Chaterine Greek seorang anak berusia 9 tahun dari keluarga kaya raya yang harus berjuang dari lika liku kehidupannya dengan ke 3 saudara kandungnya yang terpisah sejak kejadian kecelakaan yang menimpa keluarganya.
Catherine harus menemukan jati dirinya dengan kehidupan yang mempermainkannya dan banyak ujian berat yang harus dia alami dengan ke 3 saudaranya.
Cerita ini akan membawa kalian readers ke lika liku kehidupan seorang gadis dan ke 3 saudaranya dalam masa senang, susah, pahit dan sampai kriminal yang menyelimuti kehidupannya hingga menemukan jati diri seorang tokoh.
Langsung saja ikutin terus cerita sampai habis ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon way way, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Interogasi Berbelit
Catherine sudah selesai operasi tetapi belum sadarkan diri dan kehilangan cukup banyak darah yang membuat Catherine kritis. Pak Mervyn dan teamnya masih saling bergantian menjaga Catherine di RS.
Sementara Lianz tidak terluka, hanya saja cukup banyak anggota mafia yang tewas dan juga tertangkap inteligen. dan mafia rusia juga sempat menyalahkan pihak Lianz karena menuduh keamanan tidak valid sampai bisa inteligen menyerang mereka semua, anggota mafia rusia juga banyak yang tertangkap. Big boss mafia juga semakin murka Sean yang paling kena dampaknya. Sean di pukuli ketua mafia, Asley tidak bisa berbuat apa-apa, karena Big boss mafia menganggap Sean tidak bisa memberikan keamanan atas transaksi tersebut. Lianz masih di Myanmar belum mengetahui jika adiknya di beri hukuman oleh big boss mafia. Lianz masih mencari cara untuk bisa membebaskan Ghea dan anggota lainnya yang tertangkap.
"Lianz, jika kamu tidak bisa menyelesaikan masalah ini adikmu yang akan kita cekokin narkoba agar kalian tau bagaimana akibatnya transaksi kalian gagal? paham?" jelas Big boss mafia melalui video call.
"Baik boss di mengerti?" tegas Lianz.
Selesai video call dengan big boss mafia, Lianz segera Video call Sean.
Terlihat Sean sudah babak belur di pukuli oleh ketua mafia.
"Sean? kamu tidak apa-apa?" tanya Lianz melihat wajah Sean memar.
"Asley, kamu bagaimana kenapa Sean bisa begitu?" ucap Lianz emosi.
"Sudah, sudah kamu juga tau Lianz, kita harus memikirkan bagaimana cara untuk membebaskan Ghea dan anggota lain yang di tangkap inteligen itu!" jelas Asley.
"Aku tidak apa-apa Kak, Kak Aku akan bunuh itu Lily? semuanya gara-gara dia? semenjak ada dia rencana kita transaksi kita selalu gagal?" ucap Sean emosi.
Bagus sebenarnya jika Sean sudah emosi dengan Lily atau Catherine itu, itu lebih bagus! pikir Asley mendengar umpatan emosi Sean
Lianz, Sean dan Asley menyusun rencana untuk menyerang inteligen dan membebaskan Ghea dan anggota mafia lain. Tetapi Sean masih kesulitan mencari tau keberadaan Ghea dan anggotanya di tahan dimana saat ini. Sean menghubungi pihak mafia rusia untuk kerjasama menyerang dan membebaskan semua anggota mafianya dan anggota mafia rusia yang tertangkap agar lebih kuat melawan inteligen.
Di sisi lain, Pak Mervyn sedang menginterogasi Ghea dan anggota mafia lainnya. Tetapi Ghea tetap diam tak bergeming sekalian Ghea di paksa dan di pukuli inteligen agar mau mengaku dan membocorkan keberadaan anggota mafia lainnya. Sudah lebih dari 2 jam Ghea tidak bergeming sedikitpun tetap diam bahkan sudah terkapar lemas tetap diam.
"Katakan, apa rencana kalian?" tegas Pak Meryn.
"Jika kamu bisa kerjasama dengan kami, saya pastikan kamu selamat dan hukuman kamu akan ringan?" imbuh Pak Mervyn.
"Hahahahha....kalian membunuhku juga kalian tidak akan pernah mendapatkan apapun?" umpat Ghea.
"Kalian tau, mafia akan menyerang kalian sebentar lagi kalian mati?" imbuh Ghea lagi.
"Bedebah kau?" Pak Mervyn mulai emosi.
Pak Mervyn keluar dari ruang interogasi.
"Bagaimana dengan mafia lainnya ada yang mau bicara?" tanya Pak Mervyn. ke teamnya.
"Tidak satupun komandan? Diam semua?" ucap Fox.
"Sepertinya yang tau rencana hanya perempuan itu komandan (menunjuk Ghea)?" imbuh Glen.
"Tapi perempuan itu juga tidak mau bicara apapun?" ucap Pak Mervyn.
