Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Kata siapa?" sahut seorang wanita yang sudah berdiri di belakang Ima dan Fina.
"Mama." ucap Fina dengan tatapan penuh kebencian.
"Ibu." gumam Ima tanpa ekpresi.
"Ngapain kamu ganggu orang kesini? Belum cukup kekacauan yang selalu kamu lakukan ?" bentak bu Ambar dengan tatapan kekesalan pada anak sambungnya.
"Mama ngapain pakai uang almarhumah papa buat anak mama? Dia itu ga ada hak atas harta yang papa tinggalkan." tuding Fina sambil menunjuk Ima.
"Mama ga pernah pakai harta papa kmau, mama pakai uang mama sendiri." bela bu Ambar.
"Uang dari mana, ma? Itu pasti uang dari papakan?" kembali Fina menuding mama sambungnya.
"Mama punya penghasilan dari pekerjaan mama, harta papamu sama sekali tak mama sentuh tapi kamu dan kakakmu yang menghabiskannya. Kamu kira mama ga tau kelakuan kalian berdua yang suka foya - foya di luar sana. Dan sati lagi kasus kalian yang selalu mama coba redam, kamu kira itu tidak pakai uang. Hampir separoh harta papa kamu dipakai untuk kalian berdua." bu Ambar yang terlalu emosi membeberkan keburukan anak sambung yang tak tau di untung.
"Aaalah paling itu akal - akalan mama saja biar kami nurut dan mama bisa mengusai harta papakan?" tuding Fina dengan tatapan bengis.
"Kamu liat perusahaan yang kakakmu pegang, sedikit lagi bangkrut. Apa itu ulah mama? Tidak bukan? Mama sudah memberikan apa yang kalian minta, tapi hasil malah nol. Bagaimana sekolah kamu? Sukses?" sindir bu Ambar saking kesel dengan perkataan anak sambungnya yang kelewat.
"Bangkrut tinggal tambah modal beres."
"Modal dari mana?" tanya bu Ambar.
"Harta papalah."
"Mana harta papamu sekarang?.Apa maish ada sisa?"
"Bilang aja mama yang kuasai harta papa buat mama kasih sama anak kandung mama, ya kan?" tuding Fina.
"Menurut kamu apa harta papamu masih ada? Bagaimana dengan utang - utang yang papamu tinggalkan? Biaya hidup kamu dan kakakmu yang tiada habis - habisnya." bu Ambar terpaksa mengungkap semuanya yang selama ini ia simpan dari anak sambungnya. Ia terpaksa biar merekatau kebenaranya.
"Bohong, mama cuma mau harta papa sendiri kan?"
"Kamu tak percaya, Ok! Besok kamu ikut mama ke kantor pengacara papamu. Mama udah capek dan lelah, sudah saatnya kamu tau semunya."
"Aalah, paling akal - akalan mama saja. Dasar maruk." tuduh Fina.
Untung resto masih sepi sehingga tak menganggu pengunjung yang tengah berbelanja. Ima sedari tadi hanya diam, karna ia tak tau menau apa yang ibunya debatkan dengan Fina.
"Sebaiknya kamu pulang, besok kamu dan kakakmu mama tunggu di kantor." usir bu Ambar yang tak ingin memperpanjangnya perdebatan yang tak kunjung habisnya.
"Ok! Aku tunggu, awas saja jika mama bohong. " Fina pergi begitu saja tanpa menoleh.
"Bu."
"Maaf, melibatkan kamu. Tapi percaya sama ibu, usaha ini tidak ada hubungan dengan papa Fina. Ini murni hasil kerja keras ibu." bu Ambar berusaha menjelaskan kebenaranya pada Ima agar putrinya itu tak di hantui perasaan bersalah.
Setelah suaminya meningal bu Ambar berusaha mati - matian menyelesaikan kekacauan yang suaminya tinggalkan. Berkat kerja kerasnya kekacauan itu bisa di atasi. Persoalan tak berhenti hanya di situ saja, kedua anak sambungnya juga membuat kekacauan yang menguras tenaga, pikiran dan harta mendiang suaminya. Apa yang terjadi selanjutnya?"
...****************...
assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏🙏