Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghibur Diri
Pada saat ini, mereka telah tiba di Mountainview No. 1. Ketika melihat rumah Kayden yang sangat besar dan mewah, Della tidak dapat menyembunyikan ekspresi takjubnya.
Ia sering datang ke rumah pria-pria kaya, tetapi di antara mereka belum ada yang mampu menyamai hunian milik Kayden! Ini adalah definisi istana yang sesungguhnya! Dan Della akan tinggal di dalam sana. Ia menggigit bibirnya dalam semangat yang menggelora tetapi harus tetap menahannya.
"Mountainview No. 1? Berarti rumah ini rumah terbaik di Mountainview Real Estate?! Melihat betapa mewah dan luasnya rumah ini, tak diragukan lagi rumah ini yang terbaik di antara semuanya!" gumam Della dalam hati, tak henti-hentinya merasa takjub.
Ia tahu Kayden sangat kaya, tetapi semakin ia mengenalnya, semakin ia terkejut. Kayden ternyata jauh lebih kaya daripada yang ia bayangkan. Kenapa ia baru tahu? Bahkan keberadaan Kayden pun baru ia sadari.
Namun di tengah kekagumam itu. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan baru di benak Della. Jika semua ini bukan pemberian Keluarga Malvin, dari mana Kayden mendapatkan semua kekayaan ini?!
Pekerjaan macam apa yang dia lakukan?! Apakah dia mendapatkannya melalui cara yang ilegal? Semua pertanyaan ini membuatnya haus akan jawaban. Namun, selama ia bergaul dengan pria kaya, Della juga tidak peduli dari mana asal kekayaan mereka. Yang penting mereka memberinya uang dan barang mahal, itu sudah cukup memuaskannya.
Meskipun Della sangat penasaran, ia tidak mau bertanya kepada Kayden. Ia khawatir hal itu akan membuat Kayden kesal, karena ia terlalu banyak bertanya. Ia tentu tidak akan merusak kesempatan ini, kesempatan menjadi wanita pilihan Kayden, meskipun hanya sebagai alat yang digunakannya. Namun, masa bodoh jika dengan begitu Della dapat menikmati fasilitas super mewah di dalam istana, mungkin jiwanya juga akan dia berikan.
Untuk sesaat, ia ingat pada Reysa. Betapa bodohnya dan rugi sekali wanita itu telah menyia-nyiakan ladang emas seperti Kayden. Bahkan Leon yang sebelumnya merupakan pria terkaya di kampus, setelah Della melihat sendiri kekayaan Kayden, ia dapat pastikan kalau kekayaan Leon masih jauh di bawah Kayden!
Di sisi lain, Kayden sendiri juga memiliki pemikiran yang sama dengan Della. Rumah itu sungguh megah. Dan ia pun sama terpukaunya, bahkan ia masih belum menyangka bahwa rumah ini adalah miliknya. Namun, mengingat Della ada di sampingnya, ia harus mempertahankan sikap dingin dan acuh tak acuhnya. Ia tidak ingin kepribadian aslinya diketahui oleh orang lain.
Oleh karena itu, ia melangkah panjang menuju gerbang sambil memberi isyarat kepada Della untuk mengikutinya.
Della mengangguk mengerti dan mengikuti punggung Kayden. Rumus yang akan dia gunakan adalah diam dan menurut, demi bisa terus berada di dekat Kayden. Menjadi wanita simpanan tak pernah seluar biasa ini bagi Della.
Saat memasuki rumah itu, Della semakin takjub. Ia tak kuasa menahan diri untuk bergumam dalam hati, "Ini rumah atau istana?! Perabotan dan interior rumah ini semuanya kelas atas! Setidaknya Kayden menghabiskan lebih dari 200 miliar dolar untuk mendapatkan semuanya! Sial. Kayden benar-benar orang kaya raya!"
Sementara Della mengagumi segala sesuatu di sekelilingnya, mereka tiba di sebuah ruangan.
"Ini kamarmu! Ingat selalu semua yang kukatakan sebelumnya! Mengerti?" tanya Kayden dengan ekspresi dingin.
Della hanya mengangkat tangannya dan memberi hormat, "Ya, Komandan!"
Kayden mendesah tak berdaya lalu menjawab, "Baiklah, sekarang istirahatlah di kamarmu. Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu."
