikutan duduk dan memilih duduk di sebelah Mami Evi.

Setelah Nenek Julia ikut duduk, Reza menatap bergantian keduanya. Mami Evi juga Nenek Julia.

"Mami, Nenek. Reza, mau menikah."

Mami Evi seketika mempertajam pandangannya menatap Reza.

Berbeda dengan Nenek Julia yang penasaran akan kelanjutan ucapan Reza.

"Reza mau menikah dengan, Anjani."

Hah! Mami Evi langsung membuang muka dengan perasaan sebal. "Wanita itu," gumamnya namun Reza masih mampu mendengar.

"Reza mencintainya, Mami."

Hah! kedua kali Reza mendengar nafas berat Mami Evi.

"Nenek merestui hubungan kalian," ucap Nenek Julia tiba-tiba dan seketika Mami Evi menoleh ke arah Nenek Julia disertai tatapan tidak percaya.

"Apa Ibu bilang? Merestui!" Mami Evi terkejut.

"Ya, bagi saya yang penting Reza bahagia," pungkas Nenek Julia, dan tersenyum ke arah Reza.

Melihat hal itu Mami Evi makin sebal. Dan Reza membalas senyuman dari sang Nenek.

"Terimakasih, Nek. Sudah merestui hubungan kami," ucap Reza tulus.

"Dan kamu Evi, seharusnya sebagai mami yang baik. kamu harus mendukung siapa pun wanita yang putramu pilih untuk jadi pendamping hidupnya." Nenek Julia menatap Mami Evi.

Mami Evi mengangkat kedua tangannya sembari membuang nafas berat. "Ya, sudahlah. Terserah Reza mau menikah dengan siapa? Aku tidak akan menghalangi lagi atau pun ikut campur," ucapnya dengan terpaksa.

"Terimakasih, Mami." Reza tersenyum ke arah maminya, meski saat ini Mami Evi cemberut.

*

*

*

Hari bahagia Reza dan Anjani tiba.

Saat ini mereka telah menikah, dan pesta pernikahan itu di rayakan di sebuah hotel mewah.

Di luar gedung itu tampak dua orang dengan pakaian jelek dan terlihat kumuh, yang sedang memandang ke arah pintu masuk ballroom hotel dengan tatapan nanar.

"Anjani sudah bahagia, Bu."

"Iya, andai Ibu bisa masuk ke dalam sana. Ibu, ingin meminta maaf pada, Anjani. Karena telah memperlakukan dia dengan tidak adil," ucapnya penuh rasa sesal.

Ya, mereka berdua adalah Ibu Mei dan Nudin mantan suami dan mantan ibu mertuanya Anjani.

Saat ini mereka telah menjadi gembel, setelah harta milik Anjani yang mereka rebut habis.

Bagaimana tidak habis? Sedangkan Nudin tidak bekerja.

"Ayo, Bu. Kita pergi?" Nudin merangkul bahu ibunya untuk ia ajak meninggalkan tempat itu.

Ibu Mei berjalan pergi bersama Nudin dengan air mata yang meleleh di pipi.

Sementara itu di dalam hotel.

Anjani terlihat sangat cantik hari ini, semua tamu undangan mengagumi kecantikan Anjani mantan janda yang beruntung bisa dinikahi CEO kaya setampan Reza.

Para gadis-gadis pemuja Reza banyak yang cemburu, bisa dibilang saat ini hari patah hati.

"Aku mencintaimu, Anjani."

"Aku juga mencintaimu, Mas Reza."

Mereka saling berpelukan di saksikan oleh banyaknya tamu undangan. Ada diantara mereka membidik kamera ke arah Anjani dan Reza untuk mengabdikan momen bahagia keduanya.

...----------------...

...TAMAT...

1
Diana Susanti
tinggal kan SUAMI mu Anja dan nikah sama Reza aja jd memutus dosa mu
Diana Susanti
SUAMI gila,,,, astaghfirullah 😭🥺😭🥺 lebih baik bercerai aja Anja,,,punya SUAMI seperti itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!