Indonesia
NovelToon NovelToon
Killer X : Assassins Alliance

Killer X : Assassins Alliance

Status: tamat
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: Komalasari

Ini merupakan versi lain dari kisah Juan Pablo Herrera.


Kehidupan keras yang dijalani sejak kecil, membawa Juan Pablo Herrera bertemu dengan Pedro Alcarez. Sejak saat itu, semua berubah. Juan Pablo menjelma menjadi sosok berbeda dan sangat tangguh. Dia dikenal sebagai pembunuh bayaran nomor satu di Amerika, berjuluk Águila de la selva atau Elang Rimba.

Namun, semua berubah setelah Juan Pablo mendapat tugas menghabisi seorang petinggi pemerintahan ternama. Dia menjadi incaran seorang agen federal, yang mengetahui sepak terjangnya. Juan Pablo harus berurusan dengan agen federal tersebut. Dia bahkan terpaksa menculik putri sang agen, untuk ditukar dengan Pedro yang dijadikan tawanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Komalasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dikepung

[Aku tidak peduli atas apa pun yang terjadi padamu]

Setelah mengetik demikian, Juan Pablo mengirimkan pesan itu kepada Jacob. Dia beranjak ke dapur, lalu membasuh wajah di bak tempat mencuci piring. Setelah itu, Juan Pablo berdiri beberapa saat. Dia memikirkan kondisi kesehatan Pedro yang pergi tanpa membawa obat. Entah bagaimana kondisi pria itu saat ini.

“Aku ingin mandi. Aku belum membersihkan tubuh sejak kemarin,” ucap Alma yang tiba-tiba sudah berdiri tak jauh dari Juan Pablo.

Seluruh lamunan Juan Pablo seketika buyar, saat mendengar suara lembut Alma. Dia menoleh pada gadis itu. “Tempatnya berada sedikit jauh dari sini. Kalau kau bersedia menyusuri terowongan ….” Juan Pablo diam dan berpikir sejenak.

“Ya, Tuhan. Bagaimana bisa di ruangan seperti ini tidak ada kamar mandi? Bagaimana kalau kalian ingin buang air kecil atau semacamnya?” tanya Alma keheranan.

Juan Pablo tersenyum samar. “Orang-orang seperti kami memiliki banyak cara untuk mengatasi itu,” jawabnya.

“Ih, menjijikkan." Alma meringis, membayangkan apa yang Juan Pablo katakan barusan. "Itulah kenapa para gadis lebih cocok tinggal di kota dan rumah yang nyaman."

Juan Pablo cukup terhibur dengan sikap Alma. Gadis itu memiliki magnet luar biasa baginya. Segala hal yang ada pada diri Alma, membuat hidupnya yang selama ini selalu gelap, terasa sedikit berwarna.

“Baiklah, ikut aku,” ajak Juan Pablo kemudian.

Dia mengarahkan Alma ke bagian belakang ruangan. Di sana, terdapat sebuah pintu besi yang dapat dibuka dengan menekan angka tertentu pada tombol. Kode yang sudah tersimpan baik dalam ingatan Juan Pablo.

“Ayo,” ajak Juan Pablo, setelah pintu terbuka lebar. Tampaklah terowongan lain yang gelap gulita. Membuat Alma terlihat ragu. “Ayo,” ajak Juan Pablo lagi, ketika melihat Alma masih terpaku di tempatnya.

“Apa kita sedang berada di bawah tanah?” tanya Alma ragu.

“Anggap saja begitu. Tidak apa-apa. Kau aman bersamaku.” Juan Pablo langsung meraih tangan Alma, lalu menuntunnya menyusuri terowongan yang tidak terlalu gelap lagi, setelah Juan Pablo menyalakan senter kecil miliknya. Namun, beberapa menit kemudian senter yang Juan Pablo pegang tiba-tiba berkedip, lalu mati.

“Ada apa ini?” Alma mulai panik. Dia langsung menempel ke punggung Juan Pablo. Ketakutannya semakin bertambah, ketika ada sesuatu yang merayap di kakinya.

“Aah!” Alma memekik kencang. Refleks, gadis itu memeluk erat Juan Pablo dari belakang.

“Tenanglah, Nona Fletcher. Itu hanya tikus,” ujar Juan Pablo enteng.

"Apa? Tikus? Aah!" Bukannya tenang, Alma justru makin histeris.

"Astaga." Juan Pablo mengembuskan napas pelan. Dia menarik pelan tangan Alma hingga maju dan berdiri di sampingnya. Juan Pablo lalu merangkul pundak gadis itu. "Tidak apa-apa."

Alma berusaha menenangkan diri, hingga perjalanan mengerikan tadi berakhir, ketika mereka tiba di ujung terowongan.

