Indonesia
NovelToon NovelToon
Tekad Gadis Manja

Tekad Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berbaikan / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang / Chicklit
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: hasia

seorang gadis manja yang lahir di keluarga miskin dengan serba kekurangan, tak ubahnya menjadikan ia sebagai sosok wanita yang tangguh dalam menjalani kehidupan yang penuh rintangan dengan tekad yang kuat demi mengubah nasib keluarganya.
"kamu gadis manja yang tidak berguna di keluarga ini, sekolah tinggi di perantauan hanyalah membuat makin susah orang tua, di tambah kita ini serba kekurangan, biaya kuliah sangatlah mahal" hardik ayah gadis tersebut
"coba kamu lihat anak tetangga sebelah kita, kamu mau seperti mereka ? yang katanya pergi mau nuntut ilmu, eeh pulang malah bawa anak heh"😏
akankah gadis manja tersebut dapat mewujudkan impian nya dengan bermodalkan tekad saja dan uang yang hanya mencukupi biaya transportasinya ?
yuk, di simak kisahnya yang penuh konflik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 27

Esok harinya Killa pagi pagi berangkat kepasar untuk membeli kebutuhan yang akan di gunakan ketika tampil nanti, maklum saja karena tempat Killa sangat jauh dari tokoh harus menyebrang lautan menggunakan kapal maka dia memutuskan untuk membelinya saja di pasar

"satu, dua, tiga... Kayaknya sudah semua ya aku membelinya" Killa baru saja selesai belanja dan memastikannya bahwa semua kebutuhan yang di perlukan esok hari sudah lengkap dan saatnya ia kembali rumah untuk siap-siap menuju ke camp pelatihan lagi ada beberapa yang harus di selesaikan sesuai arahan dari sang pelatih mereka

"assalamualaikum ibuu...resyaa..." sesampainya di rumah Killa terlihat sangat begitu senang karena semua kebutuhan yang di butuhkannya ternyata ada di pasar walaupun barangnya bukan kualitas bagus tapi setidaknya ada toh juga cuman sekali di gunakan pikirnya.

"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh nak, kamu dapat semua kebutuhanmu?" tanya ibunya

"iya Bu, nih Killa dapat semua" sembari mengangkat kantong belanjaannya

"Alhamdulillah, ya sudah kamu sekarang siap siap,kan setelah ini kamu ke camp pelatihan" sahut ibunya

"iya Bu" jawab Killa kemudian berlalu pergi meninggalkan ibunya di ruang tamu, tapi sebelum itu ia kemudian berbalik lagi dan mengucapkan terima kasih kepada ibunya telah mendukung penuh kegiatan yang dijalaninya saat ini, yang biasa nya dia mendapatkan penolakan tapi kali ini tidak.

"Bu sekali lagi terima kasih ya telah mengizinkan Killa dan mendukung Killa sepenuhnya dalam kegiatan kali ini"ucap Killa sembari tersenyum penuh rasa haru

"iya nak, apapun itu. Selama ini ibu terus mengekang kamu untuk mengikuti kegiatan, karena perihal perekonomian kita juga karena ibu sebenarnya belum terlalu percaya untuk melepasmu keluar rumah tanpa pengawasan siapapun itu. namun akhir akhir ini kamu mampu menunjukkan bahwa anak aku sekarang sudah memiliki pemikiran yang jauh kedepan. Teruslah kembangkan potensimu nak. Semoga kedepannya kamu menjadi anak yang sukses" dengan tatapan penuh rasa bangga akan anaknya yang baru pertama kali tampil di muka umum, membuat dia tersadar akan konsekuensi kedepannya jika anaknya terus di kekang dan di kurung dalam rumah. Bisa bisa anaknya semakin ketinggalan zaman dan tidak mampu bersaing dengan orang orang di luar sana

"bagus, setelah di hadapkan dengan kegiatan yang unfaedah seperti itu. Seketika langsung lupa tugas dan tanggungjawabmu sebagai seorang anak yah. Inilah yang aku khawatirkan dari awal ketika mengikuti sebuah kegiatan di sekolah kamu akan lupa dengan kondisi keluargamu sendiri" tiba tiba saja prisman muncul depan pintu utama, niat untuk mengambil barang yang dilupakan ketika berangkat kerja tadi. Namun baru dia akan melangkah masuk seketika sudah mendapatkan percakapan yang membuat dia naik tensi.

