Indonesia
NovelToon NovelToon
ARSENIO

ARSENIO

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma20

bagaimana jadinya jika seorang Arsenio buana yang dikenal nakal, bar bar dan playboy. harus bertasmigrasi kedalam tubuh seorang banci dan juga culun.
hingga suatu kebenaran membuat Arsenio lelah dengan hidupnya sendiri.

bagaimana kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

balasan untuk Angel

Arsenio menaikkan sebelah alisnya. "Ada

yang lucu?"

"Kamu itu loh Arsen, kenapa sekarang jadi

lucu begini sih dan yang paling utama lu

sekarang tambah tampan." Kata Angel dengah senyum yang sangat manis.

"Oh makasih gue memang tampan dari janin." Ucap Arsenio setelah itu pergi dari Angel. Niat hati ingin menemui sang kakak diurungkannya karena sudah gak mood lagi.

"Arsen tunggu," Airin masih mengejar Arsenio.

"Apa?" Tanya Arsenio setengah kesal.

Angel terkesiap mendengar ucapan Arsenio

yang setengah kesal padanya. "Lu belum terima coklat gue" Lirih Angel.

"Oke thanks." Arsenio langsung mengambil

coklat itu dari tangan Angel dan berlalu pergi dari sana.

"Arsen lu gak kekelas? Kita ke kelas bareng

yuk." Ajak Angel yang masih belum menyerah.

Karena jarang-jarang Angel bisa berbicara

berdua dengan Arsenio seperti ini. Biasanya selalu ada David yang secara tidak langsung menghalanginya untuk mendekati Arsenio. Karena sampai saat ini ia masih berstatus pacar Gilang.

"Lu saja, gue dah pinter jadi gak perlu ikuti

pelajaran lagi." Kata Arsenio tanpa menunggu jawaban dari Angel langsung saja pergi dari sana.

Sementara Angel kini tengah menghentakkan kaki kesal karena sekarang

Arsenio cuek padanya. "Pasti ini gara-gara cewek itu yang mempengaruhi si Arsen agar jaga jarak sama gue. Awas saja gue bakalan ngasih perhitungan sama tuh cewek."

Arsenio berjalan menuju taman belakang

sekolah yang sedikit terbengkalai. Arsenio

mengambil rokok di sakunya lalu mengambil

satu batang. Setelah itu ditaruh dibibinya dan mulai menghidupkannya.

Arsenio menghisap rokok itu dengan santai

dan mulai mengotak-atik handphonenya.

Memang Arsenio adalah perokok dulunya,

walaupun tidak aktif. Arsenio merokok apabila dalam keadaan frustasi atau bosan seperti ini.

Arsenio mulai berselancar di dunia maya,

diam-diam Arsenio melihat akun Angel.

Arsenio tersenyum tipis saat berhasil telah

membobol akun pribadi Angel dengan

menggunakan salah satu aplikasi.

"Kena lu, gue paling gak suka kalau milik

gue di ganggu. Apalagi oleh cewek cabe-cabean kayak lu." Gumam Arsenio tersenyum smirk.

Ingatan Arsenio kembali tadi pagi saat akan

masuk ke kelas. Cewek lambe-lambean di

kelasnya yang bernama Elis tiba-tiba

menghadangnya dan membawanya ke tempat sepi. Setelah itu memberi tahunya Kalau Angel berniat buruk pada Amara.

"Lu tahu dari mana?" Tanya Arsenio saat itu.

"Kemarin saat di toilet tidak sengaja gue mendengarnya. Tapi sayang, gue udah ketahuan dan dia ngancam gue kalau sampai mulut gue bocor maka bokap gue

yang kerja di perusahaan bokapnya bakalan di pecat. Untungnya gue udah videoin. Oleh sebab itu gue kasih tahu lu Ar, karena gue yakin lu bakalan balas orang yang akan berbuat jahat pada Amara" Kata Elis pagi itu.

Saat itu Arsenio tidak mempercayainya, tapi

berhubung Elis memiliki bukti dengan ponselnya oleh sebab itu Arsenio mempercayainya.

Karenanya saat tadi Airin tiba-tiba

menghadang jalannya, Arsenio gedek dibuatnya.

Dengan menggunakan akun anonim, Arsenio mengunggah salah satu foto Angel dengan om-om berperut buncit walaupun dari belakang tidak lupa menandai grup sekolahnya.

Dengan caption. 'Siapa ya ini kayak kenal,

bukankah dia seperti primadona di sekolah sini ya?'

Aesenio tersenyum menyeringai setelah

berhasil menggunggah foto itu. "Ini hanya

peringatan awal buat lu Angel."

Setelah itu Arsenio meletakkan ponselnya dan menatap datar kedepan, dengan bibir yang masih menghisap rokoknya dengan santai.

