Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Milik Ku

Kau Milik Ku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gadis Nias

Cinta yang membutakan segalanya,
Dan bila hati sudah jatuh cinta seberat apa pun rintangan akan ku lalui demi mendapatkan cinta mu yang seutuhnya.
😍😍😍😍😍😘😘😘😘😘😘😘



>>>>>>>>>>><<<<<<<>>><<<






Hai🖐 thank's buat yang udah mampir di Novel ku kali ini.😘
Mohon dukungannya💪 di Vote, subscribe, like, dan komen/saran. 🙏

Salam hangat dari Author 😍
~ Gadis Nias ~

🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Nias, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

***

Siang itu, Dicky mengajak Yuki makan siang bersama di sebuah Cafe terdekat di kota itu. Sikap Yuki yang seketika berubah semalam membuat Dicky masih bertanya-tanya. Disana ia menunggu penjelasan dari gadis itu.

"Maaf yah Dic semalam aku tiba-tiba gak mood, itu semua karena kak Valdo semalam aku melihatnya bersama perempuan masuk di hotel makanya aku memaksamu berhenti disana,"

Bibir gadis itu begitu seksi kala ia berbicara menjelaskan kepada Dicky, sementara pria itu menatapnya dalam diam sambil mengangguk-angguk mendengar apa yang di katakan Yuki padanya.

"Ohh begitu, aku kira kau kenapa! Lalu bagaimana dengan Valdo apa dia di marahi dirumah?"

"Hem, Papah dan Mamah marah padanya tapi aku tidak tau dengan istrinya. Aku yakin kak Valdo tidak jujur padanya!"

Sembari menjelaskan, Yuki juga sesekali menyuap makanan kedalam mulutnya. Mata Dicky tidak pernah lepas dari wajah cantiknya, pria itu malah senyum-senyum entah apa yang dia pikirkan.

"Kak Dicky kenapa sih? Apa ada yang aneh diwajahku?" Yuki mengerutkan dahinya sambil mengusap wajahnya. "Ahh tidak, aku hanya suka aja menatap wajah mu!" entah ia sadari, pria itu pun berkata jujur sehingga Yuki melotot kearahnya.

"Awas mata kak Dicky bisa juling menatap ku seperti itu," ia pun menegur sambil mencolek wajah pria itu. "Kau sangat cantik Yuki," tatapan Yuki semakin aneh saat mendengar itu, ia rasa pria di depan nya ini sedang demam tangannya pun ia letakan di dahi Dicky.

"Apa kau demam?"

"Aku serius kau sangat cantik, rasanya tidak mau jauh-jauh padamu!"

Tidak peduli dengan Yuki yang menganggapnya main-main Dicky malah tidak bisa menahan diri untuk memperlihatkan perasaannya kepada gadis itu.

Semenjak pertemuannya kembali dengan Yuki perasaannya berbeda, ia malah menyukai Yuki dan berharap suatu saat perasaannya ini di terima oleh gadis itu.

"Jangan ngegombal kak Dicky, lebih baik habiskan makananmu aku akan balik setelah ini!"

Bodoh amat dengan perasaan Dicky padanya, Yuki malah tidak mengambil pusing dan menganggapnya hanya sebatas lelucon. Ia buru-buru menghabiskan makanannya agar segera kembali di salon setelah itu.

Di satu tempat yang sama, Cakra siang itu memilih makan di luar bersama asistennya di cafe tempat Yuki dan Dicky makan siang.

Langkah pria itu terlihat santai memasuki Cafe tanpa menoleh kesana kemari. Wajahnya terlihat dingin seperti memikul banyak beban, tanpa ia sadari gadis yang selama ini ia cintai juga berada di sana.

Sambil menunggu pesanannya, ia melirik di sekelilingnya. Tiba-tiba pandangannya tertuju kepada Yuki yang tengah menyantap makanannya, gadis itu tampak tertawa riang bersama seorang pria disana.

"Yuki," gumamnya mengerutkan dahi menatap pria di depan Yuki.

"Ini tidak bisa di biarkan!" terlihat kesal dan cemburu, Cakra berdiri dari duduknya dengan pandangan yang masih lekat kearah Yuki dan Dicky.

"Tuan mau kemana?" asistennya heran melihat Bos nya itu kok tiba-tiba terlihat gelisah seperti itu, apa yang terjadi dengannya?

"Kau tenang disini, aku menemui seseorang dulu disana," katanya sambil melangkah pergi kearah meja tempat Yuki.

Cakra menghampiri namun wajahnya sama sekali tidak ceria, gadis itu kembali membuat dirinya cemburu setengah mati.

"Apakah aku boleh gabung?"

