Alya tidak pernah menyangka bahwa hanya dengan sebuah kalung ajaib yang ia temukan di jalan teotoar bisa membawanya pada seseorang yang sudah menjadi takdirnya.
Dia adalah Lee Daehyun, seorang aktor sekaligus presdir rumah sakit tempatnya berkerja. Lelaki yang misterius yang mencoba menyembunyikan identitasnya demi melindungi namanya dari skandal sang ibu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mocacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SUDAH TAHU
Gadis bersurai panjang bergelombang itu baru saja memasuki kamarnya setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar dari ayahnya. Dia juga membawa buket bunga itu di tangannya lalu ia berjalan menuju meja dan ia meletakkan bunga itu di sana.
Alya kemudian berjalan menuju kasur dan merebahkan tubuhnya di sana dengan terlentang setelah melempar tas selempangnya ke atas tempat tidur.
Dia terdiam sebentar, hingga akhirnya helaan nafas pun keluar dari mulutnya.
“Ini beneran hidup gue terplot twist begini?!” dirinya masih dibuat kebingungan akan penjelasan ayahnta tadi.
“Sumpah ngga nyangka gue woy. Dan itu artinya, Daehyun bisa pakai bahasa Indonesia kan kalo ngomong? Ck, selama ini ternyata gue di kibulin sama orang itu.” Kesal Alya dengan membuat gerakan seperti ingin menghantam wajah Daehyun.
“Eh tapi dia hebat loh bisa jadi aktor terkenal.” Kini dia merubah posisinya menjadi menghadap miring. Dan secara tiba-tiba pikirannya mengarah kepada Daehyun ketika mengingat penjelasan David tadi.
Tidak tahu mengapa rasa kepo akan perjalanan karir Daehyun, pertemanan Daehyun sesame aktor serta ketika menghadiri acara award apakah pria itu pernah bertemu idolanya di sana.
Alya jadi beneran kepo sekali dengan kehidupan pria itu di sana. “Padahal dia dulu cengeng banget, sekarang nyebelin banget.”
“Gue pikir dia beneran orang Korea asli, ternyata blesteran. Pantes kok dia biasa aja di sini, kayak ngga perlu beradaptasi dulu dia keliatan udah santai.” Alya jadi paham kenapa pria itu ketika mendatanginya bisa sangat santai dan tidak merasa bingung di sini.
Karena biasanya jika memang dia orang asing, orang itu pasti akan banyak bertanya tentang banyak hal karena dia masih butuh beradaptasi dulu dengan lingkungan barunya.
Sedangkan Daehyun terlihat dari gelagatnya jika pria itu terlihat seperti sudah terbiasa. “Ini misal kalau di jadiin film pasti judulnya, teman kecilku adalah seorang aktor Korea. Widih, pasti keren ngga sih.”
Ketika ia memikirkan hal random di kepalanya, tiba-tiba suara dering ponsel dari dalam tasnya membuatnya menghentikan pikiran randomnya dan bergarak mengambil ponselnya dari dalam tas.
Kemudian dia melihat siapa yang menelpon dan segera ia angkat.
“Halo, ada apa ya?”
“Maaf menganggu waktunya sebentar dok, kita sedang butuh seorang dokter untuk memeriksa pasien kecelakaan.”
Sontak tubuh Alya terangkat dan duduk.
“Dokter yang lain ngga ada? Saya sudah pulang soalnya.”
“Gini dokter Al, dokter yang lain banyak yang sibuk dan ada juga yang masih di ruang operasi. Dan satu-satunya harapan saya cuman anda dok.” Alya menggigit bibir bawahnya.
“Tapi dokter Al, pasien ini cukup aneh.”
“Aneh?”
“Iya. Jadi salah satu anggota dari unit gawat darurat waktu ngecek ponsel pasien buat beritahu keluarganya setelan ponselnya tidak menggunakan bahasa Indonesia, tapi bahasa asing, dan mereka jadi tidak bisa menghubungi keluarganya karena kendala bahasa.”
Mata Alya melotot lebar. “Bentar, dia ciri fisiknya bagaimana?”
“Emm, dia memakai pakaian sangat tertutup hingga wajahnya.” Sampai sini Alya sudah paham.
“Okeh saya akan ke sana sekarang, tolong pindahkan pasien ke ruangan yang isinya cuman satu orang.”
Alya dengan cepat mengambil tas di atas kasurnya setelah mematikan ponsel. Dia bergegas turun karena mendengar pasien kecelakaan tadi membuat Alya jadi kepikiran jika orang itu Lee Daehyun.
