Indonesia
NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:197.1k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 26

"Mas, kamu kan di LT. Bisa nggak sih aku masuk ke sana juga. Aku pengen banget bisa kerja di LT."

"Eh Rhe, nggak bisa. Di LT nggak boleh pacaran. Kalau kalian punya rencana mau nikah, jelas nggak bisa. Nanti pasti di suruh resign salah satunya."

"Iya sayang bener, nggak bisa. Udah paling bener kamu ada di sini (Malaysia). Dari pada kamu ke LT terus nanti malah resign kan. Lagian aku mau promosi kabag, sayang banget kalau ada skandal."

Rhea tersenyum kecut ketika mengingat ucapan Oza dan Trisna beberapa bulan yang lalu. Saat itu Oza dan Trisna katanya tengah ada perjalanan bisnis ke Malaysia, mereka mampir untuk menemui Rhea yang bekerja di sana.

Rhea yang masih sangat menginginkan bekerja di LT mencoba bertanya kepada Oza. Tapi jawaban Oza dan Trisna serempak. Keduanya sepakat.

Lucunya sekarang dua orang itu menikah. Bukan tak hanya sekedar satu kantor tapi malah satu bagian. Melihat Trisna dan Oza bersama, lalu mengingat kenangan yang dulu, Rhea hanya bisa tersenyum kecut.

Tidak boleh pacaran satu kantor hanya akal-akalan semata.

"Aku beneran bodoh. Agaknya mereka memang sudah punya hubungan waktu itu. Tapi kenapa dia nggak mutusin aku, dan malah buat aku seperti orang yang paling menyedihkan. Dan lucunya, aku bahkan hampir mengakhiri hidupku sendri. Eh bentar."

Rhea menegakkan tubuhnya secara tiba-tiba. Padahal dia sudah siap untuk tidur.

Wanita itu seolah mengingat sesuatu yang sempat ia lupakan. Dia turun dari ranjang dan bergegas keluar dari kamar.

"Mas, Mbak," panggilnya.

Radit dan Lavia baru saja kembali kembali dari berbelanja perlengkapan bayi. Padahal Rhea menawarkan untuk membelikannya tapi kakak dan kakak iparnya itu menolak keras.

"Ada apa, kok belum tidur," jawab Radit.

"Ish, baru jam sembilan. Aku bukan bocah ya,"sahut Rhea sambil bersedekap.

"Hahaha iya-iya. Terus ada apa? Sayang kamu istirahat dulu gih."

"Iya Mbak Via istirahat, pasti capek euy muter-muter dengan perut yang udah gede gitu."

Lavia tersenyum, ia pergi ke kamar lebih dulu, meninggalkan kakak beradik itu.

"Anu, pass hari itu. Hari dimana aku balik dari Malaysia, siapa yang nganterin aku sampai ke rumah Mas?"

Degh!

Radit langsung mengerutkan kedua alisnya. Dadanya berdegup dengan sangat cepat, dan wajahnya mendadak cemas.

"Kamu kenapa, Rhe? Apa mereka, mereka ganggu kamu?"

Radit meraih tangan Rhea dan menggenggamnya erat. Di sana bisa Rhea rasakan bahwa tangan Radit bergetar hebat.

Rhea lalu tersenyum dan mengusap lembut punggung tangan kakak satu-satunya itu.

"Nggak Mas, sama sekali nggak ada yang bisa ganggu aku di kantor. Bahkan mereka pun, tak ada yang bisa nyentuh aku. Jadi jangan khawatir."

Radit menghela nafasnya penuh kelegaan. Hari itu kembali disinggung oleh Rhea, jujur saja Radit langsung merinding sekujur tubuh. Kondisi buruk Rhea waktu itu masih sangat terngiang dalam pelupuk matanya. Mengingat Rhea hendak mengakhiri hidupnya, membuat nafas radit tercekat.

"Syukurlah kalau begitu."

"Terus, Mas masih inget nggak siapa yang bawa aku pulang. Aku inget hal bodoh yang aku lakukan, aku juga tahu kalau ada yang menolongku. Tapi aku nggak inget siapa dia."

Radit terdiam sejenak, ia mencoba mengingat-ingat tentang hari itu yang sebenarnya sama sekali tak ingin diingatnya.

"Mereka berdua nggak nyebutin nama Rhe. Tapi yang pasti mereka kayaknya orang kaya, orang mobilnya bagus banget. Waktu itu mereka cuma nganter kamu, terus abis itu pulang."

Wajah Rhea yang tadinya semangat langsung mengendur. Wanita itu juga menghembuskan nafasnya panjang.

