DON'T PLAGIAT 😡😡
BUAT OKNUM YANG SUKA NGE-COPY KARYA ORANG LAIN AUTHOR CUMA MAU BILANG "INSAFLAH SEBELUM KARMA MENGHAMPIRI". GAK MAU KAN DIKENAKAN PASAL MENJIPLAK HAK CIPTA DAN HAK MILIK ORANG LAIN?
PUNYA OTAK DIPAKE DONG UNTUK BUAT ALUR NOVEL YANG BEDA DARI YANG LAIN. BUKAN MALAH DI PAKE BUAT MIKIRIN CARA NGE-JIPLAK PUNYA ORANG. SENENG BANGET NYOLONG 🙂 .
Author mewakili isi hati teman-teman Author yang karyanya kena jiplak 😒😴🤪😂
--------------------------------------------------------------------
Tujuan utama menikah bukan hanya memiliki keturunan, namun menyempurnakan keinginan kecil seorang wanita dalam hubungan pernikahan.
---------------------------------------------------------------------
“Semuanya terasa baik-baik saja, sampai pada akhirnya dia berubah....”
Kisah ini hanya cerita fiksi belaka dan imajinasi author sendiri :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Safika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SCA 21 PART YANG HILANG
Menjalang menuju hari peernikahan membuat Bram tak dapat menyembunyikan rona bahagianya. Ia masih tak percaya bahwa diusianya yang hampir memasuki kepala tiga, ia akan menikah. Apalagi dengan gadis muda seperti Aisyah Humairah.
Tak ada yang tau bahwa ada seorang wanita yang telah menyusun rencana dengan amat sempurnanya. Bahkan ia tak sendiri, melainkan ia dibantu oleh kekasihnya yang bernama Leon.
"Sayang!!! Apa kamu udah yakin sama tindakan ini?" Tanya Leon kepada kekasihnya.
"Kamu tenang aja, aku yakin dan sangat-sangat yakin dengan rencanaku. Setelah itu aku akan menjadi istri dari seorang Tuan Bram Dirgantara." Teriaknya dengan bahagia.
"Dira!!! Ingat, kamu itu cuma milik aku." Balas Leon tak terima.
Masih ingatkah kalian dengan wanita yang bernama Dira? Yah tepat sekali, dia adalah mantan kekasih dari Bram.
Rencana kali ini yang dibuat oleh Dira adalah menjebak Aisyah kedalam rencana busuknya. Dira sudah berkhayal jika Bram akan memutuskan pernikahannya.
Waktu itu Aisyah tak sengaja bertemu dengan Dira disebuah pusat perbelanjaan. Saat itu Aisyah tengah mencari sebuah buku refrensi penunjang tugas skripsi milik Nindy, sahabat Aisyah.
Bruukkk...
"Shh... Aduh!!! ." Ucap Aisyah meringis sakit.
Dira pun segera membantu orang yang ditabraknya berdiri dan berpura-pura meminta maaf. "Astaga !!! Maaf yah Mbak, saya benar-benar gak sengaja." Kata Dira pura-pura menyesal.
Aisyah pun hanya tersenyum dan tak mempermasalahkannya. Saat Aisyah ingin pergi setelah ia berdiri, tiba-tiba terhenti karena orang yang ditabraknya tadi memanggilnya.
"Ehh.. Mbak tunggu bentar."
"A-ada apa yah?"
"Saya cuma mau traktir Mbak minum sebentar di Starbucks. Hitung-hitung sebagai permintaan maaf saya karena udah nabrak Mbak." Pinta Dira dengan nada memelas.
Aisyah pun agak sungkan menerima ajakan tersebut. "Enn... Makasih buat tawarannya Mbak. Tapi saya gak bisa."
Dira pun memikirkan cara agar rencana pertamanya berjalan dengan mulus. "Yahh!!! Padahal saya merasa tersinggung jika Mbak menolak ajakan saya. Saya mohon yah Mbak, saya merasa gak enak hati karena udab nabrak Mbak."
Aisyah pun ragu untuk mengiyakan, namun karena merasa tak enak ia pun menganggukkan kepalanya mantap.
