Ling Xian, Kaisar dinasti Ling kedua setelah kakeknya. Suatu hari ia pergi ke hutan untuk menangkap pemberontak, di tengah perjalanan ia bertemu dengan Zhou Qi, seorang putri daerah yang sangat terkenal. Seiring berjalannya waktu kepercayaan diantaranya mulai tumbuh dan terbiasa menyelesaikan misi bersama, setelah sekian lama akankah tumbuh cinta diantara mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Su Xieyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Ruang Makan ~ Paviliun Sakura
"Wahh... Banyak sekali makanannya... Aku sudah lama tidak melihat lauk sebanyak ini, bahkan saat berada di Mue Yuan lauk kita tidak sebanyak ini."
"Ahhh benarkah?? Maafkan aku kakak keempat, sebelumnya aku tidak terlalu memperhatikannya. Kelak aku akan meminta pelayanan untuk menambah beberapa lauk lagi."
"Sudahlah Zhou Qi, Tidak perlu menganggap serius perkataannya. Banyak yang lebih membutuhkan makanan di Mue Yuan, tidak hanya kita saja. Lagipula kau sudah mengurus banyak hal, tidak perlu repot untuk urusan makanan juga."
"Dilihat dari perkataan kakak pertama, sepertinya kita membutuhkan orang yang tepat untuk mengurus kediaman. Kebetulan aku memiliki kandidat yang tepat untuk itu." Qi Er ingin mengajak Zhi Lu bergabung dengan Mue Yuan. Semua orang merasa penasaran dengan perkataannya, sementara Zhi Lu mulai memasuki Ruang Makan dengan beberapa pelayan yang membawa lauk yang masih tersisa.
"Dia orangnya... Zhi Lu."
"Nona... Semua makanan sudah disini."
"Duduklah, ada yang ingin ku sampaikan padamu."
"Ada apa..."
"Perkenalkan, mereka berlima adalah kakak seperguruanku. Aku mendirikan Mue Yuan bersama mereka." Zhi Lu melihat ke-lima orang tersebut dan tersenyum lalu menundukkan kepalanya untuk menyapa. Mereka juga membalas dengan tersenyum dan juga mengangguk.
Kecuali satu orang, yaitu.... Nanggong Yue. Ia merasa kaget dengan wanita yang sedang berada di depannya. Karena, mereka pernah bertemu pada 3 tahun yang lalu, Saat Zhi Lu pergi ke Qingzhou untuk melakukan tugas dari Zhou Qi. Qingzhou merupakan tempat tinggal Nanggong Yue, saat itu... Mereka pernah berhubungan selama beberapa waktu.
"Kakak... Perkenalkan, ini Zhi Lu orang kepercayaanku sekaligus sahabatku. Aku ingin mengajaknya bergabung dengan Mue Yuan."
"Terserah kau saja adik, aku percaya padamu. Orang pilihanmu, pasti tidak akan mengecewakan." Ujar Rong Hua.
"Aku juga setuju." Shangguan Li
"Aku juga." Long Yicheng
"Aku sependapat dengan kakak pertama." Li Rui. Mereka ber empat setuju dengan bergabungnya Zhi Lu, kecuali Nanggong Yue yang hingga saat ini belum membuka suaranya. Ia masih teringat pada saat-saat 3 tahun yang lalu.
"Adik ketiga... Ada apa denganmu... Mengapa kau melamun dari tadi. Apakah kau setuju dengan usulan adik keenam?". Mendengar perkataan Kakak Pertamanya, Nanggong Yue kaget.
"Aaa... Aku... Aku setuju. Hhhh tentu saja, mengapa aku tidak setuju dengan kabar baik ini." Dia gugup sekaligus ad rasa yang tidak bisa di jelaskan dari dalam hatinya. Zhi Lu yang dari tadi fokus dengan perkataan Qi Er... Tidak terlalu memperhatikan kelima tamu itu, ia hanya melihat sekilas saja. Dan setelah ia melihat wajah mereka satu per satu dengan benar, ia kaget dengan keberadaan Nanggong Yue. Jantungnya seketika berdegup kencang, ia merasa tidak canggung jika berada lama di ruangan itu. Hingga... Ia mencari alasan agar bisa pergi dari sana.
"Nona... Aku lupa mengatakan padamu. Tadi pagi, Paman Lin mencari ku... Ada Maslah dengan Khurdan (Kuda kesayangan Zhou Qi). Aku harus segera kesana untuk melihatnya."
"Khurdan... Ada apa dengannya... Aku akan pergi bersamamu."
