Indonesia
NovelToon NovelToon
Benteng Ke-8

Benteng Ke-8

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: Nana

Delapan anak muda berusia enam belas tahun hingga delapan belas tahun dengan latar belakang jauh berbeda. Delapan kehidupan yang tidak pernah bersinggungan sebelumnya. Ada yang sejak awal memiliki rumah yang hangat, ada yang memiliki rumah tapi tidak berhak atas rumah tersebut, ada juga yang tidak memilikinya sejak awal.

Tak seorangpun dari mereka tahu bahwa jalan yang sedang mereka tempuh itu akan mengarahkan mereka ke satu tempat yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Keesokan harinya, saat waktu sarapan tiba. Xavier, Jax dan Gavin menatap sayur di mangkuk mereka dengan tatapan tidak suka. Kening mereka bertiga kompak mengernyit.

“Apa kita benar-benar harus makan lobak?” tanya Jax kepada Xavier yang duduk di sampingnya.

Bayangan saat ia memotong lobak hampir semalaman masih terngiang di kepalanya. Bahkan aromanya masih tercium dengan jelas. Tapi pagi ini harus dihadapkan dengan tumis lobak.

Semenara itu, Lysander menatap Gavin yang masih tidak menyentuh sumpitnya meskipun dirinya sudah mulai makan sejak tadi.

“Ada apa?”

“Tidak apa-apa tuan muda.”

“Lalu kenapa tidak makan?”

“Makan kok, ini mau makan,” jawab Gavin sambil mengambil sumpit dan mulai menyuapkan makanan ke mulutnya. Rasa mual langsung menyerangnya, namun ia menahannya dan berusaha keras untuk menelan lobak tersebut.

Tidak jauh berbeda dengan Xavier dan Jax yang memaksakan diri menelan makanan mereka hingga habis.

“Tau begini aku akan memotong semua lobaknya tadi malam,” gumam Xavier. Ia menyesal karena sudah menyisakan satu keranjang lobak untuk makan hari ini.

Setelah sarapan, semua orang kembali ke kesibukan masing-masing. Zephyr masih tertidur lelap di dalam tenda dan sesekali di cek oleh tabib atas perintah Kaelen. Karena ini pertama kalinya ia melihat seseorang yang tidur berhari-hari tanpa makan dan minum.

Sementara itu, Evren dan Xavier juga kembali ke tenda. Evren hari ini mendapat jatah jaga malam jadi siang ini ia bisa memakai waktunya untuk tidur. Sedangkan Xavier ia langsung duduk di kursinya sambil membaca buku. Ada banyak buku yang baru dipinjamnya dari perpustakaan Komandan, hal itu membuatnya semakin betah berada di dalam tenda.

“Bukankah kamu sudah mulai latihan, kenapa malah kembali ke tenda?” tanya Evren yang sudah berbaring di atas tempat tidur. Ia melirik sekilas ke arah Xavier yang sedang fokus dengan bukunya.

“Aku mendapat libur khusus untuk mengurus masalah logistik di tempat ini,” jawabnya.

Kemudian Xavier terdiam dan berfikir, “Mungkin besok mulai lagi latihannya.”

“Aku sangat membenci bekerja di musim dingin!” serunya lagi.

Sementara itu di tenda komandan, Kaelen dan Lysander didampingi oleh Alaric sedang membahas masalah keamanan dan pertahanan benteng. Mereka berdua merundingkan solusi untuk mencegah kejadian seperti kemarin terulang kembali.

Tidak terasa malam hari sudah tiba, suhu menjadi lebih dingin namun itu tidak menghalangi prajurit yang harus berjaga maupun pekerja dapur yang harus tetap menyiapkan makan malam.

Evren sudah memakai seragam prajuritnya dan ia keluar dari tenda menuju ke pos jaga sayap kiri benteng. Begitu juga dengan Lysander yang akhirnya keluar dari tenda Komandan.

“Jenderal Evren Vance!” panggil seseorang dari belakang.

Evren menoleh dengan sedikit terkejut karena ini pertama kalinya ada yang memanggilnya seperti itu setelah ia dijatuhi hukuman.

“Maaf tapi saya bukan lagi Jenderal, Tuan Lysander,” ucap Evren.

“Pangkat hanyalah nama, tindakanmu kemarin yang mencerminkan seorang Jenderal.”

Mereka berdua berjalan beriringan dan dibelakangnya ada Gavin yang terus mengikuti. Untuk pertama kalinya Evren dan Lysander berkomunikasi secara langsung seperti ini.

Mereka berpisah saat Evren sudah sampai di pos jaga. Sedangkan Lysander terus berjalan menuju benteng dan naik ke atas. Menikmati pemandangan malam Draven.

Satu persatu butiran berwarna putih mulai jatuh ke permukaan tanah. Salju pertama akhirnya turun malam ini. Lysander mengulurkan tangannya membiarkan butiran salju jatuh ke atas telapak tangannya.

