Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpisah Oleh Takdir

Terpisah Oleh Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Diah Lubis27

Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

Jesica terdiam, ucapan Maria pun tidak ia jawab.

"Dia seorang muslim?" Gumamnya berulang-ulang.

"Ini tidak mungkin! Aku harus bagaimana?" Pandangan Jesica mulai tidak fokus tubuhnya gemetar dan akhirnya jatuh tak sadarkan diri.

"Jesica!" Teriak Maria. Ia pun langsung membopong tubuh Jesica di bantu oleh Karisa.

"Apa yang kamu lakukan pada anak saya?"

"Saya tidak melakukan apa-apa. " Karisa juga panik melihat Jesica yang tiba-tiba jatuh pingsan.

"Saya tidak tau apa tujuan anda datang ke rumah saya, tapi saya harap anda bisa pergi sekarang juga. "Maria yang sedang marah langsung mengusir Karisa dari rumahnya. Tidak ada lagi keramahan yang biasa terlihat di wajah Maria.

Melihat sikap Maria yang sama sekali tidak ramah, Karisa memutuskan untuk pergi, namun dia tidak kembali ke kota Karisa memutuskan untuk mencari tempat untuk menginap yang ternyata di desa itu sama sekali tidak ada penginapan. Akhirnya Karisa menginap dk rumah kepala desa.

"Nak Karisa silahkan beristirahat, anggap saja rumah sendiri. " Istri dari kepala desa itu mempersilahkan Karisa beristirahat di sebuah kamar tamu di rumahnya.

"Terimakasih bu. "

Setelah istri dari kepala desa itu pergi meninggalkan Karisa sendiri di kamarnya Karisa langsung merebahkan diri di kasur untuk mengurangi rasa lelah akibat perjalanan jauh yang baru saja ia tempuh.

Namun niatnya untuk memejamkan mata ia urungkan saat melihat seorang gadis remaja yang sedang mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.

"Sini masuklah. " Karisa melambaikan tangan memanggil gadis itu.

"Duduklah. " Karisa menepuk kasur di sampingnya menyuh gadis itu duduk di situ.

Gadis itu pun tersenyum lalu duduk di samping Karisa.

"Kakak sangat cantik. " Ucapnya dengan tatapan kagum.

"Kamu bisa saja, kamu juga sangat cantik. " Puji Karisa.

"Siapa nama kamu?"

"Namaku Heni kak, anak kepala desa di sini. Kata Orang-orang aku cantik, tapi menurutku tidak soalnya sampai saat ini aku belum punya pacar. "

Karisa langsung tertawa mendengar ocehan Heni.

"Boleh aku tanya sesuatu?"

"Tentu saja boleh, mau tanya apa?"

"Kamu kenal dengan Jesica?"

"Tentu saja. "Gadis itu mengangguk dengan cepat.

"Kak Jesica baru saja menikah, dia beruntung banget nemu suami jenius dan sangat tampan tapi sayang dia itu sedang hilang ingatan. Terus kata ibu kemungkinan dia itu sudah punya istri dan warga desa sini banyak yang sudah menasehati kak Jesica agar tidak menikah dengan dia tapi kak Jesica tetap mau menikah katanya kalau nanti ingatan kak Albert sudah pulih dan ternyata dia benar-benar sudah menikah kak Jesica tidak keberatan yang penting kak Albert harus memperlakukan mereka berdua dengan baik. " Kata Heni menjelaskan panjang lebar.

Karisa terdiam, ada perasaan tidak nyaman di hatinya.

"Apa yang harus aku lakukan? Harus kah aku memisahkan mereka? Atau harus kah aku ikhlaskan dan menerima Jesica dan menganggapnya sebagai saudara tapi dia itu seorang non-muslim. " Karisa terdiam dan larut dalam lamunannya sendiri.

"Kak? Hai.... " Heni melambai-lambaikan tangannya di depan Karisa karena sejak tadi Karisa hanya diam.

"Eh, iya ada apa?" Karisa kaget.