Dan saat Alya hampir mencapai tangga bawah, David melihat pergerakan anaknya.
“Mau ke mana Al?”
“Oh, itu pa. ada pasien kecelakaan. Aku harus ke rumah sakit sekarang.”
David melihat anaknya yang berlarian dengan panik.
Sedangkan di sisi lain Daehyun sudah di pindahkan di ruang vip sesuai intruksi Alya tadi.
Dan beberapa menit kemudian Alya sudah sampai, karena kali ini dia memakai ojek online untuk menuju rumah sakit agar lebih cepat.
Dia kemudian berlari masuk dan berlari menaiki tangga eskalator, kemudian di jalan dia tidak sengaja berpapasan dengan seorang perawat, yaitu temannya yang tadi meneleponnya.
“Udah di pindahin kan?” Tanya Alya dengan raut setengah panik. Perawat itu pun mengangguk.
“Baru lima menit yang lalu.”
“Oke, thanks. Kamarnya di mana?”
“Di sana, pojok sendiri.” Alya pun mengangguk dan segera pergi ke sana.
Sesampainya di depan pintu kamar vip, Alya bisa melihat dari kaca jika dia memang Daehyun, itu adalah pakaian yang sama yang digunakan oleh pria itu tadi.
Dan tanpa babibu lagi Alya pun segera masuk dan menutup pintu lalu menghampiri ranjang Daehyun.
Alya perlahan melepas topi dan masker pria itu, dan sangat terkejut ketika melihat adanya darah dahi sobekan di dahinya.
“Ya ampun.”
Kemudian Alya mengikat rambutnya menjadi satu dan memakai sarung tangan, karena di telepon tadi Alya juga bilang ke teman perawatnya untuk menyiapkan peralatan sekalian.
Dan berkutat hampir lama akhirnya jahitan sudah selesai dan langkah terakhir dia membersihkan sisa darah di pelipis Daehyun dan yang mengenai pipi pria itu.
Tidak tahu kenapa di sini ia benar-benar sangat khawatir sekali, padahal sebelumnya dia tidak pernah sekhawatir ini kepada seorang pasien.
Setelah berkutat tadi, sekarang dirinya sudah duduk manis di kursi yang letaknya di samping ranjang pria itu.
Sembari menatap Daehyun yang masih tidur karena obat bius sebelum Alya menjahit dahi pria itu yang sobek.
Alya menatap wajah pria itu dari samping dengan dagu ia letakkan di lipatan tangannya.
Karena merasa kelelahan dan juga mengantuk tanpa sadar mata Alya mulai memejam dengan kepala terantuk antuk.
Karena saking tidak kuatnya menahan kantuk Alya sudah benar-benar meletakkan kepalanya di atas lipatan tangan pula dengan mata yang sudah memejam erat.
Sedangkan Daehyun mulai tersadar dari obat biusnya, pria itu mulai membuka mata perlahan dengan tangan yang begerak gerak kecil seperti memberi tanda.
Saat sudah bisa membuka lebar matanya, kini pria itu mencoba untuk memegang kepalanya sendiri karena merasakan pusing karena benturan tadi.
Kemudian dia melihat ke bawah dan cukup terkejut ketika melihat Alya yang tidur di atas lipatan tangannya dengan wajah mengarah kepadanya.
Perlahan Daehyun menurunkan tangannya dan berganti menatap Alya, gadis itu nampak tertidur sangat pulas sekali. Dan dirinya baru sadar jika tidak memakai topi maupun masker dan dirinya sekarang berada di ruangan vip.
Apakah gadis itu yang melakukannya? Tanya Daehyun dalam hati.
Karena melihat gadis itu tidur, Daehyun tiba-tiba merasa gemas dan ingin mencubit pipi Alya. Namun ketika tangannya mengelus kepala Alya tiba-tiba mata gadis itu mulai terbuka.
Saat sudah terbuka sempurna Alya menjadi terkejut, “Eh kamu udah sadar, pusing ya?”
Eh, Daehyun jadi bingung, ini kok Alya ngomongnya pakai bahasa Indonesia.
“Maaf, kau mengatakan apa?”Alya menyunginggkan senyum miringnya.
“Jika masih pusing istirahat saja, atau mau butuh sesuatu, pak Dayyan?”
Sontak kedua mata Daehyun melotot lebar mendengar Alya memanggilnya menggunakan nama panggilan Indonesia nya.
“Loh?”
“Saya tidak salah kan, jika nama asli anda itu Dayyan Lee.”
“Shit.” Dia tau dari mana. Gagal sudah dong rencananya mau mengerjai gadis itu.
...***...