Indonesia
NovelToon NovelToon
Pesan Dari Masa Lalu

Pesan Dari Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Horor
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia Salma

Sekelompok anak kuliah yang sedang mengadakan acara di sebuah hutan, banyak yang kesurupan setelah mereka mendapatkan pesan singkat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Salma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Mitha merasa larut dalam permainan tebakan yang di berikan oleh Athar, walaupun jawabannya selalu saja mengambang dan hal itu membuat diri nya menjadi penasaran.

Mitha sangat tidak menyangka jika lelaki yang kini sedang berada di hadapan nya selalu saja memiliki cara untuk membuat nya tetap tersenyum. Dan seperti sekarang, dirinya tidak berpikir kalau Athar akan memberi nya sebuah teka teki yang baru lagi.

Kemudian Mitha meminta agar Athar mengulangi pertanyaan nya sekali lagi.

Athar kemudian mengulangi pertanyaan yang di minta oleh Mitha.

"Sepasang! " Mitha menjawab pertanyaan ulang yang diberikan oleh Athar.

"Bukan itu jawabannya. " jawab Athar santai.

"Apakah sebanyak yang hidup seperti sekarang? " tanya Mitha.

Athar menggeleng, kemudian Mitha menjawab lagi, namun jawaban nya tetap salah. Mitha terus berpikir apa jawaban yang benar dari pertanyaan yang diberikan oleh Athar.

Athar seorang mahasiswa, sahabat baik Mitha yang menyimpan perasaan nya sudah sangat lama dan baru sekarang mengungkapkan rasa cintanya, dan untuk memberanikan diri meminta Mitha untuk menjadi kekasihnya, Athar yang sudah yatim piatu berusaha keras untuk dapat memiliki sebuah usaha yang di bangunnya saat baru masuk kuliah. Berbekal bekerja di sebuah bengkel di kota tersebut, Dan kini impiannya sudah menjadi nyata. Usahanya yang kini di miliki juga sebuah bengkel yang lumayan ramai.

Untuk memastikan kembali kalau cintanya terhadap Mitha di Terima, Athar kembali bertanya.

"Maukah kamu menikah dengan ku setelah kita lulus kuliah nanti? Aku akan berusaha keras untuk membahagiakan kamu. " ucap Athar dengan sungguh sungguh.

Mitha melihat sorot mata Athar, dan di sana terlihat ketulusan cintanya. Sehingga Mitha tidak tahu harus mengatakan apa. Jawaban apa yang harus dikatakan nya pada Athar.

Dirinya benar benar bahagia, ternyata Athar yang selama ini tidak di anggap nya menyimpan rasa yang untuk dirinya, Athar yang selalu membuatnya tersenyum dengan tebakan teka tekinya sehingga membuat Mitha selalu saja penasaran.

"Katakan apa jawabannya? " Mitha kembali bertanya jawabannya.

"Akan ku beritahu saat kita duduk di pelaminan nanti. " ujar Athar.

Athar menghampiri Mitha yang sedang berdiri di depannya, kemudian memeluk Mitha dan mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang.

Dan hal itu membuat Mitha menitikan air matanya, dirinya tidak menyangka akan mendapatkan cinta yang sangat besar dari pria yang di hadapannya saat ini.

"Jangan menangis lagi, aku akan selalu ada di sisi kamu. Aku janji akan selalu membuat mu terus tersenyum. "

Mitha membalas pelukan Athar, dirinya merasakan kedamaian di dalam pelukan Athar.

Kemudian keduanya tertawa.

...****************...

Mitha yang saat sedang berada di dalam kamarnya, masih terjaga dan merasakan tubuhnya yang sangat lelah. Sebenarnya ingin sekali dirinya segera tidur menjemput mimpi dan esok pagi bangun dalam keadaan tubuh yang sudah segar.namun sepasang matanya belum mau di ajak untuk tidur mengarungi mimpi. Mitha keluar ke balkon kamarnya melihat bintang yang berkelap kelip terlihat sangat indah dan kebetulan malam ini bulan purnama, langit begitu indah sekali.

