Indonesia
NovelToon NovelToon
Switch Body, Yuk Nikah!

Switch Body, Yuk Nikah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikahmuda / Komedi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Apa jadinya kalau dua orang yang bahkan tidak saling menyukai tiba-tiba terbangun dalam tubuh masing-masing?

Itulah yang dialami Daffa dan Dinda setelah sebuah kejadian aneh membuat roh mereka tertukar. Kekacauan pun dimulai. Daffa harus menjalani kehidupan sebagai perempuan, sementara Dinda terpaksa menghadapi dunia sebagai laki-laki.

Awalnya mereka berusaha menjalani situasi yang rumit itu. Namun semakin lama, mereka justru menemukan sisi lain satu sama lain yang selama ini tidak pernah terlihat.

Masalahnya, pertukaran roh itu ternyata memiliki satu syarat aneh untuk bisa berakhir. Mereka harus menikah!

Antara kekacauan, pertengkaran, dan perasaan yang perlahan tumbuh, mungkinkah pernikahan yang awalnya hanya sebuah solusi berubah menjadi kisah cinta sungguhan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gebetan Dinda

BAB 27

Gebetan Dinda

Daffa sedikit ngebut mengantar Dinda ke sekolah. Bukan karena ingin membuat Dinda takut, melainkan karena waktu mereka benar-benar sudah mepet.

Hari Senin biasanya jalanan memang lebih padat dibandingkan hari-hari lainnya. Ditambah lagi, setibanya di sekolah mereka masih harus mengikuti upacara sebelum kegiatan belajar dimulai.

Sementara itu, waktu mereka berdebat di halaman rumah tadi cukup banyak tersita.

Daffa beberapa kali melirik jam di pergelangan tangannya. Tangannya tetap fokus mengendalikan setang motor, sesekali memperlambat laju ketika melewati jalan yang ramai.

Di belakangnya, Dinda masih diam. Tangannya hanya berpegangan pada sisi jok, menjaga jarak sebisanya dari Daffa. Sepertinya suasana hati gadis itu memang belum sepenuhnya membaik.

Daffa tidak memaksa mengajaknya bicara. Saat ini, yang terpenting adalah memastikan Dinda tidak terlambat mengikuti upacara.

Beberapa menit kemudian, gerbang sekolah akhirnya terlihat. Daffa segera mengurangi kecepatan sebelum berhenti di sisi gerbang. Beberapa siswa sudah berlarian masuk. Sebagian lainnya bahkan terlihat berjalan tergesa-gesa sambil merapikan seragam.

Dinda langsung turun dari motor.

"Motor Abang bawa."

Daffa memperhalus bahasanya karena berpikir Dinda sudah tidak semarah sebelumnya.

"Ntar Abang jemput pulang sekolah," ujarnya lagi.

Dinda tidak menjawab. Wajahnya masih sedikit masam.

Daffa turun dari motor dan melangkah mendekat, lalu mengambil helm yang dikenakan Dinda. Ia menggantungkan helm itu di bagian depan motor, lalu menatap Dinda.

"Udah. Masuk."

Dinda mendengkus kecil. Lalu berbalik badan dan mulai melangkah masuk melewati gerbang.

Tanpa mereka sadari, kehadiran keduanya sejak tadi telah menarik perhatian beberapa siswa yang melintas di sekitar mereka.

Ada yang sengaja memperlambat langkah hanya untuk melihat siapa yang datang bersama Dinda. Ada pula yang saling sikut sambil berbisik, terutama ketika melihat Daffa yang biasanya jarang terlihat mengantar seseorang ke sekolah.

Dinda yang berjalan lebih dulu sama sekali tidak menyadarinya.

Begitu pula Daffa perhatiannya hanya tertuju pada Dinda.

Namun bagi beberapa siswa yang melihat dari kejauhan, pemandangan pagi itu cukup menarik untuk menjadi bahan pembicaraan.

Apalagi ketika Daffa kembali memanggil Dinda.

"Cil."