"apa maksud kamu mas. Tanggung jawab seperti apa yang kamu maksud? " jawab Amira ayang tidak mengerti lagi cara berpikir sang suami, kenapa bisa sampai dia bersikap seperti itu kepada Killa, padahal dia tidak melakukan kesalahan

"sudahlah Amira saya tidak ingin berdebat pagi ini. Capek rasanya bertengkar terus tiap hari sama kamu hanya Karena ulah anak ini" ucapnya yang menusuk langsung Killa

"sungguh mas, kamu keterlaluan tidak pernah bisa menghargai Killa. Biar bagaimanapun dia anak aku juga mas, kenapa kamu perlakukan dia sebagai orang lain" tanya Amira frustasi dengan sikap suaminya yang tidak pernah bisa menerima kehadiran sang anak

Killa mendengar dan melihat semua kejadian itu dan bahkan terekam jelas di ingatannya. Tanpa sadar kesedihan yang mendalam menciptakan sebuah amarah dendam yang butuh untuk di lampiaskannya. Tanpa Killa sadari ia telah mengepalkan tangannya dan sedikit gemetar karena menahan amarah yang membuncah di dada

"lihatlah bagaimana aku mau menganggap kehadirannya, sedang dia saja tidak menganggapku sebagai ayahnya. Sudah tahu bahwa pagi aku berangkat bekerja, justru dia meninggalkan rumah dan asyik berbelanja bahkan tidak sempat menyiapkan sarapan untuk aku. Dimana rasa tanggungjawab nya sebagai seorang anak" yah ternyata prisman sejak awal sudah merasa kesal kepada anak tirinya itu, karena tidak mendapatkan sarapan yang dis sediakan

"tanggung jawab itu aku mas, kenapa kamu limpahkan sama dia. Mas itu suami aku" ucap Amira dengan nada tinggi dia semakin frustasi melihat tingkah suaminya

"ia aku paham Amira, tapi lihatlah kondisi kamu saat ini jangankan menyiapkan makanan untuk ku. makanan untukmu saja bahkan menunggu masakan dari Killa. Kamu saat ini cukup fokus pada anak kita, kamu masih belum di izinkan untuk banyak bergerak pasca melahirkan selama beberapa bulan kedepan. Kamu cukup fokus saja terhadap kesehatanmu dan anak kita, selebihnya biarkan saja dulu dia untuk mengurus pekerjaan rumah ini" ucap prisman yang mencoba memberikan penjelasan atas sikapnya yang tegas terhadap Killa

"ia aku tau, tapii..." belum juga selesai bicara, Killa sudah menyela duluan perdebatan kedua orang tuanya itu

"Bu sudah, memang benar ini kesalahan Killa. Killa melupakan tanggung jawab sebagai anak, Killa hanya semata mata memikirkan kebahagiaan diri Killa. Maaf" ucap Killa yang kemudian berlalu dari sana dan mengerjakan semua tugas nya setiap pagi yaitu membuat Kana sarapan untuk ayah ibunya dan juga adiknya, kemudian dia bersiap menuju camp pelatihan

Amira tidak lagi ada daya untuk menghentikan anaknya, karena biar bagaimanapun memang yang di ucapkan oleh prisman tadi ada benarnya. Selama ini dia bahkan belum menyentuh alat alat masak setelah selesai melahirkan

Sungguh dengan kondisi saat ini Killa benar benar bingung dengan tanggungjawab rumah tangga yang di embannya.

Anak seusianya hanyalah tahu bersekolah, bermain, berdiskusi bareng teman, dan bahkan Asmara juga. Tetapi tidak baginya di usianya yang seperti saat ini dia sudah di hadapkan dengan tanggung jawab seperti ini

Beberapa jam kemudian Killa telah menyelesaikan semua pekerjaannya dan bahkan saat ini dia sudah berada di camp pelatihan bersama teman temannya

Namun Killa menghindari kerumunan itu, dia hari ini tampaknya tidak banyak bicara. Walaupun sebelumnya dia memang irit bicara namun hati ini kelihatan sangat berbeda dia jauh lebih diam, lihat saja sedari dia sampai tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia hanya menanggapi dengan senyuman singkat sapaan dari teman temannya

Semua itu tentu tidaklah luput dari indra penglihatan seseorang, hingga membuat orang itu penasaran. Diam diam bergerak untuk menyapanya dan menanyakannya namun terhenti kala mendengar bunyi sumpritan yang menandakan mereka di suruh untuk berbaris rapi

"perhatian semua, hari ini kita tidak ada latihan dan fokuskan untuk istirahat karena kalian akan tampil besok. Sebentar malam adalah malam pengukuhan sebagai anggota sang pengibar merah putih. Jadi kami harapkan seluruh anggota untuk tidak melupakan tugas dan tanggungjawabnya dilapangan. Paham semua" pelatih itu memberikan beberapa wejangan pada anggotanya

"siap paham pak" jawab mereka serempak

sampai pada akhirnya mereka di perbolehkan untuk kembali setelah semua urusan selesai.

1
RinSantorski
Liat karakter kaya gini bener-bener bikin aku dapat inspirasi!
A'mei: folback yah,🤗
total 1 replies
Cumi 19
Karya thor selalu membuatku terhanyut dalam ceritanya.
A'mei: KK nya follow yah nnti aku folback🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!