Della tersenyum hangat, "Terima kasih, Kayden," sahutnya dengan suara yang dibuat manja. Apa salahnya ia mencoba? Sambil berharap Kayden berubah pikiran dan mau menerima dirinya menjadi kekasih sungguhan.
Setelah itu, Kayden meninggalkan Della dan menuju kamarnya. Ia ingin menghabiskan semua poinnya. Kira-kira kemampuan baru apa lagi yang akan ia dapatkan? Hal ini benar-benar membuat Kayden tidak sabar.
Sesampainya di kamarnya, ia langsung membuka sistemnya. Ia memiliki 58 poin, yang berarti ia bisa mendapatkan lima kemampuan baru!
Tanpa membuang waktu lagi, Kayden segera mengklik kotak di tengah sistem.
Tidak lama kemudian, sebuah pesan dari sistem muncul.
Selamat! Vitalitasmu meningkat pesat, sebesar 400%! Sekarang kamu tidak akan mudah terluka atau merasakan sakit. Bahkan tiga tembakan pun tidak cukup untuk membunuhmu, kecuali jika diarahkan langsung ke otak Anda.)
Menerima pesan itu, Kayden mengangguk puas. Apakah ini berarti tubuhnya seperti rompi antipeluru?!
Hal ini membuat Kayden menyadari bahwa ia tak akan terkalahkan dalam pertarungan satu lawan satu, betapa pun hebatnya lawannya. Ia memiliki kemampuan melihat masa depan, kecerdasan yang luar biasa, kekuatan yang mengagumkan, dan vitalitas yang luar biasa. Siapa yang bisa mengalahkannya dalam pertarungan satu lawan satu dengan semua itu?! Kayden bahkan merasa yakin bahwa ia bisa mengalahkan seorang juara tinju kelas berat!
"Baiklah, sekarang mari kita lihat kemampuan baruku selanjutnya!" kata Kayden dengan ekspresi tidak sabar sambil mengklik gambar kotak di tengah sistem lagi.
Namun, sebuah pesan yang tidak ia duga tiba-tiba muncul.
[Karena kamu sudah memutar kotak acak sebanyak lima kali, putaran berikutnya akan naik harganya! Satu putaran membutuhkan 50 poin!]
Melihat itu, Kayden menunjukkan ekspresi tidak percaya. Ia tak kuasa menahan diri untuk mengeluh, "Kenapa harganya naik lima kali lipat?! I-ini tidak masuk akal! Setidaknya naikkan harganya dua atau tiga kali lipat! Kalau kamu melakukan ini, sama saja dengan kejahatan!"
Namun, sistem tidak memberikan balasan apa pun, membuat Kayden frustrasi. Ia hanya memiliki 48 poin tersisa. Itu berarti ia hanya kurang dua poin untuk melakukan gacha, sehingga rasa frustrasinya semakin menjadi-jadi.
Rasanya seperti Anda pergi sepuluh kilometer untuk membeli sebotol soda di toko swalayan dengan tiga dolar, tetapi ternyata harga sebotol soda itu tiga dolar dua sen. Hal ini membuat Anda tidak punya pilihan selain kembali ke rumah dan mengambil sisa uangnya.
Kayden terpaksa menyelesaikan misi balas dendam lainnya agar bisa melakukan gacha!
"Huh! Ini benar-benar menyebalkan!" kata Kayden tanpa daya.
Namun, kekecewaan Kayden tidak berlangsung lama. Ia segera menemukan sisi positif dari masalah ini. Sejujurnya, ini hanyalah cara untuk menghibur dirinya sendiri.
Kayden menyadari bahwa jika sistem memberinya terlalu banyak kemampuan, itu sama saja dengan tidak memberinya tantangan apa pun. Semua misi yang diberikan kepadanya akan diselesaikannya dengan sangat mudah.
Tentu saja, ini tidak akan menyenangkan untuk ditonton bagi mereka yang berada di neraka. Ini sama saja dengan neraka yang mengecewakan!
Oleh karena itu, sistem memutuskan untuk membuatnya tidak bermalas-malasan adalah keputusan yang tepat. Ia tetap harus berjuang dan menemukan solusi untuk setiap misi yang diberikan kepadanya.
Setidaknya, ia kini tak terkalahkan dalam pertarungan satu lawan satu. Kayden harus puas hanya dengan itu.