Dinda menoleh malas.

"Jangan lari. Ntar jatoh."

"Apaan sih."

Meski terdengar kesal, Dinda mengulum senyumnya ketika tubuhnya kembali memunggungi Daffa.

Perhatian kecil tanpa diduga itu perlahan menggoyahkan rasa kesalnya pagi itu.

Dan tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata masih mengikuti kepergian mereka sampai Dinda benar-benar menghilang di balik gerbang sekolah

"Wah Din, tadi itu siapa?! Ganteng banget."

Lamunan Dinda buyar. Ia menoleh kepada pemilik suara yang sudah berada di sampingnya. Namun Dinda memilih diam dan mengabaikannya begitu saja. Ia terus melangkahkan kakinya menuju kelasnya.

"Kalau itu keluarga lu, temen lu, siapa pun itu asal bukan pacar elu kenalin gue ya, Din?!"

Bahkan teriakan gadis yang mengenal Dinda itu pun tak menghentikan langkah kaki Dinda yang terus menapaki koridor sekolah.

Pagi-pagi kok ngeselin!

Wajah Dinda masam. Entah kenapa ia merasa tidak suka jika ada gadis lain yang berkata demikian soal Daffa.

***

"Dinda!"

Untungnya Dinda tiba di kelas tepat saat bel masuk berbunyi. Sambutan teriakan Kania menggema ketika Dinda muncul dari balik pintu kelas. Wajah ceria yang sudah lama tidak di lihat Dinda itu membuatnya tersenyum membalas sapaan itu.

Bukan lama tidak bertemu. Hanya saja terakhir bertemu Dinda masih berada dalam tubuh Daffa sehingga ia tidak bisa menjadi dirinya sendiri.

"Sini!"

Kania langsung menarik tangan Dinda dan mengajak Dinda duduk di sebelahnya yang memang kursi dimana Dinda duduk biasanya.

"Lu pagi-pagi dah bikin heboh satu sekolah aja ya. Nyesel gue tadi nggak cepet ke gerbang sekolah." Celoteh Kania.

Kening Dinda berkerut. "Memangnya ada apa?" Tanya Dinda mode polos karena memang tidak tahu apa sebenarnya.

"Di grup berita lu di antar pacar ganteng lu itu udah nyebar dan heboh banget, tahu nggak. Jadi beneran dia tetangga yang lu bilang itu?!"

Eh, apaan nih?! Ini pasti ulah Abang nyebar hal saat gue masih di tubuhnya!

"Gue bilang gitu ya?"

"Lu gimana sih?! Lu sendiri yang bilang masa lupa? Tapi emang lebih ganteng dari Leon sih. Pantas aja lu udah nggak kesemsem sama Leon lagi."

Eh...., aku bilang begitu? Awas aja Abang. Apalagi sih ulahnya?!

"Ih, bikin iri aja lu. Pokoknya lu harus cerita ke gue... dan..."

"Ssssttt! Guru datang."

Dinda sengaja menghentikan ucapan Kania yang terdengar berisik di telinganya.

"Ih, apaan sih?! Mana ada!"

Namun beruntung guru mata pelajaran benar-benar tiba di depan pintu kelas mereka. Dan Kania pun akhirnya benar-benar berhenti berbicara.

***

Sementara itu, setelah mengantar Dinda ke sekolah, Daffa sempat kebingungan hendak pergi ke mana. Ia tidak mungkin langsung pulang. Lagi pula, motor yang dibawanya adalah milik Dinda. Kalau pulang ke rumah, ia justru harus keluar lagi ketika waktunya menjemput Dinda.

Akhirnya, Daffa memutuskan untuk menunggu di sebuah kafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari sekolah.

Sesampainya di sana, ia memilih meja yang berada di sudut ruangan. Setelah memesan secangkir cappuccino hangat, Daffa duduk dengan tenang sembari memainkan ponselnya. Sesekali ia menyeruput kopinya. Selebihnya, perhatiannya hanya tertuju pada layar ponsel.

