Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Sang Pengubah Takdir

Sistem Sang Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / TimeTravel / Tamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae Linge

Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batuk Darah

"Ayah aku benar-benar minta maaf, ini semua salahku" ucap Dodi Hu dengan air mata yang berlinang sembari bersujud di lantai kepada ayahnya itu, mendengar itu perdana menteri kiri Hu pun semakin marah hingga tanpa sadar dia pun mengambil cangkir yang ada di atas meja kerjanya lalu melemparnya tepat disamping anaknya itu "Letakkan uangnya dimeja lalu pergilah dari ruang kerjaku" ucap perdana menteri kiri Hu dengan wajah dinginnya sembari kembali duduk di kursi kerjanya, mendengar itu Dodi Hu pun dengan segera meletakkan uang itu di atas meja kerja ayahnya dan berencana pergi dari tenpat tersebut namun langkahnya pun terhenti ketika ayahnya itu mengucapkan sesuatu.

"Mana dua ribu tael emas lagi" ucap perdana menteri kiri Hu sembari menatap tajam ke arah anak keduanya itu setelah menghitung uang yang tersisa hanya tinggal tiga ribu tael emas saja padahal dia memberikan lima ribu tael emas sebelumnya ya walaupun seribu tael emas itu memang akan diberikannya kepada anaknya namun dia tetap ingin tau barang berharga apa yang dibeli anaknya dengan uang tersebut, mendengar itu Dodi Hu pun dengan segera menjelaskan semuanya, jika dia telah membeli pedang peninggalan jenderal Ren seharga seribu lima ratus tael emas, lalu selebihnya dia membeli barang untuk dirinya sendiri, mendengar itu kemarahan perdana menteri kiri Hu pun berkurang setelah melihat pedang itu "Pergilah bawa pedang itu bersamamu dan jaga baik-baik, anggap saja itu sebagai hadiah dariku" ucap perdana menteri kiri Hu yang berhasil membuat Dodi Hu pun tersenyum senang "Terimakasih ayah" ucap Dodi Hu yang kemudian langsung pergi dari tempat tersebut.

Tak berselang lama datanglah seorang pelayan yang membawa kabar jika ada seorang pelayan dari istana ingin bertemu dengan tuannya itu, mendengar itu perdana menteri kiri Hu pun memerintahkan pelayannya untuk membawa masuk pelayan tersebut "Selamat siang tuan perdana menteri" ucap pelayan pangeran mahkota tersebut sembari menundukkan kepalanya lalu kembali menegakkan tubuhnya "Tuan tujuan saya datang kemari adalah untuk menjual pil penambah umur kepada tuan dengan perintah dari pangeran mahkota setelah mendengar jika tuan sedang membutuhkannya, awalnya pangeran mahkota ingin menghadiahkan pil tersebut kepada ibu suri, namun pangeran mahkota pun berubah pikiran setelah mengetahui jika tuan lebih membutuhkannya" ucap pelayan pangeran mahkota sembari menatap ke arah perdana menteri kiri Hu dan memperlihatkan pil tersebut ke arahnya.

Melihat pil tersebut tanpa sadar perdana menteri kiri Hu pun mengambilnya dari tangan pelayan putra mahkota itu lalu menatap pil tersebut untuk memastikan keasliannya setelah itu dia pun menganggukkan kepalanya "Aku benar-benar sangat beruntung, baiklah jika begitu berapapun harganya pasti akan aku bayar jangan sampai aku membuat pangeran mahkota menderita kerugian" ucap perdana menteri kiri Hu di dalam hatinya lalu kemudian dia pun menatap ke arah pelayan pangeran mahkota tersebut "Berapa harga yang ditawarkan oleh pangeran mahkota" tanya perdana menteri kiri Hu langsung, mendengar itu pelayan tersebut pun tersenyum tipis tanpa diketahui oleh perdana menteri kiri Hu.

"Tuan perdana menteri, awalnya pangeran mahkota mendapatkan pil tersebut dengan harga delapan ribu tael emas, namun karena mengingat kesetian tuan perdana menteri kepada kekaisaran ini pangeran mahkota pun memberikan harga hanya tujuh ribu tael emas saja, bagaimana apakah tuan perdana menteri setuju dengan harga yang ditawarkan pangeran mahkota" jawab pelayan tersebut dengan wajah seriusnya, mendengar jawaban dari pelayan tersebut perdana menteri kiri Hu pun tersenyum puas karena mendapatkan potongan harga sebanyak seribu tael emas "Baiklah, aku akan membayarnya sesuai dengan harga yang ditentukan pangeran mahkota" ucap perdana menteri kiri Hu lalu berjalan ke arah meja kerjanya dan mengeluarkan uang sebanyak tujuh ribu tael emas dari laci meja tersebut dan langsung menyerahkannya kepada pelayan tersebut, setelah berhasil menjual pil tersebut pelayan pangeran mahkota itu pun segera pergi dari tempat tersebut dan kembali ke paviliun tuannya.

