Indonesia
NovelToon NovelToon
Alice ( Aku Kembali )

Alice ( Aku Kembali )

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Bepergian untuk menjadi kaya / Chicklit / Tamat
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Demi membalaskan dendam kematian keluarganya, Alice kembali hadir dengan wajah dan karakter yang baru.

Apakah Alice mampu membalaskan dendam itu?

yuk, ikuti kisahnya hanya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Kemungkinan ini adalah motif pembunuhan. Saya minta padamu untuk mencari siapa dalang di balik ini semua. Dan saya ingin kau menangkap pembunuh itu dengan cara apapun," ujar Cleo pada polisi yang ada di sana.

"Tapi, kita harus tahu dulu apa ada saksi mata di tempat kejadian perkara atau tidak? Karena kalau tidak ada dan tidak menemukan bukti apapun, maka itu akan sulit menemukan pelakunya." Dan Inspektur itu tidak mungkin bisa menemukan jejak pembunuh Marcelino karena Alice begitu apik dan hati-hati agak tidak meninggalkan jejak.

"Ini cukup sulit di ketahui," ujar Arfan.

"Mungkin kalian tahu siapa musuh kalian yang sebenarnya? Mungkin juga kalian kenal dan ingat orang itu?" tanya polisi bernama JOSHEP.

Sedangkan Alice.

"Brian apa polisi itu juga terlibat? Karena tidak mungkin dia berada di sana dan juga tidak mungkin begitu serius dalam berucap." Alice terus memperhatikan ketiga pria itu dan penasaran ingin mengetahui pembahasan apa yang sedang di bahas.

"Kemungkin iya, setahu ku dan sependengaran info yang ku dapat, jika diantara mereka ada polisi yang selalu melindunginya. Jadi setiap ada masalah, mereka bertiga aman dan bebas dari tuduhan." Brian melangkah duduk di kursi yang ada di sana.

"Berarti saya harus menyingkirkan polisi itu dulu," gumam Alice menurunkan teropongnya dan berpikir cara untuk mengetahui dulu apakah polisi itu beneran ada sangkut pautnya atau tidak? Jika ada, maka Alice akan menyingkirkannya.

"Kau bisa mengumpulkan semua bukti keterlibatan polisi itu, dan kau laporkan ke pemimpinnya biar nanti dia di pecat," usul Brian.

"Tidak, aku memiliki cara lain untuk memberi dia perhitungan." Lalu Alice mengambil ponsel yang sering ia gunakan untuk memantau pergerakan mereka. "Kau tahu no kantor polisi tempat pria itu bekerja?" tanya Alice menatap Brian dan siap menekan tombol no di ponselnya.

"O59 xxxx"

"Ok, kita akan bermain." Lalu Alice menelponnya dan ia kembali memantau ketiga pria itu menggunakan teropong.

Dan sambungan pun berdering. "Dengan kantor polisi xxx. Saya ingin membuat laporan mengenai pembunuhan tuan Marcelino."

Dan Alice pun ingin menjadi saksi atas kasus itu.

*****

"Sudah sekian banyak orang yang kalian rampok, bunuh, hingga kalian perkosa. Dan kemungkinan ada yang dendam pada kalian karena sudah keji terhadap mereka."

"Hei, kau juga menikmati hasil rampokan kami. Itu sudah menjadi resiko mereka yang melawan kita. Jadi hal wajar bukan?" sahut Cleo tidak sama sekali menyesali perbuatannya.

"Tapi ini bisa saja memang ada pihak tertentu yang ingin balas dendam terhadap kita. Tetapi kita tidak mungkin tahu karena sudah banyak sekali korbannya. Dan saya sungguh benar-benar tidak ingin ikutan dalam masalah ini. Saya harus pergi dari sini melindungi diri dari kejaran orang itu."

"Kau mau kabur begitu saja, Arfan? Ck, kau itu pria dan seharusnya melawan cecunguk itu."

"Bukan kabur, tapi melindungi diri."

"Sama saja, bodoh." umpat Cleo menggeram kesal.

Hingga Joseph mendapatkan informasi lewat telpon.

Drrttt ... ddrrt...

"Halo, ada apa?"

"Pak, ada yang lapor mengenai tragedi pembunuhan terhadap Marcelino. Orang itu katanya melihat jelas bagaimana Marcelino di habisi begitu saja oleh mereka."

"Apa?! Jadi ada saksi mata mengenai ini? Ok, sekarang dimana orang itu?" Joseph menatap Cleo dan Arfan silih berganti.

"Katanya dia akan datang ke kantor guna membuat laporan saksi mata."

"Baiklah, saya segera kesana. Kalau di sudah datang, jangan dulu membiarkan dia pergi dari kantor! Cegah dia pergi!"

