follow IG : loneliest.7
DALAM TAHAP REVISI!!
"Bu, dia Daddy kami?"
"bu-"
"Yes, I am your Dad. Kemari lah"
kedua anak kecil itu melangkah mendekati lelaki dewasa berperawakan bak dewa kegelapan di depan sana. Lelaki itu menyambut dengan hangat pelukan anak anak nya. Dia tersenyum iblis saat melihat wajah pias wanita masa lalu nya yang begitu handal melarikan diri
Bantu kasi bintang penilaian di pojok atas episode ,like dan Vote ya 🙏🙏 terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tu es belle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
My Ex-part 25 (Cogil Premium)
DUAR.... DUAR.....
Lyn langsung berlari dari gedung besar ke arah dua anak kembar Lyn berada tadi, tapi wanita itu menegang karena tidak mendapati kedua anaknya. Dia hanya sedang makan di luar bersama sang anak tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah belakang. Api juga langsung melahap bangunan sedikit demi sedikit, membuat para pengunjung berhamburan salah satu nya adalah Lyn. Dia putus asa tidak menemukan di manapun anaknya berada.
Para pengawal ibunya datang mengevakuasi Lyn tapi nona muda memberontak dan terus berkata nama anak nya dia menggila. Ibu mana yang tidak terkejut kehilangan anak anak. Beberapa saat setelah pemberontakan Lyn jatuh pingsan para pengawal dengan sigap langsung membawa pulang Lyn. Seorang pekerja rumah menghubungi kantor perusahaan tempat Ibu Lyn berada. Nyonya besar yang mendapat kabar pun tak kalah panik dia meninggalkan rapat penting dengan tergesa-gesa menuju rumah utama. Setelah sampai dia melihat Lyn tergeletak di atas sofa. Tidak ada yang berani kurang ajar membuka kamar majikan mereka,nyonya besar mendesak pengawal
"Ada apa ini? Kenapa anakku pingsan?"
"A-ampun Nyonya. Nona Muda kehilangan Tuan dan Nona kecil di restoran"
"APA?!"
"Restoran mengalami kebakaran Nyonya ,kami mohon maaf telah gagal dalam menjaga Tuan dan Nona Muda kecil"
"Kami bersedia di hukum"
Nasi sudah menjadi bubur, Sang Nyonya mendengar itu langsung memejamkan mata rapat gigi nya saling bergelatuk. Tarikan napas berat menandakan dia geram. Sang Nyonya sadar jika ini bukan kebakaran biasa. Diapun berkata dengan suara keras pada bawahannya
"Panggil Exiglo sekarang!"
Pengawal nya melotot, Nyonya mereka tanpa embel-embel memanggil sang Tuan besar mereka semua gemetar "Ba-baik Nyonya"
Bergerak secepat mungkin menghubungi Sekretaris dari suami Nyonya besar untuk menyampaikan perintah. Satu jam kemudian lelaki tampan bermata sipit telah tiba di rumah. Dia tidak tahu apapun tapi begitu dia sampai sebuah tamparan langsung melayang di pipi mulus lelaki itu
Plak... "Aku tahu ini semua ulah Putrimu kan?"
Suami nya mengernyit dia menyentuh sudut bibir yang terasa perih dan berkata "Apa maksudmu?"
"Kau..." jari nya menunjuk wajah sang suami
"Ev-Evan..."
Terdengar suara lirih di belakang dua orang yang sedang bertengkar membuat kedua nya menoleh. Lyn mencoba duduk dia menyentuh kening nya yang terasa pusing. Mengangkat kepala dan menemukan Ibunya yang tengah mematung dengan tangan mengacung ke wajah lelaki paruh baya berkulit putih
"Ma "
Sang nyonya tersadar, dia memutar tubuh. Lupa jika beberapa waktu lalu baru saja menghakimi suami nya atas tuduhan tidak berdasar. Sang nyonya memegang wajah Lyn "Ada yang sakit?"
"Katakan Asta ,ada apa nak?"
Lyn baru sadar dan ingat kejadian beberapa waktu lalu. Mata nya melotot dan berkaca-kaca "Ma,mama anakku ma. Anakku" ujar Lyn
"Iya sayang. Mama akan segera menemukan Evan dan Ev"
Tangisan Lyn tak dapat di bendung ,ibunya lekas memeluk berusaha menenangkan Lyn yang terus saja menyalahkan diri sendiri
......................
