Indonesia
NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. Dipanggil untuk Sarapan

Di pagi yang cerah, di ruang makan keluarga Jenderal Ling Guojin yang dipenuhi kehangatan dan rasa kekeluargaan yang tinggi, tampaknya.

Tampak Jenderal Ling Guojin sudah duduk di kursi kepala keluarga dengan penuh wibawa lagi agung, mengenakan jubah rumahan tapi mewah.

Di depan sebelah kanannya juga sudah duduk sang Nyonya Rumah, Su Yinfei dengan anggun nan elegan, penuh senyum ramah tapi menyembunyikan intrik dan kelicikan.

Di sebelah wanita yang selalu tampak cantik itu, duduk Ling Yaofei dengan tenang, menampakkan sikap santun penuh lemah lembut, yang selalu menjaga kesopanan sebagai nona bangsawan dan putri Jenderal Besar Ling.

Namun siapa sangka, sifatnya sama seperti ibunya, menyembunyikan kelicikan dan tipu daya.

Di depan sebelah kiri Jenderal Ling, duduk bersisian kedua putra kebanggaannya, Ling Yujian dan Ling Yuchen dengan begitu tenang. Ling Yujian duduk dengan tenang yang dingin, Ling Yuchen duduk dengan tenang nan santai.

Mereka semua telah siap menikmati sarapan pagi yang mewah dan lezat.

Akan tetapi, sebelum mereka sempat menyentuh hidangan masing-masing, tampak Jenderal Ling Guojin sedikit kaget, seperti telah menyadari sesuatu.

Lalu melemparkan pandangannya ke seputar meja makan, bahkan sampai ke areal ruang makan, mencari seseorang yang tidak ditemukan.

Siapa lagi yang dia cari kalau bukan putri yang diabaikan, yaitu Ling Qingxue.

Biasanya, Ling Qingxue akan selalu berebut duduk di sisi sang jenderal, berceloteh penuh kemanjaan, tak jarang minta disuapin sambil merajuk manja, ingin mendapat perhatian penuh dari sang ayah.

Namun tetap saja gadis itu diabaikan, diusir oleh Jenderal Ling Guojin dengan marah dan benci, tidak dihiraukan oleh Ling Yujian maupun Ling Yuchen.

Membuat Su Yinfei dan Ling Yaofei, ibu anak semakin riang gembira dalam hati dan penuh kemenangan.

Dan dengan menyedihkannya, Ling Qingxue tetap mengulangi tindakan bodoh itu, meski hasilnya sama saja.

Itulah fenomena yang kerap terjadi di kehidupan masa lalu Ling Qingxue.

Namun kali ini tidak ada wujud Ling Qingxue di sini, bahkan bayangannya pun tidak ada.

"Di mana Ling Qingxue?" seketika Jenderal Ling Guojin bertanya, penuh rasa heran –tanpa sadar–, membuat seisi ruang makan itu seolah tersentak.

Mendengar pertanyaan yang tidak pernah terdengar itu membuat orang-orang yang ada di meja makan –selain Jenderal Ling Guojin– saling melempar pandang.

Baik Ling Yaofei maupun ibunya, Su Yinfei tentu saja amat kesal. Namun mereka tetap menjaga raut wajah dan sikap agar seperti biasa, penuh sandiwara.

Sedangkan Ling Yujian maupun Ling Yuchen, seperti ikut memikirkan dan merasa heran akan ketidak hadiran Ling Qingxue di tengah-tengah mereka.

"Pelayan!" panggil Jenderal Ling dengan suara bariton.

Seorang pelayan perempuan yang terdekat segera datang seraya tertunduk hormat.

"Saya, Lao ye."

"Panggil Ling Qingxue untuk sarapan!" perintahnya dengan tegas.

"Saya laksanakan, Lao ye!"

Pelayan itu segera beranjak pergi setelah itu, pergi ke paviliun Ling Qingxue, guna memanggilnya untuk sarapan.

★☆★☆

Sementara itu, di paviliun kecil nan sederhana milik Ling Qingxue yang jauh dari kemewahan kediaman utama Jenderal Ling Guojin.

Ling Qingxue baru saja membersihkan dirinya setelah menyelesaikan sebuah usaha besar dari malam hingga fajar. Wajah bidadarinya semakin cerah berseri-seri, apalagi habis mandi seperti sekarang.

Saat ini dia tengah menikmati sejuknya udara pagi, menikmati ketenangan dan kedamaian hati sebelum menghadapi kelicikan dan tipu daya kedua ibu anak itu, sebelum menghadapi kesadaran Jenderal Ling dan kedua putranya akan kejanggalan yang dia timbulkan.

Namun suara ketukan di pintu masuk paviliun seketika terdengar seolah telah menghancurkan segala ketenangan dan kedamaian.

Liu Xui yang tengah bersih-bersih ruangan segera menghentikan kegiatan, lalu menoleh ke arah pintu masuk. Tak lama dia bergegas ke pintu masuk begitu kembali diketuk.

Begitu sampai, dia langsung membuka pintu sedikit lebar. Maka tampaklah seorang pelayan kediaman utama berdiri di depan pintu.

"Ada apa?" tanya Liu Xui bernada datar.

"Saya diperintahkan untuk memanggil Ling Da Shao jie agar hadir di kediaman utama," sahut pelayan itu yang saat ini tidak berani lagi bersikap menghina dan meremehkan.

"Ada keperluan apa?" Ling Qingxue yang sudah memakai cadar dan sudah berdiri dibelakang Liu Xui langsung menanggapi, dengan nada dingin.

"Ling Da Shao jie, Da Jiang jun memerintahkan Anda untuk hadir dalam jamuan sarapan di kediaman utama," sahut pelayan itu dengan hormat, penuh rasa takut dan segan.