"Kakak melamun ya?"

"Tidak, cuma agak lelah saja. " Karisa berdalih.

"Ya sudah kalau begitu kakak istirahat saja. "

Tepat jam 4 sore Albert dan Pak Pohan sudah kembali dari kota.

"Pergilah temui Jesica, nanti rujaknya keburu nggak enak biar ayah yang beresin mobilnya." Sebelum mereka pergi Jesica memang meminta untuk di bawakan rujak dari kota, karena itu Pak Pohan menyuruh Albert untuk segera memberikan rujak itu kepada Jesica dan melarang Albert membantunya menurunkan Pupuk dan bibit tanaman yang tadi dibeli mereka dari kota usai mengantar hasil panen mereka kepada pedangang langganan mereka.

Hari ini Pak Pohan sangat bahagia dia menurunkan Pupuk-pupuk itu sambil bersiul. Itu karena keuntungan mereka berkali lipat dari panen-panen sebelumnya. Bahkan saat ini Pak Pohan sudah bisa membeli mobil pickup sendiri yang awalnya dia selalu menyewa setiap kali akan membawa hasil panennya ke kota.

"Menantuku ini benar-benar pembawa keberuntungan. " gumamnya.

"Sayang ini rujak pesanan kamu. " Albert meletakkan rujak itu di meja samping tempat tidur.

"Sayang kamu kenapa?" Albert terkejut melihat mata Jesica yang sembab seperti habis menangis.

Jesica hanya tertunduk. Banyak hal yang ingin ia kata kan tapi bibir nya seolah terkunci, tak satu katapun mampu terucap dan akhirnya hanya air mata yang kembali menetes.

"Sayang jang begini jangan buat aku takut. Katakan sesuatu apa ada yang sakit atau aku berbuat kesalahan?" Albert semakin bingung melihat Jesica yang malah menangis.

Albert menjepit dagu Jesica dengan jarinya, memaksanya untuk mengangkat kepala dan menatapnya. "Katakan apa yang membuat kamu menangis.

Jesica justru memeluk Albert dan semakin tersedu.

"Apa kita harus berpisah?" Setelah sekian lama akhirnya hanya kalimat itu yang keluar dari bibirnya yang justru membuat Albert semakin bingung.

Albert tersenyum lalu membelai kepala Jesica, ia teringat tentang sindrom kehamilan yang pernah ia baca dari buku yang diberikan oleh dokter kandungan saat pemeriksaan kandungan di rumah sakit waktu itu. Dan dia berfikir kalau sikap Jesica kali ini karena sedang mengalami sindrom kehamilan. "Tentu saja tidak, kita akan selalu bersama melihat anak-anak kita lahir lalu bersama membesarkannya.

Seandainya bisa aku ingin seperti itu. Itulah yang ingin di ucapkan Jesica namun tertahan di tenggorokan saja.

"Bu Jesica kenapa?"

Pak Pohan yang tidak sengaja mendengar suara tangisan Jesica segera bertanya kepada istrinya.

Bu Maria hanya menggelengkan kepala tanda kalau dia juga tidak tau.

"Tadi ada seorang wanita cantik datang ke sini dan berbicara dengan Jesica. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan tapi Jesica sempat pingsan lalu aku mengusir wanita itu dan setelah sadar Jesica langsung murung lalu menangis saat aku tanya dia tidak mau mengatakan apa-apa. "

"Wanita? Siapa?"

"Aku tidak tau, tapi kalau dari penampilannya sepertinya dari kota dan dia seorang muslim. "

Dari penampilan Karisa yang menggunakan hijab bu Maria langsung bisa menyimpulkan kalau Karisa itu seorang muslim.

Tiba-tiba bu Maria teringat soal Albert yang alergi makan daging anjing dan babi.

"Pak Jangan-jangan Albert itu seorang muslim dan yang datang kesini itu keluarganya. "

Pasangan suami istri itu saling pandang. "Kalau itu benar apa yang harus kita lakukan?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!