Indonesia
NovelToon NovelToon
Second Life As My Master

Second Life As My Master

Status: tamat
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Transformasi Hewan Peliharaan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:42.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ye Sha

Kematian tragis yang dialami seekor kucing dan majikannya menyebabkan roh sang kucing masuk ke dalam tubuh sang majikan dan berniat membalaskan dendam pada orang yang telah membunuh sang majikan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ye Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir Jack

Tubuh Jack bergetar hebat. Tidak pernah ia merasakan takut seperti ini dalam hidupnya. Tapi tatapan gadis yang ada dihadapannya itu sungguh membuat bulu kuduknya berdiri. Apa lagi bukti bekas luka yang ia lihat semakin membuat Jack ketakutan. Gadis yang sudah dibunuhnya malam itu benar-benar bangkit dari kematiannya untuk membalas dendam. Keempat temannya juga sudah dihabisi dan kini giliran dirinya. Tidak... ia tidak ingin mati ditangan korbannya sendiri.

Karena itu dengan cepat ia pun mengeluarkan senjata api yang memang selalu dibawanya dibalik pakaiannya. Ia tersenyum miring sambil mengarahkan senjatanya itu pada Naina.

"Kau fikir aku tidak memiliki persiapan untuk menghadapimu s*t*n j*l*ng?" tanyanya sambil menatap Naina tajam.

"Kita lihat... apa kau masih bisa hidup jika sudah merasakan timah panas ini!" serunya.

Mendengar perkataan Jack, Naina sama sekali tidak bergeming. Gadis itu malah tersenyum sinis dan berjalan perlahan ke arah Jack. Pria itu pun mengerutkan keningnya heran melihat Naina yang sama sekali tidak terlihat gentar dan takut saat senjatanya sudah acungkan ke arah gadis itu.

"Kau fikir aku sudah sejauh ini akan takut dengan ancamanmu? ha... ha... ha... aku bangkit dari kematian bukan hanya untuk menghukum kalian para pesuruh receh... tapi juga majikan kalian, otak dari semua kejahatan kalian padaku! jadi mana mungkin aku akan mati sebelumnya..." sahut Naina.

Jack terkejut dan tidak menyangka jika gadis itu sudah tahu jika ia dan anak buahnya hanyalah orang suruhan. Tapi untuk sekarang ia tidak perduli karena baginya menyelamatkan nyawanya saat ini lebih penting. Dan itu berarti ia harus segera menghabisi gadis yang ada dihadapannya itu sebelum dirinya dihabisi terlebih dahulu. Tanpa ba bi bu... ia pun langsung memuntahkan peluru dari senjatanya ke arah Naina.

Dor... dor... dor...

Naina dengan cepat menghindar dari tembakan Jack. Ia bergerak ke sana kemari dengan lincah. Dinding ruangan itu pun mulai hancur terkena terjangan peluru dari senjata api Jack. Tempat itu kini tampak mulai terang akibat tembok dan atap yang rusak. Gerakan gadis itu sangat lincah membuat Jack kesulitan untuk membidikkan senjatanya. Tapi Jack terus berusaha keras untuk tetap bisa membidik Naina dengan tepat. Namun tidak perduli berapa pun jumlah peluru yang sudah keluar dari senjata milik Jack, tapi tidak ada satu pun peluru yang bisa mengenai tubuh gadis itu. Jangankan tepat mengenai sasaran, bahkan menyerempet pun tidak. Jack frustasi saat ia menyadari jika peluru dalam senjatanya habis.

Cklek... cklek!

Dengan frustasi Jack langsung membuang senjata apinya ke samping. Sepertinya kini ia harus beradu fisik dengan gadis itu untuk menyelesaikan pertarungan mereka. Sementara Naina tampak tersenyum dingin... inilah kesempatan yang sudah ditunggunya sedari tadi. Kedua orang itu pun kini saling berhadapan dan memasang kuda-kuda. Dan tak menunggu lama, Naina langsung menyerang Jack. Keduanya pun terlibat dalam pertarungan sengit. Jack melawan Naina tanpa ampun. Ia tak melihat Naina sebagai seorang wanita saat melawannya. Karena itu lah ia tak segan saat melayangkan pukulan pada gadis itu.

"Seharusnya kau menikmati kehidupan keduamu dengan baik nona... bukan malah dengan berusaha menuntut balas dendam yang bisa saja membuatmu malah mati lagi..." ucap Jack saat ia bisa memojokkan Naina dengan menendang perut gadis itu dan membuat tubuhnya langsung terjengkang ke belakang.

Bukannya merasa takut, Naina malah langsung bangkit dan tersenyum tipis. Sudah cukup ia rasa bermain-main dengan mangsanya kali ini. Ya... Jack yang merupakan pimpinan dari kelompok kriminal, Naina anggap akan diberikan hak istimewa dengan memberikan kesempatan untuk pria itu melawannya lebih lama dibanding anak buahnya dulu. Dan waktu untuk kesempatan itu sudah habis... saatnya Jack merasakan sakit saat pria itu meregang nyawa ditangannya.

