Indonesia
NovelToon NovelToon
Tenda Biru

Tenda Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:77.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Aku usaha, kamu juga usaha. Kita sama-sama berusaha demi mewujudkan wedding dream kita."

Demi janji itu, Rhea rela menjadi TKI dan mengubur mimpinya untuk bekerja di perusahaan yang sangat ia inginkan.

Saat pulang, tenda biru justru berdiri di depan rumah Oza. Pria yang sangat ia cintai itu menikahi Trisna, sahabat yang paling ia percaya.

Rhea berlari dengan air mata berurai, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya, seseorang menahan tubuhnya dan menariknya.

"Jangan bertindak bodoh. Jangan hanya karena manusia, kamu rela memberikan nyawa."

Sejak hari itu, takdirnya berubah. Akankah pengkhianatan itu menjadi akhir hidupnya, atau awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenda Biru 16

Woaaah

Mata Rhea sama sekali tak berkedip melihat kapal kargo yang begitu besar bersandar di sebuah pelabuhan. Dalam kepalanya dia mencoba mengukur, seberapa panjang dan tingginya kapal itu, namun pada akhirnya dia hanya berkata, "Besar banget."

Kapal yang selama ini hanya bisa dilihat dari berita dan media sosial, kini terpapang jelas di depan matanya.

"Selamat datang Tuan Raphael, kita bisa langsung masuk untuk melihat."

Mereka masuk ke kapal, Nayaka mulai menjelaskan tentang bagian-bagian kapal. Rhea yang berada di sana tentu juga harus selalu dekat dengan Nayaka dan Raphael, ada beberapa hal yang tidak perlu ia terjemahkan, tapi sebagiannya lagi Rhea tetap harus melakukannya.

Dua jam lamanya suasana serius itu berlangsung. Dan akhirnya tour kapal selesai.

"Apa aku boleh berkeliling?" tanya Raphael.

"Tentu saja Tuan, Anda bisa melakukannya," jawab Nayaka.

Raphael berkeliling, dibantu oleh crew kapal. Sedangkan Nayaka, dia pun pergi entah kemana. Kini tinggal Rhea yang sedikit bingung, tapi ia bersyukur karena masih ada Tono di sisinya.

"Mau lihat dek atas?"

Rhea menganggukkan kepala cepat. Ia berjalan mengikuti Tono dengan langkah penuh antusias.

Sesampainya di dek atas, Rhea melihat ke sekeliling. Kapal yang besar. Langit dan laut yang begitu luas. Dan dia menyadari bahwa dirinya hanyalah benda kecil yang mungkin tak terlihat diantara semuanya itu.

"Mbak, aku tinggal bentar ya. Nanti kalau bingung turunnya, telpon aku oke."

"Siap Pak Tono, makasih ya."

Rhea berjalan-jalan di sekitar dek, kembali lagi menyadari tentang kecilnya dirinya.

"Dan sakit hatiku, jika di letakkan di sini, maka bukanlah sesuatu yang berarti dan tak akan terlihat kan? Haaah, bener, buat apa berlarut memikirkan tentang orang-orang itu. Mungkin aku harus bersyukur, karena Allah menunjukkan siapa mereka sebelum aku benar-benar terjun ke dalamnya."

Meski berkata demikian, air mata Rhea kembali tumpah. Dadanya sesak, dan terasa begitu berat.

Ia mengambil nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Air mata yang terlanjur luruh tadi, dia hapus dengan cepat.

Rhea menengadahkan kepalanya, menatap cakrawala yang tampak tak ada ujung, dan entah mengapa membuat hatinya itu terasa luas juga.

Ia berjalan menuju ke ke pinggiran kapal. Tangannya menyentuh pagar dengan erat. Rhea menempelkan tubuhnya, melepaskan genggaman tangannya dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Ia ingin berteriak, agar rasa sesak itu dibawa pergi jauh oleh angin laut.

Aaaaaaaargh

Eh?

Suara yang Rhea keluarkan langsung terhenti saat ada yang menarik tangannya. Matanya membulat melihat orang yang menariknya.

"P-pak Nayaka?" ucapnya gagap.

"Apa yang kamu lakukan hah!" Suara Nayaka membahana, memenuhi udara.

Degh!

Rhea memundurkan langkahnya setengah. Matanya berkedip berkali-kali. Ada perasaan takut dalam dirinya saat ini ketika melihat Nayaka.

Mata pria itu membelalak, dadanya naik turun, dan hembusan nafasnya terlihat begitu kasar. Rhea juga bisa merasakan cengkeraman tangan Nayaka yang sangat kuat pada lengannya.

"S-saya tidak melakukan apa-apa Pak. Dan maaf, lengan saya sakit."

Slap!

Nayaka langsung melepaskan tangannya. Ia juga menarik tubuhnya beberapa langkah ke belakang.

"Lalu apa yang kamu lakukan disitu?"

Nada suara Nayaka merendah, ia mengusap wajahnya kasar.

"Saya, saya hanya seang menikmati luasnya laut Pak."

tck!

Nayaka berdecak, sangat keras hingga terdengar oleh Rhea.

"Jangan bertindak bodoh," ucap Nayaka. Ia lalu membalikkan tubuhnya dan melenggang dengan cepat.

Rhea terdiam sejenak. Matanya menatap punggung Nayaka tanpa berkedip, dan dia baru mengedipkan matanya saat sadar bahwa Nayaka sudah menghilang dari pandangannya.

Ia kembali melihat ke arah laut, lalu ke bawah persis.

