Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Benih Jenderal Di Rahim Istri Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Sadhana Abhiseva, seorang Jenderal muda yang mendapat misi atau tugas besar Negara yang sangat berbahaya begitu selesai melaksanakan proses pelantikannya. Hampir 4 tahun lamanya, ia menyamar sebagai salah satu anggota klan mafia tersebut. Akan tetapi, ia tidak pernah menggapai inti klan mafia tersebut.

Hingga akhirnya ia terpilih menjadi salah satu orang kepercayaan yang akan selalu berada di sisi Revaldo Arsenalio, sang pemimpin atau ketua klan mafia Black Gold. Namun, rupanya harga kepercayaan itu begitu mahal untuk ia bayar.

"Untuk menjadi salah satu tanganku. Aku ingin kau melaksanakan sebuah tugas khusus untukku."

"Saya siap."

"Aku ingin kau menghamili istriku."

“….”

Ya, ia diperintahkan untuk menghamili istri sah Reval, Jenara Elendria. Saat itulah, untuk pertama kalinya Dhana ragu untuk melanjutkan misinya atau memilih berhenti.

Akankah Dhana melaksanakan perintah Reval dan menyelesaikan misi Negaranya? Atau mungkin sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Janji Seorang Jenderal

Dhana segera mengalihkan wajah, sedikit malu karena ketahuan oleh Jenara. Ia ingin mendekat dan memastikan wanita itu baik-baik saja. Akan tetapi, keraguan kembali memenuhi hati dan pikirannya. Hingga akhirnya ia memilih untuk tetap diam sembari sesekali meliriknya.

Beberapa detik berlalu. Lalu suara Jenara terdengar lagi. "Maaf."

Dhana menoleh. "Untuk apa?"

"Karena kau sebenarnya tidak ingin menyentuhku, bukan? Apakah kau sudah punya istri atau kekasih, mungkin?" jelas Jenara.

“Melihat sikapmu yang kaku dan terasa enggan untuk melakukannya. Aku pun menyadari bahwa kau juga berada di bawah tekanan Reval. Apakah bajingan itu mengancam dengan menggunakan nyawa keluargamu atau kekasihmu?” sambungnya.

Dhana terdiam, sebab ia sungguh tidak menyangka bahwa Jenara masih tetap memikirkan situasinya. Padahal wanita itu yang paling dirugikan dari rencana Reval ini. Apalagi Dhana juga menyadari bahwa itu pertama kalinya wanita itu melakukannya.

Kemudian Dhana akhirnya menjawab pelan, "Jangan minta maaf. Anda yang paling dirugikan di sini? Dan aku tetap melakukan perintahnya karena…."

Jenara menatapnya, menunggu kalimat selanjutnya yang akan Dhana lontarkan. Dhana mengepalkan tangan, dirinya sedikit merasa terintimidasi dari tatapan Jenara. Padahal saat berhadapan dengan presiden sekalipun, dirinya tidak pernah merasa segugup dan terintimidasi seperti sekarang.

"… karena aku harus menjadi orang kepercayaannya lebih dulu."

Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresi Jenara runtuh mendengar jawaban Dhana. Ia kira Dhana akan menjelaskan sesuai yang dipikirkan sebelumnya. Namun, siapa sangka alasan Dhana mematuhi perintah tak masuk akal Reval hanya untuk menjadi salah satu anjing setia yang ditempatkan disisi pria itu.

“Aish, sialan! Bagaimana aku pikir kalau dia berbeda dari yang lainnya. Anjing yang Reval bawa sudah pasti akan sama saja,” umpat Jenara lirih disertai sebutir air mata yang lolos begitu saja.

Kecewa jelas, namun hanya sesaat karena sejak awal ia memang tidak memiliki kesempatan untuk terlepas dari sosok Reval. Jenara segera kembali menguatkan dirinya. Sebab ia tahu bahwa tidak ada gunanya menangis dan meratapi nasib. Ia hanya bisa menjalaninya seperti sebelumnya… seperti biasa.

Dhana mengepalkan tangan. "Maaf..." Dan kata itu keluar begitu pelan, tanpa berani melihat langsung wajah wanita itu.

Jenara tidak menjawab, tapi Dhana mengira perempuan itu hanya tidak ingin berbicara dengannya setelah mendengar jawabannya. Ia tidak tahu bahwa wajah Jenara telah basah oleh air mata.

Jenara menangis tanpa suara. Tubuhnya kembali membelakangi Dhana, seolah dengan begitu ia dapat menyembunyikan kehancuran yang terjadi di dalam dirinya. Bukan hanya karena apa yang baru saja terjadi, melainkan karena semua yang telah terjadi dalam hidupnya.

Ia adalah seorang istri. Namun tidak pernah diperlakukan seperti seorang istri. Bagi keluarganya, ia adalah bagian dari aliansi. Bagi Reval, ia adalah alat untuk memperkuat kekuasaan dan menghasilkan keturunan. Dan malam ini, bahkan tubuhnya seakan bukan lagi miliknya sendiri hanya untuk dimanfaat agar bisa menjadi orang kepercayaan Reval.

Air mata kembali mengalir. Jenara menggigit bibir agar tidak mengeluarkan suara. Di belakangnya, Dhana berdiri dalam diam. Ia tidak tahu bahwa perempuan itu sedang menangis. Tetapi ia dapat merasakan bahwa sesuatu telah hancur malam ini.

"Ta-tapi aku akan bertanggung jawab padamu suatu hari nanti." Perkataan itu membuat Jenara kembali membuka matanya yang sudah basah dengan air mata.

