Indonesia
NovelToon NovelToon
Meet Again

Meet Again

Status: sedang berlangsung
Genre:Chicklit
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Gresyst_lee

Arley Davidson, begitu mencintai wanita yang pernah menyelamatkan nyawanya. Hanya berbekal sebuah kalung, dia menemukan wanita tersebut dan menjadikannya sebagai kekasih. Mike sangat mencinta wanita itu, tapi siapa sangka kalau sang wanita malah tega meninggalkannya dan memilih pria lain?

Sudah disakiti seperti itu, bukannya membuat Mike kesal, pria itu malah berharap sang wanita akan kembali padanya, suatu hari nanti.

Apakah yang akan terjadi pada Arley? akankah sang pujaan hatinya kembali kesisinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

''Arley pekerjaanmu tidak akan terbengkalai jika kau memberikan sedikit waktumu untuk Ivy.''

''Kata siapa oma?''

''Pekerjaan memang penting, tapi ingat, keluarga lebih penting.''

''Ya keluarga memang penting dan dia bukan keluargaku.''

''Jaga kata-katamu Arley, dia istrimu!'' Oma memukul Arley, saking kesal dengan ucapan sang cucu. Bisa-bisanya seorang suami berkata seperti itu?

''Berhenti memukulku oma.''

''Kau pantas mendapatkannya. Dasar kau cucu dan suami durhaka.'' Lalu oma berteriak, memanggil 3 karyawan dan menyuruh mereka untuk menyeret Arley.

''Maaf tuan, tapi kami tidak bisa menolak perintah nyonya besar.'' Para bodyguard meminta maaf duluan sebelum menyeret paksa tubuh Arley.

''Apa-apaan sih oma, aku sibuk.'' Arley ingin memberontak, tapi tidak smepat karena para bodyguard sudah menahan kedua tangannya.

''Pilih mana, jalan sendiri atau di seret oleh para manusia botak ini?''

''Nyonya selalu saja menyebut kami botak,'' protes seorang bodyguard.

''Itu karena kalian botak, kau tidak lihat kepalamu licin seperti globe?''

*****

''Plak plak plak'' Ivy menampar pipi kanan dan kiri Julia secara bergantian. Belum juga sutradara mengatakan Cut dan Ivy sudah berhenti. Lalu, dengan setengah berteriak Ivy mengutarakan pemikirannya, yang ingin menambah beberapa adegan yang menurutnya akan lebih menghidupkan drama.

''Hhmm, oke Ivy ku pikir itu ide bagus,'' ungkap sutradara sangat setuju dengan usulan Ivy.

''Kau sengaja kan? Awas saja kau kalau bera-" ucapan Julia terhenti karena Ivy yang sudah lebih dulu menyiramkan segelas air putih pada wajah cantiknya.

''Apa contoh adegan tadi cukup?'' Ivy kembali bertanya pada sutradara, tanpa peduli pada Julia yang sudah menatapnya tajam.

''Ya, aku menyukainya.''

''Apa aku perlu menarik rambutnya juga setelah aku menamparnya? Bukankah itu akan memperlihatkan sebesar apa rasa benciku padanya?'' saran Ivy lagi yang kembali ingin melakukan adegan penyiksaan tambahan.

''Saranmu bagus, tadi aku sempat berpikir seperti itu.''

''Bisa aku latihan dulu? Maklumlah selama ini aku tidak pernah mendapat peran antagonis. Bisakah aku latihan beberapa kali?'' Ivy semakin membuat Julia geram.

Latihan? Bisa mati Julia, kalau Ivy terus menerus menampar, menjambak dan menyirami air ke wajahnya., pikir Julia mencari cara untuk menghentikan tindakan gila Ivy itu.

''Kau itu aktris papan atas, masa adegan seperti ini harus pakai latihan? Apa kemampuan aktingmu tidak sebagus itu?'' Julia mencibir dengan begitu sombong. Niatnya ingin mempermalukan Ivy, agar wanita itu mau menarik ucapannya dan tidak jadi melakukan latihan menyebalkan yang akan menyakitinya itu.

Sedangkan Ivy yang mendengarnya sama sekali tidak terpancing, pernah bersahabat membuat Ivy tau bagaimana sikap Julia dan sudah jelas Ivy tau tujuan perkataan Julia tadi.

''Bukan begitu, tapi selama ini aku tidak pernah melakukan tindak kekerasan dan takutnya aku agak kaku saat melakukan adegan ini. Kau tau sendiri kan bagaimana lembutnya aku ini?''