"Ahhh nona... Bukan masalah besar, dia hanya tidak berselera makan selama beberapa hari ini... Aku bisa menanganinya, Kau tenang saja. Temani saja mereka disini." Zhi Lu segera meninggalkan Ruang Makan.
"Baiklah, pergilah." Zhou Qi merasa ada yang tidak beres dengan Zhi Lu,
"Ada apa denga Zhi Lu.. ia berusaha pergi dari tempat ini. Kakak Ketiga juga aneh hari ini, ada apa dengan mereka berdua... Sudahlah nanti baru ku tanyakan." batin Qi Er.
"Ahhh maaf semuanya makan siang kita jadi terganggu. Ayo makanlah, sudah hampir dingin." Semua orang menikmati makanannya. Setelah selesai makan, semua orang meninggalkan ruang makan. Sementara di Lingyue, saat ini sedang berbahagia karena Shen Ying hamil.
Istana Lingyue
"Yang mulia... Selamat. Tabib istana mengatakan, Selir Shen Hamil."
"Kasim Li... Benarkah..."
"Benar yang mulia." Mendengar kabar tersebut, Ling Xian segera menuju tempat Selir Shen.
"Shen Ying..." Ling Xian memanggil Selir Shen
"Yang mulia... Kau disini."
"Shen Ying... Tabib istana mengatakan bahwa kau Hamil, apakah benar? Mengapa kau tidak memberitahuku? Selama satu bulan ini... Aku tidak pernah melihatmu mencariku."
"Aku baik-baik saja, aku tidak mencari yang mulia karena tidak ingin mengganggu yang mulia saja. Bukankan sudah ada Selir Kehormatan Shu yang melayani mu." Mendengar perkataan Shen Ying, Ling Xian merasa bersalah karena tidak memperhatikan nya setelah mereka menikah.
"Ada perlu apa yang mulia mencariku?"
"Shen Ying... Apakah aku tidak bisa mencari mu jika tidak ada perlu? Shen Ying... Jangan lupa bahwa aku suamimu."
"Maaf yang mulia, istrimu tidak hanya aku. Apalagi saat ini aku sedang hamil, aku tidak ingin mencari masalah."
"Apa maksudnya mencari masalah???"
"Tidak ada, maaf yang mulia... Aku lelah ingin beristirahat. Maaf aku tidak bisa menemanimu disini."
Shen Ying hendak meninggalkan Ling Xian, tetapi... Ling Xian langsung memeluknya dari belakang.
"Ying Er... Apakah kau marah?" Melihat perlakukan Ling Xian, serta cara memanggilnya... Membuat Shen Ying menghentikan langkahnya dan heran.
"Yang mulia... Kau memanggilku apa??"
"Ying Er... kenapa? Apakah kau tidak suka? Aku tau kau mungkin kesal denganku. Aku juga bisa berkompromi denganmu, selama satu bulan ini... Kau tidak pernah mencari ku dan juga tidak pernah mencari perhatian denganku, kau berbeda dengan Selir Shu... Dia menikah denganku karena mencintaiku dan Statusku, tetapi kau tidak. Kau tidak peduli dengan itu semua, karena aku tau... Pernikahan ini juga bukan keinginan mu. Jadi, aku harus bersikap baik dan bertanggung jawab padamu. Mulai sekarang, aku akan berusaha untuk lebih memperhatikan mu."
"Terimakasih yang mulia." Shen Ying senang karena ia merasa di perhatikan oleh Ling Xian. Sementara di Paviliun Sakura saat ini, Nanggong Yue sedang berkeliling kediaman untuk mencari Zhi Lu. Hingga akhirnya ia melihat pintu bertulis Kandang Kuda, Ia ingat bahwa Zhi Lu mengatakan bahwa Khurdan sedang bermasalah. Ia tahu bahwa Khurdan adalah seekor kuda kesayangan Nona Besar Zhi Lu yaitu Zhou Qi. Zhi Lu pernah mengatakannya dulu. Ia menceritakan bahwa suatu ketika, ia pernah pergi ke suatu wilayah yang sangat jauh bernama Mongolia, dan Khurdan adalah Kuda tercepat yang berasal dari Mongolia.
Kandang Kuda
"Lama tidak berjumpa..." Ujar Nanggong Yue. Mendengar suara tersebut, Zhi Lu kaget dan segera melihat ke belakangnya.
"Kau... Mengapa kau disini..." Zhi Lu kaget dan panik, lalu melihat sekitar... Ia takut ada orang yang melihat mereka.
"Mengapa?? Apakah aku tidak boleh berada disini??"
"Tentu saja... Bagaimana jika ada yang melihat kita berdua."
"Xiao Lu... Apakah kau sungguh akan terus menghindari ku?"
