BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.
👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18 Pertarungan berdarah, Kuas bertinta hitam
Jiun Yi yang sedari tadi mengamati situasi dari udara dibuat terkejut oleh kedatangan Penatua Yan Feng beserta rombongannya. Ia tak menyangka bahwa Penatua Yan Feng adalah dalang utama di balik semua ini.
Sebagai Tuan Muda dari Keluarga Ji pringkat dua—salah satu klan terpandang di Kota Kekaisaran—Jiun Yi tahu betul tentang Keluarga Yujin yang menduduki peringkat keenam. Siapa sangka, pria yang baru saja menjadikannya budak ternyata merupakan buronan utama klan tersebut.
Jiun Yi dilanda kebimbangan. Haruskah ia turun tangan jika Yefan memerintahkan nya untuk membantu nya? Di satu sisi, jiwa serta kebangkitan adiknya berada penuh di tangan pria itu. Namun di sisi lain, meski Keluarga Yujin tergolong klan kecil dibanding klannya, mereka memiliki jaringan pengaruh yang cukup luas hingga ke luar Kota Kekaisaran. Ikut campur dalam dendam berdarah ini bisa mendatangkan kerumitan tersendiri bagi keluarganya.
Tanpa membuang waktu, Jiun Yi mengambil selembar kertas putih lalu menuliskan sesuatu di atasnya. Jemarinya dengan terampil melipat kertas tersebut menjadi sebuah perahu kecil. Sesaat kemudian, perahu kertas itu melesat secara ajaib menembus angkasa dan melenyap dari pandangan.
"Akan kubuat hidupmu puluhan kali lebih menderita daripada ibumu selama bertahun-tahun ini!" cibir Penatua Yan Feng, menyunggingkan senyum kejam yang di hiasi hawa membunuh.
Yefan tidak menyahut. Tatapannya dingin mematikan.
Genggamannya pada tanduk Kera Hitam di pinggang nya makin mempererat. Dalam sekejap, asap Yin pekat merebak membungkus seluruh tubuh Yefan. Ia melesat menerjang ke arah Penatua Yan Feng.
"Aku bersumpah Akan kuhancurkan Keluarga Yujin-mu sampai tak bersisa!" teriak Yefan bergetar oleh amarah yang di bungkus kebencian.
"Hmph! Apakah kau layak?!" dengus Penatua Yan Feng dingin.
BOOOMMM!
Hantaman tinju Penatua Yan Feng beradu keras dengan senjata tanduk hitam Yefan. Ledakan sonik menggelegar dahsyat kesegala arah, meretakkan daratan dan menggetarkan seluruh area. "Orang orang dari berbagai paksi yang menyaksikan pertarungan tingkat master ini tergesa-gesa mundur berhamburan, takut terkena imbas gelombang kejutnya.
BOOM!
Akibat Perbedaan ranah yang terlampau jauh hingga aura panatua yanfeng membentur tubuh Yefan dengan telak, "Tak mampu bertahan. Yefan terdorong mundur sejauh puluhan kilometer, tak sanggup mengimbangi kekuatan murni seorang kultivator Alam Roh. Sangat sulit baginya untuk melangkahi celah tiga ranah besar.
Namun, "yefan sama sekali tidak gentar.
Yefan menstabilkan pijakannya, lalu berteriak seraya kembali menerjang maju.
Wuuussss... BOOM!
Rentetan ledakan hebat kembali pecah beruntun di udara.
BOOM! BOOM!
"Bocah! Harus kuakui kau memang seorang jenius. Tapi lalu kenapa?! Dengan kultivasi Alam Transenden tingkat rendah dan tanpa memiliki latar belakang di belakangmu, kejeniusanmu tak lebih dari omong kosong!" ejek Penatua Yan Feng sembari menahan rangkaian serangan Yefan.
BOOM!
Penatua Yan Feng sesekali melontarkan serangan balasan yang membuat Yefan berkali-kali terpental. Bekas tinju sang penatua tercetak jelas di tubuh Yefan, menyisakan luka-luka memar dan berdarah.
Mendengar cibiran itu, amarah Yefan mencapai titik didih. "Hancurkan!" teriak Yefan mendadak di tengah sengitnya bentrokan.
