Indonesia
NovelToon NovelToon
Misteri Bola Kaca

Misteri Bola Kaca

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri
Popularitas:110.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Friska Petra

"Kami berdua memutuskan untuk tetap berada disini" -Laura-

"Iya, kami tidak akan kembali" -Bella-

"Hanya salah satu dari kalian yang bisa tinggal disini. Atau kita semua akan mati" -Kepala Suku-

Pertemuan dua gadis cantik ini ternyata berujung sial. Takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersama.

Apakah mereka bisa menghindari kutukan itu? Bagaimana akhir dari perjalanan panjang mereka??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Friska Petra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan

Setelah membaca, mohon tinggalkan like dan komen sebagai bentuk dukungan bagi Author 😊😊 Kritik dan saran juga di terima dengan senang hati. Selamat membaca..

💚💚💚

Adrian berusaha menutupi pergelangan tangannya dengan menarik lengan bajunya. Laura yang berada di samping Adrian merasa terkejut melihat pergelangan tangan Adrian bersinar. Laura kemudian menatap wajah Adrian dengan serius, lalu mendekati dan berbisik pada Adrian, “Kenapa dengan lenganmu??”

“Aku tidak tahu Laura, aku juga bingung kenapa dia bisa begini.” kata Adrian dengan suara setengah berbisik.

Laura bisa melihat wajah Adrian yang begitu gelisah. Tapi beberapa detik kemudian, Laura terkejut karena Adrian tiba-tiba bangkit berdiri dan meninggalkan kursinya. Adrian berjalan menuju pintu. Sepertinya Adrian berencana untuk keluar dari ruangan itu. Laura berusaha meneriaki Adrian dengan beberapa bisikan, tapi sepertinya hal itu tidak berhasil. Adrian justru malah mempercepat langkahnya.

Laura bingung. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan di saat seperti ini. Di satu sisi, dia harus mendengarkan pertemuan ini karena ini merupakan panduan baginya untuk tampil nanti. Tapi di sisi lain, dia khawatir dengan Adrian. Dia tidak bisa membiarkan Adrian sendirian dalam kondisi seperti ini. Dia pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan ruang pertemuan itu dan mengejar Adrian.

***

Adrian terlihat gelisah. Dia tidak bisa fokus dengan apa yang di terangkan oleh pemimpin acara. Dia ingin sekali mengejar gadis itu. Mungkin gadis itu tahu sesuatu perihal pergelangan tangannya yang bersinar ini. Dia tidak menyadari kalau Laura begitu memperhatikan perubahan pada raut wajahnya. Berbekal sedikit keberanian, Adrian pun memutuskan untuk keluar mengikuti gadis yang tidak dia kenal itu.

Setelah dia meninggalkan kursinya, samar-samar dia bisa mendengar suara Laura memanggilnya dengan nada berbisik. Tapi tidak dihiraukannya. Dia harus bisa mencari siapa gadis itu. Laura akan dia urus nanti.

***

Sementara itu, Bella yang sudah berada di luar ruangan merasa bingung dan ketakutan. Setelah sekian lama tangannya tidak bersinar, kini hal itu terjadi lagi. Dia memegang erat pergelangan tangannya dan memperhatikannya dengan seksama.

“Kenapa harus sekarang? Dan siapa pria itu tadi? Apa dia menyadari sesuatu terjadi padaku sehingga dia melihat terus ke arahku? Haruskah aku menghindarinya atau malah menemuinya??” Bella berusaha sebisa mungkin mencari tempat yang sedikit tersembunyi agar tidak ada orang yang melihatnya.

Setelah beberapa saat, sinar yang ada pada pergelangan tangan Bella mulai sedikit memudar dan mulai menghilang. Dia merasa, mungkin sudah saatnya dia kembali ke ruang pertemuan. Baru saja dia hendak melangkah keluar dari balik tempat persembunyiannya, dia melihat pria yang tadi memperhatikannya sedang berjalan dan melihat ke sana kemari. Sepertinya pria itu sedang mencari sesuatu. Melihat hal itu, Bella pun mengurungkan niatnya untuk keluar dan memilih mundur. Dia kembali ke balik dinding tempat dia sebelumnya bersembunyi.

“Apa pria itu sedang mencariku? Apa itu mungkin? Kami bahkan tidak saling kenal. Tapi tunggu dulu. Kenapa aku harus bersembunyi darinya?” Ucap Bella pada dirinya sendiri.

