Prayoga Sutomo
Seorang Siswa kelas XI IPA A, dia adalah ketua OSIS SMA Permata Indah. Yoga mendapat julukan good boy dari para penggemarnya di sekolah. Dia tampan, pinter , kedua orangtuanya merupakan salah satu pengusaha sukses di Indonesia dan dia juga termasuk primadona sekolah, apalagi dengan sikap cool nya, membuat banyak cewek-cewek yang terpikat dengannya.
Arina Luziana
Seorang siswi pindahan, yang telat pada hari pertama masuk ke sekolah yang baru. Arin seorang gadis yang kadang bisa ceria dan juga bisa stay cool. Meskipun dia sering berpindah-pindah sekolah karena pekerjaan orang tuanya, tapi dia termasuk siswa yang pintar. Bukan hanya pintar, dia juga cantik hingga banyak cowo yang tertarik kepadanya.
_________
• No plagiat
• Murni karya penulis
Mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat dan sebagainya. Terimaksih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sa Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah insiden
Yoga dan Yuda hampir sebelas dua belas gantengnya. Mereka mewakili setiap kelasnya sebagai most wanted. Hanya saja Yuda lebih urakan dan jangan lupakan bolos sudah menjadi rutinitasnya.
"Ngapain Lo malah jadi bawa-bawa Yuda!"
"Yaelah tinggal jawab aja gantengan siapa! semua kan punya selera masing-masing" ucap Anya kesal.
"emm gantengan... Yoga sih" jawab Arin. Yaiyalah orang dia pacarnya wkwk.
"iya Yoga ganteng plus-plus pkoknya, sampe kuntilanak aja kecantol"
Arin menyernit bingung, iyakah kalo pacarnya itu disukai sama yang beda alam juga?.
"kuntilanak?" tanya Arin bingung.
"iyaa itu si Siska dia kan kaya kuntilanak, bedanya kalo kuntilanak nemplok di pohon kalo Siska nemplokin Yoga Mulu!" Jawab Anya asal.
Arin yang mendengar itu tertawa terpingkal-pingkal, sahabatnya itu ada-ada saja. Anya hanya melirik acuh.
"huft hampir menangis gue, bisa-bisanya Lo berfikir sampe segitunya" ucap Arin menghentikan tawanya.
"Yahh itu pantas buat julukan dia sih!"
Arin hanya terkekeh, tidak lama dari itu bel masuk berbunyi.
...****************...
Bel tanda istirahat sudah berbunyi 2 menit yang lalu. Membuat siswa-siswi berhamburan keluar menuju kantin.
"Rin Lo ke kantin dulu ajah, gue mau ketoilet bentar nanti gue nyusul. Jangan lupa gue pesenin makanan. Samain aja kaya punya Lo ya!" ucap Anya yang masih duduk di bangkunya.
"okeh" jawab Arin lalu berdiri dan matanya melihat ke arah Yoga begitupun sebaliknya, mengisyaratkan cowo itu agar ikut keluar bersamanya.
Arin berjalan keluar kelas, selang berapa menit Yoga juga berjalan keluar kelas menyusul Arin.
Yoga tersenyum lalu menyusul Arin yang sudah di depannya dan mensejajarkan langkahnya dengan pacarnya itu. Tangannya langsung menggenggam tangan Arin.
Arin yang kaget langsung menoleh, Yoga hanya membalas tersenyum. "Aku kira siapa" ucap Arin terkekeh.
"Siapa lagi kalo bukan pacar"
"iya-iya, untung sepi jadi gak ada yang liat" ucap Arin sambil menatap sekitar. Yoga menghela napas pelan.
"padahal kalo ada yang liat pun gak masalah" ucap Yoga datar.
Arin menoleh "emm bukan kaya gitu maksud aku, cuma bukan sekarang waktunya" ucapnya merasa bersalah.
"hemm" Yoga masih menampilkan wajah datarnya.
"Gaa.. jangan marah, please" ucap Arin lalu langsung melepaskan genggaman tangan Yoga saat Saka tiba-tiba keluar dari kelasnya dan melihat ke arah mereka. Yoga yang melihat itu memasang mukanya datar.
"Wihh tumben kalian barengan jalannya" ucap Saka terkekeh.
"kebetulan" jawab Yoga dingin tanpa ekspresi, lalu berjalan meninggalkan Arin dan Saka.
"kebiasaan anak itu ekspresi dinginnya gak pernah ketinggalan. Eh gue duluan ya Rin mau ngejar Yoga hehe" ucap Saka pamit menyusul Yoga yang sudah berjalan jauh di depan.
Arin masih menghentikan langkahnya dan menatap punggung Yoga yang sudah menjauh. Menghela napas pelan lalu melanjutkan jalannya menuju kantin.
"wahh penuh banget" Arin melihat ke arah kantin yang begitu rame. Segera dia berjalan ke arah tukang bakso untuk memesan bakso untuknya dan juga Anya.
