Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembalikan Anakku

Kembalikan Anakku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Nikah Kontrak / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:70.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Salma

Sebuah pernikahan yang tidak di dasari cinta karena dijodohkan oleh orang tua dengan alasan balas budi, membuat kehidupan Meta tidak bahagia. Penasaran bagaimana kelanjutannya. Baca terus karya pertamaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Salma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bu Haidar Ke Kalimantan

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan di pintu depan

"Assalamualaikum bu..." Agus berada di luar rumah mengetuk pintu.

"Wa'alaikumussalam. Masuk nak Agus nggak di kunci pintunya." Sahut pak Gito dari dalam.

Pintu terbuka lebar. Tampak Agus baru saja pulang dari kerjanya masih memakai jaket.

"Hujan nya masih gerimis ya nak Agus?" Pak Gito mempersilahkan Agus untuk duduk di dekatnya sambil menonton televisi

"Bu buatkan kopi buat nak Agus." Teriak pak Gito

"Iya sebentar pak." Sahut bu Haidar dari dapur

"Alesha tidur pak?" Agus bertanya karena tidak

melihat keberadaan anaknya.

"Tadi Alesha masuk kamar, rebutan televisi sama bapak. Sekarang lagi ngambek mungkin." Pak Gito menjawab dengan santai.

Agus yang mendengarnya hanya tersenyum, karena bukan kali ini saja pak Gito rebutan televisi dengan Alesha.

"Kopinya masih panas nak Agus di minum." Bu Haidar meletakkan segelas kopi yang masih mengabulkan asap putihnya di atas meja.

"Bu jadi merepotkan." Agus basa basi.

"Nggak kok kebetulan ibu lagi masak air untuk isi termos." Bu Haidar duduk di sebelah pak Gito.

Alesha keluar dari kamar mendengar ada suara ayahnya.

"Ayah sudah pulang, kok telat pulangnya?" Alesha memeluk tangan ayahnya dengan manja.

"Tadi tuan Hendrawan minta mobilnya di cuci dulu, katanya mau pergi makan malam menyambut kedatangan Adit yang baru datang dari London tadi pagi." Agus menyeruput kopi nya.

Mendengar nama Adit di sebut oleh ayahnya, Alesha melepaskan pelukan tangannya yang bergelayut manja.

"Kanapa Sha kok tangannya di lepas?" Agus merasa heran dengan perubahan Alesha yang tiba tiba.

"Nggak apa apa yah, tangan Sha pegel banget." alasan Alesha.

Yang paling jelas melihat perubahan mimik wajah Alesha bu Haidar. Karena bu Haidar duduk tepat di depan Alesha dan ayah nya.

"Kenapa lagi Alesha seperti yang takut mendengar nama Adit di sebut. Apakah ada sesuatu yang menimpa Alesha tapi tidak cerita." Gumannya dalam hati. Biarlah menjadi rahasia Alesha sendiri

Bu Haidar dan pak Gito mulai membicarakan masalah kepindahannya ke Kalimantan.

"Nenek sama kakek mau selamanya di Kalimantan di rumah om Rusli?" Mata Alesha mulai berkaca kaca.

"Iya kamu di Kalimantan selamanya, karena om Rusli ingin merawat kami di masa tua." Bu Haidar mengusap air matanya yang jatuh di pipinya yang sudah keriput.

"Terus gimana kalau Sha kangen sama nenek dan kakek?" Seakan tidak ikhlas kalau mereka pergi ke Kalimantan.

"Kan Sha bisa video call sama kami." Bu Haidar mengusap rambut panjang Alesha.

"Tapi kan kalau gitu nggak seru, coba nenek bilangin sama om Rusli, Alesha bisa ikut nenek ke Kalimantan nggak?"

"Kalau kamu ke Kalimantan nanti ayah sama siapa?" Agus mulai angkat bicara.

"Kan ayah bisa tinggal di rumahnya mamah cantik terus kalau kangen ayah bisa video call Sha." Dengan santainya menjawab.

"Bagaimana dengan rumah ini bu?" Agus melihat sekeliling rumah yang sudah sepuluh tahun di kenalnya.

"Sepertinya untuk sementara akan kami kontrakan, takutnya kalau kami tidak betah di Kalimantan nanti, kami bisa kembali ke rumah ini."

"Kalau nenek sama kakek pindah, Sha sama siapa?" Alesha merangkul tangan bu Haidar dan terisak di pelukan neneknya.

"Sayang, maafkan nenek ya, kalau nenek bisa kamu sudah di ajak ke sana. Tapi di sini juga masih ada ayah kamu. Kehidupan masih di sini. Suatu hari nanti kalau ada umur kita pasti akan bertemu lagi dalam keadaan apapun juga. Percaya sama nenek'" tangisan Alesha semakin keras.

Pak Gito dan Agus juga menitikan air mata melihat Alesha yang menangis.