Tapi baru saja beberapa hisapan tiba-tiba

telinga Arsenio di tarik oleh seseorang dan

membuang rokok yang masih berada di bibirnya.

"Arsenio!!!" Geram suara bariton yang tak lain adalah pak Hadi.

Arsenio langsung menoleh ke arah pak Hadi

dan tersenyum tipis. Seraya memegangi

telinganya yang sakit dan panas karena sudah dilepas oleh pak Hadi.

"Eh bapak, bagaimana kabarnya pak?

Kangen ya sama saya sampai nyamperin saya disini." Tanya Arsenio dengan tersenyum lebar.

"Kangen-kangen gundulmu itu ha! Kenapa

kamu tidak masuk kelas, malah sekarang nyantai disini sambil ngerokok pulu." Kata pak Hadi dengan nafas memburu.

"Tadi saya suruh keluar sama Bu Iva pak,

berhubung saya murid teladan ya sudah saya keluar." Jawab Arsenio nyengir kuda.

"Lalu kamu dapat rokok dari mana ha?

Tidak mungkinkan rokoknya datang sendiri ke mulut kamu." Kata pak Hadi dingin.

"Loh, kok bapak tahu?" tanya Arsenio lagi.

"Astaga Arsen, ikut saya ke kantor. Heran

saya sama kamu, akhir-akhir ini kamu sudah

bikin saya lebih religius karena sering menyebut namamu." Kata pak Hadi dengan kesal tak lupa menarik kerah baju Arsenio agar ikut dengannya ke kantor.

"Lepas ih pak, saya bukan kucing. Saya bisa

jalan sendiri." Kata Arsenio memberontak.

"Apabila saya lepas, kamu ga bakalan kabur?" Tanya pak Hadi lagi.

"Enggak pak janji." Jawab Arsenio.

Akhirnya pak Hadi melepaskan tangannya

dari kerah baju Arsenio.

Saat melawati lapangan Asheyra di senggol

oleh salah satu temannya.

"As, itu adek lu kan? Baut masalah apa dia,

sampai pak Hadi kelihatan marah kayak gitu." Asheyra menyipitkan matanya saat melihat hal itu.

Sementara di dalam kantor pak Hadi

kembali memarahi Arsenio.

"Sekali lagi saya melihat kamu merokok lagi

maka saya akan skorsing kamu. Paham Arsenio!" Tekan pak Hadi.

"Paham pak." Jawab Arsenio.

"Sekarang sebagai hukuman, kamu harus

membersihkan toilet setelah pulang sekolah

selama 3 hari." Perintah pak Hadi.

"Baik pak, sekarang saya boleh pergi?" Tanya Arsenio sedikit menguap bosan.

Karena cukup lama pak Hadi menceramahinya.

"Silahkan dan masuk kelasmu. Awas kalau

sampai saya melihat kamu berkeliaran lagi di luar kelas saat jam pelajaran." Tegas pak Hadi.

"Baik pak," kata Arsenio, setelah itu pergi dari ruang BP dan berjalan dengan langkah gontai ke kelas.

.

.

.

Saat ini Arsenio dkk sedang duduk di kantin

dengan makanan yang mereka pesan di meja.

Tidak lama Asheyra datang bersama dengan Nana.

"Hai semua boleh gabung enggak?" Tanya

Asheyra dengah tersenyum manis.

"Boleh dong kakak cantik. " Kata Cakra,

Adam, Dan Vero dengan senyum lebar.

Asheyra duduk disamping Arsenio sementara Nana duduk di dekat Asheyra.

"Kakak ngapain dudk sini sih?" Bisik Arsenio.

"Dapat tugas dari Mama dan Papa untuk

memastikan kamu minum obat." Kata Asheyra.

"Kan bisa nanti dirumah saja kak, Arsen malu kalau harus minum obat di depan mereka." Bisik Arsenio.

"Oke, nanti kita cari tempat sepi dan kamu

harus minum obat di depan kakak." Tegas

Asheyra.

Arsenio menganggukkan kepalanya.

Tiba-tiba atensi Arsenio dan Asheyra

teralihkan pada Nana yang heboh sampai

menggebrak meja.

"Eh ada berita viral nih." Kata Nana dengan

heboh.

Amara, Cakra dan Agnes langsung tersedak

makanannya. Dengan sigap yang lainnya

langsung memberi minum pada mereka bertiga.

"Apa-apaan sih lu Na? Lu gak lihat gara-gara lu mereka sampai tersedak seperti ini." Tanya Asheyra sedikit kesal.

"Eh, aduh maaf ya adek-adek. Gue

benar-benar gak sengaja." Kata Nana dengan nada bersalah.