Penatua Yan Feng, yang sedari awal memandang remeh lawan, mendadak terperanjat. Ia merasakan sebuah Eksistensi aneh merayap dan menyelimuti tubuh serta jiwanya, memicu sensasi dingin yang membuat bulu kuduknya berdiri tegak. Gerakannya terkunci seketika.
Perlahan-lahan, wujud Penatua Yan Feng mulai memudar.
"I-ini... kekuatan macam apa ini?! Aku sama sekali tak bisa merasakan bagaimana eksistensi tak kasat mata ini menyerang, apalagi untuk membelokir nya!" gumam Yan Feng dalam kepanikan luar biasa.
Para penonton terperangah menyaksikan adegan tersebut. "Apakah Penatua Yan Feng juga akan terhapus dari dunia ini tanpa bisa bereinkarnasi?!" teriak seseorang di antara kerumunan dengan nada gemetar.
"Hanya seorang Transenden tahap awal, tapi mampu bertarung sengit dengan kultivator Alam Roh bahkan menyudutkannya seperti itu... Sungguh pria yang menakutkan," batin Jiun Yi, merasa gentar.
Tuan Muda Yunan Zili pun panik setengah mati. "Paman!" teriaknya histeris. Empat orang bawahan di belakangnya serentak bersiap maju untuk menolong Penatua Yan Feng.
Namun, sebagai kultivator Alam Roh yang telah mampu mengendalikan esensi langit dan bumi, Penatua Yan Feng bergerak cepat. Ia membentangkan esensi langit dan bumi untuk membungkus fisik dan jiwanya.
Upaya tersebut berhasil. Entitas tak berbentuk itu tertahan oleh lapisan esensi langit dan bumi. Penatua Yan Feng bisa bernapas sedikit lega. "Ternyata eksistensi aneh ini hanya berpengaruh pada kultivator di bawah Alam Roh," batinnya menyimpulkan.
Meski begitu, entitas tak berbentuk itu terus merayap seperti rayap di kayu keras, mengikis dan menghapus energi esensi langit dan bumi secara paksa. Meski pergerakannya melambat dibanding sebelumnya, keagresifan entitas itu mirip belatung yang enggan melepaskan mangsanya.
melihat pelindung esensi langit dan bumi nya terus digerogoti tanpa henti, Penatua Yan Feng dibuat tercengang. "Teknik terkutuk macam apa ini?!"
Tanpa berpikir panjang, Penatua Yan Feng meledakkan lapisan esensi langit dan bumi yang melindungi tubuhnya sendiri demi menyingkirkan Eksistensi aneh itu.
BOOM!
Anehnya, entitas tak berbentuk yang menempel pada energi langit dan bumi itu tidak hancur meski dihantam gelombang ledakan esensi langit dan bumi yang di kerahkan oleh praktisi di Alam Roh. Itulah keistimewaan entitas tak berbentuk yang diciptakan Yefan secara tak sengaja dari rasa takutnya yang ia singkirkan—sebuah manifestasi murni yang tidak memiliki asal dan tidak memiliki akhir.
Entitas tak berbentuk itu hanya terdorong mundur lalu menyatu dan lenyap di antara ketiadaan. Tentu saja, hal itu terjadi karena basis kultivasi Yefan belum memadai untuk menghapus seorang praktisi di Alam Roh.
Namun, di saat fokus Penatua Yan Feng teralihkan sepenuhnya oleh eksistensi aneh menurut nya, Yefan telah merentangkan busur tulangnya hingga maksimal. Sebatang anak panah emas terbentuk, memancarkan aura mendominasi yang menekan sekelilingnya. Yefan mengerahkan seluruh kultifasi nya dalam satu tembakan ini.
"Mati!" teriak Yefan yang di iringi niat membunuh.
WUUUSSSSS!
Anak panah emas melesat bagai bayangan, mengincar langsung kepala Penatua Yan Feng yang baru saja terbebas dari cengkeraman ketakutan. Setetes darah kental tampak mengalir di sudut bibir sang penatua—serangan entitas tak berbentuk tadi jelas telah melukai organ dalam dan jiwa nya.
