Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?
Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.
Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.
Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?
Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
026
Tasya sudah selesai dengan ritual mandinya ia berjalan ke arah meja rias sambil membawa handuk untuk mengusap rambutnya yang basah.
"Seger banget." Gumam Tasya.
Tasya menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada di meja riasnya itu.
Tasya mendaratkan bokongnya di atas kursi tepat di depan meja rias, ia mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut panjangnya.
Asik mengerikan rambut, tiba-tiba suara dering hp milik Tasya berbunyi.
Tasya mematikan hairdryernya tersebut lalu menaruh di atas meja rias, Tasya berdiri dari duduknya berjalan ke arah tempat tidur untuk mengambil hp miliknya itu.
Setelah mendapatkan hpnya, Tasya melihat ada panggilan masuk dari nomor yang tidak ia kenal awalnya Tasya sungkan untuk menerima panggilan telepon itu tapi rasa penasaran pada dirinya membuat dia memutuskan untuk mengangkat telepon tersebut.
"Hallo." Ucap Tasya saat telpon itu tersambung.
Terdengar suara helaian nafas dari sebrang telpon Tasya semakin di buat penasaran oleh penelepon tersebut.
"Hallo, ini siapa?" Tanya Tasya.
"Hallo ini aku Endrow." Ucap Endrow.
"Aishh... aku kira siapa tadi." Ucap Tasya.
"Hahaha... memangnya kamu pikir aku siapa?" Tanya Endrow sambil tertawa.
"Aku pikir orang iseng."
"Aku bukan orang iseng kok, oh iya save nomor aku ya."
"Iya ini aku save, ada apa nelpon aku?" Tanya Tasya.
"Kamu lupa lagi ya, kan kamu mau ceritain aku tentang kejadian tadi." Ucap Endrow.
"Oh itu, aku kira ada apa."
"Jadi gimana, jadi cerita ngak?"
"Iya... iya aku ceritain."
"Oke ayo ceritain."
"Jadi tadi itu pas aku mau ke parkiran temuin kamu nah aku jalan tuh di tengah-tengah halaman terus aku ngak tahu kalau mobil bos mau lewat."
"Terus... terus?"
"Makanya dengerin dulu." Ucap Tasya kesal.
"Iya ini aku dengerin."
"Nah karena aku capek banget jadi aku malas gitu lihat ke belakang jadi aku ngak tahu kalau mobil bos mau lewat padahal bos udah bunyi-bunyiin klakson mobilnya tapi aku masa bodo gitu ya aku jalan terus, nah dia langsung marah gitu ke aku, jadi aku reflek lihat ke arah dia ngak nyangka ternyata itu pak bos."
"Astaga kok kamu bisa ngak tahu kalau itu bos kita Sya."
"Iya aku ngak tahu kalau itu pak bos, pas dia marahin aku terus aku langsung minta maaf sama dia tapi dia malah pergi gitu aja kan aku jadi kesel, terus aku teriakin deh tuh pak bos."
"Hahaha... kamu berani banget, ngak takut di pecat?" Tanya Endrow.
"Takut lah aku kan tadi teriakin dia pas mobilnya udah pergi jauh." Ucap Tasya.
"Oh jadi gitu, kamu lucu banget Tasya."
"Apanya yang lucu?"
"Ya kamu, aku kira tadi kamu kenapa teriak-teriak begitu."
"Hmm itu karena aku lagi kesel makanya teriak begitu."
"Terus sekarang udah ngak kesel lagi kan?"
"Sudah sih tapi masih kepikiran aja takut bos marah-marah sama aku besok."
"Udah ngak mungkin lah, jangan kepikiran begitu."
"Iya Drow."
"Tasya kamu lagi apa?"
"Ngak lagi ngapa-ngapain kok, aku baru aja selesai mandi."
"Oh aku ganggu ngak?"
"Ngak kok Drow." Ucap Tasya.
"Kamu..." Belum sempat Endorw melanjutkan pembicaraannya tiba-tiba suara Rohdia memanggil nama Tasya.
"Tasya nenek pulang." Panggil Rohdia.
Tasya langsung berlari ke arah pintu kamar.
"Drow aku tutup telponnya dulu ya, nenek aku manggil aku." Ucap Tasya.
"Iya Tasya sampai bertemu besok." Ucap Endrow sambil menghela nafas panjang.
"Iya Drow."