"Memang ada apa sih kak?" Tanya Adam.

"Kalian lihat grup sekolah deh, lagi rame

sekarang." Kata Nana antusias.

Sontak semuanya melihat apa yang

dikatakan Nana. Mata mereka membulat saat melihat sebuah foto skandal salah satu siswi.

"Ini seperti Angelkan ya?"

"Kayaknya sih iya,"

"Iya pacarnya David."

"Ah masak sih, sepertinya bukan deh."

"Iya ini Angel, gue kenal perawakannya

karena dulu pernah dekat waktu kelas 10." Kata Agnes yakin.

"Tapi tidak mungkin deh, gue lihatnya Angel

seperti cewek baik-baik." Kata Cakra menyangkal.

"Mangkanya don't judge by the cover.

Kadang-kadang orang yang terlihat alim tidak sebaik kelihatannya. Begitupun sebaliknya." Kata Arsenio yang ikut bicara, tidak lupa dengan senyum menyeringai di bibirnya tanpa disadari oleh siapapun.

Tapi tidak untuk Amara yang menyadari itu.

Amara melihat Arsenio dengan senyum

miring.

Sementara itu, Angel yang tengah berjalan

sendirian tanpa geng Eternal melihat

sekelilingnya dengan perasaan tidak enak.

"Wah si primadona sekolah ternyata

kekakuannya tidak sebaik wajahnya ya."

"Benar banget, wajahnya saja yang alim tapi

kelakuannya sama sekali tidak."

"Hai satu malam berapa? Boleh dong kita

menghabiskan malam bersama."

"Cih, kok bisa ya David mau sama cewek

seperti dia."

"Sugar baby, sugar baby, sugar baby,"

Angel yang sudah panas langsung melabrak

beberapa orang yang terus mengejeknya.

"Heh, maksud kalian apa?" Tanya Angel

emosi.

"Memang maksud kami apa?" Tanya salah

satu dari mereka pura-pura bodoh.

"Lu ngatain gue sugar baby, dan juga gak

pantas bersanding dengan David. Memangnya lu lebih baik dari gue?" Kesal Angel.

"Pasti lebih baiklah dari pada lu." Balasnya.

Angel yang sudah tidak tahan langsung saja

mendorong cewek itu, dan keributan pun terjadi.

Angel dan siswi itu dalang jamabak, saling cakar dan saling tampar.

Tidak ada satupun yang berniat mengentikan mereka, malah banyak yang

mevideokan mereka dan mengirimnya di grup sekolah. Setelah puas salah satu dari siswa-siswi itu langsung ke ruang guru untuk melaporkan Angel dan siswi itu berantem. salah satu guru tiba

ketika keadaan Angel dan siswi itu sudah dalam keadaan yang mengenaskan.

"Eh lihat nih, si Angel baku hantam dengan

fans garis keras si David." Kata Agnes.

Seketika semuanya langsung mengecek

ponselnya. Begitupun dengan Arsenio yang

melakukan hal yang sama.

Arsenio terkekeh saat melihat Angel yang baku hantam, apalagi keadaannya cukup

mengenaskan. 'Angel-Angel selamat ya, lu sudah menerima balasan tanpa mengotori tangan gue.' gumam Arsenio dalam hati.

"Berarti yang foto dengan om-om buncit itu

sudah pasti si Angel dong." Kata Adam dengan nada kecewa.

"Sepertinya sih begitu,"

"Kita gak boleh buruk sangkalah kepada

orang lain gak baik." Kata Arsenio sok bijak.

"Tumban ucapan lu bener Ar." Kata Cakra

terkekeh pelan.

"Gue selalu bener ya kalau ngomong." Kata

Arsenio tertawa kecil.

Semua di meja itu berdecih mendengar

ucapan Arsenio.

Tidak lama ponsel Arsenio bergetar dan

menampilkan pesan dari sang pujaan hati.

Si cantik jutek.

"Padahal lu kan pelakunya."

Arsenio menatap Amara dengan tersenyum

miring dan mengedipkan sebelah matanya.

1
Nurlaila MR
karya yang apik bikin penasaran utk membaca sampai akhir
yu-ki azura writer
bagus baru kali ini gue di bikin nangis terus 😭😭😭
yu-ki azura writer
anjirr thorr ini novel bikin gue nangis bombay
hzniw
lanjut dongg
Teriablackwhite
Seru thor, semangat
Helmi Sintya Junaedi
jujur lebih baik arsen... jangan memendam trauma sendirian.. ingat keluarga mu sekarang yg sangat menyayangimu....
Tít láo
Hebat deh penulisnya!
im_soHaPpy
Keren! 😍
Alphonse Elric
Aku terhipnotis dengan alur ceritanya, jangan berhenti menulis ya, thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!