Namun, ketenangan Daffa rupanya tidak berlaku bagi orang-orang di sekitarnya. Wajahnya yang rupawan, ditambah penampilannya yang terkesan cuek dan sedikit berantakan, justru membuat beberapa orang diam-diam melirik ke arahnya. Baik laki-laki maupun perempuan.

Daffa sendiri sama sekali tidak menyadari hal tersebut. Atau mungkin memang tidak peduli. Sikap cool dan cueknya seolah sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya.

Di meja tidak jauh dari tempat Daffa duduk, terdapat beberapa gadis yang sedang menikmati kopi bersama. Awalnya mereka hanya sesekali melirik.

Namun semakin lama, perhatian mereka justru semakin tertuju kepada Daffa.

"Eh, itu siapa?"

"Mana?"

"Itu... yang duduk sendirian."

Salah satu dari mereka pura-pura melihat ke arah lain sebelum kembali mencuri pandang.

"Ya ampun, ganteng banget."

"Kayak cowok di novel."

"Jangan cuma dilihatin. Foto, dong."

Salah satu gadis langsung meraih ponselnya. Dengan gerakan hati-hati, ia mengarahkan kamera dari kejauhan.

Cekrek.

Sebuah foto Daffa yang sedang memegang ponsel berhasil diambil.

Daffa yang sedang membaca sesuatu di layar sama sekali tidak menyadarinya.

Foto itu pun langsung dikirim ke grup pertemanan mereka.

Guys, aku nemu cowok ganteng di kafe.

Tak lama, balasan mulai berdatangan.

GILA. SIAPA ITU?

Send lokasi!

Cakep banget, sumpah.

Kalau jomblo, aku daftar.

Foto itu kemudian berpindah dari satu grup ke grup lainnya.

Ada yang sekadar mengirimkannya ke teman dekat. Ada pula yang mengunggahnya ke media sosial dengan berbagai caption.

Tanpa Daffa sadari, foto dirinya yang bahkan tidak ia ketahui telah diambil itu perlahan menyebar semakin luas.

Sampai akhirnya, foto tersebut masuk ke salah satu grup pertemanan siswa di sekolah Dinda.

Seorang teman Dinda melihatnya dan langsung meneruskan foto itu ke grup mereka.

Tak butuh waktu lama hingga foto tersebut sampai ke tangan Kania.

Saat jam pelajaran berlangsung, Kania yang duduk di sebelah Dinda diam-diam membuka ponselnya di bawah meja.

Awalnya ia hanya berniat membalas pesan. Namun, matanya langsung membelalak ketika melihat sebuah foto yang tidak asing baginya.

"Eh..."

*

*

*

Bersambung...

Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏😊

1
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kasur atas kan maksudnya
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ck.. keluar aja langsung sii
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
awas aja nyosor duluan cil
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ciee ditinggal nikah
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
beruntung bngt km Din dptn Daffa yang cinta nya tulus.
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
Alhamdulillah akhirnya kalian menikah juga
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
dinda udah takut bakal di unboxing duluan ya wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
obrolan kakak dan adik tentang calon mantu 🤣😭
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
kuras semua dompet daffa din 🤣
eh tapi daffa kan belum kerja dan berpenghasilan yakan
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
wah bakal dikasih hadiah apa nih, dinda sama daffa 🤔
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
cap aja di daffa din 🤣🤣🤣🤣 cap kepemilikan, kasih stempel di jidatnya wkwkwk
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠
daffa kek ngemong bocil ya 🤣 pantes dia manggilnya cil
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
berasa dikawal sama bodyguard ya Din.wkwkwk
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
garela kan
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
ya kali dinda yg pegang
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
kirain mau dirga yg bayarin
.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_☪︎⃟⃝𝐇𝐅࿐
cocok nih.. calon ipar
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
janji harus ditepati yaa Daffa 🤭
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
sebebas itukah masuk rumah org,, biasanya kan mengucapkan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dulu
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
pasti seneng lah karena skrg kau lulus belajar nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!