Juan Pablo mendorong pintu lain yang juga terbuat dari besi. Tak disangka, ternyata di balik pintu itu terdapat tanah luas berbatu yang cukup gersang. Namun, di sana juga ada sebuah pondok kecil. Juan Pablo mengajak Alma ke pondok tadi. Di sana terdapat pemandian terbuka.

“Tempat apa ini?” gumam Alma seraya memperhatikan bangunan yang dindingnya terbuat dari kayu. Dia mengalihkan perhatian ke kolam kecil, dengan sumber air yang entah dari mana datangnya. Alma tertegun beberapa saat, memperhatikan kolam yang dikelilingi oleh dinding batu.

"Bukankah kau ingin mandi?" tanya Juan Pablo heran.

"I-iya, tapi ... aku mandi di sana? Di kolam itu?" tunjuk Alma ragu.

"Cobalah. Anggap saja sedang berendam di kamar mandimu."

Alma menoleh. Gadis itu masih terlihat ragu. "Kau yakin tidak ada yang mengintip ...."

"Hanya ada kau dan aku di sini. Aku yang mengawasimu. Tidak masalah, kan?"

Alma tersipu. Dia mengangguk, lalu melepas pakaiannya. Gadis itu masuk ke kolam dan berendam di sana.

Juan Pablo berdiri memperhatikan Alma yang asyik bermain air, sebelum beralih pada ponsel. Dia memeriksa pesan beruntun dari Jacob.

[Kamera pengawas memperlihatkan kau masuk ke ruang arsip. Untuk apa kau ke sana?]

[Jika aku hancur, kau harus ikut bersamaku!]

Kau menuntun putri Jonathan Fletcher masuk ke markas kita. Ini tak bisa dimaafkan!]

Juan Pablo tersenyum kecil. Dia merasa lucu dengan tingkah Jacob. Pemimpin Killer X itu ternyata bisa lepas kendali. Walaupun malas, Juan Pablo akhirnya membalas pesan tadi.

[Kita lihat, seberapa pintar kau mengatasi persoalan ini]

Juan Pablo terus memperhatikan layar ponselnya, menunggu balasan dari Jacob. Namun, pria itu tak membalas lagi.

“Aku sudah selesai." Tiba-tiba, Alma sudah berdiri di hadapan Juan Pablo. Gadis itu tampak begitu cantik dan segar, meski menggunakan T-shirt berukuran besar dipadukan celana jeans belel.

“Padahal aku sudah memakai sabuk, tetapi celana ini tetap melorot,” keluh Alma sambil menarik celana hingga ke atas pusar.

Juan Pablo menggeleng pelan sembari menahan tawa. “Itu celanaku,” ucapnya. Dia membantu Alma merapikan celana jeans tadi. Dia mengencangkan ikat pinggang yang terbuat dari kulit itu. “Sudah. Ayo, kita kembali,” ajak Juan Pablo, seraya menuntun Alma menuju pintu masuk pondok.

Akan tetapi, seketika keduanya tersentak, saat mendapati belasan orang yang membawa senjata api laras panjang. Orang-orang itu berdiri siaga mengelilingi pondok. Mereka semua memakai penutup wajah.

Ketika Juan Pablo menapakkan kakinya di teras pondok, orang-orang itu mengokang senjata dan mengarahkan moncongnya ke arah dia dan Alma. “Masuklah. Jangan keluar sampai aku memanggilmu,” bisik Juan Pablo.

“Ta-tapi ….” Alma terbata.

“Percayalah. Semua akan baik-baik saja. Kau akan segera pulang bertemu ayahmu, setelah aku menjemput pamanku,” ucap Juan Pablo datar.

Namun, Alma dapat merasakan kehangatan dan perlindungan di sana. Gadis cantik itu mengangguk, lalu melangkah mundur dengan sangat hati-hati. Tak lupa, Alma mengunci rapat pintu pondok.

Setelah memastikan Alma aman, Juan Pablo mengalihkan pandangannya kepada orang-orang bersenjata tadi. “Keluarlah, Jacob!” serunya.

Salah seorang dari beberapa pria bertopeng tadi maju beberapa langkah, kemudian membuka penutup wajahnya. Pria itu menyeringai lebar, saat Juan Pablo menatap tajam. “Dari awal aku sudah merasa bahwa kau adalah ancaman serius bagi organisasi,” tunjuk pria yang tak lain adalah Jacob.

“Satu jarimu mengarah padaku. Lihatlah empat lainnya. Semua mengarah padamu,” cibir Juan Pablo. “Kenapa kau begitu takut saat aku memasuki ruang arsip? Apa kau khawatir bila diriku menemukan sesuatu di sana?” pancingnya.