"Akhirnya aku berhasil mendapatkan pil penambah umur ini, aku yakin ayah pasti akan memujiku bahkan mungkin akan memberikan sesuatu yang berharga untukku" ucap perdana menteri kiri Hu sembari tersenyum lebar membayangkan akan menerima hadiah dari ayahnya, berbeda dengan perdana menteri kiri Hu yang sedang tersenyum lebar pangeran mahkota kini sedang tertawa bahagia setelah menerima uang tersebut dan mendengar semua yang terjadi dikediaman perdana menteri kiri Hu "Hahaha, sesuai dengan tebakan ku pasti perdana menteri kiri Hu akan langsung membelinya dan membuat ku untung seribu tael emas" ucap pangeran mahkota sembari mengingat kembali harga pil tersebut sebanyak enam ribu tael emas "Pergilah lalu ambil uang ini sebagai hadiah untukmu" ucap pangeran mahkota kembali sembari memberikan uang sebanyak seratus tael emas kepada pelayan tersebut, melihat uang sebanyak itu pelayan tersebut pun segera membungkukkan badannya "Terimakasih pangeran mahkota, hamba berjanji akan selalu setia kepada pangeran mahkota" ucap pelayan tersebut, mendengar itu pangeran mahkota pun hanya menganggukkan kepalanya lalu mengibaskan tangannya sebagai tanda agar pelayan tersebut segera pergi, memahami tanda itu pelayan tersebut pun segera keluar dari ruangan tersebut dengan pelan karena takut akan menggangg upangeran mahkota yang sedang bahagia.

"Hahahaha, perdana menteri kiri Hu benar-benar orang tua yang malang, bisa-bisanya dalam sehari dia dia ditipu oleh dua orang sekaligus" ucap Elisa Su sembari tertawa senang di dalam hatinya setelah mendengar cerita tersebut, mendengar itu pangeran mahkota pun tak setuju dengan ucapan Elisa Su"Bagaimana mungkin aku disebut menipu ketika aku hanya sedang melakukan sebuah bisnis" ucap pangeran mahkota di dalam hatinya membantah ucapan yang didengarnya itu, sedangkan Harun Li menatap remeh ke arah pangeran mahkota karena tak menyangka jika pangeran mahkota akan melakukan hal seperti itu, melihat tatapan dari orang yang berada didepannya pangeran mahkota pun semakin menegakkan tubuhnya "Kenapa kau melihatku seperti itu? apakah ada yang salah? selain itu aku hanya berbisnis saja" ucap pangeran mahkota dengan wajah bangganya hingga membuat Harun Li pun hanya dapat menggelengkan kepalanya saja.

"Apa aku telah ditipu" ucap perdana menteri kiri Hu yang terkejut setelah mendengar ucapan Elisa Su, belum sempat pulih dari keterkejutannya perdana menteri kiri Hu pun kembali menerima pukulan keras "Benar apa yang host katakan dia memang benar-benar orang tua yang malang, bagaimana jadinya ya host jika perdana menteri Hu tau jika pedang yang berhasil dibeli oleh anak keduanya itu hanyalah pedang replika saja, selain itu bahkan anaknya yang bodoh itu pun telah menghabiskan uang sebanyak seribu lima ratus tael emas hanya untuk membeli sebuah jepit rambut untuk menyenangkan seorang wanita yang disukainya, hahahah, host aku yakin jika perdana menteri Hu mengetahui kebenarannya bisa-bisa dia pingsan karena marah" ucap Coco sembari tertawa, mendengar kenyataan itu perdana menteri kiri Hu pun menjadi sangat marah hingga tanpa mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.

"Benar-benar anak sialan, aku pasti akan memberinya pelajaran ketika sampai dirumah" ucap perdana menteri kiri Hu di dalam hatinya sembari memikirkan cara yang sangat ampuh untuk anaknya itu, belum reda amarahnya perdana menteri kiri Hu pun kembali di buat terkejut dengan apa yang selanjutnya diucapkan oleh Elisa Su "Hey Coco jangan lupakan juga soal pangeran mahkota yang berhasil menjual pil penambah umur itu dengan harga seribu tael emas lebih tinggi dari harga pada saat pelelangan" ucap Elisa Su mengingatkan Coco, mendengar itu Coco pun menganggukkan kepalanya "Hahaha, benar juga apa yang host katakan, hampir saja aku melupakannya" ucap Coco sembari mengelilingi hostnya itu. Mendengar percakapan kedua orang tersebut membuat perdana menteri kiri Hu pun memuntahkan darah karena sangat marah hingga membuat dua orang yang sedang bersamanya pun merasa ketakutan dan segera memanggil orang kepercayaan perdana menteri kiri Hu untuk memanggil tabib agar memeriksa kondisi perdana menteri kiri Hu.

1
..
keren!
..
Hai kak, semangat, aku sidah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah!
..
Hai kak aku sudah bom like karya kamu dan jangan lupa like balik karya aku juga yah, mari saling follow dan dukung yah kak. semangat💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!