Jonash Dumantry atau biasa disapa Nash adalah seorang pemuda kelahiran Tarakan anak laki-laki dari seorang ayah veteran tentara dan seorang ibu rumah tangga. Memiliki seorang adik wanita Griselda yang berumur sampai 5 tahun saja dan merupakan kegetiran pertama yang dialami oleh Nash.
Nash memilih hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan Kuliah. Di kampus Nash mengenal Vina ,wanita cantik keturunan ningrat yang akhirnya dinikahinya dalam usia yang masih sama-sama belia dan memiliki dua orang anak yang tampan dan cantik, Kenzo dan Selma.
Kerumitan hidupnya dimulai sejak meninggal sang ayah tercinta, dia terpaksa berpisah dari istri dan anak-anaknya untuk mengejar impiannya menjadi suami sejati dengan menerima tawaran kerja dari perusahaan di Batam. Sementara Vina harus menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu. Tuntutan pekerjaan dan dinamika rumah tangga yang turun naik semakin menjauhkan mereka. Dalam kesendiriannya, Nash mengalami riak gelombang yang menghilangkan jati dirinya dan terjerumus dalam gaya hidup yang tidak pernah terbersit sedikitpun dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JS.Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Syarat yang Harus Diikuti
Pendekatan psikologis menjadi cara yang paling ampuh yang dilakukan oleh Nash, bersikap baik tapi tidak menjadi lemah, bersikap wibawa tapi tidak menjadi kaku.
Inti poinnya adalah adanya kenyamanan dalam berinteraksi antara Nash dengan karyawan melalui komunikasi yang cair dan tidak berjarak.
Sebagai supervisor dan penanggung jawab di cabang Batam, Nash secara langsung harus melakukan monitoring lapangan ke proyek yang sedang dikerjakan.
Lazimnya monitoring lapangan dilakukan pada awal mulai proyek dikerjakan dan menjelang proyek akan finish untuk dibuat berita acara serah terima dengan rekanan.
Dalam skedul yang telah dibuatnya,, minimal setiap bulan Nash sudah harus berkunjung ke beberapa lokasi titik proyek baru yang sedang dikerjakan.
Ritme kerja dijalani oleh Nash diperusahaan barunya dengan euforia dan semangat pada awalnya dipicu oleh keberadaan Vina, Kenzo juga Selma di Batam.
Namun kehadiran isteri dan anak-anaknya malah menjadi persoalan tersendiri dikemudian hari.
Hal ini disebabkan oleh waktu Nash yang terkadang berminggu-minggu jauh dari rumah karena harus melakukan monitoring ke lapangan, membuat hubungan dan komunikasi yang terjalin antara Nash dan keluarga kecilnya tidak berjalan secara optimal.
Pada akhirnya Nash harus membuat keputusan yang paling berat dalam perjalanan hidupnya yaitu dengan menitipkan terlebih dahulu Vina anak-anaknya pada mertuanya di Bogor.
Ketika keputusannya memulangkan Vina dan anak-anaknya bertujuan untuk kebaikan anak dan istrinya, Nash sama sekali tidak membayangkan bahwa keputusan tersebut menjadi bumerang baginya dikemudian hari.
Baginya keputusan yang dilakukan adalah hal yang terbaik saat itu. Walaupun pada akhirnya, nyaris sebagian teman-teman dan tetangganya mencibirnya dan menafsirkan Nash sebagai suami yang tidak bertanggung jawab.
Gunjingan dari orang-orang sekitar menjadi tekanan tersendiri bagi Nash.
Nash merasakan ketidaknyamanan dalam bersosialisasi disekeliling komunitas kehidupannya. Sampai kemudian Nash mengambil langkah harus berpindah-pindah tempat tinggal.
Orang lain tidak dapat memahami mengapa Nash membuat keputusan yang dianggap mereka aneh.
Sementara pekerjaan lapangan yang mengharuskan Nash berkunjung dari satu kota ke kota lainnya, dari satu pulau ke pulau lainnya dalam interval waktu berminggu-minggu sebagai alasan utama Nash menitipkan Vina dan anak-anaknya.
Pekerjaan proyek pemasangan instalasi yang dikerjakan dalam kontrak awalnya harus selesai dalam waktu enam bulan ternyata harus mundur selama dua minggu karena faktor kendala cuaca.
Mundurnya waktu pengerjaan, masih dapat ditolerir oleh pihak bowheer dengan berbagai pertimbangan teknis, kontrak di addendum untuk menambah jangka waktu menjadi dua minggu.
Namun akibat mundurnya schedule pekerjaan, membuat Nash harus fokus di lapangan dengan tambahan waktu dua minggu di pulau terjauh mengakibatkan janji Nash untuk menjemput Vina dan anak-anaknya setelah enam bulan dititipkan di Bogor menjadi terkendala.
Nash tidak memiliki waktu untuk mengurus segala sesuatu terkait kepindahan kembali Vina dan anak-anaknya dari Bogor ke Batam terlebih saat momen kenaikan kelas Kenzo menjadi persoalan tersendiri.
Tidak dapat dibayangkan situasi pergulatan batin Nash selama dua minggu berada di pulau terjauh di lokasi pekerjaan yang jauh dan terkendala keterbatasan transportasi dan alat komunikasi.
