Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pembunuh

Aku Bukan Pembunuh

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: Melsy Lumako

Malam itu, Seorang ibu hamil akan segera melahirkan. Namun sang suami bersikukuh tidak mau membawa sang istri di Rumah sakit, karena menurutnya sang istri akan melahirkan untuk kedua kalinya pasti tidak akan sulit lagi. Jadi Dia hanya memanggil dokter untuk membantu persalinan.

Siapa sangka ketika sang istri sudah melahirkan, Dia mengalami pendarahan yang hebat dan tak dapat tertolong. Seketika itu juga sang Istri menghembuskan nafas terakhirnya.

Suaminya dan anak pertama mereka.Tak terima dengan kenyataan itu, malah menuduh Anak yang baru saja dilahirkan sebagai pembunuh sang istri.

Sejak saat itu Anak yang baru saja dilahirkan, tumbuh tanpa kasih sayang dari Ayah dan sang kakak. Mereka sangat membenci kehadiran sang Adik.

Bagai mana kisah selanjutnya? ayo ikuti Cerita ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melsy Lumako, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 26

Mex sudah mendengar bawa Diva mengalami kecelakaan, tapi dia belum bisa pulang ke rumah karena masih banyak yang harus dia kerjakan, karena ayahnya tidak ke perusahaan.

Sedangkan Ari terus mengumpat gara-gara wanita gila itu dia terlambat pulang," Sial gara-gara wanita itu aku terlambat pulang, was saja akan ku buat perhitungan padanya !"

Ari terus melajukan mobilnya, hingga akhirnya tiba di restoran.Ari kemudian masuk mencari keberadaan Ivana.

" Mita, Ivana ada di dalam?" Tanya Ari sambil menunjuk ruang pribadi Ivana.

" Iya ada."

" ya udah aku masuk dulu ya," Ari langsung masuk ke ruangan Ivana.

" Honey, kamu ngapain hm?" menghampiri Ivana.

" Lagi tidak ngapa-ngapain, kamu lama banget sih Yang?"

" Maaf Honey, tadi itu banyak yang aku urus jadi lama."

Bukanya Ari tidak mau menceritakan dan menutupi kejadian tadi saat di rumah Pak Bram, hanya saja Ari tidak mau Ivana banyak pikiran.

Tak terasa sudah seminggu Ari menemani Ivana, kondisinya juga sudah sangat baik. Dan karena kondisi Ivana sudah sudah saatnya dia kembali ke Jerman untuk mempersiapkan pernikahan mereka yang tinggal dua Minggu lagi.

" Honey, aku berangkat yaa. Kamu baik-baik di sini kalu ada apa-apa langsung hubungi aku! "

" Iya sayang. kamu juga baik-baik di sana titip salam utuk Ayah dan ibu dan juga Nenek."

"Tentu Honey, tunggu aku 2 Minggu lagi," Ari kemudian membawa Ivana dalam pelukannya.

Setelah itu Ari berangkat. Ivana juga pulang ke resto.

Saat tiba di resto sampai dia masuk ke dalam, Ivana di perhatikan oleh seseorang yang sedang duduk makan bersama teman-teman nya.

" Bukankah itu wanita yang datang ke rumah waktu itu?" kata Diva dalam hati.

" Eh Div, liatin apa sih?" tanya salah satu teman Diva.

" Nggak kok, tadi sepertinya aku melihat orang yang aku kenal tapi orangnya udah pergi."

" Oh Gitu."

" Kalian makan lah jangan sungkan aku yang traktir," Diva menyombongkan diri.

Memang setelah dia mengalami kecelakaan itu, Mex makin memanjakannya. Apa pun yang Diva mau pasti di turuti, akan tetapi tidak dengan pak Bram.

Pak Bram mulai menjaga jarak dengan Diva, sejak pak bram melihat ulah Diva saat Ari tiba di rumahnya waktu itu, dan saat dia pura-pura terjatuh setra saat mobil Ari hendak melaju Diva berlari ke depan mobil Ari agar di tabrak.

Sejak saat itu, Pak Baram mulai tidak suka dengan perilaku Diva, tapi pak Bram diam. Karena percuma jika mengatakan kepada Ari, sebab Ari sudah mulai sangat dekat dan menyayangi adik angkatnya itu.

Sampai-sampai Mex sudah mulai terbuka kepada Diva, saat Mex mulai terbuka Diva mulai mengorek informasi tentang adik Mex Yaitu Ivana. Diva mulai tahu yang sebenarnya tentang mengapa Ivana di benci oleh Mex dan sang ayah hanya itu yang Diva ketahui.

Diva juga muli memikirkan, cara agar Mex sepenuhnya dapat dia kendalikan.

Di kampus Diva terus menyombongkan diri di hadapan teman-temannya, mengatakan dia punya ini dan itu. Dia juga mengatakan Kakak dan ayahnya sangat memanjakan dia, apa pun yang dia mau pasti di turuti.