"Sudah cukup main-mainnya... sekarang saatnya kau merasakan pembalasanku yang sebenarnya!" seru gadis itu dengan mengembangkan senyum sinisnya.

Jack kembali merasakan perbedaan atmosfir pada sekelilingnya. Suasana mencekam kembali terasa membuat bulu kuduk Jack kembali meremang. Ia bisa melihat kilatan aneh saat menatap mata Naina. Entah mengapa ia seperti melihat jika pupil mata gadis itu terlihat berubah. Iris mata gadis itu terlihat berubah bentuk tepat dibagian tengahnya, berubah menjadi lonjong ke atas mirip mata kucing. Ia juga melihat jika kini kuku-kuku jari tangan gadis itu juga memanjang mirip dengan cerita-cerita penyihir di kisah horor. Hanya saja kuku-kuku itu terlihat sedikit lebih pendek dan lagi-lagi mirip dengan kuku kucing.

"Se... sebenarnya mahluk apa kau ini?" terdengar suara Jack yang bergetar.

Baru kali ini pria yang telah malang melintang di dunia kriminal dan sering melakukan banyak kejahatan yang sadis merasakan ketakutan yang sangat saat melihat perubahan pada gadis yang ada dihadapannya itu.

"Ha... ha... ha... apa kau takut hem? ah... ternyata seorang Jack masih memiliki rasa takut juga..." ucap Naina dengan suara dingin.

Dan entah mengapa suasana di sana juga menjadi semakin seram. Meski tubuhnya gemetar karena ketakutan, tapi Jack tidak akan membiarkan dirinya mati tanpa perlawanan. Ya... saat ini ia menyadari jika tidak akan ada jalan keluar baginya untuk bisa selamat dari mahluk yang menyerupai seorang gadis yang ada dihadapannya itu. Seakan merasakan rasa takut dari mangsanya, Naina semakin melebarkan senyumannya. Hal yang membuat Jack semakin bergidik ngeri. Tapi ia tak mau menyerah...

Saat Jack tengah berhadapan dengan Naina sebagai malaikat pencabut nyawanya, di tempat lain terlihat Johan yang tengah cemas di dalam apartemennya. Bagaimana tidak... kedatangan Jack di resort pagi tadi yang memberitahunya jika kemungkinan gadis yang ia suruh untuk dibunuh lebih dari dua bulan yang lalu itu memiliki seorang saudari dan kini tengah menyamar sebagai gadis itu dan bekerja di perusahaan tempatnya bekerja.

"Sial! bagaimana bisa perusahaan bisa kecolongan dan membiarkan seseorang menggantikan karyawan disana tanpa ada yang curiga sama sekali..." gumam Johan frustasi.

Ia pun meremas rambutnya kencang dan mengusaknya kasar. Ia jadi berfikir, semirip apa wajah kedua gadis itu hingga tidak ada satu pun orang curiga. Apa lagi orang-orang yang berada di sekitar gadis itu yang pastinya sudah sangat mengenali sifat dan kebiasaan gadis itu sebelumnya seharusnya bisa mengetahui jika ada perbedaan keduanya. Ia pun kembali mengamati foto Naina yang bersimbah darah yang ada di dalam ponselnya.

"Apa aku harus menghubungi teman Jono agar mau membersihkan foto ini... agar aku bisa melihat wajah aslinya dan mencari datanya di perusahaan?" batin Johan berfikir keras.

Ia akhirnya memutuskan untuk menghubungi teman Jono dengan nomor ponsel yang sempat ia dapatkan dari Jono sebelum pria itu ditemukan tewas di kosannya. Tak butuh waktu lama, dalam satu panggilan terdengar suara ponsel diseberang diangkat.

"Halo?"

"Halo... saya Johan teman Jono... bisa kita bicara sebentar? saya menginginkan bantuan anda" ucap Johan tanpa basa basi.

Setelah orang yang diseberang menyetujuinya, Johan pun mengutarakan keinginannya untuk membersihkan foto milik Naina. Dengan cepat orang itu pun menyanggupinya dan meminta agar Johan mengirimkan foto tersebut setelah keduanya menyepakati jumlah imbalan yang akan diterima oleh orang tersebut setelah berhasil menyelesaikan tugasnya. Dalam waktu dua hari orang itu menjanjikan tugasnya akan selesai membuat Johan merasa senang. Setelah mengakhiri panggilannya, Johan menghubungi Tasya. Ia harus memberitahu wanita itu tentang kemungkinan gadis itu akan membalas dendam padanya juga.

Tasya yang tengah uring-uringan karena kejadian di resort, enggan mengangkat panggilan dari Johan. Meski pria itu sudah menghubunginya berkali-kali namun Tasya masih enggan mengangkat panggilan dari kekasih gelapnya itu. Sementara Johan pun tak kalah frustasinya karena Tasya yang mulai mengabaikannya.

