"Silahkan pergi tapi itu hanya dalam mimpimu"
Seseorang menyeringai dengan tatapan mengerikan.
"Aku capek!!!!" Teriak seorang gadis.
" Aku sakit mas!!!" Teriak seorang istri.
Mau tau kelanjutannya yuk baca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erina Novitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Pagi ini Gasta ada beberapa pekerjaan yang harus di urus dan Gasta tidak pergi ke kantor melainkan ke markas untuk menjalankan sebuah transaksi jual beli narkoba yang akan dia jual ke para mafia. Sekarang Gasta lagi memeriksa barang yang akan di jual kepada salah seorang mafia asal Italia, Saat memeriksa semua barang nya Gasta di kejutkan dengan adanya serangan dari pihak musuh nya yang akan menggagalkan rencana nya.
Dor
Dor
Dor
Dor
Suara tembak menembak saling bersahutan dengan di sertai baku hantam oleh beberapa pengawal dari Gasta dan musuh.
BRAK!!!!!
Pintu ruangan yang di tempati Gasta telah di dobrak paksa oleh beberapa orang dari pihak musuh dan langsung menghajar Gasta tanpa ampun. Gasta pun tidak tinggal diam di baju hantam dengan mereka ada yang membawa senjata tajam juga. Seorang yang telah di tumbang kan oleh Gasta diam diam mengambil pisau di saku jaketnya berjalan ke arah Gasta dengan pelan dan....
Jleb
Bukan...Bukan Gasta yang kena melainkan tuan dari pisau tersebut karena Gasta menyadari bahwa ada yang akan menusuk nya dan berbalik untuk membalikan keadaan pada akhirnya sang lawan lah yang terkena pisau nya sendiri. Gasta terlihat ngos-ngosan dengan peluh mengucur di dahinya, Setelah memastikan mereka semua MATI Gasta berjalan keluar untuk mencari Fero dengan wajah datarnya dan amarah yang menggebu-gebu. Fero yang melihat Gasta berjalan ke arahnya langsung memukul kepala sang lawan dengan kaki nya dan berjalan ke arah Gasta berdiri.
"Maaf tuan... Dia ingin menggagalkan rencana kita" Ujar Fero.
"B******K!!!!, Awasi pergerakan mereka" Ujarnya dingin dan berlalu dari sana menuju ke ruangan pribadinya.
"Baik tuan" Jawab Fero.
Sesampainya di ruangan pribadinya Gasta langsung mengamuk memecahkan semua yang ada di dalam ruangan nya dengan amarah yang tak terbendung.
"Kau!!!! B******K!!!!!" Umpatnya.
Prang!!!!!
Gasta terduduk di lantai dengan air mata yang telah berlinang.
"Kenapa harus kau!!!! Kenapa!!!!! Apa salah ku" Lirih nya di akhir kalimat dengan terisak pilu.
Fero yang mendengar itu merasa iba dan menghela nafas beratnya.
"Kenapa harus saudara mu sendiri tuan" Uar Fero.
Di rumah sakit Alisya masih belum membuka mata nya dan itu membuat seorang pria yang tengah duduk di samping ranjang nya menatap sendu ke arah Alisya dengan tangan memegang tangan Alisya.
"Kapan adek kecil kakak hmmm?" Tanya nya dengan suara lirih.
Pria itu terdiam setelah itu, tak lama pintu di buka dari luar dan masuk lah asisten nya dan berjalan mendekat ke arah sang tuan.
"Maaf tuan... Kita harus pergi karena ada pekerjaan yang harus anda lakukan" Ujar sang asisten.
Pria itu diam tak bergeming, Beberapa saat kemudian pria itu beranjak dari duduk nya dan mencium kening sang adik dengan sedikit lama.
"Kakak pergi dulu nanti kita bicara lagi dadah adek kakak sayang" Ucap nya.
Setelah itu pria itu dan asisten nya pergi untuk membereskan suatu urusan.
Di tempat Giandra dan Ferto mereka mendapatkan laporan bahwa penyerangan yang mereka lakukan gagal dan itu membuat mereka marah dan menyusun rencana selanjutnya untuk menghancurkan DREXON.
"Bagaimana ini?" Tanya Giandra.
"Kita susun lagi rencana selanjutnya dan kali ini jangan sampai gagal lagi" Ucap Ferto.
Giandra hanya mengangguk setuju dan merencanakan sesuatu yang lebih besar lagi untuk menjatuhkan DREXON.
Di belahan bumi lainnya seorang pria dengan keadaan telanjang dada sedang merokok dan menghembuskan asap nya dengan sesekali mendengar laporan tentang orang nya yang ada di Indonesia.
"Jadi mereka gagal hmm?" Ucapnya.
"Iya tuan" Jawab Sang asisten.
Pria itu mengangguk dengan pelan dan menyeringai dengan lebar masih dengan rokok yang menyala di tangannya.
Drttt
Drttt
Ponsel yang di atasnya meja berbunyi dan pria itu melihat nya sebelum mengangkat nya.
"Hallo" Sapa nya.
"Hentikan!!!! Semuanya jangan ada lagi perang cukup!!!!" Ucap orang di seberang sana.
"Ck!!! Diamlah pak tua!!" Jawabnya kesal.
"Dia saudara mu ingat itu tra!!!!" Jawab seseorang dari seberang sana lagi.
"Biarlah ini jadi urusan ku dengan nya jangan lah ikut campur masalah kami pak tua!!!!" Desis nya.
Tut
Pria itu mematikan telepon nya secara sepihak dan melemparkannya ke meja dengan rahang yang mengeras dan tatapan tajamnya yang membuat atmosfer di ruangan itu terasa dingin dan sesak. Sang asisten pun memilih keluar dari ruangan sang tuan dari pada dia MATI di ruangan sang atasan kan gak lucu.
"Hah!!! Perang saudara memang mengerikan" Ucapnya dan berlalu dari ruangan sang tuan.
Selamat membaca 😘😘😘😘