Jadi Teman-teman Diva, mau berteman dengannya karena mereka tahu Diva anak orang kaya. dan mereka tidak akan rugi jika berteman dengan Diva, Tapi mereka tidak tahu Viva hanyalah anak seorang pembantu.

" Guys kalian makanlah. Aku ke toilet dulu yaa," Diva bergegas ke toilet.

Saat sedang berjalan menuju toilet, Diva melihat Ivana yang sedang berbicara kepada pelayan.

" Ngapain dia di sana? aha aku punya ide," saat melihat Ivana berjalan menuju ke arahnya, Diva juga mempercepat langkahnya dan menabrak Ivana, Diva berbuat seolah-olah itu terjadi dengan tidak sengaja.

" Aduh," Ivana terjatuh

" kakak! aduh maaf ya aku tidak sengaja kakiku tersandung."

" Iv! kamu tidak apa-apa?" Mita melihat Ivana terjatuh berlari menghampiri Ivana.

Mita membantu Ivana berdiri, Ivana tahu yang terjadi kepadanya bukanlah kesengajaan.

"Ck, tidak sengaja katanya? huh! dasar parasit," ucap Ivana dalam hati.

" Eh kamu! kalu jalan lihat-lihat dong," Ucap kita kepada Diva.

" Maaf Mbak. aku tidak sengaja," ucap Diva dengan penuh penyesalan.

" Ya udah, aku punya banyak urusan lain kali kalau jalan matanya di pakai di buka lebar-lebar agar tidak tersandung! " ucap Ivana dengan penuh penekanan.

" Ayo Mit, banyak yang harus kita urus."

Diva kesal karena di tinggal begitu saja oleh Ivana dan temannya itu. Niatnya mau ke toilet malah tidak jadi, Diva kembali ke mejanya.

" Lama amat Div," ucap temanya.

" Bagai mana tidak lama coba, tadi waktu mau ke toilet aku di tabrak sama pelayan di sini tapi pelayan itu tidak mau minta maaf."

" Huh? tunjukan kepadaku orangnya! akan ku samperin dia," sahut temanya yang satu lagi.

" Sebaiknya kita komplain kepada manajer nya!"

" Nggak USA lah, hanya masalah kecil saja," Ucap Diva santai .

" Aduh Div, kamu itu jadi orang kok baik banget," ucap salah satu temanya.

" Ya udah lah, kalian udah selesai makan nya kan, mending kita pulang yuk."

Diva pun mengajak teman-temannya pulang setelah membayar makanan mereka.

" Mit, sepertinya anak itu mau main-main dengan ku."

" Anak yang mana?"

" Anak yang tadi menabrak ku, dia sengaja melakukan itu."

" Kok bisa? memangnya ada masalah apa antara kalian?"

" Sini deh aku bilangin."

Mita mendekat ke pada Ivana dengan mode serius.

" Apa? cepat katakan aku penasaran Iv."

" kamu tahu anak yang tadi itu putri angkat dari Pak Bram."

" Apa?!" Sontak saja Mita berteriak dan memandang wajah Ivana.

" Iv, kamu tidak bohong kan?"

" Nggak lah, mana mungkin aku berbohong. Sepertinya dia sudah tahu kalau aku anak dari orang yang tidak pantas ku sebut ayah itu, dan dia juga sepertinya mau bermain-main dengan ku."

" Iv, kamu tidak apa-apa kan? kalau adanya yang kamu rasa tidak sedang baik-baik katakan kepadaku!" Mita khawatir dengan kondisi Ivana dia tidak mau kejadian kapan itu terulang kembali.

" kamu tenang saja Mit, aku tidak apa-apa. Sekarang aku benar-benar sudah tidak menganggap mereka bagian dari hidupku lagi, karena memang sejak awal aku bukan bagian dari mereka."

" Kamu yakin tidak apa-apa?"

" Yakin. Aku tak mau membuang-buang lagi waktu ku utuk mereka yang tidak pernah mengharapkan ku."

Mita langsung memeluk Ivana," aku akan selalu ada untuk kamu kapanpun."

" Tapi Mit, sepertinya anak angkat yang tak tahu diri itu sedang mengibarkan bendera peperangan ke padaku."

" Kamu tahu Mit, tadi itu dia dengan sengaja menabrak ku."

1
Suyadi Yadi
tambah satu bab lagi Thor 🙏🙏
A.R
jodoh ivana sepertinya arkana
Umisah Asther
kejam km Ari ...kpn ivana bahagia kukira Ari bisa membahagiakan ivana Thor kenapa jd jahat sih...kasian km iv
Umisah Asther
ngomong2 tuan Bram udah usaha...usaha apa coba ujungnya nyakitin ivana dan max semoga penyesalan mu GK berguna
Yosda tegar Sakti
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!