Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.27 Serangan balasan musuh

Tindakan nekat kubu musuh di jalanan membuat Leon sadar bahwa mereka tidak lagi sekadar menggertak. Mengendus rencana serangan besar-besaran, Leon memerintahkan seluruh tim keamanan tingkat tinggi untuk siaga satu di sekeliling area mansion.

Di dalam ruang tengah yang cukup besar itu Leon sudah duduk dengan tegak di atas kursi sofa tunggal "Panggil semua ke sini!" perintah Leon pada asistennya yang berdiri di samping dia "Baik Tuan," asisten itu kemudian melangkah pergi meninggalkan Leon sendiri. Dan tak lama kemudian asisten pribadinya kembali bersama seluruh anak buahnya yang ada di mansion itu. Seluruh anak buah itu berbaris rapi di hadapan Leon, Leon yang terlihat sedang menyesap rokoknya itu kemudian bangkit dari duduknya dan berdiri tegak di hadapan seluruh anak buahnya. "Mulai detik ini aku perintahkan pada kalian untuk memperketat pengamanan di mansion! dan ingat untuk selalu waspada terhadap penyusup yang berpura-pura menyamar, paham!!" ucap Leon dengan suara baritonnya yang menggema di ruang tengah itu. Dan dengan serempak para pengawal dan anak buah Leon menjawab "Paham...!!" ucap mereka dengan penuh semangat yang kemudian membubarkan diri dan kembali ke pos masing-masing.

Sementara itu Luna yang berada di kamar Emily terlihat sedang memeluk gadis kecil itu sambil mengusap kepalanya dengan lembut "Mami Luna?" tanya Emily pada Luna dengan gaya manjanya. "Iya sayang," jawab Luna menatap hangat pada Emily. "Papa sudah mengumpulkan semua para pengawalnya dan itu tandanya kita dalam bahaya," ucapnya dengan cerdas yang tidak Luna bayangkan sebelumnya kalau Emily tahu dengan situasi darurat seperti ini. Luna menipiskan bibirnya dan berkata pada Emily "Emily kok bisa tahu?" tanya Luna mendekatkan wajahnya pada Emily kecil. "Biasanya memang seperti itu mami Luna, Emily pernah dengar sendiri waktu papa bilang sama anak buahnya," ucap Emily pada Luna. Luna menganggukkan kepalanya mengerti " Iya sayang papa menyatakan keadaan semakin bahaya jadi kita juga di minta untuk tetap waspada tidak boleh lengah sedikitpun," Luna memegang tangan Emily. Emily kecil mengangguk pelan sambil berkata "Tapi mami Luna harus tetap sama Emily terus ya...?" pintanya pada Luna. Luna tersenyum sekaligus terharu mendengar perkataan Emily yang sangat menyentuh hatinya itu, Luna menarik tubuh Emily yang sedang duduk di hadapannya itu ke dalam dekapannya "Mami Luna akan di sini terus bersama Emily dan akan terus melindungi Emily sampai kapanpun," Luna mengecup pucuk kepala Emily dengan hangat Emily menenggelamkan kepalanya di dada Luna seolah dia tahu ketenangan itu ada di sana.

Tiba-tiba saja seluruh penerangan di mansion mati seketika dan tak lama terdengar suara tembakan yang berderu terus menerus dari luar mansion, semua orang yang berada di dalam mansion menjadi panik seketika begitu juga dengan Luna yang langsung memeluk erat tubuh Emily dalam kegelapan kamar "Mami Luna, aku takut," ucap Emily sambil memeluk tubuh Luna lebih erat. "Tenang sayang jangan takut ada mami Luna di sini," Luna mengusap rambut Emily yang sedang di peluknya itu.

"DUMMM....!!!" suara ledakan terdengar menggelegar sangat keras membuat Luna dan Emily tersentak karena kaget. Emily yang masih di dalam pelukan Luna menangis terisak karena ketakutan mendengar suara ledakan bom itu, Luna tidak bisa berkata apa-apa dia hanya bisa memeluk Emily lebih erat sambil menunggu Leon datang menghampiri mereka berdua.