“Kita tahu bahwa tak ada apa pun di sana. Ruangan itu hanya berisi berkas-berkas lama yang berdebu. Semua itu tidak penting,” sahut Jacob.

“Coba tebak, ada apa di dalam rak arsip berlabel Z57,” ujar Juan Pablo.

“Tidak ada rak arsip berlabel itu,” sanggah Jacob tegas.

“Tentu saja ada. Mungkin, kau tidak mengetahuinya,” cibir Juan Pablo lagi.

“Aku tidak percaya dengan semua omong kosong ini! Sekarang cukup basa-basinya! Bawa keluar gadis itu dan ikutlah bersamaku ke markas!” sentak Jacob nyaring.

“Tidak ada siapa pun yang dapat memerintahku. Tidak juga kau yang telah merampok Killer X secara diam-diam,” tegas Juan Pablo.

“Cih! Kau terlalu banyak bicara. Aku mulai muak padamu, Juan. Cepat bawa gadis itu, sebelum kuledakkan kepalamu!” Jacob mengangkat senjata tepat ke dekat kening Juan Pablo. Dia sudah siap menarik pelatuk senapan laras panjangnya.

1
Riezki Arifinsyah
keren Thor bisa mengharu biru pembaca /Good//Good/
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Terima kasih, Kak. Baca juga judul lain yaa.
total 1 replies
Riezki Arifinsyah
KEREN Thor
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Terima kasih, Kak 🤗
total 1 replies
Riezki Arifinsyah
Kecewa
Riezki Arifinsyah
Buruk
Santhi Agung
knp sad ending thor kasian juan tidak pernah merasakan kasih sayang sekalinya dpt dibuat metong
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: Dia terlalu banyak dosanya, Kak 🤭
total 1 replies
Ela Zidan
kaka penulis...di sinopsis kan dvterangkan kalo ini kisah lain dari juan pablo herrera...berarti ada kisah aslinya dong..dimana?
Ela Zidan: ok terimakasikak infonya
total 2 replies
Ela Zidan
waduuhhh yakin nihh akhirnya begini.....?!?!?!?
Shanty Yang
ini masih on going kah thor?
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙸𝚢𝚊, 𝙺𝚊𝚔. 𝙺𝚎𝚝𝚞𝚗𝚍𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜🙈
total 1 replies
Ela Zidan
ojo gelem juan...elang tidak pernah jadi peliharaan siapapun ...no debat!!!
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚖𝚊𝚖𝚙𝚒𝚛. 𝚂𝚒𝚕𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚗𝚘𝚟𝚎𝚕 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚍𝚎𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚞𝚍𝚞𝚕 𝚕𝚊𝚒𝚗, 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚊𝚜𝚝𝚒 𝚝𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚜𝚎𝚛𝚞 🥰
total 1 replies
Ai Oncom
ini bukannya yg sm Gianna ya..?
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝙸𝚢𝚊𝚊, 𝚝𝚊𝚍𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚖𝚊𝚞 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝 𝙹𝚞𝚊𝚗 𝙿𝚊𝚋𝚕𝚘 𝚟𝚎𝚛𝚜𝚒 𝙰𝚍𝚛𝚒𝚊𝚗𝚘. 𝚃𝚊𝚙𝚒, 𝚔𝚘𝚗𝚏𝚕𝚒𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚔𝚞𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔. 𝙳𝚒 𝚜𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚒𝚗 tua😁
total 4 replies
Miksiba Andri
saya suka, alur ceritanya ga membosankan
Dwisya Aurizra
mungkin itu ulah atasannya ya da rada nyurigakeun
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝑱𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒔𝒖𝒖𝒅𝒛𝒐𝒏, 𝑴𝒂𝒌. 𝑰𝒕𝒖 𝒅𝒐𝒔𝒂
total 1 replies
Miksiba Andri
kok lama up datenya.... 😭
ƙׁׅᨵׁׅׅꩇׁׅ֪݊ ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁ: 𝐌𝐚𝐚𝐟, 𝐊𝐚𝐤. 𝐒𝐢𝐛𝐮𝐤 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐧𝐨𝐯𝐞𝐥 𝐝𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐚𝐡. 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐮𝐩
total 1 replies
ouw
juliana bilang kalau pria yang datang bertamu kemarin adalah Juan bukan Tuan Sanchez..omg
Dwisya Aurizra
hmm nampaknya bakal ada persaingan merebutkan hati Alma nih
Dwisya Aurizra
waw kesempatan juan nih untuk melepaskan rindu sm Alma
ouw
sangat menikmati alurnya, penuh dengan konflik.. like it!
Dwisya Aurizra
bakal ada rebutan abu keknya
Dwisya Aurizra
di tunggu aksi juan selanjutnya 😍
Dwisya Aurizra
eh, udah di bersihin belom, takutnya masih ada sisa bercak anu, trus kena bokong Eljah 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!