Bella kemudian berfikir bahwa tidak ada alasan baginya untuk bersembunyi dari pria itu. dia pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari balik dinding itu dan ingin kembali ke ruang pertemuan. Belum sempat dia melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia merasakan seseorang menyentuh bahunya dan membuatnya berhenti melangkah. Bella pun kemudian menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. Betapa terkejutnya dia ketika dia melihat bahwa yang menyentuh bahunya adalah seseorang yang dia tidak kenal.

***

Adrian sudah berada di luar ruang pertemuan. Dia berusaha mencari keberadaan gadis yang tangannya bersinar tadi. Dia mencoba berjalan menelusuri daerah sekitar tempat pertemuan itu. Bahkan dia mencoba memasuki beberapa ruangan lain di tempat pertemuan itu, yang mungkin bisa menjadi tempat dimana gadis itu berada. Tapi dia tidak menemukan apa-apa.

“Kemana perginya gadis itu? Tidak mungkin dia pulang dan meninggalkan pertemuan itu. Aku yakin tadi melihat bahwa dia keluar tanpa membawa apa-apa. Dia buru-buru keluar dengan posisi telapak tangannya menggenggam pergelangan tangan yang lain. Yang berarti, kemungkinan barang-barang atau tas miliknya masih berada di meja tempat dia duduk tadi.” Kata Adrian pada dirinya sendiri.

Setelah beberapa lama mencari gadis itu, Adrian pun akhirnya menyadari bahwa sinar yang ada pada pergelangan tangannya mulai meredup. Adrian tidak mengerti kenapa hal itu bisa terjadi. Tapi dia sekarang sudah tidak heran melihat tangannya seperti itu. Dia sudah tidak kaget. Tapi sekarang dia mulai berfikir, bahwa ada sesuatu yang menjadi penyebab tangannya bersinar. Dan dia harus mencari tahu hal tersebut.

Adrian masih terpaku di luar ruang pertemuan. Dia memandangi pergelangan tangannya dan mulai berfikir. “Sepertinya aku harus kembali lagi ke dalam. Mungkin saja gadis itu sudah kembali lagi ke dalam. Aku mungkin bisa mencarinya setelah acara pertemuan ini selesai.” Kata Adrian sambil melangkah masuk kembali ke ruang pertemuan.

***

Sementara itu, Bella yang menyadari bahwa yang menyentuh bahunya adalah orang lain, merasa terkejut dan menepiskan tangan orang itu dari bahunya. Dia menatap tajam ke arah orang itu dan bertanya, “Siapa kau?”

Orang asing yang sekarang sudah berhadapan dengan Bella, meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya sendiri, menandakan bahwa dia menyuruh Bella untuk diam. Dia kemudian mengintip dari balik dinding seperti sedang memperhatikan seseorang. Bella yang penasaran pun akhirnya ikut mengintip juga dan memastikan apa yang sedang di lihat oleh orang asing ini. Ternyata dia sedang memperhatikan pria yang tadi diperhatikan oleh dirinya.

Selang beberapa waktu, pria itu akhirnya meninggalkan tempatnya. Setelah memastikan pria itu masuk ke dalam tempat pertemuan, orang asing itu menarik tangan Bella untuk sedikit menjauh dari tempat persembunyian mereka.

Saat tangannya di tarik, Bella tidak melakukan perlawanan sama sekali. Entah kenapa dia merasa yakin bahwa orang yang sedang membawanya ini bukanlah orang yang berniat jahat. Setidaknya begitulah kata hatinya berbicara. Walaupun demikian, Bella tetap waspada.

Setelah merasa tempat mereka sekarang aman, orang asing itu melepaskan tangan Bella dan kemudian tersenyum.

“Maaf kalau aku berlaku sedikit kasar padamu. Tanganmu tidak apa-apakan?” Tanya orang itu pada Bella.

“Aku tidak apa-apa. Tapi, kau siapa? Kenapa kau membawaku kemari? Kau punya hubungan apa dengan pria tadi?” Tanya Bella sambil memperhatikan orang asing ini dari atas sampai ke bawah.

Orang asing itu tidak menjawab pertanyaan Bella. Dia hanya memandang ke arah pergelangan tangan Bella. Bella yang masih bingung karena tidak mendapat jawaban dari orang asing itu pun mengikuti arah pandangan orang itu. Dia pun akhirnya menyadari bahwa orang itu memandang pergelangan tangannya. Dengan wajah setengah terkejut dan bingung Bella pun kembali memandang orang asing itu dengan wajah penuh pertanyaan.