Tiiitt...
Telpon itupun terputus secara sepihak, Endrow menatap layar hpnya.
"Tasya... Tasya." Gumam Endrow.
Endrow menaruh hpnya di atas bantal lalu ia berjalan ke arah balkon sambil membawa sepuntung rokok di tangannya.
Sedangkan Tasya, ia begitu antusias berlari menuruni anak tangga mencari sang nenek.
"Nenek." Panggil Tasya
Rohdia menoleh ke arah sumber suara.
"Tasya kamu udah makan?" Tanya Rohdia sambil mengusap kepala Tasya.
"Belum nek, aku tungguin nenek dari tadi." Ucap Tasya manja
"Ya udah ayo kita makan, kebetulan nenek beli puding buat kamu makan hari ini." Ucap Rohdia sambil memperlihatkan puding itu ke arah Tasya.
"Wahh puding coklat." Ucap Tasya girang.
"Ayo tunggu apalagi, ayo kita ke ruang makan." Ucap Rohdia.
Mereka pun berjalan bersama menuju ke arah ruang makan hari ini rasa lelah pada tubuh Tasya terbayar sudah dengan hidangan yang saat ini ia lihat.
Begitu banyak makanan yang enak di atas meja makan hari ini, Tasya dengan sigap mengambil posisi duduknya ia mengambil piring menuangkan nasi dan rendang di atas piringnya.
"Sepertinya kamu begitu lapar Tasya, apa tadi siang kamu sudah makan?" Tanya sang nenek.
"Sudah nek tapi aku lapar lagi." Ucap Tasya cengengesan.
"Ya udah kamu makan yang banyak ya."
"Iya nek."
Mereka berdua mulai menikamati makanan tersebut menghabiskan hidangan yang berada di atas meja saat ini.
Beberapa menit kemudian Tasya sudah selesai dengan makan malamnya jam menunjukan pukul 08.00 Tasya berdiri dari duduknya.
"Nek aku ke kamar dulu ya, aku mau ketik dokumen yang belum aku selesaikan." Ucap Tasya.
"Hmm baikan ingat nanti jangan tidur larut malam ya besok kamu kan harus bekerja." Ucap Rohdia.
"Iya nek, ya udah aku ke kamar dulu ya good night nek." Ucap Tasya lalu berjalan ke arah sang nenek dan mengecup pipi kanan sang nenek.
"Good night juga cucu nenek." Ucap Rohdia sambil mengusap kepala Tasya.
Tasya berjalan meninggalkan sang nenek, ia menaiki tangga menuju ke arah kamar.
Sesampainya di dalam kamar Tasya mengambil hp dan laptop secara bersamaan, ia mendaratkan bokongnya di atas kasur empuknya itu.
Tasya mulai mengerjakan tugasnya dengan gesit, Tasya mengetik di atas keyboard Laptopnya tersebut.
Dokumen yang di buat Tasya lumayan banyak tapi Tasya tetap bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya, karena dokumen yang ia ketik itu akan di berikan kepada bosnya besok.
Berjalannya waktu tanpa sadar sudah larut malam, Tasya menguap karena merasa mengantuk.
"Hoamm aduh aku ngantuk banget, tapi ini belum jadi sepenuhnya." Gumam Tasya.
Tasya kembali melanjutkan pekerjaannya padahal rasa kantuk sudah menghampirinya, sampai waktu menunjukkan pukul 23.00.
Akhirnya pekerjaan Tasya sudah selesai, Tasya langsung merebahkan tubuhnya dia atas kasur, ia memijit pelipisnya karena Kepala Tasya sedikit terasa pusing.
Tasya mengambil hpnya ia membuka galeri foto, mata Tasya tertuju pada salah satu foto yaitu fotonya bersama dengan Aldo.
Tasya mengusap layar hpnya itu dengan mata yang sudah sedikit memburam ia terus menatap layar hpnya sampai matanya terpejam dan mulai tertidur lelap.
Layar hp Tasya masih saja menyala, di sana terpampang foto Tasya dengan Aldo yang sedang berpelukan di taman.
Waktu semakin larut hawa dingin menyerang tubuh Tasya, Tasya menarik selimut tebalnya lalu menutup bagian tubuhnya.
salam -Kay and Say-
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.
semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Salam –Belong to Esme–
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰
yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
mampir K&S dah uppppp