“Tuan Muda, pakai jubah ini,” Gavin memberikan sebuah jubah tebal dengan bulu di bagian kerahnya kepada Lysander.

Sementara itu Evren di dalam pos juga memandangi salju pertama sejak ia berada di Draven. Bayangan wajah sang ibu kembali memenuhi kepalanya. Dulu saat musim dingin tiba, sang ibu pasti akan menyiapkan air rebusan jahe untuk menghangatkan tubuh.

“Nak, minum ini dulu biar hangat,” kalimat itu kembali terngiang-ngiang di telinganya.

Evren tersenyum dengan satu tetes air mata tanpa sadar jatuh dari pelupuk matanya. Sekarang kehidupan keluarganya di ibukota tidak sebaik dulu. Di dalam hatinya ia berdoa agar keluarganya bisa melewati musim dingin ini dengan baik.

Jax yang sedang berlatih tetap melanjutkan latihan. Tidak peduli dengan salju yang jatuh dan membasahi pakaiannya.

Kaelen di dalam tenda bersama alaric masih membahas tentang pertahanan benteng dan hanya melihat keluar sekilas dari celah tirai tenda.

Xavier duduk di kursi di dalam tenda sambil menggenggam liontin yang waktu itu sempat ia ambil dari tubuh pembunuh yang mengejarnya.

“Kakak! kakak!” Xavier kecil berlari menghampiri sang kakak dengan mata berbinar dan senyum lebar.

“Ada apa xavier?”

“Lihat ini!”

“Liontin giok?”

“Aku mengumpulkan uang jajan dari ibu dan membeli ini di pasar.”

“Wah hebat sekali adik kakak, padahal ini mahal loh.”

“Buat kakak.”

“Buat kakak? tapi ini kan dibeli dari uangmu sendiri.”

“Lihat ini, aku meminta ayah mengukirkan nama kakak di sini.”

Xavier kecil membalikkan liontin di tangannya dan menunjukkan ukiran nama sang kakak yang tertera di sana.

“Liontin ini hanya ada satu di dunia dan ini buat kakak.”

Xavier tersenyum manis ke arah sang kakak. Kakaknya yang lebih tinggi itu menepuk kepala Xavier kecil dengan lembut. Menerima liontin tersebut dan menjadikannya sebagai gantungan di pinggang.

Musim dingin benar-benar tiba. Permukaan tanah dan dedaunan bahkan sudah berubah menjadi warna putih karena tertutup salju. Orang-orang lebih memilih berdiam diri di dalam tenda jika tidak ada hal yang harus dikerjakan.

Xavier berlari kecil dengan tubuh menggigil. Ia kembali ke tenda dan langsung masuk ke bawah selimut setelah menyelesaikan latihannya.

“Cuci kaki dan tangan dulu,” ucap Zephyr mengingatkan Xavier.

“Bersih kok.”

“Habis latihan mana ada bersih.”

“Beneran, aku nggak berkeringat sama sekali. Juga tidak terkena kotoran apapun!’

“Kamu habis pegang pedang kan?”

“Iya.”

“Itu kotor.”

“Tapi dingin, tunggu hangat dulu.”

“Musim dingin ya dingin.”

“Kenapa sekarang kamu jadi cerewet sih!” Xavier akhirnya mengalah dan turun dari ranjang menuju ke wadah berisi air untuk mencuci tangannya. Rasa dingin langsung menusuk hingga ke tulangnya.

Saat Xavier hendak masuk kembali ke dalam selimutnya, suara teriakan minta tolong tiba-tiba terdengar. Suaranya cukup jauh namun bisa dipastikan sudah berada di area barak. Xavier dan Zephyr menoleh ke arah pintu secara bersamaan.

Xavier berjalan keluar dan memunculkan kepalanya saja dari celah tirai. Ia melihat ke kanan dan kiri, tetapi tidak menemukan sumber suara itu. Orang-orang yang terlihat justru masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.

Saat hendak memasukkan kepalanya kembali ke dalam tenda, dari kejauhan tampak seorang pemuda berlari sambil berteriak meminta tolong.

“TOLONG!”

Xavier langsung berjalan cepat menghampirinya. Beberapa prajurit yang kebetulan sedang berpatroli di sekitar tempat itu juga ikut menghampirinya.

1
Tosari Agung
satu satu cara author buat evren dan lysander kerja sama buat si kaisar banjingan kembaran si Wowo itu turun takhta dan asingkan di devren dan buat devren perang lagi habis itu si kaisar kembaran Wowo itu meningsoy
Tosari Agung
evren lu Galang kekuatan terus si kaisar anjing itu lu kudeta dan ajarkan ke dia gimana caranya membunuh orang sebelum sampai ke pengasingan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!