Dhana menatap punggungnya. "Aku memang tidak bisa bertanggung jawab sekarang karena sebuah alasan." Suaranya bergetar. "Tapi suatu hari nanti..."

Dhana berhenti sejenak, sebab ia sendiri tidak tahu apakah janji itu pantas diucapkan setelah apa yang terjadi. Namun, setelah meneguhkan tekad dan prinsipnya ia tetap melanjutkan. "Aku tidak akan membiarkanmu menghadapi semuanya sendirian. Dan aku pasti akan membawamu pergi dari tempat ini secepatnya."

“Aku harap kau bisa berpegang teguh pada janji yang baru saja kau ucapkan itu.” gumamnya.

Jenara memejamkan mata, air mata kembali jatuh. Meski pada akhirnya ia ragu, apakah Dhana akan menepati janjinya atau sebaliknya. Namun, perkataan itu sudah cukup membuat perasaannya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Tentu saja!” balas Dhana yang masih mendengar dengan jelas apa yang baru saja wanita itu gumamkan, “…karena aku seorang prajurit, seorang jenderal besar. Sudah pasti aku akan berpegang teguh dengan apa yang aku ucapkan.”

Dhana sendiri akhirnya berbalik menuju jendela kamar itu. Di luar, malam masih begitu gelap. Ia menatap pantulan dirinya sendiri pada kaca. Seorang jenderal yang menyamar. Seorang bawahan yang menjalankan perintah langsung dari Kepala Negara. Seorang pria yang sejak awal datang ke mansion demi sebuah misi.

Tetapi malam ini, semua batas itu mulai runtuh. Ia telah mengambil sebuah keputusan yang tidak mungkin diulang. Nasi telah menjadi bubur. Apa pun alasannya, apa pun perintah yang melatarbelakanginya, kenyataan tidak akan berubah. Ia telah menjadi bagian dari luka Jenara.

Dan rasa bersalah itu akan terus mengikutinya.

Namun di balik penyesalan tersebut, lahir sebuah tekad yang jauh lebih kuat. Jika suatu hari Jenara membutuhkan perlindungan, Dhana akan berada di sana. Jika suatu hari perempuan itu ingin meninggalkan keluarga Arsenalio, ia akan membantu. Dan jika suatu hari tiba waktunya untuk menebus kesalahannya… Dhana akan mempertaruhkan segalanya. Termasuk identitasnya, pangkatnya bahkan nyawanya sendiri.

Sebab malam itu, tanpa disadari oleh siapa pun, seorang jenderal muda yang datang ke mansion untuk menjalankan misi mulai memiliki alasan pribadi untuk melawan seluruh sistem yang selama ini ia ikuti. Dan alasan itu bernama Jenara.

Beberapa menit kemudian, sebuah pesan singkat dari Reval kembali Dhana dapatkan. Dimana ia diperintahkan untuk kembali ke markas, seolah tidak pernah terjadi apapun. Dhana berbalik menatap Jenara yang masih terdiam tanpa ekspresi sesaat.

Lalu ia melangkah sedikit mendekatinya dan berkata, “Maaf, aku harus pergi sekarang!”

Jenara masih tidak menjawab, hingga dengan berat hati Dhana tetap melangkah pergi dari kamar itu. Namun, begitu Dhana keluar tangisan Jenara seketika pecah. Ia menangis sesenggukan meratapi nasibnya, menyalahkan takdir kejam yang harus ia jalani sebagai putri Adrian Elendria dan istri dari Revaldo Arsenalio.

Empat tahun….

Empat tahun Dhana hidup dengan nama palsu, menundukkan kepala di hadapan orang-orang yang bahkan tidak tahu bahwa lelaki yang mereka anggap sebagai bawahan biasa itu sebenarnya seorang jenderal muda yang dikirim untuk menghancurkan mereka dari dalam.

Selama empat tahun itu pula, rupanya ia tidak pernah sekalipun melihat jantung kekuasaan Black Gold yang sesungguhnya. Markas yang selama ini ia anggap markas utama klan Black Gold ternyata hanya salah satu markas kecil mereka.

Sampai malam ini, malam setelah ia menjalankan tugas tak masuk akal yang Reval berikan. Setelah untuk pertama kalinya ia meniduri seorang wanita yang tak lain adalah istri sah Reval sendiri, Jenara.

Bersambung ….

1
InaraAp 09
Lanjut Thor semakin seru ceritanya
InaraAp 09
bagus dhana
InaraAp 09
hati2 dhana, jangan sampai kebongkat
InaraAp 09
lanjut thor
InaraAp 09
jujur pengin nampol Elena dan anaknya
InaraAp 09
gak bisa bayangkan di posisi jenara
InaraAp 09
benar dhana harus tepati janjimu
InaraAp 09
Jadi dhana pasti serba bingung🤔
Sri Yatun
apa sudah tau ke 4 orang itu tentang penyamaran dhana
Fahmi Ardiansyah
iya mungkin jenara gak ada yang bisa di katakan LG.krn dhanagak mau bekerja sama dgn dirinya.
Fahmi Ardiansyah
semoga Reval gak berbuat curang sama dhana.
Fahmi Ardiansyah
setelah tau markasnya kmu harus menyusun rencana sebaik mungkin dhana.biar Reval hancur sampai akarnya.
InaraAp 09
besok up yang banyak kak
InaraAp 09
pantas saja
InaraAp 09
semakin penasaran
InaraAp 09
semakin seru....
InaraAp 09
🤔
InaraAp 09
berharap beneran padahal
InaraAp 09
semangat lanjut up... seruuu
InaraAp 09
up lagi dong kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!