Orang asing itu menyadari bahwa Bella menatapnya dengan wajah penuh kebingungan. Dia pun akhirnya menjawab pertanyaan Bella.

“Aku mendatangimu, karena itu.” Katanya sambil menunjuk pergelangan tangan Bella.

Bella terkejut. Ada orang yang mengetahui soal pergelangan tangannya. Tapi dia tidak mau gegabah. Dia mencoba mengontrol dirinya dan memastikan terlebih dahulu, apa yang dimaksud oleh orang asing ini. Belum tentu yang dia fikirkan sama dengan orang yang sekarang ada di hadapannya.

“Aku tidak mengerti. Ada apa dengan tanganku?” Tanya Bella. Dia berpura-pura penasaran.

“Aku melihat ada sinar yang muncul dari sana. Itulah alasan kenapa aku mendatangimu.” Orang asing itu menjawab dengan begitu santai.

Deg!! Bella terkejut. Dan sekarang, jantung Bella berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Dia tidak pernah menyadari bahwa akan ada orang asing yang mengetahui soal rahasia dirinya. Dan karena Bella tidak pernah memikirkan kemungkinan ini, dia pun tidak tahu harus merespon seperti apa dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia tegang seperti seorang pencuri yang tertangkap basah. Tapi, eskpresi Bella itu ternyata malah membuat orang asing yang sedang bersama dengannya tersenyum.

“Tidak perlu setakut itu. Aku bukanlah orang yang akan mencelakaimu. Aku adalah orang yang sama sepertimu.” Kata orang asing itu dengan senyum yang merekah di wajahnya.

Bella mengernyitkan dahinya. “Orang yang sama? Maksudnya??” Tanya Bella dengan wajah yang bingung.

Orang asing itu mengangkat salah satu tangannya dan memutar-mutarnya tepat di depan wajahnya. Kemudian tangannya yang lain menunjuk pergelangan tangannya sendiri. Bella pun akhirnya mengerti dengan apa yang di maksud oleh orang asing itu. Bella pun menghela nafas karena merasa sedikit lega, tapi dia tetap waspada. Seseorang yang dia tidak kenal, datang menghampirinya dan mengaku sama seperti dia. Tapi yang membuat Bella bingung adalah, dia tidak melihat apa pun pada pergelangan tangan orang ini. “Apa orang ini bisa dipercaya?” Tanya Bella dalam hati.

“Oke.. Aku tidak bisa percaya sepenuhnya dengan apa yang kau bicarakan. Tapi setidaknya. Kau harus menunjukkan kalau kau bukan orang yang berbahaya bagiku.” Kata Bella dengan wajah yang kembali serius.

“Aku bisa saja membunuhmu dari awal kita bertemu. Tapi aku tidak melakukannya.” Kata orang asing itu santai.

“Kau tidak perlu takut padaku, Nona. Aku bukan orang yang seperti itu. Maaf kalau aku menakutimu sebelumnya. Perkenalkan, aku Laura.” Kata orang asing itu sambil tersenyum mengulurkan tangannya.

Bersambung..

1
Ituk Sari
lama sekali kelanjutannya
Laila Hidayah S
lama banget thorr😌
Laila Hidayah S
kapan up thorrr
Ituk Sari
hanya aq kah yg penasaran
Ituk Sari
lanjut thor
Sartika Ririn
ending ceritanya sulit di tebak... 😂
Sartika Ririn
makin penasaran
Sartika Ririn
ceritanya lumayan bagus... bikin penasaran 👏
Sartika Ririn
apakah mereka Peri?
Sartika Ririn
apakah ibunya tidak tahu kalau mereka berdua memiliki tanda?
mamayot
hai thor sudah mampir ya,dan sudah meninggal kan jejak jempol 10 untuk author,semoga berkenan jauga mampir di novel ku ya,dan meninggal kan jejak..trimaksih
Hesti Heryanti
semangat kak
salam Mengintip Jodohku
salalu hadir loh💕
tanti
Ok
Dewi
aku mampir kakak. semangat ya❤️
Liana'S
Lanjut Thor.
Semangat
Ituk Sari
pusing
Hesti Heryanti
gak ada bab yang tertinggal ka
semangat
semangat
salam kangen Mengintip Jodohku ❤️
ditunggu feedback nya ya 💕
tanti
Udh episode ini msh blm jelas musteri nya thor
Elisabeth Ratna Susanti
suka👍
tanti
Penasaran misteri blm terungkap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!