Saat seluruh pekerjaan di pulau terjauh itu pada akhirnya benar-benar dinyatakan selesai seratus persen. Sesaat Nash telah kembali ke Batam, tanpa membuang-buang waktu Nash mengurus segala sesuatu terkait kepindahan Vina dan anak-anaknya.
Namun saat Nash menghubungi Vina untuk rencana menjemputnya kembali ke Batam, Vina meminta Nash untuk datang terlebih dahulu ke Bogor.
Saat Nash datang ke Bogor dan melakukan pertemuan dengan orang tua Vina, Nash baru menyadari bahwa keinginan Nash untuk memboyong kembali Vina dan anak-anaknya tidak mungkin dapat diwujudkan oleh Nash saat itu.
Dari hasil pertemuan dengan orang tua Vina, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Nash untuk dapat memboyong Vina dan anak-anaknya kembali ke Batam.
Nash tidak memiliki posisi tawar sehingga harus menyetujui persyaratan yang telah ditetapkan oleh orang tua Vina.
Pada akhirnya dengan hati yang berat, Nash harus menghormati keputusan orang tua Vina dan kembali ke Batam dengan tekad yang kuat untuk mewujudkan komitmen dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh orang tua Vina.
Nash bertekad memenuhi syarat itu untuk sesegera mungkin dirinya dapat berkumpul kembali dengan Vina dan anak-anaknya.
Tidak terasa kemudian bahwa sudah satu tahun Nash bekerja di perusahaan pak Maja dan sudah enam bulan lebih Nash tidak bertemu dengan Vina dan anak-anaknya sejak terakhir Nash kembali ke Bogor.
Nash bahkan hilang komunikasi sama sekali dengan keluarga kecilnya.
Rasa rindu yang luar biasa pada keluarga kecilnya harus Nash pendam dalam-dalam sampai syarat yang ditetapkan orang tua Vina dapat Nash penuhi.
Hingga suatu ketika terbersit dalam pikiran Nash untuk pindah ke perusahaan induk pak Maja di Jakarta.
"Jika seperti ini terus, aku sudah tidak sanggup bertahan untuk berjauhan dengan keluarga kecilku.. Tidak ada salahnya jika aku mencoba mengajukan permohonan ke induk perusahaan pak Maja di Jakarta..toh perusahaan disini sudah berjalan dan aku bisa mengusulkan kepada pak Maja untuk mencari penggantiku disini..."
Tekad Nash sudah bulat untuk mengajukan permohonan pindah ke Jakarta dan membayangkan kembali berdekatan dengan Vina dan anak-anaknya.
Nash membayangkan jika itu terwujud seperti mengalami Dejavu saat awal-awal Nash menikahi Vina dan harus pulang pergi Bogor - Jakarta untuk bekerja, walau kali ini bedanya adalah Nash bekerja di perusahaan yang sesuai dengan bidang pendidikannya.
"Halo Nash...hari Rabu besok saya ada kunjungan ke Batam dan akan melakukan meeting dengan rekan-rekan di Batam, saya berangkat pagi-pagi sekali dan malam hari sudah harus kembali ke Jakarta, jadi usahakan meeting dengan rekan-rekan dapat terlaksana di hari tersebut.."
Nash dapat dengan segera mengetahui suara yang ada di seberang telpon. Ya, itu adalah suara pak Maja.
Nash menyambut gembira kedatangan pak Maja yang memang sudah lama ditunggu-tunggu olehnya.
Karena sudah delapan bulan terakhir pak Maj tidak sempat melakukan kunjungan kerja ke Batam dan Nash cukup memakluminya karena pak Maja sedang sibuk mengembangkan bisnisnya di wilayah timur Indonesia.
"Ini kesempatan terbaikku untuk mengutarakan keinginanku pindah ke Jakarta sehingga aku memiliki kesempatan berkumpul kembali dengan keluarga kecilku..."
Gumam Nash setelah pak Maja menutup telpon.
Nash segera menghubungi seluruh karyawan yang ada di kantor dan dua orang perwakilan karyawan lapangan untuk melakukan meeting dengan pak Maja di hari Rabu.
Nash benar-benar fokus mempersiapkan presentasi kinerja perusahaan dalam satu tahun buku sebelumnya.
Nash merasa ini adalah kesempatan terbaik baginya ketika kinerja perusahaan dan performa yang memuaskan dengan indikator penilaian adalah kecepatan penyelesaian pekerjaan tanpa keluhan dari Bowheer, zero accident pada aktivitas pekerja lapangan dan performa keuangan perusahaan cabang Batam yang memberikan kontribusi positif dalam perolehan laba tahun berjalan.
Hasil laporan kinerja perusahaan yang dipresentasikan oleh Nash dalam meeting yang telah dipersiapkan secara baik oleh Nash, benar-benar memuaskan hati pak Maja.
Pak Maja memberikan apresiasi pada seluruh karyawan untuk mengadakan liburan ke Bali dengan skedul liburan disepakati oleh seluruh karyawan tanpa harus mengganggu aktivitas kantor.
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘
⚘⚘Salam dukungan selalu Pria Idola, 🌹 Bos Arogan jatuh cinta pada mama muda.⚘⚘