"Aku... Bukan begitu... Hanya saja... Aku belum memberitahu Nona tentang hubungan kita."
"Hubungan kita?? Memangnya apa hubungan kita??" Nanggong Yue berfikir bahwa Zhi Lu menganggap dia sebagai kekasihnya.
"Apa jangan-jangan...kau..."
"Tidak tidak tidak... Tidak seperti yang kau pikirkan. Hanya saja, saat ini aku sedang melaksanakan tugas... Jika aku memberitahu Nona bahwa kita pernah berhubungan selama beberapa waktu, aku takut dia menganggapku tidak serius dalam melakukan tugasku, malah bermain dengan laki-laki tidak jelas di wilayah asing."
"Laki-laki tidak jelas?? Aku???"
"Tidak... Bukan begitu maksudku... Hanya saja, dulu Nona tidak mengenalmu. Dan keadaan saat itu tidak seperti sekarang, waktu itu... Ada beberapa masalah yang cukup merepotkan, dan untungnya masalah itu sudah selesai sekarang."
"Jika masalahnya sudah selesai... Mengapa kau tidak mencariku? Bukankan kau berjanji akan kembali??"'
"Lao Yue... Kau sebagai seorang pria mengapa sangat keterlaluan, aku seorang wanita... Dan juga sangat sibuk. Kau masih menyuruhku untuk mencari mu???"
"Bukan... Tapi.... Bukankah waktu itu kau yang mengatakan akan mencariku setelah masalah mu selesai???"
"Aku mengatakannya karena kau terlalu banyak bicara waktu itu. Sedangkan aku... Harus segera kembali ke Zhouyuan."
"Wanita memang tidak berperasaan."
"Laki-laki memang tidak memiliki otak yang bagus."
"ehh... Kauu..."
"Ahhh sudahlah Lao Yue... Sebagai permintaan maafku, katakan saja... Apa yang harus ku lakukan."
"Temani aku saat perayaan Lentera."
"Perayaan lentera?? kapan itu??"
"Lima hari dari sekarang."
"Baiklah. Kau pergilah, sepertinya Nona akan Segeran kemari untuk melihat Khurdan. Aku masih menunggu hari yang tepat untuk mengatakan padanya." Sementara Zhou Qi sudah dari tadi berdiri di belakang Pintu, mendengar semua pembicaraan mereka. Sejak dari tadi, ia tersenyum sendiri mendengar pembicaraan mereka berdua. Setelah mendengar perkataan terakhir Zhi Lu, ia segera memasuki kandang kuda.
"Tidak perlu menunggu lagi. Aku sudah tahu sekarang, kau berbicara begitu keras. Hahaha kalian cukup romantis juga ternyata, kakak ketiga aku mendukungmu." Zhou Qi menggoda mereka berdua. Nanggong Yue senang mendengarnya.
"Ahhh adik Keenam memang selalu memiliki pandangan yang bagus. Sudahlah aku tidak akan menggangu kalian berdua. Aku pergi dulu." Ia segera pergi meninggalkan kandang Kuda.
"Zhi Lu... Tidak ku sangka... Ternyata kalian.... Hahaha sudahlah-sudahlah... Hahaha...."
"Nona... Kau... Kau sejak kapan suka menguping pembicaraan orang lain." Zhi Lu merasa malu dan sedikit kesal.
"Ahhh... Apakah pasangan kecilku ini marah karena di ganggu kencannya??"
"Nona...."
"Hahahaha sudahlah-sudahlah tidak menggoda mu lagi. Sudah, tidak apa-apa. Aku juga tidak melarang mu untuk berpacaran."
"Aku dan dia tidak seperti yang kau pikirkan..."
"Untuk saat ini memang belum... Tapi, kita tidak tahu bagaimana kedepannya."
"Kau...."
"Ahh sudahlah, sepertinya Khurdan sudah baik-baik saja. Aku sudah melihatnya, baiklah aku pergi dulu."
"Kapan kau melihatnya?? Bukankan kau dari tadi masih disini... Mempermainkanku."
"Hahaha Zhi Lu... Jujur saja kau imut sekali saat sedang marah. Ahh sungguh aku tidak tahan melihat wajahmu yang merah itu."
"Nonaaaa.... Kau disini saja bersama Khurdan, aku akan pergi." Zhi Lu merasa malu dan berlari menuju kamarnya.
Sementara Nanggong Yue saat ini sedang bersenandung di kamarnya karena merasa bahagia. Keempat saudaranya merasa aneh dengan kelakuannya hari ini, Mereka merasa bahwa ada makhluk aneh yang merasuki saudara ketiga mereka.
semangat thor😊