Indonesia
NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

“Terserah mu saja..”ucap aruna..liam tersenyum tipis mendengar itu.

“Sekarang kau adalah tanggung jawabku..setidaknya sampai taruhan itu selesai..”batin lia berucap dengan tak rela.

_______________

“Ingat nanti ga boleh ambil cucian lagi..tubuh mu butuh istirahat..”ucap liam saat mereka di mobil hendak berangkat ke sekolah.

“Tapi..”aruna ingin protes.

“Ga ada tapi-tapian..apapun yang kamu butuhkan bilang saja pada ku..dan aku akan mengawasi mu setiap hari..”tegas liam..aruna menghela nafas kasar.

“Paham sayang?..”ucap liam meraih wajah aruna..liam mendekatkan wajahnya pada aruna..tatapan liam terkunci pada mata indah gadis itu..wajah mereka semakin dekat, hidung mereka hampir bersentuhan..sampai klakson di belakang sana membuat dua orang itu terperenjat kaget..rupanya lampu sudah hijau..liam mengumpat pelan..sedangkan aruna terdiam canggung.

“Sial..”ucapnya dan mulai menjalankan mobilnya.

.

.

.

Hari sudah sore..bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi..aruna masih di perpustakaan mengembalikan buka yang kemarin gadis itu pinjam..proses pengembalian itu cukup lama..karna pria paruh baya penjaga perpustakaan bergerak sangat lambat, maklum sudah tua..sedangkan liam duduk santai di meja perpustakan sambil bermain ponsel, menunggu aruna selesai dari kegiatanya.

Pria itu sesekali melirik aruna..tapi aruna belum juga selesai-selesai..untungnya tak lama kemudian buku selesai di pulang kan.

“Kenapa lama sekali sayang?..”tanya liam.

“Bapak nya sudah tua..jadi geraknya agak lambat..”ucap aruna.

“Siapa sih yang masih mempekerjakan orang yang sudah berumur, memperlambat waktu saja..”gerutu liam.

“Heh gaboleh gitu..mana tau pak penjaga itu menghidupi banyak anak dan juga orang tua..kita ga boleh memutus rezki orang lain..kita juga ga tau tanggung jawab apa yang dia tanggung sampai masih harus bekerja di usia tuanya..”nasehat aruna.

“Iya-iya, lain kali ga begitu lagi..”ucap liam.

“Pinter..”ucap aruna mengusap rambut liam pelan, walau harus bersusah payah berjinjit karna tubuh liam yang tinggi..liam merasa senang sekaligus lucu melihat usaha aruna.

“Pendek..”ejek liam.

“Kamu saja yang terlalu tinggi..”aruna cemberut..liam tertawa kecil.

Tak jauh dari mereka terlihat olla menatap interaksi mereka dengan tatapan marah dan tidak terima..setelah itu gadis itu pergi dari sana.

.

.

Liam dan aruna bergandengan menuju parkiran..tapi liam terkejut menemukan empat ban mobilnya sudah kempes.

“Kempes?..”tanya liam heran..aruna mendekat.

“Ada yang mengeluarkan anginya..”ucap gadis itu.

“Sialan, siapa yang kurang kerjaan begini..”kesal pria itu..dia menoleh-kesana kemari..tapi kosong..tak ada orang disana..hanya ada satpam sekolah yang sedang berjalan mendekati mereka.

“Ada apa nak?..”tanya pria paruh baya itu..liam tak menjawab..wajahnya masih sangat kesal.

“Ini pak..ban mobilnya kempes..”jawab aruna.

“Bapak ada lihat ga tadi orang yang mencurigakan?..karna ini bukan bocor pak, tapi ada yang sengaja mengeluarkan anginnya..”jelas aruna.

“Maaf nak bapak ga lihat..bapak tadi lagi keliling mengunci seluruh kelas..”jawab pria itu.

“Owh begitu..”jawab aruna.

Liam mencoba menghubungi keempat temanya..tapi satu pun tak ada yang aktif..membuat liam merasa semakin kesal.

“Kemana sih mereka..”kesal liam.

“Jangan marah..ayo jalan kaki saja..”ucap aruna.

“No..nanti kamu bisa capek sayang..aku nelpon pak yanto dulu..”ucap liam hendak menghubungi pak yanto kepala pelayan di kediaman mereka.

“Jalan aja..sekalian olah raga..kasian juga mereka..mereka pasti lagi sibuk..”ucap aruna..walaupun tak tau siapa itu pak yanto, aruna tetap tak ingin merepotkan orang lain.

“Baiklah..”liam akhirnya menyetujui saran aruna..dia menitipkan kunci mobil pada satpam karna nanti akan ada bawahan sang ayah yang menjemputnya.

Mereka akhirnya berjalan bersama melewati gerbang sekolah..cuaca hari ini cukup menenangkan, dimana matahari sore bersinar terang tapi di selingi dengan angin sepoi-sepoi..aruna berjalan dengan riang..gadis itu sesekali melompat kecil membuat rambutnya yang di kuncir tinggi bergerak kesana kemari..liam sedari tadi memperhatikan gerak-gerik aruna..senyum tipis terbit di bibir pria itu.

“Senang banget?..”tanya liam.

“Cuacanya bagus..”seru aruna.

“Senang di temani orang ganteng kan?..”tanya liam.

“Dih kepedean..”sinis aruna..liam tertewa pelan melihat kesinisan itu.

Saat akan keluar ke jalan raya, aruna melihat pedagang eskrim keliling yang sedang mangkal tak jauh dari posisi mereka..aruna terus memperhatikan penjual itu..dia ingin, apalagi sudah lama aruna tak memakan eskrim jadul itu..tapi dia cukup tau mana yang penting mana yang tidak..jadi aruna menahan keinginannya.

Melihat tatapan aruna yang terus tertuju ke padagang itu..liam membawa langkahnya mendekati pedagang itu.

“Mau?..”tanya liam..aruan langsung mengangguk kencang..lagi-lagi liam tersenyum melihat reaksi aruna..aruna seperti gadis kecil yang sedang dibelikan eskrim oleh ayahnya.

Liam akhirnya membeli satu untuk aruna eskrim berukuran jumbo..liam awalnya kurang yakin dengan jajanan keliling itu, tapi apa boleh buat dia tak tega melihat tatapan aruna yang sangat menginginkan jajanan itu..liam juga terkejut saat mengetahui harga eskrim itu, harga yang sangat murah yang tak sesuai ekspektasi liam.

“Terimakasih..”ucap aruna riang.

“Sayangnya mana?..”tanya liam.

“Terimakasih sayang..”koreksi aruna..sudut bibir liam terangkat pelan.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan..aruan fokus dengan eskrimnya..sudut bibir gadis itu terlihat celemotan..liam tertawa kecil..dia menyeka sudut bibir aruna dan kemudian menjilat bekas sekaan itu..aruan terdiam melihat itu.

“Jangan makan itu..itu kan sisa ku..kalau mau makan ini saja..”ucap aruna sambil menyodorkan eskrimnya..padahal sama-sama sisa.

“Boleh?..”tanya liam..aruan mengangguk kecil.

Liam langsung melahap eskrim itu..membuat eskrim aruna tinggal setengah..aruna menatap eskrim dan liam bergantian..bibir gadis itu sedikit monyong..dia tak terima saat liam memakan eskrimnya sangat banyak..tapi dia juga tak bisa protes..toh eskrim itu liam yang belikan.

Ekspresi berkaca-kaca aruna membuat liam tertawa pelan.

“Menggemaskan..”batin liam.

.

.

.

TO BE CONTINUE…..

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!