"Paman ngapain sih menculik kita?"
Ev sudah bertanya puluhan kali tapi Paman tinggi itu hanya diam. Mereka sedang makan eskrim sekarang ,tapi Evan tidak menyentuh sedikitpun makanan itu dia dengan nyalang berkata "Ayo pulang Ev. Tidak pantas kita bersama penjahat ini"
Mendengar perkataan Evan, Paman itu menoleh ke arah Evan dan berkata dengan wajah dingin "Tidak ada kata menculik bagi seorang Ayah terhadap anak"
Lekas Ev berkata "Ada dan itu adalah Anda Paman"
"Memang nya Paman mengerti? Mommy pasti sedang khawatir sekarang"
"Kenapa Paman tega sekali, apa salah kami?"
Paman itu dengan senyum dingin berkata pada Evan "Tidak dan tidak ada,aku hanya ingin Ibu kalian datang sendiri padaku"
"Paman bisa meminta baik-baik pada Mommy" ujar Ev
Senyum miring di wajah lelaki itu bagai sayatan Iblis di dunia nyata. Jika ada yang meragukan maka lihat saja tingkah lelaki itu beberapa waktu lalu dengan tega dia membakar restoran tanpa berpikir berapa banyak nyawa yang akan melayang. Setelah selesai dia membawa kedua anak itu ke rumah yang rencana nya akan dia tempati setelah menikah dengan Ibu dari anak-anak. Evan dan Ev hanya diam tanpa berani membantah
Jika ingin Ibu kalian selamat,diam dan tenang lah. Dia pasti akan datang kemari
Kalimat itu bagai momok menakutkan bagi kedua anak kembar itu. Mereka dengan tenang tidur siang rumah di jaga ketat oleh pengawal disana. Kemudian lelaki itu keluar mengirim pesan pada seseorang
Ting...
Telepon Lyn berdering di dalam tas yang tak jauh dari tempat nya duduk. Beruntung nya tas Lyn sempat dia tarik ketika berlari keluar ,di dalam nya ada barang-barang anak Lyn. Dia membuka pesan dari nomor tanpa nama yang berisi kalimat ambigu
Datanglah padaku,jika tidak bersama mu. Maka aku bisa menggila
anak-anak aman bersamaku,jangan membuatku menunggu sudah cukup delapan tahun ini. Kau milikku sekalipun dunia menentang
Pesan kedua membuat Lyn terkejut, lekas dia menghubungi nomor tersebut tapi nomor sudah tidak aktif membuat Lyn meremas rambut frustasi
Dia menghempas telepon nya ke atas ranjang ,dia tidak tahu harus apa. Lalu wajahnya tersenyum cerah seperti nya dia tahu harus apa. Kali ini dia tidak akan menggunakan kekuasaan sang Ibu tapi dia akan memanfaatkan kuasa orang lain. Jarinya membuka sosial media menggulir secara perlahan dan setelah mengetik sesuatu dia tersenyum Lyn menjatuhkan badan kebelakang dan telentang dengan kedua tangan terbuka ,senyuman indah nya tak hilang. Lyn tidak sedang gila karena kehilangan kedua anak kembar, dia yakin anak nya akan aman bersama lelaki itu. Jadi Lyn akan melakukan sesuatu yang bisa membuat ego lelaki itu terluka. Lyn mengangkat sepuluh jari dan mulai berhitung ,dia yakin ini tidak akan lama. Benar saja pada hitungan ke tujuh puluh tiga telepon berdering panjang dan Lyn segera mengangkat. Percakapan serius terjadi, sesekali Lyn terlihat menyeka hidung dengan tisu.
Lyn menangis sungguhan, jadi seberang sana juga ikut marah ketika mendengar keluhan Jessyline Asta Dewi membuat nya puas dan tidak sia-sia harus mengingat penderitaan hidup supaya bisa menangis panjang. Satu jam berlalu Lyn menutup telepon , tapi wajah bengkak karena tangisan masih terlihat jelas. Lyn berkaca di meja hias kemudian wanita itu berkata dengan senyuman menyimpan dendam
Lyn bergumam "Baiklah, mari kita mulai permainan"
"Kamu memang cowok gila yang lahir berdekatan dengan waktu kelahiran ku, tapi aku pastikan kali ini kamu akan kalah"