"Dasar perempuan bodoh! dia fikir dia siapa sampai-sampai tidak mau mengangkat panggilanku? kalau bukan karena rencananya yang hampir meenjadi nyonya Adrian, tidak sudi aku merendah dan melindungi boroknya selama ini. Lihat saja Tasya... jika kali ini kamu mengabaikanku lagi maka jangan salahkan aku jika rencanamu yang ingin menjadi nyonya Adrian gagal. Dan aku tidak akan rugi sedikit pun karena aku sudah memiliki persiapan saat semua itu terjadi..." sungut Johan sambil kembali memencet tombol pada ponselnya untuk menghubungi Tasya lagi.

Namun kali ini pria itu menggunakan teks pesan dan bukan menghubunginya secara langsung. Sedang Tasya tampak mengernyitkan dahinya saat akhirnya ia mau membaca pesan yang Johan kirimkan ke ponselnya.

"Dasar manusia tidak becus! masalah seperti ini saja tidak bisa ia selesaikan tanpa harus menggangguku. Sia-sia aku memanfaatkanmu selama ini jika pada akhirnya akibat ulahmu bisa mengakibatkan gagalnya semua rencanaku" gumam Tasya setelah membaca pesan dari Johan.

Kini kepalanya terasa berdenyut menyadari jika masalah kembali mendatanginya setelah sebelumnya ia belum juga mengetahui apa yang menyebabkan Adrian semakin menghindarinya. Kembali pada Jack... kini pria itu tengah berusaha mati-matian mengelak dari serangan Naina yang sangat cepat. Berkali-kali ia merasakan tubuhnya terluka karena terkena cakaran dari kuku-kuku Naina. Dan kini ia mulai merasakan panas pada bekas lukanya itu. Tubuhnya pun mulai bergetar dan pandangannya mulai kabur. Bahkan ia juga mulai merasa kesusahan bernafas karena lehernya seperti ada yang mencekik.

Jack pun memegangi lehernya dan berusaha melepaskan rasa tercekik itu dengan mengusap kasar dengan kedua tangannya. Tapi rasa sakit karena tercekik tidak juga hilang... bahkan ia kini merasakan jika nafasnya sudah tercekat. Seolah tahu jika mangsanya tengah meregang nyawa, Naina malah berjongkok dan mengawasi Jack yang tengah menggelinjang kehabisan nafas diatas lantai. Tak lama busa keluar dari mulut pria itu seiring dengan lepasnya nyawa Jack. Kemudian wajah pria itu pun perlahan berubah pucat dan membiru menandakan jika pria itu kini sudah benar-benar kehilangan nyawanya. Dan Naina pun tersenyum melihat itu, lalu dengan santai ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan rumah kosong itu dan membiarkan tubuh kaku Jack tergeletak di dalam sana.

1
Inara Aila
Luar biasa
Aisyah Suyuti
seru
SweetWhimsy
ceritanyah bagus aku suka lanjutkan karya mu thorr👍
SweetWhimsy
lanjut thor... smg author sll d berikan kesehatan... biar cepet bikin lanjutan nga lg.. udh baper tanggung nih
booksandpeonies
Aku belum bisa move on dari bab sebelumnya.. tapi aku nungguin bab baru.. gimana dong..
Frando Kanan
3 bln pass atau 2 bln hampir 3 bln kh?
Yeni Sandrawati: 24 jam × 90 kk
total 1 replies
Frando Kanan
nth k l gw terharu....
HippySunshine
aaa thanks Thor ma bonus nya makin sayang author deh😘
Yeni Sandrawati: sama2
total 1 replies
fleurlovin
Ceritanya gak ngebosenin, pokoknya aku dukung terus thor!
Yeni Sandrawati: terima kasih dukungannya...
total 1 replies
Yeni Sandrawati
semangat
SoftMambo
sukses selalu authorr 🤗🤗 aku selalu mendukung mu
Yeni Sandrawati: terima kasih🙏😊
total 1 replies
SugaryHeaven
Crazy up dong thor kali-kali! boleh ya! boloh dong!! yah kalau gak boleh jangan marah thor~ *ampun bang jago wkwkw
Yeni Sandrawati: pengennya gitu kk.. tapi aku ada dua novel lain juga... jadi maaf belum bisa crazy up apa lagi aku belum ahli kaya yang lain dalam nulis😊🙏
total 1 replies
HippySunshine
Lanjuting dong thor, seru!
Yeni Sandrawati: sedang berusaha kk... mohon do'anya moga idenya terus mengalir...
total 1 replies
SecretFruity
Hai, kak. Aku suka alurnya.. bisa ngebawa aku kayak ada di dalem cerita~!!
Yeni Sandrawati: terima kasih dukungannya...
total 1 replies
ShySnicker
Gausah minder sama karya lain ya thor. Tiap karya dibuat dengan ciri khas penulisnya masing2 kok! Mangatseee~
Yeni Sandrawati: terima kasih...
total 1 replies
Cinta Insta
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
Yeni Sandrawati: iya kk....
total 1 replies
booksand peonies
Semangat menulis untuk karyanya yang luar biasa kak, sukses selalu😊💪🙏
Cakrabirawa Tarihoran
Virtual hug buat author 🤗 keep up the good works!
SongbirdGarden
jangan PHP-in aku thor, cukup cerita aku aja sama dia yg gk tau endingnya, cerita ini mah jangan thor!
Yeni Sandrawati
terima kasih kk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!