"Siap laksanakan, Pak." Dan sambungan telpon itu terputus.

"Ada apa?" tanya Cleo penasaran.

"Ada saksi mata yang melihat kejadian pembunuhan Marcelino."

"Apa..!" pekik Cleo dan Arfan terkejut tetapi juga senang.

"Kita cepat segera temui orang itu," ujar Cleo berdiri dari duduknya dan tidak sabar ingin mengetahui siapa saksi matanya, dan juga siapa orang yang sudah membunuh Marcelino.

"Ok, ayo." Kemudian mereka bertiga beranjak dari sana segera meluncur ke kantor polisi.

Alice tersenyum menyeringai, "Kita lihat bagaimana reaksi kalian saat mengetahui wajah yang sudah melenyapkan rekan kalian."

1
Qaisaa Nazarudin
Kok TAMAT thor?? Kegantung nih ceritanya,Terus Cleo dgn polisi itu apa kabar?? Terus hubungan Alice dgn Brian gimana kelanjutannya?? masih banyak teka-teki nih??😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Lift..
Qaisaa Nazarudin
Brian ya atau orang siruhan Brian??

Mampos kau Erfan..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Dasar ogeb,Menjaga musuh sendiri..Langsung siksa dia Alice jangan kasih ampun,Jangan hiarkan dia mati cepat,siksa dia terlebih dahulu..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Ogeb,pisau itu beracun,Good job Alice sampai dokter juga gak mampu menditeksi obat yg di pisau itu..
Qaisaa Nazarudin
Oh daddynya Amanda,Bagus deh,satunya pembunuh satunya lagi tukang bully,vocok deh,Tapi sekarang mereka salah cari lawan..
Qaisaa Nazarudin
Aaahhhhh Akhirnya Brian bisa juga mengungkapkan perasaan nya ke Alice,Brian tolong jangan sakitin dan mengecewakan juga melukai perasaan Alice lagi ya,Bajagia kan Alice Brian 🙏🙏🙏🥹🥹
Qaisaa Nazarudin
Ckk Alice kenapa bekerja setengah2 sih,Harusnya habisi aja langsung bunuh dan ceburkan ke laut,Kalo gak ntar di kasih tau ke temen2 nya,Mereka akan berhati-hati dan mencari kamu setelah ini..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
KETURUNAN PRIA KAYA RAYA,???tetus kenapa mereka harus merampok sampai harus membunuh?? Apa hasil dr rampokan itu utk dijadi kan modal usaha mereka??

Gak perlu susah2 mencari mereka semua,Mereka semua berada di sekeliling Alice sendiri..👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Amanda jah anaknya??? Waaahh good,Gak perlu Alice susah2 mencari jauh2 keturunannya,Sekali dayung dua pulau terlampaui..good Alice habisi mereka semua..👏👏💪💪💪
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣Aku yg ketawa guling2 dengan KEBODOHAN mu Danis,Karena kali ini kamu salah mencari LAWAN,,,👏👏👏👏🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂💃💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
Kok sekolah?? Kampus dong,Kan Alice udah kuliah bukannya anak SMA lagi thor..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Brian jingkrak2 kesukaan tuh,Tadi aja saat tau Alice akan meninggalkan nya kayak org prustasi banget..😂
Qaisaa Nazarudin
Ajaran Robert ajaran yg mengelirukan musuh 😂😂👏👏👏👍👍
Qaisaa Nazarudin
Waktu kejadian umur Alice 15 tahun,Koma 1 tahun,Saat sadar umur Alice 16 tahun,Dan sekarang latihan nya udah 1 tahun, Berarti sekarang umur Alice 17 Tahun..Jadi udah cocok tuh utk Alice keluar membalas dendam,Go Alice go..💪💪💪👏👏👏 Cari mereka sampai dapat,Dan habisi mereka semua dgn keturunan mereka semua tak tersisa,jgn ada yg tertinggal seorg pun...💪💪👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Cantikan yg sekarang apa cantikan yg dulu wajahnya? Secara Alice kan keturunan Inggris dan Turki,Pasti cantik kebangetan..
Qaisaa Nazarudin
Masa iya sudah setahun berlalu,madih lagi di perban??Harusnya udah kering semuanya,Apalagi pengobatan nya adalah dari yg terbaik,Kalo luka bakar biasa aja,cuma dlm waktu berbulan aja utk kering..
Qaisaa Nazarudin
Makanya di suruh sembunyi,malah keluar ckk bikin greget aja nih anak..
Qaisaa Nazarudin
Gak ada telpon ya di rumah itu,?kenapa gak nelpon polisi aja,jgn gegabah dan nekat keluar,kan bahaya..
Liswati Angelina
yg kedua sukses , tinggal satu lagi si bos cleo....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!