"Seriusan Mbak?? Ayo kalau gitu kita pergi sekarang." Kata Dira semangat. Yahh tentu saja!! Rencana pertamanya berjalan sesuai kehendaknya.
Starbucks
"Ada yang bisa saya bantu Mbak?" Tanya pelayan dengan ramahnya.
"Hmm.. Saya pesen cappuccino coffee. Kalau Mbak mau pesan apa?" Tanya Dira.
"Saya pesennya milk shake aja."
"Mohon ditunggu pesanannya." Dan setelahnya tersisa kedua orang wanita beda penampilan itu.
Dira pun mulai berbasa-basi dengan menanyakan beberapa pertanyaan. "BTW!!! Mbak namanya siapa dan umurnya berapa?"
"Nama saya Aisyah umur 20 tahun." Balas Aisyah.
"Wahh berarti kita seumuran dong. Kenalin nama aku Dira." Kata Dira berbohong mengenai umurnya. Padahal jelas-jelas usianya hampir 25 tahun.
"Jadi kita ngomngnya pake kata aku-kamu aja yah biar enak dengernya." Pinta Dira. Aisyah pun hanya tersenyum.
Tak jauh dari sana, seorang pria telah berpakaian seperti pelayan di tempat Dira dan Aisyah memesan minuman.
Sedari tadi Pria tersebut menyogok pelayan pria yang ingin mrngantarkan minuman ketemlat kedua wanita itu.
"Maaf Mas, saya gak bisa." Ucap pelayan pria itu.
"Tenang aja, saya akan ngasih Mas uang kalau Mas mau ngasih minuman itu buat saya." Kata Leon sambil menyodorkan uang merah 10 lembar.
Merasa tergiur akan jumlah uang yang diberikan, pelayan tersebut pun menyerahkan minuman yang ia bawa ke Leon.
"Kan kalau ada uang semuanya jadi tenang." Kata pelayan tersebut dan berlalu meninggalkan Leon sendirian.
Leon hanya mendengus sebal. "Dikasih duit dikit aja langsung kicep."
Leon pun langsung mencampurkan sesuatu ke salah satu minuman yang ia bawa. Ia menuangkan bubuk berwarna putih dan mengaduknya menggunakan sendok.
Haha... Selamat menikmati hari kehancuranmu. Gumamnya dalam hati dan melangkah mendekat ke arah Dira dan Aisyah.
"Ini dia pesanannya Mbak." Kata Leon sambil meletakkan pesanan Aisyah juga Dira diatas meja. Tapi sebelum itu, Dira menatap sejenak ke arah Leon seolah-olah berkata Bagaimana? . Mengerti akan tatapan kekasihnya, Leon lantas menganggukkan kepalanya tanda bahwa rencana mereka berhasil.
Dira tersenyum penuh kemenangan, perlahan tapi pasti rencananya untuk menghancurkan pernikahan Aisyah juga Bram mulai terwujud.
Aisyah juga Dira lantas meminum minuman yang telah mereka pesan tadi. Selang 3 menit kemudian, Aisyah merasa pening dengan kepalanya. Rasanya semua yang ia lihat berputar-putar mengelilinginya.
Dira yang melihat reaksi obatnya telah bekerja lantas memasang wajah khawatirnya. "Aisyah, kamu kenapa? Kok dari tadi megang kepala?"
"A-aku cuma ngerasa pusing aja sedikit. Mungkin karena kecapean aja kali."
"Yaudah, yuk aku antar kamu pulang ke rumah." Aisyah pun yang sudah merasa sangat pusing tak lantas menjawab, melainkan ia sudah jatuh tak sadarkan diri.
Melihat Aisyah pingsan, Dira lantas melambai-lambaikan tangannya di depan wajah aisyah dan tak ada respon sama sekali.
Hmm... Rencana pertama berhasil. Leon yang melihatnya dari kejauhan sudah siap menjalankan rencana selanjutnya, yaitu membawa Aisyah ke apartemen yang sudah Dira sewa untuk semalam.
Di Apartemen tersebut, Dira mengatur posisi tubuh Aisyah yang seakan-akan sedang bermesraan dengan Leon. Lengan Aisyah ditempatkan diatas dada Leon seperti sangat nyaman di dekat Leon.
Cekrekk... Cekrekk...