"Cari tau keluarga perempuan itu? kita harus paksa dia bicara agar kita tau rencana dan juga keberadaan mafia itu?" tegas Pak Mervyn.
Pihak inteligen segera mencari tau identitas Ghea, dan juga mencari tau keberadaan Lianz dan anggota mafia lainnya. Inteligen rusia mengabari keberadaan mafia rusia tetapi untuk Lianz dan anggotanya mereka belum menemukannya. Tetapi ada pesan bahwa mereka akan bergabung dan akan ada penyerangan ke inteligen. Mendengar kabar tersebut Pak Mervyn segera mengumpulkan team inteligen rusia, dan pasukan khusus Myanmar untuk melakukan antisipasi penyerangan terhadap mereka.
Sean mendapatkan kabar baik terkait keberadaan Ghea dan lainnya di tahan dari pihak mafia rusia.
"Kak, dapat posisi Ghea di tahan?" jelas Sean memberitahu Lianz dengan video call.
"Oke, Asley saya butuh sniper, tambahan anggota, granat dan juga senapan bius?" jelas Lianz memerintahkan Asley.
"Oke, di siapkan? akan mulai menyerang kapan?" tanya Asley.
"3 hari lagi, kita lihat itu inteligen agar lengah?" jelas Lianz.
"Kak, aku kesitu ikut penyerangan ya?" pinta Sean.
"Tidak, tetap Kakak yang maju?" tegas Lianz.
Sean hanya terdiam mendengar keputusan Kakaknya, tetapi Sean bergerak sendiri dia tetap akan ke Myanmar untuk membantu Kakaknya. dan ingin membunuh Lily apapun yang terjadi. Tiba-tiba Sean mendapatkan pesan misterius yang memberitahu bahwa Lily masih belum sadar di rawat di RS X, mengetahui hal tersebut Sean segera membayar orang untuk memastikan informasi tersebut dan jika ada kesempatan meminta untuk membunuh Lily.
Catherine alias Lily belum sadar dan saat ini sedang di tunggu oleh Fernando dan 4 orang penjaga di luar ruangan untuk memastikan keamanan Lily. Orang bayaran Sean sudah sampai di RS tempat Lily di rawat dengan perintah Sean dari jarak jauh Sean seperti biasa memantau dengan CCTV yang di bawa oleh orang bayarannya. Melihat ada penjagaan Sean meminta untuk cari cara agar orang bayarannya bisa masuk atau kalau tidak tetap bisa membunuh tanpa menyentuh.
"Kamu bawa obat yang saya minta kamu beli?" tanya Lianz di telepon dengan orang bayarannya.
"Sudah boss?" ucap orang bayaran.
"Sebisa mungkin tukar itu dengan obat di perawat yang akan di berikan ke Lily? paham maksud saya?" jelas Sean.
"Jelas boss, saya lakukan?" ucap orang bayaran.
Sean menelepon sniper bayaran lagi untuk membantunya penyerangan dan melindungi dia dan Kakaknya. Sean tetap akan ke Myanmar tanpa sepengetahuan Asley ataupun Lianz. Karena Sean sudah benar-benar kesal dengan big boss mafia yang selalu menyalahkan dirinya dan Kakaknya jika transaksi gagal. Terlebih lagi dia sangat membenci Lily yang selalu menggagalkan rencana-rencananya.
Sean belum tau jika Lily orang yang dia benci dan ingin dia bunuh adalah Kakak kandungnya. Asley pun masih terus mencari tau kebenaran apakah benar Lily adalah Catherine.
Interogasi masih berjalan alot karena belum ada satupun mafia yang ditahan oleh inteligen mau berbicara. Mereka lebih suka di pukuli bahkan berani sampai mati. Pak Mervyn heran dengan kesetiaan para anggota mafia itu yang benar-benar tidak takut mati.
"Mafia itu di didik seperti apa sampai mereka sangat setia sekali dengan pemimpin mereka?" gumam Pak Mervyn.
"Bagaimana ada kabar terkait rencana lanjutan dari mafia? kapan mereka rencana mau menyerang?" tanya Pak Mervyn ke pihak cyber inteligen.
"Belum ada kabar apapun komandan? dan sepertinya mereka tidak jadi menyerang lebih melanjutkan transaksi mereka?" jelas salah satu team cyber inteligen.
"Benar, kemungkinan besar seperti itu melihat anggota mafia itu benar-benar setia? tidak ada satupun yang mau bicara? maka dari itu para mafia itu tidak khawatir dengan anggota mereka?" ucap Pak Mervyn menganalisa.
Pak Mervyn menelepon Fernando.
"Fernando, bagaimana Lily?" tanya Pak Mervyn.
"Belum ada perkembangan apapun komandan?" jelas Fernando.
Pak Mervyn bingung. "Lily jika bangun apa dia ada ide bagus ya?" gumam Pak Mervyn.
Apakah Catherine alias Lily akan segera sadar?
Akankah rencana Sean membunuh Lily akan berhasil?
Bagaimana kelanjutannya? di tunggu ya!