"Kenapa emangnya?"

"Ya nggak apa-apa, tanya aja. Ya udah Mas, tidur gih pasti capek. Aku juga mau tidur."

Rhea tersenyum simpul, dia beranjak dari kursinya dan kembali ke kamar.

Radit masih disana, menatap punggung adiknya hingga menghilang dari balik pintu. Matanya tak berkedip, namun ia tersenyum.

"Syukurlah kalau kamu udah baik-baik saja Rhe."

Saat Rhea diterima masuk di LT, sebenarnya Radit tidak setuju. Dia takut jika Rhea bertemu dengan Oza dan Trisna. Ia takut jika Rhea melakukan hal bodoh itu lagi.

Tapi sekarang tampak di matanya bahwa sang adik menikmati pekerjaannya. Rhea selalu bersemangat saat berangkat kerja dan juga tersenyum ketika pulang.

"Semoga kamu selalu dilimpahi kebahagiaan setelah badai besar itu, Rhe."

Air mata Radit menetes tanpa permisi. Sebenarnya dia ingin sekali menghampiri Oza dan menghajar pria itu. Tapi Rhea menghalanginya.

"Jangan kotori tangan kita untuk menghadapi orang-orang kotor itu Mas. Aku udah anggap hal tersebut adalah pakaian yang kotor. Kita nggak perlu membersihkannya, cukup kita buang dan lupakan."

Radit hanya bisa mendoakan hal yang terbaik untuk adiknya. Dan dia sangat bersyukur bahwa Rhea sekarang sudah sangat jauh lebih baik.

Di dalam kamar, Rhea masih belum juga memejamkan matanya. Sedari tadi dia hanya melihat langit-langit kamar. Dia sangat penasaran terkait siapa yang menolongnya.

"Wajah pria itu samar, tapi aku ingat suaranya. Dan kenapa suaranya kayak Pak Nayaka ya? Ah masa sih Pak Nayaka?"

Rhea mengingat saat Nayaka memegang tangannya di atas kapal waktu itu. Suara Nayaka yang lantang, terasa familiar dan bahkan sama seperti saat dia hendak terjun dari jembatan.

"Duh jadi penasaran banget siapa orang yang udah nolong aku. Seenggaknya aku harus berterimakasih karena dengan pertolongannya, aku bisa hidup lebih baik setelahnya."

TBC

1
reiny marlina
Kerenn dan selalu sukaaa
Esther
Selamat Nayaka dan Rhea dengan kehadiran si kembar.

Terima kasih thor
Cicih Sophiana
aq kirim VOTE hadiah untuk othor... sehat dan sukses slalu🥰😍😍
Cicih Sophiana
selamat ya pak asisten... semoga bahagia terus
dewi rofiqoh
Selamat datang twins❤️❤️❤️
ElHi
huaaaa..the end...maaxihh kak IAS.....anaknya Nathan dan Naina..hehehe
Sri Supriatin
Selamat Tono n Laila 💪💪💪💪
Sri Supriatin
Selamat Nayaka n Rhea dgn kelahiran kembar 🙏🙏😍😍😍
Tks karyanya thor... Ditunggu karya selanjutbya 💪💪💪
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
di atas ad yg kurang nama Nayaka mulai juga salah ka ini juga ad typo kok di susuk
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
typo kk
Reni Setia
selamat udah tamat karyanya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
cieeee cieeee
Rohmi Yatun
akhirnya happy ending.. makasih thor untuk ceritanya yg kuat biasa.. 🙏👍.. semoga kedepannya semakin sukses
D_wiwied
welcome to the world baby twins 🥰🥰 semoga sehat2 semua ibu dan babies nya
D_wiwied
gemas kak, gemas.. bukan gemar 🤭
GiZaNyA
akhirnya launching juga anak2nya Nayaka... 😍😍😍
usul namnya.. yang cowo Nahan Rajendra kalo yang cewe Nafaya Raveena.. hehehe... semangat Thorrr... lanjut kisah sebelah 😁😁
GiZaNyA: mantaappp😁
total 5 replies
ind@h
ada kisah untuk si kembar g thorr..??
Dew666
Loh loh Tono aja blom belah duren kok dah tamat, tunggu Tono sampe punya anak aja baru tamat dong
GiZaNyA
manten baru lagi asik pacaran kayanya... belum saling mendalami... 🤣🤣
tiara
Akhirnya bos dan tangan kanannya menenemukan pawangnya ya,selamat mas Tono atas pernikahanya semoga Samawa🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!