Mitha teringat akan Adrian, yang pernah di bacakan puisi oleh dirinya, dulu Mitha mengira kalau Adrian tertarik pada dirinya, namun ternyata sedikit pun Adrian tidak ada menyimpan rasa sama sekali. dan penolakan Adrian ketika Mitha dengan sengaja mencari Adrian yang terpukul karena Rita menikah dengan pria lain, sikapnya yang tidak bersahabat, mengingat hal itu hatinya sangat sakit sekali.

Mitha tidak ingin mengingat kembali hal itu lagi, hal yang akan membuat nya sakit tambah sakit hati. Mitha meyakinkan dirinya sendiri kalau Athar adalah orang yang terbaik saat ini yang ada saat dirinya terpuruk, saat dirinya disakiti, dan karena Athar yang menerima dirinya tanpa syarat, yang siap untuk membahagiakan nya. Dan meyakinkan dirinya sendiri kalau Athar adalah orang yang terbaik saat ini. Sangat lebih baik dari yang di pikirkan nya.

Mitha kemudian masuk kembali kedalam kamarnya, lalu keluar menuju ruang tamu, tempat dirinya dan juga teman temannya selalu berkumpul untuk mengerjakan tugas ataupun hanya sekedar untuk kumpul kumpul saja.

Dalam bayangan nya saat ini, ada Ridho dan juga Dino, mereka berdua yang paling sering main ke rumah nya untuk meminjam laptopnya untuk mengerjakan tugas kuliah, karena mereka tidak memiliki laptop. Mereka tidak selalu saja tertawa riang mengisi ruangan ini. Mitha tersenyum getir ketika dirinya menyadari kalau Dino dan juga Ridho tidak ada di sana. Itu hanya bayangan nya saja.

Seandainya tadi pagi saat di kampus, dirinya tidak marah marah terhadap mereka berdua, tidak membuat mereka tersinggung, mungkin saat ini mereka da di sini, menemaninya, mendengarkan keluh kesahnya.

"Ayo kita ngopi dulu. "

Kata kata itu yang teringat dalam dirinya saat ini, saat saat yang terasa sangat hangat, saat dirinya membuatkan secangkir kopi, Mereka sudah seperti keluarga, sama sama jauh dari orang tua, hanya saja Mitha lebih beruntung dari mereka berdua. Mitha benar benar seperti menemukan sebuah keluarga, namun karena keegoisan dirinya mereka tidak ada lagi disini, sebuah keluarga yang di hilangkannya.

Hal yang sama juga terjadi pada Ridho dan juga Dino, biasanya mereka selalu bersama sama dengan sahabatnya Mitha, walaupun hanya sekedar nebeng membuat tugas kuliah. Kini dalam benak mereka berdua merasakan penyesalan, seandainya saja tadi pagi mereka tidak menyinggung perasaan Mitha, kalau saja hal itu tidak terjadi, mungkin saja saat ini mereka berdua sedang berada di rumah Mitha.

Berada di sana dengan alasan meminjam laptop, tapi sebenarnya mereka ingin menikmati kopi gratis dan juga makanan ringan yang selalu di sajikan oleh Mitha. Namun bukan hanya karena gratis nya saja, namun lebih kepada kehangatan persahabatan yang mereka jalin selama ini. Mitha orang yang baik dan bersahabat tidak melihat apa dan siapa mereka, kaya atau miskin, Mitha selalu merangkul mereka.

"Ayo kita ngopi dulu. "

Kalimat itulah yang selalu mereka ingat jika sedang berada di rumah Mitha. Sebuah kalimat yang tersusun dengan kata kata yang hangat, sehangat kopi kenyal yang di sajikan di cangkir, dan tentu saja Dino dan juga Ridho sangat berharap kalau persahabatan yang hangat itu kembali terjalin lagi.

"Kopinya mas. "

Dino tersentak saat seorang pelayan yang membawakan secangkir kopi. Dino baru tersadar jika tadi dirinya memesan segelas kopi pada warung yang menyediakan kopi seduh, dirinya memesan kopi kental dengan sedikit gula.

'Terima kasih mas. " ujarnya sambil menghirup aroma kopi yang masih mengepul kan asap putih fi gelasnya. Kemudian menyeruput kopi yang masih panas tersebut yang sebelumnya di tiup nya perlahan agar tidak terlalu panas. Dan meletakkan kembali gelasnya di atas meja.

...****************...

Bersambung..........

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!