Indonesia
NovelToon NovelToon
Dewa Kuno Terakhir

Dewa Kuno Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: elz.

Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Kehebatannya Di Akui Semua Orang

Bab 25 : Kehebatannya Di Akui Semua Orang

________

Berita tentang sepak terjangnya santer terdengar di seluruh Puncak. Namanya semakin di segani murid lain dan populer di kalangan para gadis cantik.

"Apa kau mendengarnya? Shen Yan menangkap pelaku pembunuhan itu!"

"Aku dengar dari Tetua , pelaku itu berada di ranah Formasi Jiwa! Shen Yan memang luar biasa!"

Pembicaraan tentangnya memang tak habis habis , itu membuat gadis cantik dari Puncak Alkimia semakin meradang.

"Ah itu cuma kabar angin! Pasti Tetua Ming Yue yang turun tangan! Tidak mungkin anak sialan itu yang melakukannya sendiri!"

Gu Xiyao terlihat berjalan kesana kemari bosan mendengar berita tentang Shen Yan viral dimana mana. Ekspresinya cemberut seperti langit mau turun hujan.

Sementara itu , di tengah santernya terpaan berita tentangnya , Shen Yan justru terlihat tenang bermeditasi di bawah tekanan Air Terjun Penempa Hati. Ia terus melatih jiwanya hingga ke tingkat ekstrim , bahkan teman temannya harus menunggu selama satu hari penuh untuk bisa bertemu dengannya.

"Anak ini benar benar sangat kuat!" gumam Cheng Yuan.

Ia menyipitkan matanya menatap tirai air terjun dari sisi luar , menunggu lama namun belum juga ada pergerakan dari dalam Air Terjun Penempa Hati. Karena tak tahan sedari pagi telah menunggunya , akhirnya Cheng Yuan memanggil Shen Yan untuk keluar.

"Adik Yan! Apa kau mau tidur di dalam air terjun? Temani aku berlatih!" teriaknya keras.

Shen Yan yang mendengar itu pun membuka matanya pelan , ia tersenyum tipis. Ia mulai menyadari waktu bersama teman temannya memang mulai berkurang. Ia lalu bangkit dan keluar dari tirai air menghampiri Cheng Yuan.

"Kakak Cheng , biarkan aku istirahat sebentar!" ucap Shen Yan.

Mereka berbincang sambil berjalan ke arah arena latihan , Tetua Ming Yue yang melihatnya dari kejauhan segera mendekat untuk menonton kemajuan kedua muridnya itu.

"Kau tidak perlu istirahat! Semua orang tahu kau sangat hebat!" ucap Cheng Yuan.

Ia langsung menyerang Shen Yan sesaat setelah mereka tiba di arena latihan. Serangan demi serangan di lancarkan oleh Cheng Yuan dengan serius. Bahkan beberapa teknik andalannya ia keluarkan untuk menguji kekuatan Shen Yan.

"Kakak! Apa kau membunuhku!" teriak Shen Yan.

Shen Yan memang terlihat beberapa kali terlempar mundur , namun kenyataan sebenarnya Shen Yan sedang menahan kekuatannya. Ia berakting mulus dengan terlihat seperti kewalahan saat menghadapi serangan kejam Cheng Yuan. Melawan seorang Inti Emas lapisan ke 6 sebenarnya tidak akan membuatnya terluka sama sekali. Namun demi semangat Cheng Yuan , ia rela di serang habis habisan.

"Keluarkan teknik mu , adik Yan!" teriak Cheng Yuan penasaran.

Cheng Yuan memang ingin sekali melawan Shen Yan dengan serius. Ia beberapa kali terlihat bangga dengan serangannya yang kelihatanya dapat membuat Shen Yan tersudut. Ming Yue yang melihat pertarungan mereka berdua hanya tersenyum tipis.

"Dia memang anak yang baik! Jika tidak menahan kekuatannya , Cheng Yuan takkan mampu bertahan dengan satu serangan milik Shen Yan!" batin Ming Yue.

Shen Yan terlempar ke belakang , ia lalu mengayunkan Tian Zhan di tangannya. Api hitam mulai berkobar di permukaan pedang panjangnya. Mengangkat wajahnya bersiap menyerang ke arah Cheng Yuan di atasnya.

"Teknik Penebas Langit : Phoenix Hitam!"

Shen Yan mengarahkan serangannya ke arah Cheng Yuan yang berdiri di atas udara kosong. Phoenix Hitam meraung sangat keras hingga mengejutkan murid murid di puncak lainnya. Cheng Yuan mencoba memblokirnya , ia lalu membuat gerakan teknik pedang di atas langit.