Hampir semua staf termasuk Cattie managernya tersendak saliva masing-masing saat mendengar ucapan Ivy yang sangat tidak masuk akal itu. Lemah lembut? Tidak pernah melakukan kekerasan? Oh **, itu benar-benar bualan terluar biasa yang pernah mereka dengar seumur hidup mereka. Bualan Ivy bahkan mengalahkan bualan para lelaki buaya darat diluaran sana.

''Benar kata Ivy, sebaiknya kalian latihan dulu, barang sekali atau dua kali.'' Sang sutradara memutuskan dan ya, Ivy berteriak senang dalam hati, sedangkan Julia tambah geram seperti benar-benar ingin membunuh Ivy saat itu juga.

''Awas saja kau, aku pasti akan membalas semua ini!'' Julia setengah berbisik. Nyatanya, kalimat berisi ancaman itu sama sekali tidak membuat Ivy takut atau gemetar. Wanita itu malah semakin menantang dan meledek Julia dengan wajah dan senyum menyebalkan khasnya.

''Oh ya?'' kalimat singkat yang benar-benar sangat meremehkan untuk sang lawan bicara.

Hampir satu jam, proses syuting adegan penyiksaan part 1 selesai juga, dengan wajah Julia yang penuh dengan lima tanda jari Ivy. Bagaimana tidak, hampir sebelas kali Ivy menampar Julia tadi, bukan tamparan yang pelan, Ivy benar-benar menggunakan seluruh kekuatannya saat menampar wajah Julia. Lewat tamparan itu, Ivy seakan mengingatkan Julia untuk tidak lagi bermain-main dengannya.

Kenapa bisa sampai sebelas tamparan? Semua itu karena otak kecil Ivy yang selalu berpikir cerdas saat ingin membalas atau menyiksa orang lain. Tadi, saat syuting, Ivy selalu berpura-pura tidak puas dengan aktingnya dan beberapa kali meminta take ulang untuk adegan yang sama, adegan penyiksaan part 1 untuk Julia.

Bukan karena aktingnya yang buruk, Ivy memang\ sengaja mencari cela sekecil mungkin untuk kembali dan kembali mengulang adegan penyiksaan itu. Benar-benar aktris yang menakutkan dan inilah Ivy yang sebenarnya.

*****

''Ivy … sayang …,'' teriak oma mengalihkan perhatian Ivy yang sedang membaca skrip untuk adegan selanjutnya.

''Oma'' Perasaan yang tadinya senang, mendung seketika saat melihat Arley yang ikut datang bersama oma. ''Aish kenapa pria menyebalkan itu harus ikut sih?''

''Oma ....'' Ivy menghampiri keduanya dengan senyum yang dibuat seceria mungkin. Tidak mungkin dia berlaku ketus disaat banyak mata yang memperhatikan gerak geriknya.

''Oma kok nggak bilang kalau mau kesini?'' Dengan manjanya Ivy memeluk dan mencium pipi kanan oma. Setelahnya, walau enggan dia beralih dan ikut mencium pipi Arley, dengan Arley yang langsung menarik pinggang Ivy dan melingkarkan tangannya dipinggang ramping itu.

''Kau hanya bisa membuatku repot.'' Arley berbisik sebelum melabuhkan bibirnya di kening Ivy.

''Kenapa kau malah protes, memang aku yang menyuruhmu datang?'' timpal Ivy dengan perasaan kesalnya.

''Keberadaaanmu membuatku sial.''

''Aku ada karena kesalahanmu bukan? Perlu kuingatkan lagi?''

''Oh sweetnya kalian pake bisik-bisik segala.'' Oma memberi tatapan genitnya. Sengaja, hanya untuk menggoda sepasang suami istri yang sedang berdebat itu.

Bersambung .....

1
Tyara Lantobelo Simal
Mulai saling memikirkan
ada benih yang mulai tumbuh nih

lanjut
semangat Thor
cerita mu menarik
love untuk mu
MouthofMexico
Baca cerita kakak kayak lilin yang terkena api.. meleleh banget..
skyeandstaghorn
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
floufrouu
Yuk lanjut yuk Thor!! Aku susah nelen air putih nih kalau belum ada kelanjutannya :(
Drone Ground
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
Cakrabirawa Tarihoran
Kalau lagi buntu ide bisa istirahat dulu thor sambil denger lagu, baca cerita yang thor suka atau nonton film! Asal jangan lupa ya kalau ditungguin pembaca xixi
I'm site
next kak, jangan lupa mampir baca novelku ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!