Begitu banyak foto yang ditangkap oleh kamera ponsel milik Dira dengan berbagai angle, dan orang yang melihatnya akan beranggapan bahwa mereka adalah pasangan bahagia.
Merasa sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, Dira lantas tersenyum licik.
"Akhirnya!!! Perlahan tapi pasti, pernikahan Aisyah dan juga Bram akan tamat. Dan aku... Aku yang akan menjadi Nona Dira Dirgantara." Lirihnya dengan senyum licik.
Leon pun lantas memeluk erat tubuh kekasihnya dari belakang dan mendaratkan dagunya diatas bahu Dira.
"Ingat sayang!!! Kamu itu milik aku. Setelah kamu mendapatkan apa yang kamu mau, kita akan hidup bahagia nantinya sambil mengurus anak yang ada dalam kandunganmu." Kata Leon sambil mengusap pelan perut rata milik Dira.
Yah!!! Dira saat ini tengah hamil muda. Usia kandungannya sekitar dua minggu. Kehamilan yang masih sangat rentan bukan?
"Kamu tenang aja sayang, kita bertiga akan hidup dengan bahagianya setelah aku mendapatkan apa yang aku mau." Setelah mengatakan itu, Dira pun mencium mesra bibir Leon dan melum*tnya dengan penuh hasrat.
Karena merasa tak tahan dengan cium*n penuh gairah tersebut, Leon pun lantas membopong Dira ke arah kamar mandi dan menuntaskan hasrat mereka yang sudah mendarah daging.
Suara desah*n terdengar nyaring di ruangan tersebut namun tak membuat Aisyah terganggu atau kata lainnya sadarkan diri. Ia masih terpengaruh akan onat bius yang diberikan Leon padanya.
***
Suasana ruang kantor Bram saat ini kacau balau. Seluruh guci mahalnya sudah hancur tak terbentuk, bahkan tangannya sudah dipenuhi dengan luka goresan akibat tangannya memecahkan pintu kaca karena saking emosinya.
"Argghhh... Gak mungkin.. Ini gak mungkin." Racau Bram sambil sekali lagi menatap tumpukan foto diatas meja kerjanya.
"Apanya yang gak mungkin Bram, disitu jelas-jelas calon istri kamu dengan pria lain. Apa itu masih belum cukup." Kata Dira mengompori.
"I-ini gak mungkin Aisyah. Dia wanita yang baik dan..." Ucapan Bram terhenti, bibirnya rasanya kelu ingin melanjutkan ucapannya.
"Dan apa makaud kamu Bram? Dia wanita yang sedang tidur bersama pria lain kamu bilang wanita baik? Buka mata kamu Bram, aku juga gak tau apa lagi yang mereka lakuin saat itu. Bisa jadi mereka sudah saling mencicipi satu sama lain?" Tanya Dira sambil menampilkan senyum smirk nya.
Apakah benar Aisyah yang ia lihat di foto tersebut berani berbuat demikian? Apakah itu hanya settingan? TIDAK!!! Yang aku tau wanita sial*n itu mengkhianatiku. Kata itu terputar di kepala Bram.
****, kamu bener-bener wanita gak ada harga dirinya Aisyah. Aku kira kamu wanita yang baik dan solehah, tapi apa yang kulihat barusan? Ciihhh... Awas kau Aisyah!!!
Bram berlalu meninggalkan Dira dengan emosi yang menggebu. Menemui Aisyah langsung? Tentu saja tidak. Biarkan Bram bermain dengan caranya sendiri, setidaknya sampai Aisyah merintih ingin dilepaskan dari jangakuannya.
Dira yang melihat kemurkaan yang tampak jelas di raut wajah Bram tak hentinya tersenyum licik.
"Haha... Rencana pertamaku berjalan dengan lancar dan gak akan lama lagi, wanita itu akan pergi dari kehidupan Bram." Gumam Dira lirih.
.
.
.
.
.
Haishhh... Akhirnya udah UP juga, tapi Author jamin kalian pasti udah bisa nebak sih gimana isi part yang hilang ini.
Jangan lupa like, komen, vote, favorit, tip, agar Author tMbah semnagat. Dan jangan lupa baca Novel Author lainnya.
감사합니다
#Queenbe