Melihat mata panah emas membendung pandangannya dalam jarak yang sangat dekat, Penatua Yan Feng terperanjat. Ia tak sempat lagi menghindar. Mengetahui daya hancur luar biasa dari panah tersebut, ia tak berani menahannya dengan tangan kosong.
Dengan refleks cepat, ia melempar sebuah pusaka pertahanan berupa tameng perunggu ke hadapannya.
DANG!
Anak panah emas menghantam perisai perunggu, memicu ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan bukit bukit terjal di sekitarnya.
BOOOMMM!
Akibat meremehkan lawan sejak awal dan tidak berada dalam posisi siap, tameng tersebut tak sanggup menahan seluruh momentum dorongan. Penatua Yan Feng terpental sejauh puluhan mil, menghantam tebing-tebing batu hingga hancur berkeping-keping dan mengubur dirinya di balik reruntuhan.
"Uhuk!"
Kondisi Yefan pun tak kalah mengenaskan. Ia memuntahkan darah hitam segar. Efek balik dari terpatahkannya entitas tak berbentuk oleh panatua yanfeng.
Yefan sadar betul bahwa entitas tak berbentuk ciptaannya hanya mampu menghapus kultivator hingga puncak Alam Transenden. Menghadapi praktisi Alam Roh dengan teknik tersebut secara langsung hanya akan memberikan dampak efek balik yang melukai dirinya sendiri.
Namun, ia sengaja tetap menggunakannya sebagai pengalih perhatian dan pengunci pergerakan musuh—sebuah kartu truf utama baginya untuk menjembatani perbedaan ranah melawan praktisi Alam Roh.
Seluruh pasang mata menahan napas menyaksikan pertarungan di depan mereka. Mereka dibuat bergidik dan terpukau oleh kekuatan pemuda yang sanggup melukai seorang kultivator Alam Roh.
Melihat Penatua Yan Feng tertimbun reruntuhan batu, Yefan tak menyia-nyiakan kesempatan. Tanpa memedulikan rasa sakit dan luka di sekujur tubuhnya, ia kembali menarik busur tulang untuk melontarkan serangan susulan.
Namun, tepat sebelum jemarinya melepaskan tali busur...
WUUUSSSS!
Sebilah kapak darah melesat keluar dari balik reruntuhan batu yang mengubur Penatua Yan Feng. Kapak itu memancarkan aura mengerikan yang mengubah warna langit menjadi merah pekat bagai lautan darah.
Merasakan tekanan luar biasa yang terkandung dalam serangan itu, Yefan terperanjat. "Apakah ini... kekuatan esensi langit dan bumi yang hanya bisa digunakan oleh kultivator Alam Roh?!" batin Yefan.
Meski begitu, tak ada gurat gentar di wajahnya. "yang ada hanyalah niat membunuh,
Dengan cepat, Yefan melepaskan tali busurnya. Wuuussss! Anak panah emas melesat menyambut datangnya kapak darah.
BOOOOMMM!
Ledakan hebat tercipta di udara. Namun, kapak darah milik Penatua Yan Feng tak terhentikan. Meskipun dihantam oleh panah emas Yefan, artefak itu terus melaju deras mengincar nyawanya. "Kualitas artefak milik Yefan saat ini jelas kalah jauh dibanding artefak milik seorang penatua yan feng.
Melihat bahaya yang makin dekat, Yefan tanpa ragu mencabut kuas bertinta hitam yang terselip di sabuk pinggangnya.
Dengan gerakan kilat, Yefan mengarahkan ujung kuas ke udara kosong. Lingkaran pola tiga dimensi membungkus mata kuas, membuat ruang di depannya beriak bagai permukaan air. Yefan dengan sangat cepat mulai melukis bayangan dari kapak darah yang sedang melesat ke arahnya.
Begitu lukisan itu selesai dibuat, pola tiga dimensi di ujung kuas bergetar hebat.
Sesuatu yang di luar nalar terjadi.
Seketika, warna di dunia sekitar memudar drastis menjadi warna putih keabuan—mulai dari pepohonan, tebing gunung, hingga aliran sungai. Kapak darah yang semula meluncur beringas dengan aura merah membara mendadak terkunci membeku di udara, warnanya berubah kusam menjadi putih keabuan.
(Bersambung)
------Berkarya karena suntuk-----(^_^)
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