Ling Qingxue tidak langsung menanggapi perintah itu. Dia terdiam beberapa jurus lamanya sambil memikirkan perintah aneh Jenderal Ling Guojin itu.

Sarapan bersama ya?!

Ini merupakan kejutan kecil yang tidak pernah terjadi, di kehidupan lampaunya.

Biasanya tidak ada yang perduli akan dirinya, apakah hadir di ruang makan atau tidak. Tapi sekarang dia dipanggil secara khusus, bahkan perintah langsung Jenderal Ling untuknya.

"Baiklah," tanggap Ling Qingxue pada akhirnya. "Sampaikan pada Ling Da ren, nanti aku akan menyusul!"

Sejenak pelayan itu tampak bingung sekaligus merasa heran. Namun, seolah tidak mau memikirkan hal itu terlalu lama, takut mendapat murka dari Ling Qingxue, dia segera membungkuk takzim sebelum meninggalkan paviliun kecil Ling Qingxue.

Setelah Liu Xui menutup kembali pintu masuk, dia segera menghadap shao jie-nya yang masih ada di situ. Lalu bertanya bernada heran.

"Shao jie, kenapa Da Jiang jun tiba-tiba memanggilmu untuk sarapan keluarga?"

"Sepertinya dia mulai menyadari sesuatu yang tidak biasa," sahut Ling Qingxue menduga, seraya menatap langit pagi di luar jendela depan.

"Tapi hal itu tidak penting," lanjutnya tetap bersikap tenang. "Aku akan pergi melihat, apa yang diinginkan oleh para penghuni kediaman utama itu."

"Bagaimana jika mereka kembali mempermainkan kamu, Shao jie?" tanggap Liu Xui bernada amat khawatir akan perasaan nona mudanya yang nanti bakal kecewa lagi.

"Kamu tidak usah khawatir, Liu Xui," kata Ling Qingxue seraya tersenyum lembut. "Kali ini aku tidak akan menjadi permainan mereka di jamuan sarapan itu."

"Baiklah, Shao jie, aku harap kamu bisa mengatasi keadaan di jamuan sarapan itu."

★☆★☆

Di ruang jamuan makan keluarga di kediaman Jenderal Ling Guojin, suasana ruang makan yang tadinya hening dan damai kini seperti diliputi ketegangan.

Jenderal Ling Guojin masih duduk di kursi kepala keluarga, tampak tenang tapi hatinya sedikit gelisah. Sepasang matanya yang tajam masih menatap pintu masuk, di mana Ling Qingxue seharusnya sudah masuk, sekarang.

Tapi pintu itu masih sepi dari bayangannya, Ling Qingxue belum juga muncul.

"Fu qin, haruskah kita tetap menunggu kedatangan Ling Qingxue baru kita memulai sarapan?" Ling Yujian seketika angkat bicara, meski bernada tenang tapi tidak bisa menyembunyikan kekesalan hatinya.

"Biasanya kita makan tanpa harus menghiraukan dirinya."

"Benar, Die, buat apa menghiraukan gadis bodoh itu," dukung Ling Yuchen dengan nada kesalnya yang begitu kentara. "Dia sendiri yang membuat dirinya sehingga tidak dianggap penting oleh kita semua. Jadi, buat apa pusing-pusing memanggilnya hadir di jamuan ini...."

Jenderal Ling Guojin hanya terdiam. Namun, tidak bisa dipungkiri jika ucapan kedua putranya itu benar. Akan tetapi entah kenapa, ada sesuatu yang aneh yang mengusik pikirannya, seperti baru disadari.

Namun sebelum jenderal besar yang masih tampak gagah itu sempat berkata atau melakukan sesuatu, tiba-tiba seorang pelayan laki-laki masuk ke ruangan ini dengan langkah cepat, sedikit tergesa-gesa. Tampak wajahnya sedikit pucat dan menegang.

"Da Jiang jun, Zheng Liang Huang Tai zi telah tiba di kediaman," lapornya begitu sampai di hadapan Jenderal Ling.

Seketika ruang makan itu langsung terkejut tegang.

★☆★☆★

1
Adi Sudiro
terlalu mlibet padahal cerita nya menarik.....
Ds Phone
hidup nya makin menikat
Ds Phone
betul tak ada guna nya sama sekali
Adhie: betul kaka, tak ada guna lagi beri hadiah
total 1 replies
Ds Phone
kalau ambil kesah pun tak siapa ambil pedulik
Ds Phone
perubahan bangun dari mati
Ds Phone
ada kekuatan pada diri nya
Ds Phone
suka fitanah orang ambik tu sebagai balasan
Adhie: itu balasan masih ringan
total 1 replies
Ds Phone
dia dah tak takut sesiapa pun
Adhie: betul sekali
total 1 replies
Ds Phone
nampak sanyat bohong
Ds Phone
apa yang taruh
Adhie: coba dilihat kaka
total 1 replies
Ds Phone
pelayan setia nya begitu sayang pada nya
Adhie: benar, dialah yang paling setia padanya. makanya dia juga dibekali kekuatan
total 1 replies
Ds Phone
memang manusia satan
Ds Phone
dia akan uasa sendiri
Ds Phone
dia macam pecaya diri
Ds Phone
dia dah mula berani
Adhie: harus lah kaka....
total 1 replies
Ds Phone
bermula hidup baru semula
Muft Smoker
waaah udh byk nii kemampuan Shao jie miliki ,, mantaf laaa
Adhie: assiiiaap...
total 3 replies
Muft Smoker
semngat Shao jie ,,
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Hatijah Cantik
sikap keluarga itu sama sekali tidak masuk akal .
Hatijah Cantik
lanjut
Adhie: lanjut....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!