Musuh meluncurkan serangan balasan secara mendadak dengan melumpuhkan sirkuit listrik utama dan membombardir gerbang luar mansion. Suasana kediaman yang hangat seketika berubah menjadi medan perang dengan suara rentetan tembakan dan ledakan yang menggelegar.

Mengetahui pertahanan luar mulai jebol, Leon mengambil keputusan cepat untuk mengevakuasi Luna dan Emily melalui jalur bawah tanah rahasia. Leon menolak ikut dalam rombongan evakuasi karena harus tetap berada di garis depan untuk memimpin perlawanan dan mengalihkan perhatian musuh.

Leon yang berada di lantai satu mansion itu segera berlari secepat kilat ke lantai atas mencari luna dan Emily, langkah kaki Leon memburu dengan cepat dengan pencahayaan senter yang dia pegang akhirnya Dia pun sampai di kamar Emily dan dengan segera dia langsung menghambur masuk ke dalam kamar itu " Luna! Emily!" panggilnya seraya mengarahkan senternya ke seluruh ruangan kamar itu "Papa...!!!" Emily berteriak dengan kencang saat mengetahui Leon menyusul mereka. Leon langsung menghambur ke arah Luna dan Emily. "Leon," ucap Luna saat Leon sudah berdiri di hadapannya.

"Ayo kita harus segera keluar dari sini," Leon mengangkat tubuh Emily dari pelukan Luna dan menggendongnya, Leon meraih lengan Luna dan menggandengnya dengan erat "Kita akan keluar lewat jalur evakuasi," ucap Leon pada Luna dan Luna mengangguk mengikuti perintah dari sang mafia, kemudian mereka bertiga berjalan menyusuri jalan evakuasi yang mengarah ke tempat persembunyian rahasia, sementara itu rombongan pelayan rumah di pimpin oleh seorang pengawal juga berjalan lewat jalur evakuasi mengikuti Leon dan Luna yang sudah berjalan di depan mereka.

Di mulut lorong evakuasi, suasana terasa sangat haru. Emily menangis ketakutan sambil memeluk ayahnya, sementara Luna memegang erat tangan Leon. Sebelum melepas mereka bersama pengawal terpercaya, Leon mengecup kening Luna dan memintanya berjanji untuk tetap hidup demi dirinya dan Emily.

"Papa....!" teriak Emily sambil tidak mau lepas dari gendongan Leon dan memeluk leher Leon semakin erat. "Emily, sayang dengarkan papa, Emily harus pergi bersama mami Luna nanti papa akan menyusul," ucap Leon sambil mengusap kepala putri kecilnya itu. " Gak mau, Emily mau sama papa....," Emily menangis. Luna yang sedari tadi memegang lengan Leon tidak bisa berkata apa-apa dia tahu di luar sana musuh sudah menargetkan Leon. Leon tahu kecemasan dan ketakutan yang ada di wajah Luna tapi dengan terpaksa dia tetap harus meninggalkan Luna dan Emily. Leon menurunkan Emily yang masih menangis itu dengan paksa tapi tidak kasar dan menyerahkannya pada Luna " Aku titip Emily, berjanjilah untuk tetap kuat dan hidup demi aku dan Emily," ucap Leon mengecup kening Luna sangat dalam. Luna merasakan ada sesuatu yang sangat mencekam di dalam hatinya, Luna menatap wajah Leon dalam-dalam dia takut tidak akan pernah menatap wajah pelindungnya itu lagi "Leon," ucap Luna lirih, Leon memeluk erat tubuh Luna yang sedang menggendong Emily itu "aku janji akan kuat untuk kamu dan Emily," ucap Luna yang membuat hati Leon lega dan siap pergi untuk menghadapi musuh di luar sana. "Terimakasih sayang," ucap Leon yang kembali mencium kening Luna dan Emily secara bergantian dan setelah itu Luna dan Emily masuk ke dalam sebuah kendaraan taktis yang sudah siap di sana.

Luna memeluk Emily erat-erat di dalam kendaraan taktis yang membawa mereka menembus kegelapan malam menuju tempat perlindungan tersembunyi. Dari kejauhan, Luna menatap kobaran api dan gema tembakan di mansion dengan hati hancur, menanti kepastian keselamatan pria yang kini sangat dicintainya.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!