"Jangan bertindak bodoh! Kenapa kata-kata itu seperti pernah aku denger ya? Kayak bukan sekali ini aku dengarnya. Seperti Pak Nayaka pernah ngomong gitu ke aku? Tapi emangnya aku pernah ketemu sama Pak Nayaka sebelumnya?"

Rhea menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu menggelengkannya cepat. Mengusir pemikiran yang baru saja masuk.

"Tidak mungkin."

Itu lah yang diyakini oleh Rhea. Sangat tidak mungkin bagi dirinya bertemu seseorang seperti Nayakan sebelumnya.

Rhea lalu mengusap lengannya. Cengkeraman tangan Nayaka masih meninggalkan rasa di sana. Dan otak Rhea kembali merasa bahwa hal itu juga pernah ia rasakan sebelumnya.

"Mbak Rhea!"

Panggilan Tono membuyarkan semua pemikirannya. Dia berjalan cepat menghampiri Tono sambil tersenyum.

"Sudah mau pulang ya?"

"Iya, apa masih belum puas. Kalau belum aku bisa bilang ke Pak Bos kalau Mbak Rhea mau berkeliling lagi."

Rhea menggelengkan kepalanya, ini sudah cukup. Lebih dari cukup malah. Dia yang dulu bahkan tak tahu Eropa, kini bahkan bisa melihat kapal kargo besar, bertemu dengan orang dari perusahaan kedirgantaraan dan juga naik ke atas dek kapal yang sebelumnya hanya bisa ia lihat dalam media sosial.

"Tidak, saya sudah cukup melihat."

"Oke, kita nggak langsung pulang juga. Karena mau langsung ke stadion untuk melihat pertandingan bola. Siap?"

"Siap!"

Rhea benar-benar menikmati setiap moment di negara ini. Semua adalah pengalaman baru. Dia tak akan melewatkan sedikit pun keseruan tersebut. Meski awalanya bingung, gugup, ragu dan bahkan sedikit panik, tapi Rhea menikmati itu sebagai prosesnya.

Ia juga menghilangkan semua pikiran yang tadi muncul tentang teriakan dan cengkeraman Nayaka tang terasa familiar. Rhea menganggap bahwa itu hanyalah pikirannya semata.

Mobil sudah ada di depan kapal, ternyata Nayaka juga sudah ada di dalamnya. Mereka pun langsung menuju ke stadion untuk melihat pertandingan PSG melawan Aston Vila. Meski tak mengerti bola, namun Rhea benar-benar antusias. Gadis itu sibuk dengan ponselnya dan bibirnya tak lepas dari senyuman.

"Aku pikir dia akan bertindak bodoh seperti waktu itu."

Nayaka melihat sekilas ke arah Rhea, dan segera mengalihkan pandangannya. Ucapannya yang sangat lirih, tak terdengar oleh siapapun termasuk Tono yang ada di sebelahnya.

Nayaka memejamkan matanya, ia menyandarkan tubuhnya. Ingatannya tentang Rhea yang berdiri di pagar kapal tadi kembali muncul. Jujur ia terkejut, bahkan sampai berlari untuk menghampiri Rhea.

Pria itu berpikir bahwa Rhea akan melakukan hal yang sama seperti waktu itu di jembatan. Dengan nafas yang terengah-engah, Nayaka menarik tangan Rhea sedikit kasar.

"Aku terlalu impulsif, dasar gadis bodoh."

Selama sisa perjalanan itu, Nayaka tak membuka matanya. Meski tidak tidur, dia memilih berada dalam posisi itu sampai mobil tiba di stadion.

"Pak Bos, kita sudah sampai."

Hmmm

Nayaka turun dari mobil, dia menghirup udara dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Kembali lagi, ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran-pikiran yang tidak perlu.

TBC

1
Esther
yah unboxing di kantor ini....awas gak bisa jalan nanti Rhea😄
dewi rofiqoh
Mimik cucu dulu ah dedek🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tanggung jawab ka pada penasaran nih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
wiiihhh dah ad sinyal lampu ijo
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
heeeyyyy nayaka ingat km LG kerja,NNT ad gangguan loh,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
emng sengaja kyknya nih biar km g mau kerja lg
D_wiwied
yaaah tanggung amat thor 😆😆
lanjutin napa, kasian loh itu Nayaka dah nunggu lama momen ini 🤭🤭
GiZaNyA
gas pol Nayaka sampe gol yesss... 🤣🤣🤣
GiZaNyA
astagaaaa Othooorrrrr... gimana iniiii masa langsung di skip... 🤣🤣🤣
Icha Arlita
males ngebayangin sendiri, ayo ngebayangin bareng bareng 🤣🤣🤣
Bunda HB
hmmmmm pgi2 udh buat mrinding aja thor....😅😅😅
Lela Angraini
hdeeehhh pagi" dah haredang aja lah othor ini
ind@h
pagi² sudah dibikin panas dingin...🤭
ElHi
maem permen lolipop kaaakkk........kan biar santuyy dulu gitu lohh....Nayaka punya kok..tenang azaah....dah bayangin itu aja dah🤣🤣🤣🤣
falea sezi
kebayang muka nya pas blg yankk🤣🤣 q yg baper loo rea🤣🤭
dewi rofiqoh
Dah mulai bucin dan posesif niiih nayaka 🤭🤭🤭🤭
GiZaNyA
wihhh langsung ada huru-hara di hati Oza pastinya kalau tau Rhea nikah sama bos mereka sendiri.. 🤣🤣
GiZaNyA
intinya selamat yaa Nayaka Rhea... sekarang tinggal bikin geger orang sekantor yesss... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kyknya nikmat bngt lihat penderitaan orang km tono
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
apa hak lu,ngatur dan tanya tanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!