"Sha sudah yuk, nanti kalau kita ada umur ada rizki kota susul nenek sama kakek ke Kalimantan." Agus menghibur Alesha agar tidak menangis.terus.

"Ibu sama bapak kapan berangkat ke Kalimantan?" Agus menanyakan hal itu agar Alesha bisa ada persiapan untuk dirinya ketika nenek kakek nya berangkat ke Kalimantan.

"Yah kita pulang sekarang yuk, Sha mau tidur." Alesha beralasan karena tidak ingin terus bersedih jika masih membahas keberangkatan nenek sama kakeknya ke Kalimantan.

"Ayo, kita pulang sekarang." Agus beranjak dari duduk nya dan berjalan keluar rumah untuk pulang beristirahat besok pagi harus bekerja lagi.

Dua minggu kemudian bu Haidar di jemput Rusli anak pak Gito yang tinggal di Kalimantan.

Alesha yang selama ini di asuh bu Haidar dan pak Gito terus menangis tidak henti henti nya.

Dengan sengaja Alesha tidak ingin bertemu dengan mereka, walaupun Agus sudah membujuknya, namun percuma saja karena Alesha tidak mau bertemu.

Bu Haidar dan pak.Gito tidak bisa memaksa karena mereka tahu bagaimana perasaan Alesha saat ini.

"Bu Pak, maafkan Alesha yang telah bersikap seperti ini, saya sudah membujuknya tapi dia tetap tidak mau bertemu. Sekali lagi saya minta maaf." Agus merasa tidak enak

"Tidak apa apa nak Agus, kami mengerti bagaimana perasaan Alesha sekarang." Bu Haidar matanya mulai berkaca kaca menahan tangis.

"Tolong sampaikan salam kami pada Alesha, kami sangat mencintai dan menyayangi Alesha seperti cucu kandung kami." Bu Haidar mengusap air matanya yang tidak mau berhenti.

"Ayo bu pak, satu jam.lagi jadwal penerbangan kita." Rusli mengajak kedua orang tuanya untuk segera naik mobil menuju bandara.

"Mas Agus kami berangkat." Rusli pamit pada Agus dan memeluknya.

"Oh ya sampaikan salam saya buat Alesha, bukan maksud saya menyakiti Alesha tapi saya berkewajiban mengurus orang tua saya, semoga Alesha.mengerti."

"Baik mas akan saya sampaikan salam mas Rusli pada Alesha." Agus membalas pelukan Rusli dan berjabat tangan.

Setelah semuanya selesai, bu Haidar dan Pak Gito berangkat ke bandara.

Alesha menatap kepergian ke dua orang yang sangat di dicintainya di balik jendela, hanya do'a yang Alesha panjaitan semoga mereka panjang umur dan selalu bahagia bersama keluarganya.

Agus masuk.ke dalam rumah dan melihat pintu kamar Alesha sedikit terbuka, Dengan mengetuk pintu, Agus masuk ke dalam kamar Alesha yang sedang menangis.

Agus menghampiri dan memeluk Alesha untuk memberikan ketenangan.

"Sabar ya sayang, nanti suatu saat kita akan bertemu lagi dengan mereka." Mengusap punggung Alesha yang bergetar karena menangis.

"Sha nanti sama siapa?" tangisan Alesha semakin keras.

"Di sini masih ada ayah. Kalau perlu ayah bawa Sha kerja biar Sha nggak kesepian di rumah sendiri." Agus mengusap punggung Alesha.

"Masih siang, dan ayah juga sudah ijin nggak masuk. Bagaimana kalau kita main seharian ini sampai kamu puas. Mau nggak. Kalau mau sekrang Sha cuci mukanya yang kucel ini, terus ganti baju. Ayah tunggu di depan." Agus tersenyum melihat Alesha berhenti menangis.

"Oke ayah Sha mandi dulu biar cantik nggak kucel." Alesha beranjak ke kamar mandi.

...****************...

Bersambung.........

Hai reader jangan like dan koment nya ya....

1
Ria Lita
kok bisa ya secepat itu Al ilang kasian juga nih grandma jadi merasa bersalah
Ria Lita
jadi sedih ikut2an nangis
Ria Lita
Adit kan orang pintar dan seorang pengusaha yang sukses kok gak curiga ya istrinya selingkuh apa gak terpikirkan untuk menyelidiki nya orang pinter kok di bodohi istri
Ria Lita
buang aja kenapa sih si Shintia
Ria Lita
jadi ikut sedih
Beauty JK
mengandung Bawang
Ria Lita
moga aja sha jadian dengan Marcell
Beauty JK
😘
Lytapkp
lanjut thor
Lytapkp
lanjut
Lytapkp
lanjut thor
Lytapkp
lanjut
Lytapkp
lanjut thor
Lytapkp
lanjut
Lytapkp
up thor
Lytapkp
up lagi thor
Lytapkp
lanjut
Lytapkp
lanjut thor
Neng Geulis
karya kamu hebat
Lytapkp
up lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!