Yuki dan Dicky serentak menoleh kearah sumber suara itu, bagi Yuki suara itu sangat familiar ditelinganya ia bisa menebak sebelum ia menoleh jika itu adalah Cakra lagi.

"Astaga, kau lagi!"

Sementara Dicky menatapnya heran, ia tidak bertemu dengan Cakra sebelumnya jadi wajar saja jika dia kurang akrab.

"Hei kok gak ada yang jawab, malah menatapku seperti itu?"

Tidak memperdulikan wajah keduanya, Cakra menarik kursi sambil menyunggingkan senyum kepada Yuki dan Dicky bergantian.

"Kenapa sih kau bisa ada disini ngikutin aku terus, apa gak bosan?"

Yuki merasa kesal, walaupun kemarin-kemarin mereka sudah mulai akrab namun gadis itu masih kekeuh dengan pendiriannya untuk tidak terlalu jauh mengenal pria itu, ia takut jika ia jatuh cinta lalu susah untuk melupakan.

"Apa kau mengenalnya?" Dicky tampak bingung, ia berbisik menanyakan Cakra kepada gadis itu. "Gak tau!" jawabannya asal saja keluar dari mulutnya, ia membuang muka sambil melipat kedua tangannya di dada, nafsu makan Yuki pun seketika hilang.

"Maaf, apa kau mengenal kita?" tanya Dicky menatap Cakra dengan mengerutkan dahinya. "Yah aku mengenal gadis ini," ia menjawab dengan santai sambil memandangi Yuki yang terlihat jutek karena kedatangannya.

"Jangan bersikap seperti itu Yuki, apa kau membencinya?" suara Dicky terdengar lembut tak lupa ia membelai rambut Yuki dengan manja, membuat mata Cakra melotot dan kesal saja. "Kita pergi, aku jadi gak mood makan disini!" begitu kasarnya ia menarik tangan Dicky sehingga membuat pria itu hampir jatuh di tempat duduknya.

Cakra terdiam sembari menatap Yuki yang berjalan angkuh keluar dari cafe itu, bibirnya tersenyum namun hatinya sedikit sakit dan perih. Rasanya ia menyerah saja, tapi bukan Cakra namanya jika ia berhenti di tengah jalan, ia harus mendapatkan hati gadis itu dan menjadikan miliknya seutuhnya.

"Katakan padaku, apa dia pernah menyakiti mu?" Dicky juga terlihat kesal dengan sikap Yuki yang nyebelin seperti itu, rasa penasaran dengan Cakra pun memenuhi otaknya.

"Kak Dicky dia itu cowok yang nyebelin, berapa kali aku bilang klo aku tuh gak suka sama dia, tapi tetap aja cowok itu menggangguku!" gerakan dan ekspresi Yuki menjelaskan nya membuat Dicky gemes sendiri, ia malah tersenyum-senyum kala menatap wajah gadis itu.

Sementara Yuki menyadari tatapan Dicky, ia berhenti mengoceh sembari menatap sebel kearah pria itu. "Kak Dicky!!!!" teriakan gadis itu menggema di telinga Dicky hampir saja membuatnya jantungan."Astaga Yuki pelan-pelan ngomongnya, napa sih!" ia mengelus dadanya sembari membuang nafas kasar.

"Habis, ngapain senyum-senyum lihat aku kayak gitu," ia kesal, rasanya pria di dunia ini sama aja. Sama-sama nyebelin, buktinya Cakra dan Dicky tidak ada bedanya.

"Kau sangat lucu Yuki, aku gemes melihat mu," tampaknya pria itu masih tersenyum lebar, ia juga mencolek pipi Yuki yang terlihat memerah tomat. Sepertinya gadis itu bisa membuat hari-harinya menyenangkan. Hatinya pun berharap semoga mereka menjalin hubungan lebih dari sekedar sahabat.

"Aku pulang, antarkan aku sekarang!" Yuki mendengus sembari memasuki mobil, dengan kasar ia membanting pintu itu tanpa memperdulikan Dicky disana.

"Ya ampun galak banget sih, santai dong Yuk," Dicky menggerutu sambil menjalankan mobilnya, gadis ini sangat bar-bar. Dari dulu sikapnya tidak pernah berubah, Dicky tidak heran lagi karena sudah menjadi kebiasaanya sejak dulu.

...****************...

BERSAMBUNG....

1
Qaisaa Nazarudin
Aku pikir ini tadi bunyi motor, Ternyata bunyi tinju ya..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Selingkuhan Valdo dan Mantannya Cakra..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Tadi aja sok soan jual mahal,Di cium aja udah meleleh..
🌺Bunga_Ros⁹⁷
/Heart/
Castello96
baguss mulai.mampir❤️❤️👍👍
🌺Bunga_Ros⁹⁷: Thank you so much😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!