" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB: 18
Masih di tempat yang sama didalam hutan pinggiran kota terdapat gubuk tua yang terletak sangat dalam ke hutan, di sanalah vanesha akan mengalami perubahan dalam hidupnya.
" ku mohon hiks , Tolong lepaskan aku aku berjanji padamu tak akan mengganggu keluarga mu lagi aku sumpah" ucap vanesha sesunggukan.
Justin hanya menatap datar ke arah wanita di depannya itu.
" kalian lepaskan ikatan nya dan keluarlah" ucap Justin pada anak buahnya .
" baik bos" ucap para anak buah Justin dengan cekatan mereka melepaskan ikatan di kedua tangan dan kaki vanesha,setelah selesai membuka ikatan tersebut mereka sebuah beringan pergi meninggalkan bosnya dan seorang Sandra wanita Tersebut.
Vanesha mulai merasakan lega pada hatinya ia berfikir bahwa Justin sudah melepaskannya , vanesha akan pergi sejauh mungkin ia sungguh tak ingin ada di kota ini lagi walaupun hanya sedetik.
Dengan tubuh gemetar vanesha bangkit dari kursinya ,ia menatap Justin dengan waspada, sementara yang di tatap hanya menatap balik dan tersenyum kejam padanya.
" sekarang aku sudah melepaskanmu , jadi apa sekarang kita bisa bermain" ucap Justin ia berjalan mendekati vanesha yang masih mematung di tempat.
Di ruangan itu hanya ada sebuah kursi saja , lantainya terbuat dari semen namun bersih.
" sudah cukup bermain mainnya sekarang aku akan menyeretmu ke neraka yang ku janjikan padamu" ucap Justin dengan kasar ia tarik tangan vanesha ke sebuah ruangan yang ternyata adalah sebuah kamar yang tidak terlalu luas tapi cukup nyaman .
Justin hempaskan tubuh vanesha dengan keras ke atas ranjang lalu ia berbalik dan mengunci pintu lalu melempar kunci tersebut kesembarang tempat.
" aaahhkk" vanesha memekik terkejut saat tubuhnya di hempaskan begitu saja di atas ranjang ia langsung waspada saat melihat Justin mengunci pintu kamar.
" a- apa yang ingin ka- u lakukan" ucapnya dengan suara bergetar begitupun dengan tubuhnya.
" membuatmu merasakan nikmatnya neraka yang ku ciptakan " ucap Justin dengan seringai kejam di bibirnya.
" ti- tidak tolong jangan lakukan itu ,aku ,aku akan langsung pergi dari kota ini ,aku janji gak akan mengusik keluargamu lagi ,tolong kali ini saja ampuni aku" ucap vanesha memohon belas kasih dari pria kejam di depannya.
Tapi Justin tetaplah Justin pantang baginya jika egonya di usik apalagi oleh seorang wanita.
Dengan perlahan ia melepaskan kancing kemejanya sembari mendekati tubuh vanesha yang beringsut di atas ranjang.
vanesha melompat dari ranjang dan berlari ke arah pintu namun, belum sempat ia sampai ke pintu tubuhnya sudah lebih dulu di hempas oleh kekuatan besar.
" aaakhhh" Justin menghempas tubuh vanesha ke atas ranjang dengan kuat ,kalian ini ia menindih tubuh gadis itu kedua tangan vanesha Justin tahan ke atas kepala gadis itu dengan satu tangannya dan kakinya mengunci pergerakan kakak vanesha.
Lalu dengan brutal ia mencium vanesha , menggigit bibirnya hingga berdarah.
" mmmhhmm" vanesha berusaha berontak ,namun Justin mencengkram kuat rahang nya, vanesha hanya bisa menangis di bawah tubuh besar Justin ia mencoba berontak tapi tak berhasil tubuhnya telah di kuasai oleh monster kejam itu.
vanesha menyesal seharusnya dia tak usah kembali ke kota ini , seharusnya dia tidak mengusik hidup ludwighe dan seharusnya dia mendengarkan peringatan Justin waktu itu.
" hiks tuhan sakit sekali,apa aku akan mati kalau iya tolong bawa aku secepatnya" ucapnya dalam hati
lalu seiring rasa sakit di tubuhnya pandangan vanesha mulai buram , kepalanya pusing matanya meredup dengan penglihatan nya yang menjadi gelap ,setelah itu ia tak sadarkan diri tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.