Menyodorkan uang 50ribuan saat pesanannya sudah jadi. "makasih mang!" segera Arin membawa nampan yang berisi 2 mangkok bakso beserta sambal dan lainnya, juga 2 gelas es teh.
Berjalan hati-hati karena kuah bakso yang masih mengepul dan panas supaya tidak tumpah. Ditambah kantin yang rame dan siswa-siswi yang berlalu lalang di area kantin.
Prangg
Seseorang siswi berkacamata dan bertubuh gempal tidak sengaja menabrak Arin, membuat nampan yang sedang di pegang Arin jatuh berserakan.
"Aduhh panas" Arin meringis sambil mengusap kasar bajunya yang terkena tumpahan kuah bakso.
Seluruh atensi penjuru kantin melihat ke arah Arin kaget. Yoga yang melihat itu memasang mukanya khawatir, segera berdiri akan menghampiri Arin namun terhenti saat seseorang sudah lebih dulu menghampiri Arin.
"Lo gakpapa?" ucap Yuda panik dan segera meraih tisu di dekatnya dan memberikan kepada Arin.
"gakpapa kok tadi kaget aja" jawab Arin lalu meraih tisu yang di berikan Yuda dan membersihkan baju yang terkena kuah bakso.
Siswi itu bergetar takut merasa bersalah "Ma-aaf Kak a-ku gak sengaja" jawabnya menunduk tanpa berani menatap kakak kelasnya itu.
"Lo kalo jalan lihat-lihat!" sarkas Yuda membentak siswi itu. Siswi itu tambah bergetar ketakutan dan air matanya menetes.
"Ma-af" ucapnya lirih
"udah Yud, Lo jangan ngebentak dia. Dia udah bilang kok gak sengaja" ucap Arin ke arah Yuda.
"lain kali hati-hati yah, Udah gak usah takut, kamu boleh pergi kok" ucap Arin tersenyum kepada siswi tersebut.
"Maa-kasih kak" ucap siswi itu pelan dan berjalan menunduk meninggalkan mereka.
Yuda melepas jaketnya dan memberikan kepada Arin. Arin ingin menolak namun Yuda memaksanya, untuk menutupi seragamnya yang kotor dan basah.
Yoga yang melihat itu menatap tajam ke arah Yuda dan Arin, tangannya mengepal kuat. Saka menyernitkan dahinya bingung "Lo kenapa?" Yoga menggeleng lalu berdiri dan pergi meninggalkan kantin.
"Kenapa anak itu" ucap Saka bingung melihat ke arah Yoga yang sudah berjalan menjauh.
"Lo pergi duduk ajah, biar gue yang mesenin" ucap Yuda memerintah.
"Eh gak usah"
Yuda tak menggubris ucapan Arin, lalu berjalan ke arah tukang bakso.
Arin menghela napas pasrah lalu mencari tempat duduk. Anya memasuki kantin dan berjalan tergesa menghampiri Arin "eh Lo gakpapa?" ucap Anya khawatir.
"gue gak papa kok" ucap Arin tersenyum.
"Siapa yang sudah berani ngelakuin ini ke elo!" ucap Anya tak santai.
"Gak ada Nya, dia juga udh minta maaf, lagian dia gak sengaja kok" ucap Arin mencoba menenangkan sahabatnya itu.
"huft ya udah! nanti gue temenin ke UKS ganti seragam" ucap Anya dan di angguki oleh Arin.
"terus itu yang Lo pake jaket siapa?"
"Oh ini jaket Yuda, dia maksa buat gue pake. Pdhal gue gak masalah dengan seragam kotor ini" ucap Arin terkekeh.
"tandanya dia peduli sama Lo atau nggak dia sepertinya suka sama Lo" ujar Anya menggoda Arin.
"Apansih, gak ada yah!" jawab Arin kesal.
Yuda datang membawa nampan berisi bakso dan es teh untuk Arin dan Anya. "eh makasih Yud" ucap Anya tak enak.
"maaf ngerepotin" ucap Arin tersenyum.
"Enggak. Kalo gitu gue duluan" ucap Yuda berpamitan. Arin mencekal tangan Yuda "besok jaketnya gue kembaliin"
Yuda tersenyum lalu mengangguk, dan berjalan meninggalkan area kantin. Anya melihat punggung Yuda yang sudah berjalan menjauh.
"Tuh dia tuh suka sama Lo! udah keliatan dari yang main basket waktu itu" ucap Anya berbisik.
Arin memutar bola matanya jengah. "gak usah ngomong aneh-aneh! udah makan!"
"yee dasar gak peka!" sindir Anya, Arin hanya diam tanpa memperdulikan ucapan Anya.
Arin melihat ke arah Saka yang sedang duduk sendirian. Lho Yoga kemana? ucapnya dalam hati bingung.
Mampir dan dukung karyaku, yuk!
- TRUST ME
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