"Teknik Pedang : Amarah Guntur!" teriaknya.

Kedua teknik pemuda ini bertabrakan di udara hingga menyebabkan gelombang kejut ke segala arah. Ming Yue tersenyum puas melihat kedua muridnya. Ledakan pun terjadi hingga melemparkan kedua muridnya mundur beberapa langkah.

"Tunggu! Aku menyerah kak! Aku sangat lelah!" ucap Shen Yan.

Cheng Yuan yang mau mengejar Shen Yan pun akhirnya mengurungkan niatnya , ia melesat sambil menyarungkan pedangnya lalu menepuk bahu Shen Yan dengan senyum yang puas.

"Kau memang hebat , adik Yan! Aku hampir saja kewalahan saat melawan mu!" ucapnya.

"Kakak , kau terlalu menahan kekuatan mu!" jawab Shen Yan.

Tetua Ming Yue akhirnya datang , ia mengelus kedua kepala muridnya dengan senyum di wajahnya. Ia lalu mengajak semua murid untuk makan malam seperti biasa.

"Apa rencanamu ke depan , Yan'er?" ucapnya.

Ming Yue berjalan di samping Shen Yan. Ia cukup penasaran dengan jawaban Shen Yan , mengingat pemuda ini pernah mengatakan kepadanya bahwa ia ingin pergi ke benua tengah.

"Aku ingin kuat , guru! Aku harus pergi kesana!" ucap Shen Yan pelan.

Tetua Ming Yue menatap dalam dalam wajah Shen Yan yang tubuhnya kini telah setinggi dirinya. Dalam hatinya ada perasaan yang dalam , mengingat Shen Yan datang seorang diri ke puncaknya dengan berbagai macam hinaan yang datang kepadanya.

"Jika suatu saat kamu pergi , ingatlah untuk kembali ke rumahmu! Puncak Meditasi adalah rumahmu!" terang Ming Yue pelan.

Shen Yan mengangguk mengerti. Ia berjanji kepada gurunya , ia tak akan meninggalkan mereka selama ia bisa.

_______

Ruang Interogasi , Puncak Hukum.

"Teknik Pencarian Jiwa!"

Tetua Gui Ze Zun mendaratkan telapak tangannya ke kepala pria berjubah hitam yang sebelumnya di kalahkan oleh Shen Yan. Tubuh pria berjubah hitam itu tersentak , Tetua Gui Ze Zun mengalirkan kekuatan jiwanya hingga mampu masuk ke dalam lautan jiwanya. Ia mulai menyusun satu demi satu kepingan yang terlihat masih bisa untuk di satukan.

"Shen Yan benar benar menakutkan! Lautan jiwa orang ini benar benar runtuh sepenuhnya!" gumam Tetua Gui Ze Zun.

Ia hanya mampu menyusun beberapa kepingan yang tak utuh , samar samar ia melihat pertarungan Shen Yan dengan pria ini di sebuah lembah di bawah puncak gunung.

"Aku ingin tahu dengan cara apa Shen Yan melukainya!"

Pertarungan seru terlihat di dalam ingatan pria berjubah hitam ini , hingga puncaknya saat pria ini menyerang di akhir pertarungannya , kepingan jiwa itu retak lalu runtuh secara tiba tiba. Itu membuat Tetua Gui Ze Zun sangat kecewa.

"Padahal tinggal sedikit lagi!" gumamnya.

Ekspresi Gui Ze Zun berubah setelah tak bisa melihat teknik yang di gunakan oleh Shen Yan untuk melukai jiwa seorang Formasi Jiwa. Ia terdiam sesaat lalu kembali ke tugas pentingnya. Tetua Gui Ze Zun mengumpulkan sisa sisa kepingan jiwa orang ini lagi dan menyusunnya menjadi ingatan. Nampak di dalam ingatan masa lalunya kelompok Pemburu Langit yang memberi tugas kepada pria berjubah hitam ini di dalam Sekte Pagoda Langit.

"Sekte Pagoda Langit! Aku pikir mereka selalu menentang kehadiran mereka para Pemburu Langit!" gumamnya.

Karena telah mendapatkan apa yang di perintahkan oleh Leluhur Wu Chen , ia menyelesaikan tugas terakhirnya dengan membunuh pria tersebut dengan pedang di pinggangnya.

__________

1
Chen Xin
jangan sampai berhenti,lanjut trus ya thor🔥
elz.: siap kak , terimakasih
total 2 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus Thor 😎
elz.: terima kasih kak
total 1 replies
elz.
Semoga kalian suka 😊
Chen Xin
Pendukung setia 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!